Tell Me The Truth

Tell Me The Truth
Ch 9. Teror di Sekolah 2



Setelah semua berkumpul bu Kapsek pun memulai rapat untuk membahas soal teror yang terjadi kemarin dan orang yang menyusup di sekolah.


“Bagaimana selanjutnya ini” Tanya Pak Zainal


“Ini sudah keterlaluan bu gak bisa dibiarkan. “ Kata bu Eni


“Semuanya tenang! “ Ucap pak Budi


“Gimana mau tenang pak, ini sudah keterlaluan. ‘'ucap Edo


“Lebih baik gimana pak? “tanya pak fajar


“Saya belum ada ide, Kevin apa punya ide? Tanya pak Budi


“Kalau saya pak, lebih baik besok tuh sebelum masuk semua murid dicek di luar sekolah baru boleh masuk ke dalam sekolah biar aman. “jawab Kevin


“Saya setuju dengan Kevin. “ Bu Siska


“Itu bagus dan saya punya rencana kalau kita kerja sama dengan polisi untuk hal ini dengan polisi tersebut menyamar menjadi guru di sini sebagai guru olahraga. “ kata pak Budi dan semua orang menyetujuinya. Rapat di tutup dan mereka semua pulang ke rumah masing-masing.


Di rumah Kyra


Hari ini aku bahagia akhirnya bisa pulang dengan cepat setelah sekian lama jarang pulang cepat, aku pun bermaim Basket bersama adikku Alex di depan rumah.


Kami sangat Bersenang-senang bermain basket setelah lama gak bermain bersama karna kita tinggal di negara yang berbeda, basket adalah salah satu cara keluarga ku untuk mengefreshkan otak.


Kami pun selesai bermain dengan skor 6-5 aku yang menang, kami pun istirahat menunggu sudah tidak berkeringat lagi.


“ bagaiamana kabar kevin? “tanya Alex


“baik, kami satu sekolah sekarang. “jawabku sambil senyum


“cih berandalan kurang ajar” kata Alex sambil muka sebel


“Berandalan, hey kalian berdua juga berandalan. “ujarku menggoda adikku


“Ya jangan samakan aku dengannya “ kata Alex


“hhh, kalian berandalan beranu banget ngambil perhatian dan perasaanku? “tanyaku


"eee... " kata Alex


"kamu masih marah sama Kevin? tanyaku


“Cieh dia berani banget menggambil orang yang berharga bagiku tidak akan aku maafkan. “jawab Alex


“ hhh adikku cemburu. “ kataku sambil meluk adikku


“hey kak, bisa tidak kamu hanya mencintaiku saja, aku tak rela kalau perhatianmu dibagi dua. “ minta Alex


“Cemburu nih adikku. “kataku sambil menggodanya


“Enggak tuh. “kata Alex langsung pergi


Setelah adikku pergi aku kepikiran apa yang diomongkan adikku soal kevin, jujur aku belum seutuhnya melupakan kenangan itu yang sangat membuatku terpukul namun aku harus kuat.


Ketika aku masuk sekolah Sma aku berharap aku bisa mencari suasana baru dan melupakan kejadian saat smp. Saat awal masuk sekolah aku bayak sekali bertemu orang-orang baru yang memiliki karakter yang berbeda.


Hingga akhirnya aku bertemu Ridwan disaat di dalam bus saat itu aku sudah kesiangan aku pun naik bus yang sudah penuh dengan penumpang tiba-tiba ada seseorang yang rela memberikan tempat duuduknya untuk ku dia adalah Ridwan semenjak itu aku menyukainya.


Dia tidak hanya memberikan tempat duduknya dia juga berdiri disampingku untuk melindungi ku dari orang-orang yang berdiri yang rata-rata cowok, saat itu aku merasa seperti seorang putri yang dilindungi pangerannya.


Namun bayangan ku hancur ketika hari mos ketiga aku kaget sekali kenapa aku harus bertemu dengannya lagi Kevin masa laluku tapi aku mencoba untuk biasa saja lagian itu sudah masa lalu. Sejujurnya aku masih sayang sama dia tapi perasaan itu tak boleh aku manjakan, perasaan ini harus aku kubur karna kami tak mungkin bersama sebagai sepasang kekasih.


“woy jangan melamun. “teriak alex membangunkan lamunan Kyra.


Di rumah Kevin dan Ridwan, karna Keluarga Edo pergi untuk dinas ke luar kota, Edopun menginap dirumah Kevin dan Ridwan tentu saja sekamar dengan kevin.


Mereka dirumah hanya bertiga karna kedua orang tua Ridwan dan Kevin juga tidak pulang karna urusan bisnis.


“Woy Rid laper. “kata Edo


“Ya masak sendiri. “ucap Ridwan


“Masakin lah, aku kan tamu. “ Edo merengek


“Ogah”kata Ridwan lalu kembali fokus menonton tv.


Karna Ridwan tidak mau memasak untuk Edo, diapum langsung nemasan makanan melalui aplikasi untuk makan malam mereka berdua, pesanan sudah sampai Edopun membayarnya lalu membawanya ke dalam rumah dan makan bersama mereka berdua.


“Vin siap tugas besok? “tanya Edo sambil menyantap ayam goreng


“Tenty siap dong. “jawab Kevin


“Tugas apa sih ? tanya Ridwan penasaran


“Oh besok semua murid akan di cek dahulu sebelum masuk ke sekolah. “ucap kevin


“kenapa harus dicek gak biasanya? “ tanya Ridwan


“buat keamanan aja lah”jawab Edo


“oh kirain karna ada teror. “ucap Ridwan


“Hah “teriak Kevin dan Edo bersamaan


“why..? “tanya Ridwan


“kau bisa tahu? “tanya Edo kembali


“oh kemarin aku kan ke lab Ipa karna bu Eni menyuruhku mengambilkan sesuatu, nah sampai disana aku melihat seseorang siswi tapi itu bukan siswi kita dia tak meletakan barang, akupun langsung menegurnya dia pun lari. “jawab Ridwan


“terus barang itu apa, kamu ambil gak? Tanya Kevin


“Enggak soalnya barang itu diambil lagi sama dia. “Jawab Ridwan


“Kenapa tidak kamu tangkap? “ tanya Edo


“males banget, oh ya tapi dia menjatuhkan sebuah kertas yang bertulisan “ tunggu kedatangan ku ku pastikan hidupmu hancur. “ jawab Ridwan lalu pergi ke kamar untuk menggambil kertas itu.


Setelah menggambil kertas Ridwan pun memberikan ke Kakaknya dan Edo, mereka membahas ini sampai jam 12 malam, mereka bertiga sepakat tidak akan memberi tak tahu ini ke murid-murid dam hanya akan membicarakannya kepada guru, staf, dan kepsek.


Kevin dan Edo juga akan bilang ke Kepsek untuk mengikut sertakan Ridwan di tim skakmat ini, oh ya untuk mengatasi ini kepsek membentuk organisasi bernama skakmat yang diketuai pak Budi anggotanya Pak zainal, bu Ami, pak Eko, pak satpam, Kevin, Edo, dan dari pihak kepolisian yang menyamar menjadi guru olahraga.. Soal polisi menyamar tidak diceritakan kepada Ridwan biarkan ini menjadi rahasia.


Karna sudah malam mereka tidur, Edo dan Kevin menanti hari esok karna pasti akan membutuhkan tenaga ekstra terutama mereka penasaran sosok polisi nanti yang akan membantu mereka dalam mengatasi kasus ini.


Bunyi ayam berkokok terdengar tandanya sudah pagi mereka bertiga pun siap berangkat lebih awal untuk menjalankan tugas kecuali Ridwan karna dia sedang sakit demam.


Sesampainya di sekolah tim skakmat langsung siap untuk bertugas satu per satu tas siswa di cek namun tidak ada satupun yang mencurigakan. Pengecekan selesai mereka pun masuk ke kelas masing-masing dan pintu gerbang dikunci.


Hari ini kelasku pelajaran Olahraga kami pun berkumpul di lapangan kami diperkenalkan guru baru olahraga kami yang bernama bu Putri, setelah perkenalan kami pun pemanasan dan berolahraga Voli


Seperti biasa perempuan dan pria Olahraga dijadikan satu kelompok dan kebetulan aku satu kelompok dengan Edo dan Fachrizal dan lawanku ada si Ridwan “oh no, gak papa deh harus bisa lumayanlah bisa bertatap muka dengannya” kataku dalam hatiku.