Tell Me The Truth

Tell Me The Truth
Ch 2. Janganlah berburuk sangka terhadap orang lain



“Nega nae yeojaramyeon


Jeongmal geureol su ittamyeon


I eumagi kkeunnagi jeonkkajiman


Nae soneul jabajullae


Hokshi da kkumiramyeon no


Jeoldae kkaego shipji ana


Geu sesangeun jiruhago muryohae


Gyesok nal wirohaejweo


Is it love?”


Lagu milik Taeyang yang berjudul wake me up membangunkanku dari tidurku, aku pun langsung bangun untuk mandi, sarapan dan berangkat sekolah. Sesampainya disekolah aku bertemu dengan gengnya Fahrizal seperti biasa mereka selalu meminta uang saku semua murid di sekolahan, aku pun menghampirinya.


“Hai gaes, lagi apa kalian? “tanyaku


“Eh kamu Ra, engak ngapa-ngapain kok. “ jawab Fahrizal dan temannya sambil menyembunyikan uang hasil memalak tadi


“hallo temen-temen siapa yang disini tadi dipalak? tanyaku sambil melihat murid yang ada sekitar di situ


“Aku Ra. “ucap semua murid yang jadi korban Fahrizal


“Zal balikin uang mereka kalau enggak, aku gak akan segan-segan matahin tanganmu. “ucapku dengan suara tegas


“Iya Ra, ni aku balikin uang kalian maaf ya. “ucap Fahrizal sambil mengembalikin uang teman-temannya


Tet... Tet... Tet


Bel pun berbunyi mereka pun masuk kelas, di kelas Kevin dia merasa bahagia karna kemarin dia bisa bermain dengan orang yang sangat berharga baginya sampai-sampai membuatnya tidak mendengar penjelasan guru, dia pun ketahuan oleh bu Siska karna ketauan tidak mendengarkan Kevin pun disuruh maju untuk menyelesaikan soal yang sudah ditulis di papan tulis.


Kevin pun mengerjakan soalnya dengan mudah maklumlah dia kan anak pintar disekolah dan paling kreatif jadi bisa mengerjakannya bahkan guru saja sampai kewalahan sama dia kalau sudah bertanya soal materi yang sedang dibahas.


Melihat itu semua membuat murid jadi iri karna itu melihatkan bahwa belajar serius dan niat itu belum pasti menghasilkan yang terbaik namun mereka tidak membenci Kevin karna dia orangnya baik selalu siap membantu teman.


Jam sudah menunjukkan pukul 10:00 menandakan bahwa sudah jam istirahat, semua murid keluar kecuali Kevin karna menunggu Edo yang akan datang ke kelasnya.


“Hai kak Kevin sayang. “ Panggil Edo sambil menghampiri Kevin


“Iya adikku sayang. “jawab Kevin


“haha apa sih lo...? “ ujar Edo


“Lah lo mulai duluan. “ucap Kevin sambil tersenyum


“Eh ayo makan, mamahku dah buatin bekal kesukaan kita nih sayur kangkung, sambel dan ayam goreng! “ ucap Edo sambil membuka bekalnya


“Wah mantap kali Do, itidakimasu. “ Ucap Kevin


Merekapun langsung memakannya dengan lahap sambil mendengarkan lagu yang disukai mereka berdua dan bercanda gurau.


Edo dan Kevin adalah teman dari kecil meskipun waktu SD dam SMP tidak pernah satu sekolah namun mereka berdua adalah teman bermain saat dirumah bahkan sudah seperti saudaranya sendiri, namun karna Edo dulu pernah tidak naik kelas waktu SMP dia jadi malu sama Kevin dan memilih untuk menjauhinya namun dia tidak pernah benar-benar menjauhinya dia hanya mengawasi Kevin dari jauh dan hal itu diketahui oleh Kevin, begitu juga dengan Kevin dia berpura-pura tidak mengetahuinya.


“Vin, ada gosip baru lo! “ujar Edo sambil tersenyum menggoda Kevin


“Gosip apa? “ tanya Kevin dengam muka penasaran


“Gosipnya itu, kalau siswa nomer satu disekolah kita ini tadi begong tidak mendegarkan penjelasan guru, haha hayo mikirin apa? Ucap Edo dengan nada menggoda


“Ee... Haha gak kok Do, cuman lagi bahagia aja. “ ucap Kevin sambil tersenyum


“Halah aku tau Vin, ini pasti kemarin kamu jalan sama Kyra? “ ucap Edo


“Hhh iya Do, gimana ya aku kan dah lama gak ketemu dia setelah aku putus terus ketemu di sini, dia itu adalah orang berharga dihidupku. “ ucap Kevin


“Hh ..... mantan yang tak terlupakan ya!“ ucap Edo sambil menggoda Kevin


“Apa sih Do... “ucap Kevin langsung pergi meninggalkan Edo


Lain hal yang dilakukan aku, kali ini aku pergi ke kantin untuk makan setelah pesanannya jadi aku mencari tempat duduk dan melihat salah satu meja makan ada Ridwan, aku pun langsung menghampirinya dan duduk disampingnya.


“Aku duduk di sampingmu ya Rid bolehkan? “ tanya ku sambil tersenyum


“Pindah sana lo, kan masih ada duduk yang kosong! “ jawab Ridwan sambil menunjuk tempat yang kosong


“Gak mau, aku mau duduk di sini sama kamu, kita kan temen sekelas. “ucapku sambil natap makanannya


Ridwan yang merasa risih dengan keberadaan ku dia pun mengeser posisinya ke kanan dariku, aku melihat nya dan mengikuti mengeser badanku terus menerus hingga Ridwan jatuh karna tidak ada kursi yang menumpangnya. Lantas semua murid yang disitu langsung ketawa begitu juga denganku yang terkejut melihat Ridwan jatuh aku pun langsung meminta maaf namun Ridwan sudah marah besar dan pergi meninggalkanku.


Aku pun mengikuti Ridwan dan sampailah kami diatap sekolah mereka pun bertengkar hebat.


“Ridwan aku minta maaf. “ucapku dengan muka memohon


“Bisa gak sih kamu tidak mengaguku!“ucap Ridwan dengan tegas


“Aku minta maaf, aku tau kalau aku salah. “ ucapku


“Hai Ra aku akan memaafkan kamu jika kamu jauhi diriku, kau tuh musibah bagiku. “ ucap Ridwan


“Musibah katamu. “ucapku


“Iya musibah bagiku. “ucap Ridwan


“Kamu itu bagiku manusia muna baik cuman di depan dibelakang jahat. “ ucap Ridwan


“Tunggu kenapa kamu bisa bilang gitu padahal kamu tak begitu mengenalku dan selama ini aku tak pernah bertemu atau mengenalmu kita baru kenal semenjak kita sekolah yang sama dan kita tuh belum sedekat itu kaulmu sudah menilaiku seperti itu jahat kamu Rid. “ ucapku dan langsung pergi meninggalkan Ridwan dengan mengeluarkan air mata


Mendengar perkataan Kyra, Ridwan merasa bersalah apalagi sampai-sampai perkataannya tadi membuat Kyra menangis dia bingung mau gimana apakah menyusul Kyra atau tidak. Lain hal dengan aku yang menagis, saat menuju ke kelas tidak sengaja aku bertabrakan dengan Edo.


“Kamu kenapa Ra? “tanya Edo


“Enggak papa kok Do.” jawabkuku


“Gak papa gimana, kamu nangis kayak gini ayo ikut aku ke Uks tunggu bentar aku simpen dulu bekalku. “ ucap Edo Sambil masuk kelas dan segera menyimpan bekalnya


Edopun langsung mengantarkan Kyra ke uks sesampainya disana Edo menyuruh Kyra untuk duduk dan mengambilkan minuman untuk kyra.


“Ra...., minum dulu deh! “ kata Edo sambil mengulurkan segelas air putih


“Makasih ya Do. “ucapku sambil menerima segelas air putih dan meminumnya


“Ra, kamu tau gak kenapa bunga itu bisa mekar padahal di dalam ruangan? “ tanya Edo sambil menunjukkan pohon bunga diruangan itu


“Gak tau, emang kenapa? “ ucapku


“Karna bunga itu selalu mendapat kata-kata positif dari orang yang suka menyiraminya sehingga bunga itu selalu positif thinking jadi dia tidak layu. “ ujar Edo


“Wkk..., gak nyangka ya kata itu muncul dari seorang yang bandel dan yang suka ngerjain orang. “ucapku


“He..., emang salah aku ngomong gini, hhh kamu belum kenal aku Ra. “ ucap Edo sambil senyum


“Aku memang belum mengenalmu terlalu dalam. ‘’ucapku


“Hhh jangan sampai kamu mengenalku bahaya. “ ucap Edo


“Bahaya kenapa? “tanyaku


“Bahaya kamu bisa jatuh cinta sama aku. “ jawab Edo sambil mengelus kepala Kyra dan langsung pergi meninggalkannya.


aku pun sendirian di Uks, aku memilih rebahan dikasur untuk menenangkan diri tanpa kusadari aku ketiduran hingga jam menujukan sudah saat pulang sekolah.


Di kelas....


Semua murid bersiap -siap untuk pulang namun tiba-tiba bu Siska bertanya


“ loh Kyra mana kok gak keliatan? “ tanya bu Siska


“Bolos kali bu. “ jawab Zizi


“Bisa jadi tuh, enggak nyangka ya murid teladan bisa bolos juga. “ kata fahrizal


“Apa maksud kalian? “ tanya bu Siska


“ Enggak kok bu, Kyra lagi sakit tadi saya yang mengantarnya ke Uks. “ jawab Edo sambil tersenyum


“Oh ya, pelajaran sudah selesai kalian berdoa dan langsung pulang ya! “ucap bu Siska


“Iya bu... “ucap semua murid dan segera berdoa lalu pulang


Semua murid pulang, Ridwan pun langsung ke Uks untuk melihat keadaan Kyra sampai disana dia tidak sengaja melihat Kyra sedang bersama Kevin niat dia mau meminta maaf ter urungkan karna sudah liat kemesraan mereka berdua, dia pun memilih untuk langsung pulang. Namun tanpa disadari Ridwan ada seseorang dibelakangnya yang ternyata Edo, Edo yang melihat tingkah Ridwan hanya tersenyum dan masuk ke ruang Uks.


“Hai gaes, apa kabar? “ tanya Edo


“Hai, baik kok. “ucapku dan Kevin bersamaan


“Syukur lah kalau begitu. “ ucap Edo


"Kak Vin, gimana kamu tau aku ada di sini. “ tanyaku


“Oh soal itu, aku dikasih tau oleh Edo. “ucap Kevin


“Yoi, aku tadi ngasih tau dia, setelah dari sini aku langsung WA bos Kevin. “ucap Edo sambil tersenyum


“Ra hari ini kamu diantar pulang sama Edo ya? perintah Kevin ke Kyra


“Hah..., gak usah Kak. “Ucapku


“Iya Ra, gak papa kok aku siap jadi pangeran berhonda astrea untukmu. “ucap Edo sambil menggoda Kyra


“Hey..., sejak kapan kamu jadi genit gini Do, perasaan kamu tuh tidak pernah genit ke siapapun kecuali sama aku doang. “ucap Kevin dengan nada menyelidik


“Haha..., cemburu ya sayangku soal itu aku akan bersikap baik dan manis ke seseorang jika orang itu tulus hatinya, apa adanya gak neko-neko. “ucap Edo sambil meluk Kevin


“Hihihi..., kalian lucu kayak orang pacaran aja. “ujarku dengan tertawa


“hahaha, biarin yang penting kita happy. “ucap Kevin dan Edo bersamaan dengan nada manja


“Ra kamu diantar Edo ya, soalnya keadaan mu masih kayak gini dan aku soalnya harus ketemu Bu kapsek untuk laporan tugas OSIS. “ minta Kevin ke Kyra


“Wah curang lo, pantes aja ya kamu tadi semangat banget ternyata mau berduan sama bu Siska. “ucap Edo sambil berlaga marah


“Hhh biarin, aku mau berduan sama bu guru cantik , kamu sayangku tolong antar Kyra pulang. “ucap Kevin sambil berdiri memegang pundak Edo dan langsung pergi ke Ruang Kapsek


“Oh siap bro, ayo tuan putri astrea pangeranmu siap mengantarkan kamu sampai rumah dengan selamat !“ucap Edo


Aku dan Edo pun pergi ke parkiran mengambil montor dan langsung menuju untuk mengantarkan aku untuk pulang.