
Hari ini aku berjalan-jalan di taman sekitar Istana Glowne, jujur saja aku sangat bosan. Hanya bisa rebahan, memandangi matahari tenggelam walau terlihat kurang menarik, dan makan bubur.
Ingin membaca namun tak ada buku.
Kurang kerjaan sekali, dengan tubuh sekecil ini kira-kira aku bisa apa? Jika aku ingat-ingat, banyak sekali komik tentang reinkarnasi seperti kejadian ku ini. Mati dan hidup kembali sebagai pemeran penting atau tidak didalam komik itu, dan bahkan mereka memiliki kekuatan yang istimewa.
Uhuk, tapi kan itu hanya komik. Atau jangan katakan, bahwa kejadian Reinkarnasi itu nyata? dan lalu mereka menjadi sebuah kisah yang tercetak menjadi komik.
Luar biasa!
“Tapi itukan hanya teori ku saja.” cengir ku.
Puk
Aku menjatuhkan diriku diatas rerumputan, tak apa pakaian ini kotor. Toh, bisa diganti? Yang mengganti ialah Chena, walau bertingkah mencurigakan aku akan memanfaatkan kesempatan ini.
“Hah...” tubuh mungil ini cepat sekali lelah, sungguh merepotkan.
Aku selama ini belum pernah belajar tentang membaca abjad bahasa disini, tetapi entah mengapa aku tiba-tiba bisa berbicara dengan lancar begitu. Dan untuk menulis tentu belum bisa, belum mencoba.
Oh ya, apa kabar keluarga besar Gansha' ya?
‘Apa aku mengkhawatirkan mereka?’ pikirku tersenyum pahit. Toh mereka pasti sudah melupakan ku, hidupku kini berbeda walau kisah ini belum mulai.
Ngomong-ngomong aku rindu ibu, ibu kandung ku yang katanya telah dikabarkan meninggal disaat usiaku masih 4 tahun.
Kata orang-orang Gansha' ibu ku meninggal karena kecelakaan, saat itu hujan turun dengan deras sehingga jalan raya licin. Dan tanpa sengaja ibu tertabrak mobil merk ternama pada tahun itu juga, dan aku tersungkur dijalan itu didekat mendiang sang ibu.
Pada akhirnya jatuh tak sadarkan diri, sampai ditemukan oleh keluarga besar Gansha'.
Hanya seperti itu saja, sih.
Sampai saat ini aku belum mengetahui fakta apapun tentang orang tua ku, yah selain keluarga Gansha'. Soal keluarga Gansha', aku mengetahui semua nya! Dari makanan favorit mereka, bahkan sampai hobi mereka itu apa.
Aku tersenyum saat mengingat kelakuan kakak-kakak nya, namun dalam sekejap senyuman itu luntur. 2 detik.
Dan aku larut kedalam lamunan, sehingga tanpa sadar aku sudah berbaring diatas rumput selama 4 jam. Lama sekali bukan? Mungkin skill rebahan ku mulai aktif. Biasanya jika aku berbaring terus akan terasa pegal, kali ini aku tak merasakan rasa pegal itu.
Aku tersadar saat mulai menjelang malam, “Ah, sudah sore?” gumamku tanpa sadar, aku mendongak, melongo seperti orang yang baru pertama kali melihat nya.
Tebak? Itu adalah sunset, ah baru kali ini aku melihat nya seindah ini dengan bintang-bintang kecil yang sudah mulai menghiasi langit.
Dunia ini memang berbeda dengan di dunia ku dulu ya.
Andai saja ada kamera, atau handphone ku! Maka aku akan memotret pemandangan indah ini, dan mengabdikan nya seumur hidupku.
Tiba-tiba aku tersenyum lebar, menunjukkan gigi Pepsodent. Tanpa teman di kehidupan kali ini tidak apa, karena sudah ada hal yang menemaniku.
Mungkin saja, dikemudian hari aku akan menemukan hal-hal unik untuk dijadikan teman lagi? Bukan seorang manusia, hahaha.
Aku tertawa kecil saat memikirkannya, sembari membaringkan kembali tubuh mungil ini ke rerumputan.
Mungkin sebentar lagi aku harus kembali, sebelum diomeli oleh Chena sialan. Huft.
[Bersambung!]
Ohok2 maaf ya gaes ಡ ͜ ʖ ಡ gda hal penting yg aku jelaskan di chap ini. uhuk, yang penting update kan? oke sekian terimakasih!
I hope u enjoy all~ (ノ゚0゚)
Salam Hangat Tangan AnnaOne.