
Hari sudah pagi ini tandanya kami harus berangkat sekolah, aku dan Mita pun berangkat ke sekolah dengan mengendarai motornya, di persimpangan jalan kami bertemu dengan Edo kamipun akhirnya berangkat bersama.
Sampailah kami di sekolah, disana kami sudah ditunggu oleh tiga laki\-laki yaitu Ridwan, Kevin dan Renjun kami pun menhampiri mereka dan main di taman dulu sambil menunggu bel masuk. Kami berbincang\-bincang banyak hal mmm… bukan aku tapi mereka aku hanya mendengarkan mereka berbicara sambil menatap Ridwan .
Di pikiran Ridwan…..
Kenapa Kyra diam saja tidak ikut nimbrung dan kenapa dia melihatku seperti itu apa dia marah padaku dari kemarin dia seperti itu keliatan sedang bête. Bel pun berbunyi mereka kembali ke kelas masing-masing untuk siap –siap belajar. Ditengah pelajaran Ridwan masih memperhatikan Kyra dimata dan otaknya hanyalah Kyra untuk saat ini.
Bel istirahat pun berbunyi Roidwan pun langsung keluar sendiri tanpa temannya begitu juga dengan Kyra dia keluar tanpa Mita dengan muka yang tidak mengenakkan.
Di tengah perjalanan aku melihat Ridwan ada di tangga yang menuju ke Perpustakaan, aku pun melewatinya namun tangannya dia menarikku hingga aku berhenti dan menatapnya dengan wajah dinginku.
“Aku memaafkanmu…., tidak ini bukan masalah memaafkan atau tidak” Ucapku
“ Aku sudah tidak menyalahkan dirimu atau kakakmu atas sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendakku. Aku sadar jika aku masih memiliki banyak kesalahan dan juga masih ada cara untuk memperbaikinya. Aku benar-benar bodoh jika aku selalu menyalhakan orang lain. tenang saja aku tidak membencimu dan kakakmu, aku hanya ingin menenangkan hatiku!” ucapku dan melepaskan tangannya dan pergi meninggalkan Ridwan sendiri.
Ridwan yang melihat kepergian Kyra merasa kacau hatinya terasa galau sekali.
“ kyra dia membuatku merasa sedih seperti akan kehilangan namun juga dia membuatku merasa senang setelah dia mengucapkan kalimat itu.” Batin Ridwan
Ridwan pun berputar arah dan menujunkantin untuk menemui Edo dan Mita, sampai disana Ridwan langsung duduk karna kebetulan sudah di pesankan makanannya.
Mereka makan bersama dan menikmati jam istirahat bersama tanpa adanya Kyra.
Di Perpustakaan…..
Aku melangkah masuk untuk mencari buku yang aku ingin baca, di saat aku sedang ingin menggambil buku yang ada di Rak buku, aku terkejut melihat muka seseorang ada di depanku setelah aku mengedipkan mataku berulang-ulang aku baru sadar ternyata itu Kevin.
Dia tersemyum kepadaku dengan tatapan yag sangat menawan.
“ hais… Kyra sadar-sadar dia bukan siapa-siapamu, ingat hatimu itu hanya Ridwan dan Kevin itu hanya masa lalumu!” Ucapku sambil berbalik arah
“ Masa depan dong!” ucap Kevin yag ternyata sudah berada di samping Ku
“ aaa….., kenapa kamu ada disampingku tadikan dibelakang?” ucapku
Kevin tersenyum dan memdangku sangat dalam seperti dia menyampaikan sesuatu aku pun menundukkan kepala karna aku malu di pandangi seperti itu. Aku pun langsung pergi naas dia tidak membiarklamn aku pergi, Kevin menhalangi jalanku. Semua cara aku lalui untuk pergi dari situ namun gagal.
“Aku sudah tidak menyalahkan dirimu atau adkmu atas sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendakku. Aku sadar jika aku masih memiliki banyak kesalahan dan juga masih ada cara untuk memperbaikinya. Aku benar-benar bodoh jika aku selalu menyalhakan orang lain. tenang saja aku tidak membencimu dan adikmu, aku hanya ingin menenangkan hatiku!” ucapku
Tiba-tiba tangan Kevin mengegam tanganku sambil membaca buku yang ada dihadapannya, ku merasa agak tenangan ketika dia memegang tanganku rasanya seperti dia bilang kalau dia tidak akan pernah meninggalkanku meskipun saat itu aku tak ingin dia hadir dihadapanku.
“ ada dua macam kebohongan salah satunya untuk menutupi kebenaran dan yang satunya untuk kepentingan masa depan!” ucap Kevin seketika mengugah ketenaganku dalam membaca buku
Ku menghela nafas dan berkata “ tidak perlu terlalu kecewa bila orang lain menyembunyikan kebenaran dari kita sedangkan kita masih menyembunyikan kebenaran dari diri kita sendiri.” Ucapku sambil tersenyum dan menatap wajahmu.
Jam istirahat selesai kami pun langsung menuju kelas masing-masing, aku pun kembali duduk di bangku kudan mewndengarkan penjelasan guru. Tanpa terasa jam sudah menunjukkan untuk pulang aku pun pulang bersama MIta, Ridwan,Edo karna mereka memaksaku untuk ikut ke taman.
Sampailah kami di taman disana kami melihat orang-orang mengadakan konser music kecil-kecil ya kalau disebut ngamen. Ridwan pun menarikku untuk melihatnya. Kami pun terlena dengan suasana sampai-sampai kita bernyanyi.
Tanpa ku sadri ternyata Ridwan mengegam tanganku dari tadi, aku merasa kacau sekali jangan sampai dia mendenagrsuara detak itujantungku, ku terus menunduk karna ku menyembunyikan pipi merahku yang mungkin dah parah banget.
Kami pun melanjutkan perjalanan kami untuk mencari es krim karna Mika seperti kelelahan akhirnya Edo dan Ridwan meminta aku dan Mita untuk duduk di bangku taman yang kebetulan ada disana. Aku pun memalingkan bangku yang mereka tunjukan.
Setelah menunggu mereka sejam lebih akhirnya mereka berdua datang membawakan es krim Edo pun duduk disamping mita sedangkan Ridwan duduk disampingku, kami pun menikmati suasana sambil makan es krim.
Setelah selesai makan es krim kami memutuskan untuk pulang tiba-tiba Mita mengatakan kalau dia ingin boncengan dengan Edo karna sudah lemas, lantas ku melirik kea rah Ridwan, ridwan pun membalas dengan senyuman manisnya.
Akhirnya aku bonceng Ridwan, sepertinya ini disengaja sama mereka supaya aku bisa dekat lagi dengan Ridwan. Ginilah kalau orang gak punya SIM dan gak bisa mengendarai motor gak bisa diajak gentian. Lain kali ku harus latihan naik motor minta diajarin sama Kevin aja.
Di rumah Kevin
“Jangan meringkas perasaanmu dengan kata-kata seperti ketergantungan bisakah satu kata itu mewakili seluruh perasaan mu?” ucap Ayah Kevin yang membuat Kevin kaget karna dari tadi dia ngomong sendiri
“Tidak mungkin, aku tak tahan kalau semua masalah selesai dengan satu kata lagi pula, ada hal yang tidak bisa disampaikan lewat kata-kata.”ucap Kevin
“Kau sudah tau jawabannya, cuman tidak tahu cara menyampaikannya!” kata Ayahnyanya
Ayahnya pun mengambil kertas dan pena yg kebetulan ada di meja itu lalu dia menulis dan berkata” ada cara lain untuk melakukannya Kevin. Ada jalan tidak terbatas untuk mengungkapkan makna satu kata. Contohnya aku memikirkan banyak hal tentangmu seperti nyebelin, anak manja,lemah,rumit, berlebihan dan membuat khawatir soal masa depanmu!”
“Ayah, kamu menulis hal-hal yang sangat buruk!”ungkap Kevin
“Dan masih banyak lagi tapi, saat kau menyatukan ini semua intinya hanya satu aku suka padamu atau yang kita sering katakan yaitu cinta!” tegas Ayahnya
Mendengar perkataan ayahnya Kevin terkejut dan Pipinya memerah dia tak bisa menjawabnya.
“jika kamu tak bisa selesaikan dengan satu kata yang kau butuhkan, kata-kata masih belum cukup lakukanlah dengan tindakan kau boleh berkata atau tidak itu semaumu!” lanjut ayahnya dan pergi meninggalkan Kevin untuk membuat dua secangkir kopi.