The Antagonist'S Younger Sister

The Antagonist'S Younger Sister
Chapter 14



Sekarang, aku dan kakek tua encok itu berada di dalam hutan pedalaman yang terdalam. Gelap, hanya ada sedikit remang-remang cahaya yang dapat masuk melalui celah-celah pohon.


Dan udara disini sangat lembap dan terasa dingin, aku tak tahu mengapa bisa seperti itu. Tubuh mungil ini tak dapat menanggung beban itu, jadi aku dengan terpaksa digendong oleh kakek tua encok itu.


Uhuk, sangat memalukan -mengingat dirinya berjiwa mandiri dan dewasa. Tapi kurasa tak apa, karena ia sudah menderita!


Dan tubuh kakek itu terasa hangat, aku jadi merasa nyaman saat di dekapan nya. Sampai-sampai mataku tak sanggup untuk bertahan lebih lama lagi, hingga akhirnya aku terlelap dalam dekapan kakek itu.


Sementara aku terlelap, maka kakek encok itu hanya tersenyum kecil melihatku. Ia berhenti sejenak di dekat pohon yang paling besar dan agak tua warna dedaunan nya. Tetapi itu sangat samar-samar bila tanpa pencahayaan, seperti banyak embun yang menutupi area pohon besar itu.


Kakek itu melakukan sebuah pola rumit di udara kosong dekat pohon itu, di setiap gerakan jemari-jemari nya nampak sangat cekatan dan indah. Tak lama pola-pola rumit itu mengeluarkan cahaya yang terlihat sangat menyilaukan.


Swush


Angin kencang menerpa tubuh kedua orang tua dan muda itu, tetapi mereka tak bergeming. Yang satu terlelap, maka yang satunya terlihat kokoh, ya siapa lagi jika bukan Celliana dan kakek tua encok itu.


“Ada apa kau kemari?” ucap seseorang dengan nada berat nya, yang entah keberadaan nya.


Kakek itu tersenyum kecil, dan berbicara dengan bahasa asing yang bahkan Celliana atau aku tak ketahui.


***


Cuit


Cuit


Burung-burung saling menyapa di pagi hari yang indah, matahari bersinar dengan tenang dan hangat. Cuaca yang bagus untuk memulai hari yang menyenangkan, seperti tea party mungkin?


Seorang gadis kecil terbaring dengan tidak elite nya di atas ranjang, ia mengeluarkan air liur nya, dengan tubuh terlentang. Seprei sudah beracak-acak, dengan bantal berjatuhan.


Mungkin saja gadis kecil itu sedang bermimpi dengan indah nya.


Seketika ia membuka kedua matanya, saat mendengar suara yang tak asing ditelinga nya.


“Sudah puas?” tanya seseorang yang ternyata sedang bersandar di dekat pintu.


Ah, aku melongo, mencari kearah kiri, kanan, belakang, depan, dan atas namun tak menemukan sosok itu.


“Hoam~” aku pun melanjutkan tiduran ku, karena tak menyadari ada hal yang salah.


Kesadaran Celliana saat ini masih belum terkumpul, jadi otak nya masih lemot saat melihat situasi yang jelas-jelas berbeda dari dugaan nya.


Entahlah jika ia sudah sadar, apa ia akan berteriak? Tertawa terbahak-bahak? Menangis? Depresi? sampai akhirnya bunuh diri?


Masih belum jelas, sih.


“Մadwid qiskqkd qjskqkk wkskqk...”


(Author: Hehe:v)


Mulut orang itu berkomat-kamit membacakan sebuah mantra, dan ia mulai melakukan aksi nya yaitu melemparkan sihir itu kepada orang yang berada diatas ranjang.


Jika orang itu bangun mungkin ia akan merasa benar-benar akan mati, dan ...


Mataku terbuka seketika saat merasakan aura sihir tak asing, kali ini kesadaran ku sudah pulih. Aku mencari aura mendominasi nya dengan kepala cepat, dan sampai menemukan titik kesalahan!


Dengan sigap aku berteriak, “TIDAK!!!” teriakku dengan histeris.


Padahal belum kena.


Seketika tubuhku membeku, mengetahui bahwa saat sihir gelap itu mengenai tubuhnya tak terjadi apapun. Tubuhnya malahan melayang di udara kosong!


“Ini...” gumam ku terkejut dan pastinya merasa nyaman saat didalam gelembung!


Badan nya seketika segar, air liur nya sudah tak tercium, dan tubuhnya mendadak bersih nan wangi bunga mawar.


Sihir apakah ini? Pembersih kah.


Lalu gelembung itu meletus diatas udara kosong, dan tentu saja mendadak jatuh keatas kasur.


Duk


Ah, bokon* ku agak sakit sih tapi mau bagaimana lagi. Aku tanpa basa-basi mulai mencari keberadaan orang yang melakukan sihir itu kepada ku, dan mataku membulat sempurna.


Dan tentu aku baru saja menyadari bahwa sekarang aku berada dimana!


Sial.


Apa yang terjadi sebenarnya sih?


[Bersambung!]


Haii, it's me AnnaOne! Makasih atas dukungan kalian, 1 like dari kalian adalah satu pelukan dari kalian kepada author☺️ jangan lupa untuk berikan dukungan lain nya berupa share, favorite kan kedalam daftar bacaan kalian~, dan pastinya berikan rating dong.


See u next chapter all.


Salam Hangat AnnaOne~