Tell Me The Truth

Tell Me The Truth
Ch 16. Terima Kasih



Hari sudah pagi kini saatnya aku berangkat sekolah, sampailah aku disekolah sudah banyak anak-anak yang datang aku pun ke kamar mandi sebentar.


“Biur.. .. “ Suara itu “Aaa... “ aku pun teriak karna seluruh tubuhku basah diguyur air entah siapa pelakunya aku pun membuka pintu dan tidak ada Siapa-siapa.


Aku pun kembali ke kamar mandi lagi tiba-tiba ada seseorang jalan , seseorang tersebut melempar kertas dikamar mandiku, aku pun membaca kertasnya.”itu ada pakaian cepatlah ganti agar tubuhmu tidak sakit love ❤” Aku pun keluar tapi tak ada satupun orang namun aku melihat baju di depan kaca.


Aku pun menggambilnya dan segera ganti baju setelah itu menyimpan bajuku di loker ku.


Saat aku membuka lokerku ada bekal dan ada kertas lagi. “makanlah nanti, jaga kesehatan mu love ❤” aku pun menggambilnya dengan perasaan penasaran siapa yang memberi ku bekal dan serangam ini.


Akupun masuk ke kelas dan siap ikut pelajaran, kali ini pelajaran pak Budi khusus hari ini aku bukan jadi ketua lagi aku sih berharap bisa masuk ke kelompok Mita supaya aku bisa lebih akrab.


Aku sangat terkejut kenapa Ridwan memilihku untuk masuk dikelompoknya. Dikelompok kami ada Ridwan, aku, Edo.


Kami diberi tugas untuk mecari tentang artikel kerjaan Majapahit kami pun mencari materinya di perpustakaan sekolah.


“ Hey, aku tidak sabar untuk libur lagi setelah lomba antar sekolah ini. “sahutku sambil tersenyum


“pemikiranmu sederhana ya. “Ucap Edo


“Orang yang punya pemikiran sederhana tak boleh bilang seperti itu pada orang lain. “ucap Ridwan


“hah? Bagian mana dariku yang sederhana? “tanya Edo dengan muka kesal


“oh Kyra, haruskah kita pergi ke perpustakaan yang lain? “tanya Ridwan dan menghampiri ku


“jangan abaikan aku!, jangan mulai ribut terus lari. Ridwan sialan! “ teriak Edo


“Meributkan hal kecil adalah pemikiranmu yang sederhana, Edo Bodoh. “kata Ridwan


“woy, udah dong ributnya. “mintaku.


Kami pun menuju perpustakaan, sampailah disana dan kami segera mencari bukunya. Kami pun menemukannya langsung saja kami bertiga mengerjakannya, setelah selesai kami langsung kembali ke kelas.


“Oh ya ini kan baru setengahnya belum selesai gimana kalau nanti kita ke rumah ku untuk mengerjakannya tapi kita harus pinjam buku di perpustakaan yang lain dulu!“kataku


“Setuju itu. “ucap Edo dan Ridwan bersamaan


“Mmm kalian nanti mau aku masakin apa? Tanyaku sambil berhenti berjalan dan memutar badanku ke arah mereka


“Aku ingin makan sup ayam. “ucap kevin tiba-tiba


“Eee.... Kevin. “ucapku sambil melihatnya karena suaranya tak asing


“Apa yang kamu lakukan? “tanya Ridwan


“Segar sekali. “ucap Kevin


“begitu, ya? Kamu melamun basah kuyup karena terkena air mancur itu terlihat begitu aneh. “kata Edo sambil memegang pundak Kevin dan muka yang sebal


“terima ini! Di hari yang panas ini paling enak main air lo! segar.“kata Renjun sambil menyimpratkan air ke wajah Edo.


“dasar anak udang brengsek! “kata Edo sambil menjitak kepala Renjun


“Kyra..., tolong! “minta Renjun


“edo sudah-sudah! “perintah ku


“Ayo makan sup ayam! “Ucap Kevin sambil memegang lengan bajunya Ridwan


“aku tahu itu. “kata Ridwan dengan nada malas


“okelah temen-temen, kakak-kakak kalian diundang di rumahku kebetulan dirumah hanya aku dan ibuku soalnya ayah dan adikku sudah kembali ke Amerika lagi. “kataku sambil tersenyum


“tapi habis pulang sekolah, oh ya kak Kevin, kak Renjun, Edo emang gak latihan? “tanyaku


“Ah itu gampang, kita bisa bilang ke pelatih kalau mau latihan mandiri untuk menyusun strategi baru. “jawab Renjun


Kami bertiga pun berpisah dengan mereka berdua dan segera kembali ke kelas, tepat dikelas jam pelajaran selesai kami pun langsung menyelesaikan lomba antar kelas.


“Zi gimana tim mading? Tanya Edo


“Belum jadi. “jawab Zizi


“Woy zi kok lama sih, bisa gak sih menghendel kalau gak bisa biar Ridwan yang gantiin! “ucap Edo dengan nada tinggi


“Hey Do, beberapa kali aku bilang jangan pernah berani ngomong dengan nada kayak gitu ke Zizi atau kamu akan berurusan denganku. “kata Fahrizal


“Hey Monyet, bodoh banget cuman gara-gara kamu suka Zizi jadi kamu gak tahu seberapa busuk nya orang ini, kalau aku sih mending kyra. “ucap Edo


“Hey Zizi itu lebih baik dari Kyra dia tuh gak ada apa-apa nya, dia wanita yang cari muka. “kata Fahrizal


“Woy Zal, ngomong apa kamu sekali lagi kamu menghina Kyra kamu akan berurusan dengan ku”ucap Ridwan sambil memengang bajunya Fahrizal


Semua yang ada dikelas melihat itu dan heran tak kecuali denganku aku sangat terkejut Ridwan membelaku, ini mimpi atau tidak.


Edo pun memisahkan Fahrizal dan Ridwan kerumunan pun bubar dan keputusan Edo sudah bulat kalau yang akan bertangung Jawab di tim mading adalah Ridwan.


Akhirnya Ridwan mau menerima tugas itu meskipun aslinya dia gak mau tapi daripada gak selesai-selesai.


Ridwan pun mengumpulkan tim mading untuk mendiskusikan mau seperti apa madingnya. Akhirnya diskusi selesai mereka pun langsung mengerjakan sedangkan Zizi dan Fahrizal hanya menonton.


Aku ingin membantu tapi aku gak mau menambah masalah, aku sangat kecewa dengan perkataan Fahrizal tentang ku.


Padahal kemarim dia baik padaku tapi sekarang kumat lagi, sudahlah dasar plin-plan.


Aku pun menghampiri Mita, kami pun berbincang-bincang banyak sekali, akhirnya aku bisa akrab dengan Mita.


Aku melihat Ridwan yang sibuk memasang mading dia keliatan kecapean, aku melihat Ridwan keluar ini saatnya aku kasih minum ke dia, aku pun mengikutinya.


“Ridwan..! “panggil ku


“Kyra, ada apa? Tanya Ridwan


“mm.. Nih buat kamu, kamu kan capek jadi aku kasih minum. Oh ya makasih ya tadi kamu belain aku. “jawabku


“makasih, gak usah makasih lagian kan sesama manusia harus saling tolong menolong kan. “kata Ridwan


“Iya sih, tapi tetap aja terima kasih. “kataku


“iya sama-sama. “ucap Ridwan dan meninggalkan ku


Aku pun kembali ke kelas menemui Mita untuk melanjutkan pembicaraan kami tentang liburan bareng soalnya kalau habis lomba antar sekolah selesai kami para murid diliburkan.Aku ingin sekali menghabiskan waktu bersama Mita karna kita sudah berteman.


Dikelas Kevin, Kevin hari ini merasa kesal karna tadi pas dia mau ke toilet melihat Kyra dengan Ridwan berduan.


Dia merasa seperti ditusuk melihat keakraban mereka berdua. Namun dia juga bahagia Ridwan sekarang mulai berubah tidak lagi memandang orang dengan pikiran negatif nya.


Jam menunjukkan pulang sekolah, seperti janji tadi aku,Ridwan, Edo, Kevin, Renjun akan bertemu diparkiran untuk pergi ke perpustakaan dan langsung ke rumah ku untuk makan sup ayam bersama sekaligus mengerjakan tugas juga latihan basket.


Kami berlima memakai montor, aku bonceng Ridwan, Kevin bonceng Renjun dan Edo sendiri. Kami pun berangkat menuju perpustakaan yang berada di tengah kota.


Sampailah kami di perpustakaan kami menemukan dua buku yang berbeda kami pun meminjam memakai kartu pinjamku yang kebetulan aku sudah jadi anggota di perpustakaan ini.


Kami pun langsung menuju rumahku, sampailah kami di rumahku dan langsung disambut ibuku.