
Krek.........
“Halo.... “ Tiba-tiba ada seorang kakek yang muncul dibalik pintu yang membuat Zizi terkejut.
“Oh, kakek maaf.. “ Ucap zizi dengan muka ketakutan
“Oh kamu siapa, kenapa ada di sini? “ Ucap kakek itu
“Saya Zizi temannya Kevin Kek. “ kata zizi sambil tersenyum simpul
“Eh Zi kamu kenapa kesini? “ tanya Kevin yang tiba-tiba datang
“Vin, temenmu sembarangan masuk di tempat orang, mau masuk kamarnya kakek. “Ucap kakek itu
Kevin pun kaget kok ada kakek padahal dirumah tidak ada kakek, setelah diamati ternyata itu Ridwan.
“Oh maaf kakek ku tersayang, maafkan kelancangan temanku ya kek, oh ya kek aku sudah buatin makanan untuk kakek ayo turun kek “ucap Kevin sambil mengeret Ridwan dan disusul oleh Zizi
Sampailah di ruang makan, Kevin pun menyiapkan makanan yang dia buat tadi, setelah persiapan sudah siap mereka pun makan.
“oh ya kak soal rencana sekolah. “ ujar Zizi
“makan dulu, ngomongnya entar kalau sudah selesai cah ayu. “ kata Ridwan yang menyerobot omongannya Zizi
“iya kek, maaf. “ jawab Zizi dengan muka senyum yang terpaksa
Melihat ekspresi Zizi yang tidak bisa berkutik membuat Kevin ingin tertawa namun dia tahan, akhirnya mereka selesai makan, Zizi dan Kevin pun bersih-bersih sedangkan Ridwan hanya melihatnya tiba-tiba Ridwan berfikir untuk menjaili Zizi.
Setelah bersih-bersih selesai Zizi dan Kelvin diruang tamu, mereka membahas soal lomba yang akan diikuti sekolah mereka.
“kak gimana kalau kita ikutin murid-murid yang berprestasi saja. “ tanya Zizi
“ya jangan gitulah, lebih baik kalian itu juga memperhatikan murid-murid yang belum menunjukkan prestasinya, ini nih kenapa kaum seperti mereka malas untuk bersaing dengan murid berprestasi dan terkenal yang sering dijadikan andalkan sekolah karena percuma mereka tidak akan di pandang. “ucap Ridwan tetap dengan penyamarannya
“aku setuju dengan kakek, kita juga harus memperhatikan mereka. “ucap Kevin
“boleh.. “ kata Zizi dengan perasaan kesal
“cah ayu, kakek boleh minta tolong gak? tanya Ridwan
“Oh.. Iya kek boleh. “ucap Zizi
"tolong ambilkan minum buat kakek di dapur. " ucap Ridwan
"iya kek.. " jawab Zizi lalu pergi ke dapur
Di dapur Zizi merasa kesal karena Kakek nya Kevin mengangunya ppadahal dia ngin berdua malah jadi kayak gini, diapun kembali ke ruang tamu setelah selesai buat minum dan memberikan kepada Kakek.
“Vin, kakek mau beri kamu nasehat. “ucap Ridwan
“Nasehat apa kek? “tanya Kevin
“Carilah pacar yang nerima apa adanya dirimu, wanita yang baik, pakaian yang sopan, sayang sama orang tuanya dan gak suka bludusan di rumah orang lain gak baik cewel kayak gitu. “ nasehat Ridwan Yang membuat Zizi merasa tersindir karna dia pakai rok sekolah pendek dan dia tadi sembarangan masuk ruangan rumah mereka.
“Oh ya ada satu lagi jangan cari pacar yang genit. ‘’lanjut si Ridwan.
Karena mendengar omongan kakeknya kevin semakin memojokan Zizi dia memutuskan untuk pamit pulang. Setelah Zizi benar-benar pergi dari rumah mereka Kevin dan Ridwan tertawa sepuas mereka.
“Gila lo dek, pakai nyamar segala lagi. “ ujar Kevin sambil ketawa
“Tapi gila kamu gokil, haha si Zizi sampai marah lo hhh, tapi thank you dek sebenarnya aku kurang nyaman sama dia. “ucap Kevin
“oh ya kak, entar malam aku gak pulang aku mau ngadain konser di panti jompo. “ucap Ridwan
“Ok, kamu masih sering kesana? “ tanya Kevin
“Masih dong, soalnya disana itu udah seperti rumahku sendiri. “ucap Ridwan sambil tersenyum
“kamu pasti merindukan alm nenek ya? Sabar dek ihklaskan meskipun beliau itu bukan nenek kandungku tapi aku sudah mengagap beliau adalah nenekku. “ucap Kevin sambil menepuk pundak Ridwan
Hari sudah mulai gelap Ridwan berpamitan dengan kakaknya untuk ke panti jompo, sampailah disana diapun turun dana masuk kedatangannya disambut para nenek dan kakek disana mereka bernyanyi, menari, dan saling berbagi cerita.
Kebersamaan inilah yang dia inginkan dari dulu, namun tidak pernah kesampean orang tuanya cerai karna sibuk dengan pekerjaan masing-masing hingga neneknya tidak ada pun orang tuanya tetap sibuk.
Meskipun sedih dengan hal itu tapi ada seseorang keluarga yang mendampinginya untuk melepaskan kepergian neneknya yaitu Kevin dan ayahnya sekarang. Dan saat dipemakan dia tidak sengaja bertemu dengan gadis kecil berkacamata tapi dia manis dia datang menghampiri Ridwan dan memegang tagannya sambil berkata “sabar ya ihklas kan kepergian nenekmu, aku juga baru kehilangan ibuku. “ucap gadis kecil itu lalu pergi yang dia ingat tentang cewek itu adalah gelang yang dipakai wanita itu, saat itu usia Ridwan masih 6 tahun gadis itu juga masih 6 tahun.
setelah 6 tahun berlalau, Ridwan tau kalau ayah Kevin dan ibunya akan menikah dia merasa bahagia dan berharap bisa merasakan kehangatan dan kebersamaan bersama keluarga namun itu hanya sementara ayahnya yang sekarang banyak sibuk dikantor dan ibunya juga sibuk ngurusin butiknya hanya Kevinlah yang selalu ada untuk nya.
Waktu menunjukkan pukul 10 malam Ridwan pun tidur di panti jompo bersama kakek Adam. Namun tiba-tiba Ridwan bagun karna dia teringat gadis kecil yang bertemu dengannya di makan neneknya.
diapun mengingat gadis itu, dia ingat kalau ,taman yang dia sering kunjungi adalah tempat pertemuan selanjutnya dengan gadis itu dan tempat bermain mereka bermain bersama hingga pada akhirnya mereka harus berpisah karena gadis itu harus ikut ayahnya untuk berobat di Amerika karna dia mempunyai penyakit jantung.
Sayangnya waktu itu dia tidak nanya nama aslinya karna Ridwan dan gadis itu sepakat kalau mereka gak menyebut nama asli hanya menyebut pageran kodok dan putri keong mas, hanya satu yang buat Ridwan ingat dengan gadis itu adalah gelang yang diberikannya pada saat itu dan Ridwan pun memberikan kalung pemberian nenek nya.
Ridwan berharap akan bertemu dengan putri keong mas, “semoga kau kembali ke sini dan masih mengingatku eee... Pangeran kodokmu, aamiin. “ucap Ridwan saat bintang jatuh tapi dia tidak melihatnya.
Ridwan pun kembali tidur hingga pagi hari karena besok hari minggu jadi dia bebas untuk tinggal di sini.
Pagi hari.. ....
Seperti biasanya Ridwan bangun dan membimbing kakek- kakek dan nenek-nenek untuk olahraga, Ridwan adalah relawan di panti jompo. Setelah selesai olahraga mereka istirahat bersama dan bermain bersama.
Saat Ridwan akan membantu perawat disana untuk bersih-bersih namun tiba-tiba kakek Adam mengajak Ridwan main catur, dia pun menurutinya.
Di taman...
Hari ini aku dan sekeluargaku akan menghabiskan waktu bersama ke taman dekat rumah.
Sudah lama sekali kami tidak seperti ini menghabiskan waktu bersama karna aku sibuk sekali dengan sekolahan hingga aku kadang tidak bisa ikut acara keluarga.
Disana kami bernyanyi bersama ayah, ibu, dan adikku yang baru pulang dari Amerika namanya Alex. Adikku memilih untuk tinggal di Amerika bersama kakek dan nenek.
“Udah lama banget gak menikmati pemandangan di sini. “ucap Alex dengan logat bulenya
“ya kamu sih gak pernah pulang ke Indonesia. “ sahut Ibunya
“Kalau aku pulang ke sini kasian gradma dan grandpa tidak ada temen. “ kata Alex
“Adik yang baik. “ucapku sambil mengelus kepala adiknya
“Gak papa, setelah ini kan kakak yang akan tinggal disana dan aku tinggal di sini. “ucap Alex sambil tersenyum
“Haha.. Iye, kalau sudah mau kuliah. “ kataku
“Sip..., kakak yang baik. “ucap Alex
Di akhir acara kebersamaan keluarga, Alex dan aku menampilkan dance dan bernyanyi di hadapan orang tua kami, tanpa disadari banyak pengunjung taman mengerumuni kami karna ingin melihat penampilan kami.