Tell Me The Truth

Tell Me The Truth
Ch 33. Teman dan Musuh



Pelukan hangat yang kurasakan kepada seseorang yang memelukku terasa seperti pelukan orang yang ku kenal.


Air mata menetes membasahi kepalaku tiba-tiba sosok itu bersuara.


“Ra aku kangen sama kamu! “ aku pun melihat ke arah wajah orang tersebut aku pun melepas pelukannya dan menghapus air mata Kevin.


Tiba-tiba Kevin pergi meninggalkan aku karna terdengar langkah seseorang yang menuju ke arah kami.


Aku pun memandangi langkah Kevin dan Berlin ke arah suara langkah tadi yang ternyata adalah Fahrizal.


“Kenapa Kevin?” Tanya Kevin


“Lah kamu kenapa ke sini? “tanyaku lagi


“Aku.., kepo lo! “ucap Fahrizal sambil melangkah ke arahku


“ya nih anak mau ngajak berantem! “ucapku


Fahrizalpun melewatiku dan berlagak tidak memperhatikanku. Aku pun mengikuti langkahnya di belakangnya, sampailah kami di depan rumahku lantas kami pun masuk ke kedalam rumahku.


Disana sudah ada ibuku, kakek Ridwan, orang tuanya Fahrizal situasi ini membuatku bingung apa yang sedang mereka rencanakan.


“Kok pada kumpul, sebenarnya Ada apa sih? “tanyaku


Brukkk....


Fahrizal melemparku dengan bantal yang ada di sofa dengan muka kesal lalu pergi ke ruang studio ku.


Aku pun pamit ke kamar untuk istirahat sejenak, aku langsung ganti pakian dan chatingan dengan Ridwan saat asik-asiknya chatingan tiba-tiba Fahrizal meneleponku.


Aku pun mengangkatnya tapi tak ada suara balasan sama sekali malah di matikan. Keadaan seperti ini terus menerus hingga aku jadi emosi sendiri membuatku turun ke ruang studio.


“Apa sih maumu? Tegurku sambil membuka pintu Dan tiba-tiba fajrizal menyanyi dengan keras.


Kerna aku Kerala kesal aku langsung mengahmpirinya dan mencubit kedua pipi tembebnya itu sampek merah.


Hingga Datanglah ayahnya Fahrizal namun kedatangan paman bikin aku semakin kesel soalnya paman meledek kami seperti orang pacaran.


Aku pun mencoba menanyakan Ada acara apa kenapa mereka datang ke rumahku tapi tidak balas sama sekali malah aku diacuhkan oleh paman dan Fahrizal.


Aku sangat penasaran tapi malas harus nanya ke setiap orang. Aku pun memilih bdi ruangan studio untuk bernyanyi lagu kesukaanku.


Lagu dari G-dragon


Baby I love you ireohge marha jiman


Nae maeumeun waenji hanado johji anha


I want you I need you norae bureujiman


I don’t know why I feel bad niga mwonde


Chughahae geusae


Dareun namjareul tto manna


Jal dwaesseum hae ajig jom ireu daman


Nan nega joha hamyeon geu ppunirago


But jakku hwagana Baby


Daeche niga mwonde


Dag dig dug hatiku (dag dig dug hatiku)


Du du du oh-oh-oh-oh-oh


Aku pun dipanggil sama mamahnya Fahrizal aku pun keluar, aku pun kaget melihat dimeja Ada roti ulang tahun yang bertulisan mama Fahrizal.


Aku pun ikut nyanyi namun saat mereka memberi kado aku hanya diam dan tersenyum.


“Kyra tinggal kamu yang belum kasih aku hadiah! “ucap Fahrizal


“Kata siapa, aku sudah menyiapkan hadiah buat kamu, tunggu ya! “kataku sambil pergi menggambil gitarku


Aku pun kembali dan bernyanyi untuk Fahrizal lagu yang ku ciptakan sendiri meskipun itu mendadak.


“hai sahabat selamat ulang tahun...


Semoga apa yang kau inginkan terwujud semua


Aku sebagai temanmu akan selalu mendukungmu dan mmemberimu nasehat jika kamu bingung menghadapi dunia


Wkkk... Wkkk...


p


“Ya kamu Kyra! “teriak Fahrizal


Aku pun kabur dari kejaran Fahrizal hingga dia menagkapku beberapa kali di memeluku dan mengelitikku.


Kami pun melanjutkan acaranya dan makan kue bersama dan menikmati suasana yang begitu tenang.


Jam menunjukkan waktu sepuluh malam kami pun menyudahi acaranya dan untuk istirahat terutama aku karna besok hari minggu aku akan ikut lomba dance mewakili sekolah.


Pagi harinya...


Aku pun bangun dan siap untuk berangkat kali ini aku diantar Fahrizal ke tempat acaranya.


Dijalan kami hanya diam saja tanpa ada komunikasi sama sekali ditengah perjalanan tiba-tiba mobil kami bannya bocor.


Aku pun meninggalkan Fahrizal dan mobilku karna aku sudah hampir telat. Aku pun berlari sambil menunggu angkot atau bus lewat namun tak Ada satupun yang suka lewat.


Brukkk...


Aku kesempret mobil namun mobil itu tak gawake berhenti malah meninggalkanku begitu saja.


Aku pun bangun meskipun tubuhku lemas sekali tiba-tiba Ada motor berhenti di depanku dia pun melepas helmnya dan is tersenyum padaku.


Aku sangat lega Tuhan memberiku cobaan dan hadiah besar bisa bertemu dengan Ridwan, dia pun memberikan hlm satunya untuk aku pakai. Kami pun berangkat menuju lokasi lomba dance.


Lokasi lomba dance


Renjun dan teman-teman sangat khawatir karna Kyra belum sampai di tempat padahal sebentar lagi adalah penampilan mereka.


Kevin yang yang melihat kondisi seperti ini khawatir ditambah lagi dia berfirasat buruk terhadap Kyra, dia hanya bisa berdoa untuk keslamatam Kyra karna saat ini dia sedang bersama Zizi jika dia pergi untuk menyusul Kyra pasti Zizi akan melakukan sesuatu yang lebih kejam dari kemarin.


Renjun mencoba menelepon Kyra namun tidak diangkat begitu juga dengan Mita dan Edo mereka sangat khawatir.


“semuanya tepuk tangannya sungguh penampilan yang indah bukan, baiklah kita akan akan menuju penampilan selanjutnya yaitu SMA Garuda “ ucap Mc


Sekejap mendengar suara memanggil mereka membuat Renjun dan teman-teman semakin khawatir tiba-tiba Kevin dan Edo mengatakan untuk tetap tampil tanpa Kyra mereka pun tampil tanpa kyra.


Gerakan demi gerakan mereka lakukan sesuai lagu yang dimainkan membuat semua penonton tidak bisa berkedip melihat penampilan mereka.


Di luar out dor


Akhirnya kami sampai meskipun telat kami pun menuju belakang pangung disana sudah ada Kevin, Edo, Zizi, Pelatih, Mita.


“gak profesional banget sih Ra, kalau emang gal niat amat ikut ya bilang dari awal jangan malah di hari H berangkat telat! “ucap Zizi


“maaf semuanya aku telat banyak kendala tadi! “mohonku


“Halah alesan tuh pak, paling-paling tadi habis kencan dengan pacarnya yaitu Ridwan! “ucap Zizi


“ya udah gak papa sekarang kamu ganti pakaian untuk penampilan berikutnya! “perintah pelatih


“Siap pak! “ucapku langsung menuju ruang ganti ditemani Mita


“yak aku lagi ngomong gak ada yang dengerin omonganku! “kesal Zizi


“Omonganmu itu tak berguna ngapain di dengerin! “kata Ridwan


“kamu berani ngomong kayak gitu, hey cupu kamu itu... “ucap Zizi


“Diam kamu Zizi ini tuh tempat umum jangan mempermalukan dirimu sendiri! “ucap Edo yang menyrobot omongannya Zizi


“Kamu..! “ucap Zizi


“Sudah, gak usah bahas yang gak penting! “perintah Pelatih


“Tuh pelatih aja bilang gak penting, itu berarti kamu tuh gak penting di sini! “ucap Edo


“kali ini aku setuju denganmu Do. “ucap Ridwan


Mendengar perkataan mereka berdua membuat Zizi marah dan memilij untuk pergi dari tempat itu menuju tempat penonton.


“Kamu gak nyusul dia? “tanya Edo ke Kevin


“He.. kamu nyuruh aku ikutin **** ngamuk kayak gitu oh no sorry aku gak mau bisa-bisa aku pun kena! “ucap Kevin


“Santai sekali ngomongnya kamu kak. “kata Ridwan


“hhhh.. Dia memang **** hutan kalau marah uh serem! “ucap Edo