
“Maria!”
Maria yang sedang duduk di ruang tamu dengan membenamkan kepalanya di bantal, mendongak kearah suara. “Hah? Aku.... hoam....” Maria kembali membenamkan kepalanya kepada bantal.
Apa-apaan dengan gadis ini?
Aku berpikir sejenak, mungkinkah ia menunggu ku? Itu bisa saja.
“Hey, maaf sepertinya aku agak terlambat ya?” Ucapku tanpa rasa bersalah, aku berjalan kearah pintu dapur dengan tangan kosong.
Maria yang saat itu hanya menatap punggung ku akhirnya tersadar, bahwa barang belanjaan ku tidak ada. ‘Dimana belanjaan nya itu?’ tapi dengan cepat Maria menepisnya, ‘Tidak mungkin dia tidak membelinya, aku lupa kalau dia memiliki cincin penyimpanan.’ lanjut batin Maria. Ia pun terlelap dalam tidurnya.
***
“Kurasa dengan mereka memakan daging akan mempercepat proses penyembuhan nutrisi. Ah... harusnya aku membeli sayur juga ya?”
Sepanjang perjalanan, toko-toko banyak sekali yang menjual barang yang mirip di dunia asli ku. Hanya saja ada beberapa yang berbeda.
“Benda sihir....”
Dengan lihai aku membersihkan daging tersebut, memotongnya menjadi beberapa bagian, setelahnya aku menyiapkan bumbu penyedap rasa. Karena aku hanya membeli garam dan kecap sebagai cita rasa.
Tidak buruk.
Aku menaburi garam-garam tersebut diatas potongan daging, setelahnya aku membaluri seluruh potongan daging dengan kecap. Membakarnya diatas api.
Awalnya aku heran saat melihat dapur di dunia ini, benar-benar mirip seperti di dunia nyata, hanya saja mereka tidak memakai yang namanya Gas namun menggunakan ornamen yang disebut Fire Stone, itu pun hanya serpihan-serpihan kecil dari Fire Stone tersebut.
Fire Stone sendiri adalah batu yang berelemen sihir api, memiliki tekanan dan suhu yang berat dan panas, membuat siapa pun yang ada disekitarnya terbakar secara tahap.
“Terlalu keren, huuh.”
Di sini, terdapat 5 ornamen Stone lainnya. Yakni Water Stone (Batu Air), Wind Stone (Batu Angin), Fire Stone (Batu Api), Dark Stone (Batu Kegelapan), dan Light Stone (Batu Cahaya).
Secara keseluruhan, di novel ‘Kematian Putri Marquess’ dunia ini memiliki banyak macam elemen, sangat mustahil jika Stone Of Elements hanya ada 5 saja?
Stone Of Elements dijaga oleh beberapa Kerajaan, dan salah satunya adalah Kerajaan ini yang memegang kendali atas Fire Stone. Makanya banyak sekali serpihan Fire Stone yang dijual, bahkan harganya tak lebih dari 1 perak.
Tanpa ku sadari masakan ku telah jadi, “Aromanya terlalu menyengat.... Aku tidak yakin apakah daging ini amis atau tidak? Lebih baik aku mencoba.” Sebelum menata daging-daging tersebut di piring dengan cantik, aku mengambil pisau dan memotong kecil daging yang aku buat.
Hap!
“......” Tekstur dari daging ini sangat pas, tidak terlalu matang dan mentah, menciptakan rasa Juice dari daging. Dan tentunya tidak amis.
“Tidak buruk!” Mungkin ini adalah hasil dari pertama kali aku memasak dalam dunia ini.
Dengan segera aku menyelesaikan sajian. Tidak lupa untuk memanaskan susu segar yang aku beli.
***
“Selamat makan semua.” Ucapku seadanya sebagai pembukaan, Maria membantuku untuk memanggil mereka semua tadi, sedangkan aku menyiapkan semuanya ke meja makan.
“Terimakasih Nona-nona cantik!” Ucap gadis dengan Surai Pirang pendek bermanik biru muda.
Mereka semua duduk dengan manis dan sopan. “Apakah kau yang menghidangkan ini?” Tanya Lelaki dengan surai abu-abu, dan manik ungu cerahnya. Ia tampak senang, namun karena kekurusan wajahnya jadi tampak tidak enak di lihat.
Aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman, dan dengan begitu acara makan nya pun di mulai.
Oh ya, kami semua mengikuti acara tradisional dari desa ini, dan tentu mereka menghabiskan malam tersebut dengan perasaan riang. Kecuali seorang Celliana, hm, selalu overthinking.
>>>
>>>
Setelah hari dimana aku memasak untuk yang pertama kalinya, aku mulai memasak hidangan lainnya dihari berikutnya, dengan disertai susu sebagai minuman.
Sebagai anak kuliahan kedokteran S2, aku tahu cara untuk merawat mereka yang kurus dan lemah. Tanpa kusadari pun, mereka mulai bertambah berat badannya, wajah yang mulus dan merona alami kembali menghiasi wajah gadis-gadis tersebut, dan untuk lelaki, otot-otot dan kekuatan mereka mulai bertambah karena mereka menghabiskan sisa waktu luang mereka untuk olahraga bersama seperti yang ku instruksi kan. Tapi untuk otot sendiri, secara ajaib, saat tubuh mereka berisi kembali secara menyeluruh benjolan roti sobek tersebut muncul dengan sendirinya.
Dimulai dari beradu pedang tahap dasar-menengah-tinggi, berlari mengitari rumah ini sebanyak 10 kali setiap 8jam/hari. Memang sangat mudah, tapi Minggu selanjutnya aku menambahkan jadwal olahraga mereka yang lebih agak berat dari sebelumnya. Mengangkat benda berat mulai dari 1-50kg. Setelah Minggu berikut nya mereka mulai berlari sebanyak 5 kali mengitari desa, beradu pedang dengan kekuatan sihir, bahkan mereka mampu membunuh babi hutan dengan mudah yang rumornya babi itu memiliki hawa membunuh yang sangat pekat.
“Haha, itu memang benar sih.”
Tapi kurasa justru hawa membunuh dari ke lima laki-laki tersebut lah yang sangat pekat, seperti ada dendam, kurasa?
Selama para laki-laki itu menghabiskan seluruh waktu luangnya dengan berolahraga, maka para gadis belajar untuk mandiri, karena sebelumnya mereka berdua manja, begitu juga dengan Maria, ia mengikuti pelajaran yang ku berikan juga. Dan kelas tambahan memberi pertolongan pertama, serta berdandan.
(Author: Celliana membagi waktunya pada pagi hari untuk gadis-gadis mempelajari kehidupan mandiri, pertolongan pertama, dan belajar berdandan tanpa diurus pelayan. Dan ia membagi waktunya pada siang sampai sore hari untuk memberi instruksi kepada para lelaki.)
Sudah lewat dari 1 bulan sejak hari itu. Mereka semua menjadi tampan, lekukan tubuh yang oke, dan kuat. Gadis-gadis juga, wajah yang cantik, mulus, glowing, badan yang ideal, dan berdada besar.
Sebenarnya aku iri dengan mereka, namun aku menepisnya. Karena kecantikan itu hanya sementara dan tidak abadi. Lagi pula sekarang aku berpikir untuk menyelesaikan tugas dari Dewi paus itu, mendapatkan 12 binatang mitos yang melegenda.
Terdengar mustahil, tapi kurasa dengan membawa 8 orang yang aku temukan sebagai teman baru, akan sangat cukup.
Apalagi saat aku mengetahui status mereka. Yah, diantaranya harus kembali ke tempatnya. Namun...
“Tidak.” Mereka semua berucap dengan kompak, terkecuali Maria ia dengan entengnya mengupil.
“Tapi kan....”
“Tidak!” serempak. Maria yang mendengarnya tertawa, semakin lama sikap Maria berubah menjadi kurang etika. Entah karena apa, tapi kurasa karena faktor lingkungan, deh.
Aku menunduk, lalu dengan angkuh aku mengangkat kepalaku ke arah mereka dengan tatapan sinis, “Heh, kalau aku membuang kalian semua.... Apa kalian masih akan seperti ini?” ucapku dengan nada sarkas yang dibuat-buat.
Mereka mengangguk dengan serempak.
Aku hanya bisa menghela napas.
Benar-benar membuat gila sih, tapi karena keputusan mereka seperti itu, maka akan ku turuti.
“Entah bahaya akan mengancam kalian semua?” Tanya ku memastikan dengan tatapan mengintimidasi.
Lagi-lagi mereka mengangguk dengan mantap, padahal mereka tidak janjian.
“Baiklah.”
***
Yow, maafkan author AnnaOne. Udah sebulan ya gak update, tidak terasa😉 author di sibuki dengan tugas yang menumpuk, dan author belum memperkenalkan ke-7 karakter baru yang masuk di dalam cerita. Di next episode akan author jelaskan, serta status mereka!
Terimakasih, dan salam hangat AnnaOne, see!