
Setelah aku merasa enakkan aku melepas pelukannya Renjun dan duduk di kursi yang digunakan Renjun duduk tadi sedangkan Renjun mengikutiku dibelakang.
“Aku ingin mengatakan ini dari kemarin... Aku tidak seperti apa yang kamu pikirkan! Kamu tidak dapat apa-apa dengan Menyukai ku Dan melakukan hal itu padaku, kamu bisa dengan mudah menarik perhatian orang yang lebih hebat dengan hati baikmu itu. Aku bukan benci padamu, tapi aku rasa tidak bisa bersikap baik terhadapmu dalam otakku aku tidak bisa berbuat apa-apa! Ucapku
“aku tidak begitu Berharap atau menuntut dirimu seperti apa yang kamu katakan, aku tahu banyak yang kamu pikirkan seperti dirimu sendiri, Kevin dan Ridwan. Namun diantara mereka berdua kamu terlalu memikirkan Ridwan! “ucap Renjun
“Kenapa kamu bisa tahu? “tanyaku terkejut Mendengar ucapannya yang menyebutkan bahwa aku terlalu memikirkan Ridwan
“aku seperti pelari yang terlambat setengah putaran tapi tidak apa, tidak masalah bagiku karna yang aku inginkan sekarang adalah menjadi temanmu dan bisa melihatmu tersenyum. Sebagai teman sudah cukup bagiku jangan pernah menghindar dariku lagi! Ucap Renjun
Aku hanya terdiam mendengar perkataan dan wajah senyumannya yang tulus itu telah aku sakiti, aku merasa Bersalah mengatakan ini semua tapi aku harus mengatakannya karna aku tak mau memainkan perasaannya.
Munculah Yuki Dan kawan-kawan memberikan tahu bahwa Renjun Alan ikut dalam lomba dance ini jadi anggota kami menjadi enam orang.
Aku pun terkejut namun Renjun menjelaskan bahwa dia hanya pembantu saja karna koreografinya diganti dan Sebagian koreografinya ada cerita sepasang kekasih yang menghadapi kehancuran di hubungan mereka dan pasangan yang ditunjuk adalah aku dan Renjun.
Aku terkejut karna perubahan koreografinya mendadak dan aku juga tidak diberi tahu untuk diskusi tentang perubahan koreografinya.
Pelatih pun datang karna waktu sudah mendekati lomba otimatis kami latihan full time.
Aku dan Renjun mulai latihan untuk gerakan kami, setelah latihan Selesai kami mengabungkan koreografinya.
Latihan pun selesai saatnya Istirahat di saat aku keluar aku melihat Ridwan di depan studio musik, aku pun menghampirinya dan mengeretnya masuk studio.
Kami sudah berada di studio aku meminta Ridwan untuk memainkan lagu kesukaannya. Aku sangat menikmati musik yang dia mainkan.
Kini giliranku yang memainkan musik, aku pun memainkan musik bergendre punk, aku sangat menikmatinya.
“Gak adil ya! Ucap Ridwan membuat aku berhenti Bermain musik
“maksudnya? “tanyaku
“Ya kamu sangat ahli dalam berbagai hal termasuk musik, sepertinya aku harus belajar dari awal lagi. “ kata Ridwan
“jika kamu hanya ingin jago musik siapapun bisa meraihnya dalam setahun jika kamu serius. Semua orang bekerja keras untuk sempurna diawal, lalu setelah meraihnya lambat laut menjadi membosankan! Ungkapku
“maksudnya? “tanya Ridwan
“kamu merasa seperti bermain musik yang sama dengan orang lain! “kataku
Jam sudah menunjukkan waktu masuk pelajaran kami pun keluar dari ruang studio dan berpisah untuk menuju tempat masing-masing.
Aku melanjutkan latihan lagi sampai kita hafal semua gerakannya. Akhirnya empat jam kami berlatih gerakannya sudah perfect.
Aku pun pulang namun sebelum aku pulang aku mau ke kamar mandi dulu untuk ganti baju karna sudah gerah.
Setelah selesai ganti pakaian aku pun keluar ketika aku keluar tanganku Ada yang menarik keluar hingga wajahku berhadapan dengan wajah seseorang wanita yaitu Zizi.
Zizi pun menarik tanganku untuk mengikutinya, walaupun sakit pengangannya yang sangat erat aku tak mau memberontak. Karna aku juga penasaran dengan apa yang akan dia perbuat padaku.
Berhentilah kami di taman disana kami sudah ditunggu oleh banyak sekali fansnya Kevin aku melihat mereka membawa telur busuk. Zizi pergi posisi disampingku dan pergi keep posisi mereka.
“bruk.. “
“bruk.. “
“bruk.. "
Satu persatu mereka melemparku dengan telur busuk itu aku hanya diam dan melihat muka puasnya mereka.
Terutama Sodam dan Zizi mereka seperti puas sekali kalau aku diperlakukan seperti ini. Sungguh malang mereka yang dimanfaatkan oleh Zizi dan Sodam di wanita licik dan iblis.
“haha, Lucu sekali ya, kalian terlihat bahagia menyiksaku terutama kamu Sodam dan kamu Zizi kalian seperti bahagia sekali bahkan melebihi bahagia ketika kalian berduaan dengan Kak Kevin! “ucapku
“apa, hei Ra kamu sudah begini saja masih bisa ketawa! “ucap Sodam
“Hey preman sekolah, ya iyalah aku ketawa melihat ketololan mereka yang telah dimanfaatkan kalian berdua untuk menghancurkan ku, aku tahu kalian berdua tidak menyukaiku dari awal karna aku menjadi murid terpopuler di sekolah melebihi kalian padahal kalian berdua itu model dan selebgram! “ucapku
“Diam kamu, hey kalian jangan berhenti melempar gadis sombong ini! “ suruh Sodam
Mereka kembali melemparkan telur tersebut, aku pun berlari ke arah Sodam dan Zizi.
“plak”
Aku menampar Sodam dan pakaiannya aku pegang dengan erat sambil mengatakan.
“Kamu salah cari gara-gara sama aku, jika mainmu seperti ini aku akan meladeni tapi jangan salahkan aku jika hidup mu sengsara! “
Aku pun melepas penganganku dan melihat Zizi dengan tatapan tajam lalu aku pun pergi saat aku berbaring arah aku terkejut melihat Fahrizal ada di dekat pohon dan dia melihatku diperlakukan seperti itu tidak ada respon untuk membelaku.
Aku pun melewatinya tanpa sapaan dan menuju kamar mandi sampailah aku di kamar mandi dan bertemu dengan Mita.
“kamu kenapa Ra? “tanya Mita
“biasa, haha aku kena buly lucu ya! “ucapku
“Gak lucu, bau lagi badanmu. “ucap Mita penuh rasa kesal
“haha ya aku hanya membantu mereka untuk merayakan kesenangan mereka! “ ucapku sambil tersenyum
“udah kamu mandi aku ambilkan pakaianku buatmu kebetulan aku bawa pakaian ganti! “Ucap Mita lalu pergi mengambil pakaian
Aku pun masuk ke kamar mandi, datanglah Mita dia membawakanku peralatan mandi dan pakaian, aku pun segera mandi.
Setelah selesai mandi kami berdua menuju parkiran karna hari ini kami ber empat mau belajar bersama di Rumahku.
“ Mit, thaks ya mmm... tapi kenapa bisa bawa alat mandi? “kataku
“Eh.. Hi hi soalnya aku sering mandi kalau mau ibadah biar seger! “kata Mita
“Haha pantes saja kamu selalu wangi dan seger padahal udah siang ternyata ini rahasiamu! “ucapku
“Hey kamu mengejekku, tapi jangan bilang ke Siapa-siapa! Mohon Mita
“Ok, shiap tuan putri. “ Ucapku lalu lari menuju Ridwan yang sudah menunggu di parkiran
“kyra..! “ teriak Mita
“Loh Edo mana? “tanya Mita kepada Ridwan
“dia gak jadi ikut, jadi cuma kita bertiga yang belajar! “ ucap Ridwan
“Ok gak papa ayo kita pulang ke rumahku! “ kataku
Kami pun berangkat menuju Rumahku, aku bonceng Mita dan Ridwan mengikuti kami di belakang.