The Antagonist'S Younger Sister

The Antagonist'S Younger Sister
Chapter 21 (R)



Ngomong-ngomong istana istri resmi ayahnya Lezarus bernama ‘Istana Cavron’ berada disebelah timur dan istana Glowne berada disebelah barat. Khusus pangkat Duchess.


“Aku ingin menjelajahi istana ini, dan menghancurkannya!”


“Tidak, kau tidak boleh melakukan itu.”


Samar-samar aku mendengar suara dua orang gadis sedang berbicara, “Hm?” aku berjalan kearah semak-semak, jelas aku mendengarnya di arah sana.


Suara mereka semakin jelas, “Kenapa? Apa kau ingin membela ibu jahat itu? Ia bermuka dua! Kau harus tau.” gadis yang berkata ingin menghancurkan istana milik Hiara membantah ucapan gadis satunya, yang sepertinya anak nya Hiara.


Dia hanya diam.


“Kenapa kau diam saja?” tanya gadis satunya lagi. Terlihat jelas emosinya meluap.


“Tidak, dia adalah ibuku. Kau tidak ada hak untuk mengatakan itu!” wajah nya terlihat memerah. Mungkin.


Aku mengelus daguku, ‘Pertengkaran ala bocah, kah? Aku tak dapat melihat fisik mereka karena tubuh ini pedek.’ batinku mendelik.


“Heyna Lagronvi, aku harap kau mengerti perkataan ku. Gara-gara masalah sepele ini pertemanan kita menjadi semakin rumit...” gumam gadis itu.


“Ha? Kau berbicara apa Yeria Evre Lagronvi.” tanya gadis yang dipanggil Heyna itu.


Yeria mengeluarkan sihir hitam ditangannya, “Tidak, lupakan saja. Aku pergi dulu ya.” Diakhir kalimat ia menunjukan senyum simpul, dan menghilang terbawa hembusan angin.


“.....”


“.....”


“Hey, kau orang yang menguping pembicaraan kami. Keluarlah, kau bertindak layaknya pengecut!” merasa terpanggil dengan tidak terhormat, aku hanya bisa tersenyum kecil.


‘Dasar sialan.’ batinku merutuk orang yang bernama Heyna itu.


Aku pun keluar dari tempat persembunyian ku, aku dapat melihat wajah gadis bernama Anne itu. Aura yang terpancar darinya adalah elegan.


“Ha-hai.” sapa ku gugup. Aku merasa pernah melihat orang ini? Tapi dimana. Aku pikir awalnya mereka bocah! Sialan. Ringisku dalam hati.


“Hm? Aku seperti pernah melihat mu.” mata ungu muda nya melototi ku.


‘Uhk, aku juga merasa pernah melihat mu tuh!’ pikirku.


“Tapi dimana....?”


“.....”


Hening.


“Oh! Kalau tidak salah kau adalah bocah yang tinggal di istana Glowne! Benar kan?” tanyanya dengan nada terkejut. Otaknya berfikir dengan cepat.


“Benar.” jawabku seadanya. Aku cukup terkejut kalau ternyata ia adalah orang yang kutemui setelah Lezarus di istana Glowne.


“Lantas mengapa kau berada disini?” Tanya Heyna menatapku tajam.


Aku memalingkan pandanganku, “Hah? saya hanya jalan-jalan.”


“Oh begitu rupanya, kupikir kakak mu Lezarus itu akan mencari mu jika kau berkeliaran bebas terus.” ucapnya dengan nada pelan.


“Hmm.”


“Mau bermain bersama ku?” tanya Heyna mengangkat sebelah alisnya.


Apa maksudnya? Aku terdiam sejenak lalu membuka suara.


“Ti.da.k”


Heyna tersenyum miring, “Apa kau yakin?” tanyanya sekali lagi.


Membuat kesal saja, “Iya tentu saja.” jawabku cepat.


“Hm, baiklah.” ia mengeluarkan sihir hitamnya dan kemudian mengarahkan nya ke langit. “Tadaa, bagaimana indah bukan?”


Di langit yang cerah, mendadak menjadi gelap. “Apakah mendung?” gumam ku agak keras.


Seperti mendengar gumam an ku Heyna menjawab dengan cepat, “Tidak-tidak, ini adalah sihir ilusi.” jawab Heyna merasa bangga.


“Tapi apa kau yakin? Nona.” ujarku merasa tak yakin bahwa ini ilusi. Sejak kapan pemeran antagonis yang satu ini memiliki sihir ilusi? Dinovel tak diceritakan. “Huft.” aku menghela nafas.


Kenapa cerita novel ini memiliki banyak lubang, ya. Jangan katakan semua sihir hitam itu bisa membuat sebuah ilusi. (?)


“Ada satu hal yang ingin aku tanyakan.” Heyna membuyarkan lamunanku.


“Apa?” sahutku. Angin berhembus sangat kencang membuat rambut coklat ini berterbangan.


“Bagaimana kau bisa kemari? Bukan kah tidak ada akses menuju kemari dengan mudah. Jika alasan mu 'berjalan-jalan' maka itu kurang meyakinkan.”


Apakah ia ingin mengintrogasi aku? Pertanyaan nya cukup berbasa-basi. “Aku melewati jalur lobang tikus.” jawabku jujur, tak ada gunanya berbohong lagian lobang itu untuk umum kan.


Heyna tertawa, “Hahaha! Pantas saja kau bisa kemari.” dia tersenyum. Ukh, tampak sekali aura elegan nya.


“Baiklah-baiklah, aku akan segera pergi. Alat sihir pendeteksi aura miliku bergetar, tandanya orang dengan aura hebat sedang menuju kemari.” ucapnya sembari melihat alat sihir pendeteksi aura ditangannya yang entah dari mana asalnya. “Baiklah, sampai jumpa!” ia berbalik dan menghilang di balik kabut asap hitam.


‘Seluruh keluarga Duke Lagronvi, selalu yang terbaik. Memiliki sihir yang serba guna.’ batinku iri. ‘Tapi tak apa, aku memiliki sihir seorang dewi.’


Oh, katanya ia mendeteksi aura yang sangat kuat sedang menuju kemari? Siapa ya?


Jangan katakan Lezarus, dalam novel ‘Kematian Putri Marquess’ pun dijelaskan bahwa Lezarus memiliki aura yang paling mendominasi.


Uhuk, pemeran antagonis memang berbeda dari yang lainnya ya!


[Bersambung!]


Helo gais, maaf jika ceritanya makin kesini makin gak jelas karena author lagi bingung mau diapakan lagi selanjutnya jujur aja jarang ada inspirasi yang keluar dari otak author. Tapi author akan lebih berusaha untuk kedepan nya UwU. Walau banyak basa-basinya tak apa kan hhe


Sekian dan maaf atas segalanya.


Salam hangat tangan AnnaOne~


R\= Revisi :3