Tell Me The Truth

Tell Me The Truth
Ch 29. Kesedihan



Karna Ridwan penasaran dia mengikuti Kevin ke kamarnya dan memberanikan diri untuk bertanya kepadanya.


“Kak, aku mau tanya? “ Kata Ridwan


“Nanya apa? “ Kata Kevin


“kenapa kakak bilang kayak gitu, apa sebenarnya apa yang terjadi diantara kalian berdua? “ Ucap Ridwan


“Oh, gimana ya dek, hubungan kami biasa hanya seorang laki-laki dan perempuan yang berteman. “Kata Kevin


“Tapi kenapa kakak pernah bilang bahwa kalian tidak bisa hidup bersama sebagai kekasih, maaf kak aku penasaran!” Ucapku


“Gak papa, kamu liat apa yang terjadi tadi di sekolah? “ tanya Kevin


“iya, Kyra dicelakai sama fansnya kakak dan Zizi! “ ucapku


“Nah itu sebenarnya yang terjadi selama kami berdua pacaran namun dia tidak pernah menunjukan bahwa dia sedang di buly oleh fansku dia selalu tegar dia tidak pernah menunjukkan kesedihannya tapi aku tahu semuanya. Makanya aku mutusin dia dan bodohnya aku dia terluka lagi karna aku! “ ungkap Kevin sambil nangis


“Oh seperti itu, iya Rara emang baik banget dan punya tekad tinggi! “kata Ridwan


Karna sudah malam Ridwan pergi ke kamar dan dia berfikir kenapa dia merasa nyaman dekat dengan Kyra dan kadang dia melihat sikap kyra membuatnya ingat terhadap Putri terutama senyumannya dan kebaikannya kepada orang lain. Dia pun mengambil gitar dan bernyanyi untuk menemani hari malamnya.


“Ketika aku lihat cahaya terang


Aku dapat merasakan kemanakan pergi


Disaat aku pijak dunia luar


Aku yakin semuanya akan kunikmati


Takkan pernah aku takut


Takkan pernah aku sedih


Hadapi semua ini


Ketika aku lihat cahaya terang


Aku dapat menemukan tujuan hidupku


Hilanglah sudah semua masa laluku


Akan ku lewati semua dengan hal yang baru


Takkan pernah aku takut


Takkan pernah aku sedih


Hadapi semua ini


Aku takkan bisa hidup tanpa dirinya


Aku takkan mampu hidup tanpa sentuhannya


Mampu hidup tanpa sentuhannya


Takkan pernah aku takut


Takkan pernah aku sedih


Hadapi semua ini”


Jam menunjukan jam dua belas malam dia pun meletakkan gitarnya dan segera tidur.


Hari sudah pagi seperti biasa aku sudah berangkat ke sekolah untuk mencari ilmu, aku pun melangkah sepanjang koridor sekolah tiba-tiba murid cewek ada yang melemparku berbagai sampah dan diikuti murid cewek yang ada di koridor.


Lemparan itu semakin banyak tiba-tiba para murid cowok semuanya melindungi diriku dari lemparan hingga datanglah Edo yang menghentikan semuanya.


“Tidak kami tidak akan akan menghentikannya sampai kami puas dan dia menjauhi Kevin! “ucap salah satu mereka


Edo pun menghampiri wanita itu dia pun menatap wajah wanita itu, aku melihatnya sangat ketakutan sebab wajah Edo keliatan marah.


“plak! “


“buk..”


Apa yang aku pikirkan terjadi Edo menampar dan memukul cewel tadi hingga pingsan. Semua murid terkejut melihatnya dan memilih pergi dari koridor sebab mata Edo sudah melirik mereka semua.


Aku pun meyuruh cowok-cowok untuk membawa gadis itu ke uks dulu dan untuk menjaganya sampai aku datang karna aku harus menenagkan Edo yang sedang marah.


“Do sudah tenang kan dirimu, apa yang kamu perbuat itu keterlaluan! “ucapku sambil menatap matanya namun tidak Ada respon


“Do aku terima kasih kamu sudah membelaku tapi jangan sampai kamu melakukan hal seperti itu, bagaimana kejadian ini tadi dilaporkan ke kepala sekolah kamu bisa diskor aku gak mau itu terjadi! “lanjutku namun tiba-tiba Edo mendorongku hingga aku terjatuh


“Au... Sakit. “ rintihku


“Edo apa yang kamu sudah lakuakan? “Teriak Ridwan dari Belakangku Dan menuju ke Arah kami langsung membantuku berdiri


“Apa yang aku lakukan, aku tidak sengaja Ra, ini semua tidak seperti apa yang kamu perbuat pikirkan! “ucap Ridwan dengan ekpresi kecemasan


“Do aku tahu kamu marah tapi jangan sampai kamu lakukan hal kayak tadi, kamu tadi menampar Dan memukul cewek itu sampai pingsan sekarang kamu mendorong Kyra, kamu emang bodoh tidak bisa mengendalikan amarahmu hingga tanpa kamu sadari kamu telah melukai orang lain! “ucap Ridwan


“kamu melihatnya Rid, tapi kenapa kamu tidak membantu Kyra yang diperlakukan seperti itu, apakah teman seperti itu! “marah Edo Dan mendorong Ridwan lalu pergi Meninggalkan kami berdua


Aku sedih melihat seperi ini namun aku tak berani untuk berlari ke arahnya jika dia masih marah, aku pun langsung menuju ke Uks Dan Meninggalkan Ridwan sendirian.


Sampailah aku disana gadis itu belum senyuman, para murid tidak mau pergi mereka tetap may menemaniku. Aku pun mengobati luka memarnya itu setelah beberapa jam gadis itu tersenyum aku pun tersenyum kepadanya namun dia seperti kaget melihatku Ada di sisinya.


“kamu tidak apa kan? Aku sudah mengobati luka memarmu maafkan temanku tadi ya! “mohonku


“kenapa kamu yang meminta maaf yang salah kan dia bukan kamu! “sahutnya


“ya karna dia sampai melakukan itu untuk membelaku, oh ya minum dulu deh tenang aku tidak meracuni minuman ini! “ kataku sambil memberinya Minuman


Tiba-tiba geng kemarin datang merobos begitu saja dan bos geng tersebut memegang kerah bajuku lantas para cowok langsung menarik tubuh gadis itu untuk menjauhi tubuhku lalu para cowok berdiri di sampingku.


Pemandangan ini sungguh tidak mengenakkan karna tatapan mereka seperti sedang mau perang. Munculah Mita dan Rachel mereka langsung memelukku Dan is menatap geng wanita tersebut.


“sudah hentikan ini Sodam janganlah kamu melakukan hal itu, aku tidak suka jika kalian melakukan hal kayak gini! Ucap Kevin yang tiba-tiba Ada dibelakang mereka dia datang bersama Renjun dan Edo


“Tapi! “ucap Sodam


“jangan tapi-tapi , aku terima kasih ke kalian karna sudah suka sama aku tapi jangan melakukan hal itu aku tidak suka dengan seperti ini. “ucap Kevin kepada mereka sehingga mereka pergi lalu Kevin beralih memandangku


Semua cowok yang melihatnya merasa tidak suka dengan suasana seperti ini mereka sehingga waspada jika Kevin menghampiriku.


“Gomen Ra, harus terjadi lagi! “ucapnya lalu menghampiri gadis yang di sampingku untuk diantar ke kelas.


Aku hanya hanya melihat langkah kevin, renjun, Edo Dan is gadis tadi pergi dari ruangan ini.


Rasanya sakit ketika Kevin mengucapkan hal itu kepadaku mengingatkanku ketika dia mengatakan dulu sewaktu kita masih pacaran.


Air mata ku jatuh perlahan tanpa aku sadari karna aku tidak pernah ingin benar-benar putus hubungan dengannya, karna aku masih sayang dengannya.


Aku pun menghapus air mataku dan pergi dari tempat itu namun sebelum pergi aku mengucapkan terima kasih kepada mereka.


Aku pun menuju tempat latihan dances dengan air mata mata yang berjatuhan saat aku masuk ke tempat latihan dance aku terkejut aku melihat Renjun Ada diruang tersebut.


“akhirnya kamu datang! “ucapnya sambil menghampiri ku dan memelukku


Aku pun menangis sekencang – kencangnya di dada kekarnya Renjun, aku sangat sedih Dan merasa sudah tidak kuat lagi untuk menghadapi masalah ini.


“aku akan selalu melindungi untuk menebus kesalahanku dulu yang membiarkan dirimu tersakiti seperti ini sekarang aku tidak akan membiarkannya lagi! “ucap Renjun Sambil mengelus kepalaku