Tell Me The Truth

Tell Me The Truth
Ch 4. Bingung



Bumi mulai menunjukan cahayanya, angin sudah menunjukkan keberadaannya dan suara alam bersautan membangunkan Ridwan dan Kevin yang sedang dalam dunia mimpi mereka.


Mereka pun mempersiapkan diri untuk sekolah seperti biasa Kevin berangkat sekolah menunggu jemputan Edo dan Ridwan dia menaiki sepeda motornya. Sampailah Ridwan sekolah dia pun memakirkan sepedanya lalu menuju kelas tidak sengaja Ridwan menabrak Kyra dia hanya menatapnya tanpa meminta maaf dan pergi meninggalkan Kyra.


Sampailah Ridwan di depan kelas dia pun duduk disusul oleh Kyra, posisi duduk mereka depan dan belakang Kyra duduk di depannya Ridwan. Hari ini terasa aneh bagi Ridwan tidak biasanya Kyra tidak mengajak ngobrol biasanya dia brisik banget sampai-sampai membuatnya merasa tidak tenang kali ini Kyra hanya diam saja.


Ridwan pun berfikir kalau Kyra marah padanya namun dia bersyukur tandanya Kyra tidak akan menyapanya dan mengajak ngobrol dirinya, “alhamdulillah penderitaanku akan berakhir. “ doanya sambil tersenyum.


Pelajaranpun dimulai, namun Kyra sama sekali tidak kayak biasanya yang aktif sekarang seperti kurang semangat.


“Aa... , kenapa jadi gini sih kenapa aku memikirkannya, come on Rid buat apa kamu memikirkannya. “ kata Ridwan di dalam hatinya


Akhirnya jam istirahat tiba aku pun langsung menuju ke klub dance, sampailah di ruang dance aku dan kawan-kawan melakukan latihan dance untuk lomba.


Setelah latihan dance selesai kami istirahat untuk makan dikantin, di kantin sudah sepi soalnya murid-murid yang lain sudah masuk kelas, hari ini aku tidak ikut kelas karna harus mengurusi klubku setelah selesai makan aku latihan lagi bersama sampai jam 12.00 siang, karna aku harus latihan basket untuk persiapan lomba antar sekolah.


Waktu sudah menunjukkan waktu 12.00 aku pun segera ke masjid untuk shalat dan langsung pergi ke lapangan basket.


Sampailah aku di lapangan basket ternyata aku sudah ditunggu kapten basket, teman-teman dan pelatih.


“Maaf agak telat. “kataku


“iya gak papa soalnya kau harus mengurusi klub dance juga. “ kata pelatih


“tenang Ra, kita paham. “ sahut Rachel (kapten basket)


Kami pun latihan bersama sampai jam pulang sekolah, setelah selesai latihan aku menuju ruang ganti untuk mandi dan ganti baju disaat aku menuju ruang ganti aku melihat Ridwan begutu juga dengan Ridwan kami berjalan sambil memandang hingga saling berseliringan sama sekali tidak ada sapaaan.


“ayolah Rid kamu menyapa, minta maaf kek “ucapku di dalam hatiku


Namun sama sekali tidak ada respon, aku pun melanjutkan perjalanan “dobrak.... “ Tiba-tiba ada suara seperti orang jatuh aku langsung menengok ke belakang dan ternyata Ridwan terjatuh, aku pun langsung menolong Ridwan.


“Kamu gak papa Rid? tanyaku sambil membantu Ridwan berdiri


“Ah sial siapa coba yang buang kulit pisang sembarangan. “ Ridwan sambil merintih kesakitan


“hallo Rid, sakit ya uhhh.. anak mami jangan nangis ya?“ tanya Edo yang tiba-tiba muncul


“Edo.. “ ujarku dan Ridwan bersamaan


“wah keterlaluan banget sih, sakit tau. “ucap Ridwan


“Do jail banget sih kamu, kalau Ridwan kenapa-napa gimana? “ tanyaku yang posisinya masih memegang tangannya Ridwan


“iya bener kata Kyra, kalau sampai aku kenapa-napa gimana. “ ujar Ridwan


“Cielah kalian romantis banget sih, gak biasanya kamu Ridwan mengiyakan omongan Kyra biasanya kamu suka menyangkal kalau gak lagi presentasi, pakai pegang tangannya Kyra pula. “ucap Edo dengan nada mengejek dan pergi dari tempat itu


Mendegar perkataan Edo kami berdua kaget dan Melihat ke arah tangan benar saja kami berpegangan tangan lantas kami langsung melepaskannya


Duk...


Tiba-tiba ada suara seperti ketabrak pintu kami pun melihat ke arah suara itu ternyata itu Edo dia kena pintu ruang guru saat pak Zainal membuka pintu, melihat itu kami tertawa bersama agak lama tanpa kami sadari, saat kami bertatap muka kami baru sadar kalau kami tadi tertawa bersama sekejap kami terdiam dan Ridwan pun pergi meninggalkanku sedangkan aku tersenyum malu-malu bahagia.


aku pun langsung menuju ke ruang ganti.


Ridwan pun sampai dirumah seperti biasa dia bermain gitar dan lihat anime kesukaannya di dalam kamar. Di rumah dia hanya sendiri karna mamahnya pergi kerja, papahnya pergi kerja dan Kevin dia pasti lagi ngurusin sekolah karna besok kan sekolah akan mengikuti lomba.


Di sisi lain aku akan pulang namun tiba-tiba Kevin mengajakku pulang barsama namun aku menolak ajakan Kevin karna aku merasa kalau ada seseorang yang mengamatiku.


“Udah Kyra sama aku aja. “ ujar Edo


“Nah aku sama Edo aja Kak. “ kataku


Melihat ekpresi Kevin yang seperti itu Edo langsung mengajak Kevin untuk pergi sebentar.


“Apa sih, wah kamu suka sama Kyra ngaku lo? “ tanya Kevin yang kesal


“Enggak Vin, kamu gak liat apa semua murid pada ngeliatin kalian berdua Terutama Zizi. “ jawab Edo


“Zizi.., emang kenapa? “ tanya Kevin


“Kamu lupa Zizi suka sama kamu, kamu inget kan dia pernah ngerjain wanita yang pernah menyatakan perasaannya padamu.” jawab Edo


“ Astaga Do aku lupa, gini nih susah nya jadi orang ganteng dan orang terkenal disekolah, pantesan Ridwan gak mau kayak aku. “ujar Kevin


“hhh... Aku juga gak mau jadi kamu, ribet gak bebas. “ kata Edo


" Ee.... "teriak Kevin


“Ya udah soal Kyra biar aku yang antar. “ minta Edo


“Ok makasih ya Do ati-ati lo, awas jangan sampai lecet.” kata Kevin


Akhirnya Edo mengantarkan Kyra dan Kevin bersama zizi karna Zizi mengajaknya pulang bareng.


Merekapun naik mobilnya Zizi, disitu Kevin agak risih sama zizi karna tingkahnya yang genit tapi kalau dia ngomong pasti entar Zizi marah dan nampar dia.


Soalnya pengalaman dulu waktu kelas satu ada kakak kelas tiga yang suka padanya ceweknya itu genit banget tanpa pikir panjang Kevin mengatakan bahwa dia gak suka dengan cewek itu karna genit dan sok cantik alhasil dia kena tamparan bertubi-tubi.


“Kenapa sih kak? tanya Zizi sambil Melihat Kevin


“Ah gak papa, oh ya ini kita mau bahas di rumahku atau dirumahmu katanya tadi ada yang ingin dibahas soal kegiatan sekolah? Ucap Kevin


“di rumah kakak gimana? Ucap Zizi dengan gaya centilnya


“dirumahku, ok gak papa. Kevin menjawabnya sambil tersenyum


Sampailah mereka dirumah Kevin, Kevin membukakan gerbang agar mobil bisa masuk, Kevin dan Zizi pun masuk rumah. Kevin pun mempersilahkan Zizi untuk duduk.


Ridwan pun bangun dari hidupnya dia berencana mau kedapur ambil minum disaat dia turun dari tangga mau menuju dapur dia kaget melihat Zizi ada ditempatnya lantas dia langsung balik lagi ke kamar. “Kok ada Zizi dirumah ku, ih.. Ini pasti kakak yang ngajak emang ya nyebelin. “ucap Ridwan dengan pelan dia pun menelepon kakaknya.


“Halo, kak kok ada Zizi sih? “ tanya Ridwan


“Lah emang kenapa? tanya Kevin yang merasa heran dengan adiknya


“Ya kamu lupa kalau Zizi iti tidak tau kalau kita itu bukan saudara dan kita itu merahasiakan identitasku. “ jawab Ridwan


“duh lupa aku dek. Gimana dong? “ kata Kevin dengan nada panik


Disaat Ridwan mau menjawab pertanyaan kakaknya dia seperti mendegar langkah kaki dan suara seperti cewek diapun membuka pintu sedikit untuk melihat nya ternyata itu Zizi, dia sangat panik dan diapun menutup pintu dan melanjutkan obrolannya dengan kakaknya.


“Ais... Kak, buruan ke atas. “ minta Ridwan yg sangat panik


“Kenapa..? tanya Kevin yg juga ikut panik


“kak Zizi naik ke atas.. Aaais buruan ke sini. “ jawab Ridwan.


“ok “ucap Kevin dan segera ke atas


Zizi melihat ruangan atas untuk melihat barang-barang isi rumah Kevin, sebenarnya dia mau mencari kamarnya Kevin dan ditepat sampingnya dia melihat kamar yang ke buka sedikit yang sebenarnya itu kamar Ridwan diapun menghampiri nya untuk masuk ke dalam. Ridwan yang ada di dalam merasa panik tidak tau harus bagaimana lagi kalau sampai Zizi masuk bisa-bisa identitasnya terbongkar karna dikamar itu banyak banget fotonya dan dia masih berada di dalam.


“Ah sial kenapa aku tadi mengintip jadi dia liat kamarku kebuka sedikit “ujar Ridwan dihatinya sambil megang gagang pintu dan tangan satunya garuk-garuk kepala.


Zizi sangat perasaan dengan kamar itu dan dia pun memengang gagang pintu tersebut dia pun mendorong ke belakang. “krek... “.