
‘Sakit banget!’ saat terpental aku merasakan kepalaku terasa berputar hebat. “Uhkkhaak!” darah muncrat dari mulutku.
Sakit.
“Siapa yang menyuruh mu kemari? Apakah utusan orang itu? Tapi kau sangat jelek dan lemah, tidak mungkin.” Serigala itu nampak menggelengkan kepalanya pelan dan menatap ku dengan matanya yang tajam.
Aku merinding. “Orang itu? Apa maksud mu?” tanyaku yang masih dalam keadaan tidak baik. Meskipun dibilang jelek dan lemah tapi aku tidak perduli.
“Ksatria kegelapan, apakah kau pernah mendengarnya?“
“Pernah.”
Ksatria kegelapan adalah sebuah bayangan dari perwujudan sihir kegelapan. Dalam novel yang bisa memanggil Ksatria kegelapan adalah Lezarus, dan pengguna sihir gelap lainnya.
Kalau Lezarus sih, mungkin saja. Ia kuat dan hampir tidak terkalahkan dimata orang-orang. Bisa saja ia sudah mengetahui tentang hewan mitos ini?
“Orang itu, untuk apa ia mengirimkan mu Ksatria kegelapan?” tanyaku sembari mencoba berdiri dengan kaku, bagian pundak ku terasa panas dan nyeri.
Serigala itu terkekeh, “Mengambil kekuatan ku, untuk apa kau bertanya tentang hal yang sudah pasti?” Serigala itu menjilati tangan nya.
Orang-orang pasti tergila-gila dengan kekuatan sihir yang dimiliki oleh mahluk mitos, tapi itu dulu. Karena hewan-hewan suci ini dianggap mitos sekarang, makanya di sebut 10 hewan mitos.
“Hm... ngomong-ngomong aku memiliki sesuatu.” aku mengeluarkan batu spiritual dan daging babi panggang dari cincin penyimpanan. “Kau pasti lapar.”
Serigala itu menatap babi panggang itu dengan ganas. “Ini..., untuk ku?” tanya serigala itu yang jawabannya sudah pasti.
Aku hanya mengangguk kan kepalaku dan ia langsung mengambil daging babi itu dengan cepat, dan melahapnya. Setelah itu, serigala itu kembali menatap buah spiritual yang ada di dekat kaki ku, ukurannya bisa dibilang besar dari buah pada umumnya. Buah spritual berwarna merah keunguan, memiliki rasa yang manis dan segar.
“Darimana kau mendapatkan buah spiritual ini? Ini sangat jarang ditemukan dan mahal.” Serigala itu lagi-lagi dengan cepat mengambil 4 buah spiritual yang ada didekat kaki ku dan melahapnya. “Ini masih kurang.” lanjutnya.
‘Apa kau pikir aku sekaya itu?’ batin ku kesal. Saat berjalan-jalan di pasar aku sempat menemukan orang yang berkata menjual buah spiritual, jadi aku mampir sejenak dan melihat-lihat, mataku agak sedikit jeli jadi dapat melihat aura-aura putih. Aku berpikir orang itu berbohong makanya tidak laku, ternyata benar ya.
“Sebentar, aku ingin memulihkan diri dulu. Kau pasti sudah tidak sabar ingin bertarung bukan?”
Serigala itu menggelengkan kepalanya, “tidak, apa kau pikir aku suka mempermainkan yang lemah?” Ucap Serigala itu menimpali pertanyaan ku dengan pertanyaan.
“O-oh ya? Kupikir semua binatang sama saja, hahaha.” ucap ku cengengesan. Dalam kebanyakan novel yang ku baca rata-rata hewan-hewan legendaris seperti ini pasti sombong dan emosian, kurasa dia berbeda dari yang tertulis jika Serigala Api Murni itu emosian, apa belum ya?
Tanpa berlama-lama lagi aku pun minum ramuan pemulihan. ‘Manis!’ batin ku berbunga-bunga. Sungguh mengembalikan mood, dan badan yang sakit pun kembali bugar.
“.....”
“Kenapa diam saja?”
“Aku membelinya, aku tidak bisa membuat ramuan.” Jawabku.
Serigala itu cukup terkejut, “yang benar? Ramuan tingkat tinggi hanya bisa dibuat oleh seorang penyihir kuat yang jarang menampakan dirinya. Bahkan jika harus dijual, bayarannya pun setimpal.”
Saat serigala api itu mengucapkan kata “Bahkan jika harus dijual, bayarannya pun setimpal.” Aku teringat dengan metode bayaran aneh yang menggunakan MANA.
“Apakah maksud mu seperti menggunakan MANA?”
Serigala itu mengangguk, ia membuka mulutnya dan berkata, “biasanya para penyihir seperti itu ingin mengembalikan MANA nya yang telah tersedot habis karena membuat ramuan sihir tingkat tinggi dengan metode terlarang.”
“Apa maksudmu terlarang?”
“Hm, seperti menggunakan sihir kegelapan atau mantra terlarang.” Jawab serigala itu sambil menguap, “perlu diingat, tidak semua penyihir kelas atas seperti itu.” Lanjutnya yang mulai menutup matanya.
“Hey, kau ingin tidur?” Aku menggaruk tengkuk leher. Jika dia benar-benar ingin tidur lalu apa keuntungannya aku kemari? Melewati banyak tangga yang panjang, mana gelap lagi.
“Tidak, aku hanya ingin mengumpulkan seluruh MANA ku yang telah hilang akibat peperangan.”
‘Hah, Peperangan?’
“Peperangan apa maksud mu?”
Serigala itu menghembuskan napasnya, “tidak seharusnya aku menceritakan ini kepada anak muda sepertimu. Ini agak sadis, tapi jika kau penasaran aku akan menceritakan nya.” Ucapnya.
“Mohon ceritakan, aku penasaran.”
Bagaimana tidak penasaran?
“Dahulu kala, terjadi konflik antar dunia manusia dan dunia bawah (iblis), iblis menganggap manusia adalah makhluk hidup yang tamak dan sombong, tapi para manusia mengelak bahwa mereka tidak seperti itu dan menganggap bahwa para iblis lah yang tamak dan sombong.”
[Bersambung!]