
Hari sudah menunjukkan waktu pagi saatnya aku pun berangkat sekolah tentu saja kali ini aku bersama Fahrizal.
Sampailah kami di sekolah ternyata kami sudah ditunggu Ridwan, Edo, Mita di parkiran.
Kami pun turun dan menuju ke arah mereka untuk masuk kelas bersama.
Sampailah kami di kelas kami pun duduk berdampingan karna kami mau ngobrol banyak hal.
Kali ini Fahrizal ikut gabung dengan aku dan teman-teman ku di sisi lain ku merasa Zizi sangat marah melihat ku kembali ke sekolah dan Melihat suasana ini.
Jam pun mulai menunjukkan untuk memulai pelajaran pertama, kami pun kembali ke tempat duduk kami.
“kyra sudah sembuh?”tanya Pak Budi
“Udah pak tapi ya agak pusing dikit sih!”ucapku.
“Jangan dipaksakan kalau gak kuat ya!” minta Pak Budi
“Iya pak.”ucapku
Pelajaran pun dimulai kembali sampai bel menunjukkan pergantian pelajaran ke dua.
Aku merasa Zizi sering melirikku, ya sebenarnya dari dulu juga iya cuman kali ini lebih sering.
Membuatku risih dan membuatku penasaran kenapa dia jadi sering mrlirikku dan ketika aku melihatnya dia seperti ketakutan.
Tak kusadar kalau bel istirahat berbunyi. Mita, Ridwan, Edo mengajakku ke kantin.
Aku dan Mita pun memesan makan untuk kami semua santap bersama karna ngatri akhirnya aku sendirian yang maju ke depan untuk memasan sedangkan Mita menunggu di belakang.
Setelah pesan makanan aku pun mundur dan menghampiri Mita namun dia sudah tidak ada di sana. Aku pun mencari-cari sekitar tempat namun tak kelihatan.
Aku pun menuju tempat makan yang dijanjikan kami tadi. Sampainya disana aku tak melihat Mita aku pun bertanya sama mereka namun jawaban mereka juga tak tahu.
“Mungkin dia lagi ke kamar mandi!”ucap Edo
Kami pun mengombrol sambil menunggu makanan kami dan menunggu Mita.
Di belakang sekolah...
Fahrizal merasa bosan dia pun ingin menenangkan diri dengan berjalan di belakang sekolah.
Saat dia berjalan dia melihat Mita dan Zizi sedang berbicara sesuatu yang kelihatannya serius.
Fahrizal pun diam-diam mengendap di semak-semak untuk mendengar pembicaraan mereka.
“Di kapan sih kamu mau berubah? Up”tanya Mita
“Apa sih Lo, terserah aku dong!”ucap Zizi
“Zizi kamu itu sudah keterlaluan, kamu itu yang sudah menabrak Kyra tanpa ada pertangungjawaban sama sekali!”ucap Mita
“Lo gila ya, aku gak mau mendengarkan hal ini lagi terutama disekolah karena kalau ada yang mendengar aku akan dibenci semua orang kak!”kata Zizi
“Zizi sebagai kakakmu, aku tak bisa membiarkan kamu bertindak semaumu sendiri!”ucap Mita
“terserah, lagian semenjak ayah dan ibu bercerai kita bukan lagi saudara lagi kan!”ucap Zizi dan pergi meninggalkan Mita
“kamu tega ngomong kayak gitu, Di sampai kapanpun kamu itu adalah saudara kembarku meskipun muka kita beda tapi darah tak bisa kamu tolak mentah-mentah!”ucap Mita sambil meneteskan air mata
Fahrizal sok berat, ternyata dugaannya selama ini benar kalau yang menabrak Rara adalah Zizi.
Masalahnya Fahrizal pernah lihat mobil yang dibicarakan Rara saam persis mobil yang ada di bagasi rumahnya Zizi.
Dan yang bikin dia sok ternyata Mita dan Zizi itu saudara kembar, ini seperti mimpi pantesan selama ini Mita selalu memperhatikan Zizi meskipun dari jarak jauh ternyata karna mereka saudara.
Fahrizal pun akan lebih berhati-hati lagi karna pasti Zizi akan berusaha membuat Kyra dalam bahaya apalagi dia kelihatan kesal.
Setelah menenangkan diri Fahrizal segera pergi dari tempat ini setelah Melihat kepergian Mita.
Di perjalanan menuju kelas Hpnya berbunyi dan itu dari Kyra dia memintanya untuk ke kantin.
Fahrizal pun langsung menuju ke sana sampai dikantin Kyra melambaikan tangannya disana dia melihat dua manusia laki yang Tek berguna dan satu wanita misterius.
“Zal duduk, nih makan aku dah menyiapkan makanan buatmu!”ucapku
“Menyiapkan, pesankan kali Ra!”ucap Fahrizal
“Hm, iya-iya.”ucapku dan lanjut makan
Aku senang akhirnya impianku untuk bisa makan bersama seperti ini sudah terwujud.
Bisa makan bersama Mita sahabat wanitaku, Edo,Ridwan dan sahabat kecilku Fahrizal.
Dubrak...
Auw.. panas
Zizi terjatuh dan makannya mengenai tanganku rasanya panas sekali.
“Zi kamu sengaja ya?”ucap Edo
“Enggak sengaja kok, kau tak lihat aku terjatuh nih!”sangkal Zizi sambil berdiri
Sedangkan Ridwan, Fahrizal meniup tanganku dan mengeringkan tanganku.
Plak...
Plak...
Aku terkejut Mita menampar Zizi,kami semua sok sekali dan diam dalam situasi ini.
“Zi apa yang kamu lakukan itu keterlaluan! Sudah pernah ku katakan kalau kamu bersikap seperti ini lagi ke orang-orang aku tidak segan-segan nampar kamu atau bertindak lebih kasar lagi kepadamu!”ucap Mita
“kamu berani tampar aku, akan ku beri perhitungan!”ucap Zizi dan meninggalkan kami
“Udah Mit, aku gak papa kok!”ucapku
“Kamu kok diam aja sih, diperlakukan kayak gitu!”ucap Mita dan kembali ke tempat duduk
“Gak papa udah biasa, sebenarnya dia itu baik cuman kurang perhatian aja sih termasuk perhatiannya Kevin!”jawabku santai
Aku pun pamit mau ke kamar mandi mau bersihin badan ditemani Mita.
Kami pun sampai aku pun mencuci muka dan membersihkan makanan Yang menempel di bajuku.
Setelah selesai aku pun menuju loker, aku pun kaget kenapa Renjun di depan lokerku dan kenapa lokerku juga ke buka.
“hey Ren! Kamu kenapa buka lokerku?” tanyaku sambil melihat lokerku
Dan ku terkejut ada baju dan rok seragam di lokerku padahal aku tak pernah menyimpan seragam dilokerku.
Aku pun melihat ke Renjun yang kebetulan di belakangku.
“Wah Ra, seragam baru kak Renjun baik banget beliin kamu seragam dan so sweet banget di kasih loker secara diam-diam.” Ucap Mita sambil ambil seragamnya
“ thanks ya kak, ayo Ra kamu harus ganti seragammu!”ucap Mita sambil menarikku pergi meninggalkan tempat itu
Di hati Renjun
Dia kaget ketika melihat Kyra datang namun yang dia kaget soal seragam itu sebab sebenarnya itu bukan darinya.
Flashback....
Renjun sangat merindukan Kyra dia menulis surat untuk mengajak Rara bertemu ditaman habis pulang sekolah namun saat dia mau memberikan surat itu ke loker Kyra dia melihat seragam yang masih baru dan sepucuk surat yang berisi “ pakailah seragam ini love ♥️♥️” . Kevin pun penasaran dia ambil sepucuk surat itu namun ketika dia memperhatikan seragam itu tiba-tiba Kyra dan Mita datang mengagetkan lamunannya.
Dia tidak bisa berkutik dan hanya bisa tersenyum dengan keadaan ini alhasil mereka salah paham.
Renjun merasa bersalah sama yang memberikan seragam itu karna dia mereka berdua beranggapan bahwa Renjunlah yang memberikan seragamnya bukan orang yang memberikan seragam itu.
Tapi ya sudahlah biarkan ini jadi salah paham mungkin dengan ini hubungannya dengan Kyra akan lebih baik lagi.
Namun Renjun tidak akan tinggal diam, dia akan mencari siapa pengirim surat ini.