
Tuk
Tuk
Tuk.
Rintikan air terdengar menggema di seluruh ruangan, dengan pemandangan asing yang gelap. Dibeberapa sudut ruangan terdapat pohon layu yang sudah dipastikan mati.
Rasanya pengap, tanpa ada satupun jendela atau ventilasi yang terbuka.
Aku dan Maria langsung berkeringat, Maria menarik ujung pakaian ku dan berdiri di belakang tubuhku.
“Aku... Aku takut.” Kata Maria dengan wajah takutnya.
‘Padahal dia yang ngajak, kenapa malah aku yang dijadikan tumbal?’ Batinku dengan perasaan berkecamuk. ‘Dewa, mohon bantuannya.’ Lanjut ku dalam batin dengan tenang.
“Hey Maria.”
“Apa?”
BRAKKKKKK
Suara pintu yang berada dibelakang kami dengan sendirinya tertutup dengan keras.
“KYAAAAAA”
Teriakan Maria yang super cempreng itu menggema diseluruh ruangan. Aku yang berada didepan nya pun jelas terkejut.
Dengan sigap aku berbalik, dan menutup mulut Maria. Mendekatkan bibirku pada telinganya “Kau tahu, ini tempat yang aneh. Jadi jangan berisik, siapa yang tahu ada semacam hal-hal berbau mistis didalamnya. Kau sendiri lihat bukan? Bayangan hitam itu...” Bisik ku pada Maria.
Maria mengangguk kan kepalanya dengan cepat, “Ba-baiklah. Seperti kataku kita akan menguji nyali dengan, tenang...?”
“Ya, seperti itu.”
Kami berdua kemari karena usulan dari Maria, untuk uji nyali dengan tenang tanpa basa-basi. Biasanya dalam sebuah cerita, jika menemukan rumah aneh pasti ada sesuatu harta Karun yang berharga didalamnya, jadi aku mengikuti kemauan Maria atas kemauan diriku sendiri juga.
Kami dengan perlahan berjalan maju, semakin berjalan kedalam maka air itu semakin dalam.
“Sebenarnya ini rumah apaan sih? Kalau di lihat-lihat juga sudah tua banget. Kenapa bisa menampung air sebanyak ini?” Ujar Maria dengan bingung, bahkan jika ia bertanya kepadaku aku akan langsung menjawab Tidak Tahu.
Semakin dalam maka akan semakin besar kemungkinan hewan buas berada bukan?
Tapi ini hanyalah rumah kayu, dilihat-lihat dari luar juga tidak begitu besar, kenapa bisa sampai sedalam ini ya?
“.....”
“Benar, sihir ilusi.”
“Apa? Sihir ilusi?”
Aku mengangguk, “Ya, Sihir ilusi adalah sihir langka yang dapat mengubah bentuk objek apa pun itu sesuai dengan keinginan, jadi kemungkinan besar rumah kayu ini memang sangat besar, dan seseorang membuatnya tampak dari luar sangat biasa dan kecil.” Jelas ku yang berhenti melangkah.
Tuk.
“Seperti legenda saja.”
“Hey Cellin, kenapa kau berhenti?” Tanya Maria memiringkan kepalanya.
“Entahlah, aku merasakan hawa aneh di ujung sana.” Jari telunjukku menunjuk kearah depan.
“Ayo, tidak usah dipikirkan toh hanya perasaan mu, kita akan menguji nyali sampai puas!” Dengan polos, lugu, dan bodohnya Maria menarik tanganku dan berlari melawan arus air yang telah mencapai kedalaman 4 meter.
Apakah Maria tidak terlalu gila?
Pakaian yang ku pakai bahkan sampai mengambang diantara air.
...
Semakin maju, aku mencium aroma anyir yang sudah tidak segar.
‘Apakah ada pembunuhan, disini?’ Batinku melihat ke kanan-kiri, di lihat pun tidak ada perabotan apa pun dirumah tua ini.
Srashh
Tek.
Satu langkah, dua langkah, tiga langkah, empat langkah, lima langkah, enam langkah, tujuh langkah, delapan langkah, sembilan langkah, sepuluh langkah.
Krek.
Aku mendengar bunyi tulang seseorang berbunyi.
“Maria, tulang mu tidak apa?” Ucapku sembari menatap Maria. Saat itu aku tersadar.
“Ti-tidak. Itu bukan bunyi tulangku.” Maria perlahan menatapku dengan wajah pucat pasi.
Aku paham, mungkinkah asal bau anyir tersebut berasal dari air di bawah kami berdua?
“Kolam air ini...”
“Adalah darah ”
“Akhirnya kau paham juga?”
Suara yang terdengar berat, menggema di ruangan yang luas ini.
[Bersambung!]
Hi gais maaf banget gk upload-upload, karena sekolah juga yang udah mau masuk setiap hari, jadi author dibuat sibuk deh sampai lupa kalau author punya novel disini. Maaf segini dulu, gk panjang, dan gk jelas hhe. Sekian Terima Kasih!
Salam Hangat Tangan AnnaOne.