
Kami pun langsung masuk ke ruang taman mini rumahku. Aku langsung memasak sup ayam sedangkan mereka ber empat latihan basket di lapangan kecilku.
Ibuku pamit pergi ke warung dulu untuk beli snack buat kami karna ke betulan snack-snacknya habis tentu saja karna dimakan Alex sendirian.
Aku melanjutkan masak, Tiba-tiba Ridwan datang dan membantuku masak.
“Kamu tidak main sama mereka? “ Tanya ku
“Males, basket bukan keahlianku.” Jawab Ridwan
“Terus apa keahlian mu! “Tanyaku lagi
“Mm.. Aku lebih suka musik. “ Jawab Ridwan
“waow, keren aku juga suka musik, musik itu bisa membuat hatiku tenang. “kataku sambil tersenyum
Kami pun selesai masak dan kami segera sajikan di meja yang ada ditaman miniku. Aku pun memanggil mereka bertiga untuk makan dan tidak selang beberapa menit ibuku datang dan menaruh snack-snack yang dibeli tadi.
“Ibu makan sama kami, udah matang! “mintaku
“Iya, ibu makan. “sahut ibuku
Kami pun makan bersama sambil mengobrol, namun aku melihat Kevin seperti ada yang dia pikir kan. Setelah selesai makan kami beres-beres dan melanjutkan untuk mengerjakan tugas sejarah sedangkan Renjun dan Kevin mereka bermain game di taman.
Setelah kami bertiga selesai mengerjakan tugas kami ikut gabung bermain basket namun aku harus ganti pakaian dulu dan mencuci seragamku yang basah tadi.
Setelah selesai semua aku pun gabung latihan sore bersama mereka.
Aku satu kelompok dengan kevin sedangkan mereka bertiga adalah satu tim.
Kami latihan dengan perasaan bahagia, suasana seperti ini sudah lama sekali aku rasakan dan aku melihat Kevin dia kelihatan bahagia sekali.
Karna permainan lawan kita sangat bagus aku berfikir untuk membuat formasi untuk Kevin, Edo, dan Renjun.
Aku pun membuat strategi yang aku sebut cross technique tentu untuk latihannya aku butuh bantuan Ridwan.
Aku dan Ridwan pun satu kelompok untuk menguji cross technique, tehnik ini mengandalkan insting sesama bermain dan tipu daya.
Awal dalam tehnik ini membentuk segita dan ketika akan masuk ke wilayah lawan mereka berganti tempat begitu sudah masuk ke wilayahnya, mereka bertiga menjadi satu barisan yang didepan mengecoh lalu melempar bola ke orang di tengah dan yang ditengah itu melakukan tembakan sedangkan yang dibelakang untuk jaga-jaga jika tidak masuk maka dia akan melakuan ribond.
Latihan hari ini sudah cukup menurutku dan akan dilanjutkan besok dirumahnya Renjun yang lapangannya lebih luas dari rumahku.
Mereka ber empat berpamitan untuk pulang, Seperti biasa Kevin bonceng Edo karna Renjun arahnya berbeda mereka berpisah.
Sampailah mereka bertiga dirumah Ridwan dan Kevin, mereka bertiga pun masuk dan berganti baju.
“vin, kamu tadi agak canggung ya? “tanya Edo
“Hah.. Iya. “Jawab Kevin
“ibunya Kyra cantik ya? “ucao Edo
“cantikkan mamahku kemana-mana. “kata Kevin
“mamahmu kandung kaya apa sih Vin? perasaan aku gak pernah liat dulu dan kamu tidak menyimpan fotonya? Tanya Edo penasaran
“Cantik banget, lembut banget beliau itu kayak Kyra membuatku bahagia dan nyaman saat ada di dekatnya. “jawab Kevin sambil senyum dan membayangkan Kyra
Ridwan pun masuk ke kamar Kevin, mereka berbincang-bincang hingga larut malam dan memutuskan untuk istirahat.
Pagi hari...
Semua murid sudah masuk sekolah aku pun menghampiri Mita di parkiran, di sepanjang jalan kami berdua mengobrol hingga masuk kelas.
Zizi yang kebetulan ada di kelas melihat kebersamaan kami berdua seperti merasa tergangu dan seperti mau menyerang Mita.
Meskipun ditolak Zizi tetap saja tidak suka dengan Mita dia selalu saja membully Mita.
Untung ada Edo dikelas Zizi tidak berani jika melakukan sampai aneh. Aku rasa Zizi itu tidak suka dengan Edo dan Mita karna mereka berdua dekat dengan Kevin.
Makanya aku selalu menjauhi kevin tapi Tuhan berkendak lain selalu saja aku dipertemukan dengannya.
Pelajaran pun dimulai kami pun mendengar kan guru menerangkan. Tiba-tiba pelatih basket datang dan memanggil zizi, Edo, aku dan Ridwan untuk latihan basket.
Kami pun berkumpul dilapangan ternyata aku dan Ridwan diminta kumpul di lapangan basket untuk melatih Edo, Kevin, Renjun itu semua atas permintaan kevin.
Akhirnya kami latihan begitu juga Zizi dia latihan bersama tim basket cewek.
Satu jam kami latihan, pelatih menyuruh kita untuk istirahat sebentar.
“Ra, kenapa gak ikut? “ tanya Rachel
“Aku ada urusan keluarga besok. “jawabku sambil senyum
“tapi yang aku rasakan bukan itu, namun pilihanmu emang tepat, aku akan berjuang untuk menang. “ ucap Rachel memelukku
“Kali ini aku beneran. “ucapku
“oh sorry dek. “ucap Rachel
“iya gak papa. “kataku
Kami pun di panggil lagi untuk latihan, soalnya ini yang terakhir besok sudah pertandingan.
Karna besok sudah selesai kami semua diperbolehkan pulang lebih awal, aku pun masuk ke kelas untuk mengambil tas dan berpamitan dengan Mita dan guru.
Namun aku, Ridwan, Kevin, Edo, Rachel, Renjun memilih untuk pulang ke rumah Renjun untuk latihan tapi sebelum kami ke rumah Renjun kami pergi ke perpusatakaan untuk mengembalikan buku dan pergi ke supermarket untuk membeli bahan-bahan untuk dimasak rencana kami mau buat ayam bakar.
Setelah semua selesai kami langsung menuju rumahnya Renjun. Disana kami bagi tugas untuk membuat ayam Bakar.
Kami semua sangat menikmati acara Masak-masak ini, aku tidak menyangka bahwa aku sekarang bisa dekat dengan Ridwan padahal aku sudah akan menyerah mendekatinya.
Kami pun melanjutkan latihan basket hingga sore, begitu latihan sore selesai Ridwan mengantarkan aku pulang.
Sampailah kami dirumah ku Ridwan langsung pamit pulang, aku dikamar ku hanya bisa senyum-senyum seperti orang gila.
Aneh soalnya dulu waktu aku mengejarnya dia menjauhiku ketika aku sudah mulai pasrah dia malah mendekatiku.
Bahkan sekarang sudah ngechat duluan dulu pas aku ngejar dia cuwek minta ampun.
Tiba-tiba Mita meneleponku , aku pun mengangkatnya.
“hallo Mita. “ucapku
“Hallo Ra, besok kita berangkat sama-sama ya! “minta Mita
“Haduh besok aku gak masuk, ada urusan kelurga. “jawabku
“yah gak seru dong, kirain kamu ikut lombanya. “kata Mita dengan nada lemah
“Maaf ya Ta. “mintaku
“Ya gak papa kok, ya udah malam kau istirahat aja ya! Da Ra. “kata Mita
“Iya Mit, kamu juga. “ucapku
Karna sudah malam aku pun tidur karna besok aku mau pergi sama ibuku. Tiba-tiba ibuku datang ingin membicarakan tentang besok pagi rencana kami pergi ke makam nenek dan kakeknya sekaligus makam kerabat keluarga.
Setelah pergi ke makam kami akan menjadi kumpul di rumah yang dimana semua keluarga dari ayah kumpul bersama.