Tell Me The Truth

Tell Me The Truth
Ch 20. Holiday



Di perpustakaan kami membaca buku bersama dan berbagi cerita, tapi ada manusia yang mengangu pikiranku dia adalah Kevin.


Rasanya sebal sekali kalau dia sudah mengeluarkan berbagai kode-kode keras, aku jadi ingat kalau kita dulu pacaran aku berasa jadi cowok dia seperti wanita yang suka ngasih kode dan ngambeng.


Karna besok kita mau berlibur maka kami segera pulang ke rumah masing-masing.


Sampailah di rumahku Mita pun langsung berpamitan untuk pulang, aku pun tak langsung masuk dan menyiapkan kamar untuk Fahrizal dan kakek Adam.


Seperti biasa Ibuku pergi untuk mengurus panti asuhan karna keluarga kami kebetulan pemilik panti asuhan tersebut.


Setelah selesai membersihkan kamar aku pun memasak untuk makan siang karna tadi Fahrizal mengatakan bahwa mereka akan datang siang nanti jam 12 siang.


Tepat jam 12 terdengar suara mobil, akupun keluar dan menyambut kedatangan mereka berdua.


Kami pun masuk, kakem Adam duduk di sofa sedangkan aku dan Fahrizal menata barang-barang mereka yang dibawa untuk besok.


Setelah selesai menata aku pun menyuruh mereka berdua untuk makan yang kebetulan sudah sudah matang.


Kami pun makan bersama menikmati suasana kebersamaan kami yang sudah tidak pernah kami alami lagi semenjak Fahrizal menjauhiku dan Kakek di kirim ke panti jompo.


Setelah selesai kakek pun istirahat sedangkan kami berdua bermain gitar di taman ku.


Kami pun menyayi bersama dan menikmati setiap petikan gitar yang dimainkan Fahrizal.


Andai engkau tahu betapa ku mencinta


Selalu menjadikanmu isi dalam doaku


"Ku tahu tak mudah menjadi yang kau pinta


Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya


Jika aku bukan jalanmu


Ku berhenti mengharapkanmu


Jika aku memang tercipta untukmu


Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu


Andai engkau tahu betapa ku mencinta


Selalu menjadikanmu isi dalam doaku


Ku tahu tak mudah menjadi yang kau pinta


Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya


Jika aku bukan jalanmu


Ku berhenti mengharapkanmu


Jika aku memang tercipta untukmu


Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu


Jika aku (jika aku) bukan jalanmu


Ku berhenti mengharapkanmu


Jika aku memang tercipta untukmu


Ku kan memilikimu"


Lagu ini adalah lagu kesukaan kami berdua karna kami berharap bisa bertemu dengan jodoh kita segera.


Karna sudah mulai sore aku pun mandi dan meninggalkan Fahrizal di tamanku, aku pun menegok sebentar ke kamar kakek Adam ternyata masih tidur aku pun menuju kamar untuk mandi.


Fahrizal merasa tenang kalau di tempat ini apalagi banyak kenangan yang dia ukir bersama Kyra dan kakek.


Fahrizal menikmati suasana yang begitu tenang, tiba-tiba belum berbunyi dia pun langsung lari ke arah pintu untuk membuka dan ternyata ibunya Kyra.


“eh tante. “ucap Fahrizal sambil cium tangan


“Kamu dah sampek, kyra sama kakek dimana? Tanya ibuku sambil masuk ke dalam rumah


“Sudah tante, kakek di kamar dan Kyra baru mau mandi. “jawab Fahrizal sambil menutup pintu


“kalian udah makan? “tanya ibuku


“Udah kok tante, tadi Kyra masak buat kita makan siang. “jawab Fahrizal


“Ya udah tante istirahat dulu ya, anggap saja ini rumahmu sendiri. “kata ibuku


“Wow shiap tante. “ucap Fahrizal sambil senyum


Hari sudah malam kami pun makan malam dan segera istirahat, besok ibuku juga akan ikut untuk mengurus keperluan kakek Adam.


Dirumah Ridwan, dia belum bisa tidur akhirnya dia chat Kyra.


“Hai juga, ada apa Ridwan? “


“ee..ngak papa pengen nyapa aja. “


Akhirnya kami berdua chat namun cuman kirim stiker sampai malam., karna sudah jam 12 malam kami pun tak memutuskan untuk tidur.


Di pagi hari aku sudah terbangun aku pun turun dan membangun kan Fahrizal dan kakek Adam.


Kami semua sudah siap-siap untuk pergi tinggal menunggu kedatangan teman-teman.


Setelah jam 7 semua sudah berkumpul kami pun menata barang kami ke mobil dan bersiap untuk berangkat.


“Hai Zal. “terdengar sapaan seseorang yang seperti kami kenal seperti suara zizi dan itu ternyata benar.


“Zizi akan ikut liburan ini, tidak usah banyak tanya atau menolaknya! “ Kata Fahrizal membuat kami tak berkutik. Kami pun berangkat aku, Mita,Ibu, Edo,Ridwan berangkat menaiki mobil ibuku sedangkan Kevin, Rachel, Renjun, Zizi, Kakek menaiki mobilnya Fahrizal.


Sampailah kami di vila Fahrizal yang tertelak di pegunungan, disana pemandangannya sangat lah indah udaranya juga indah.


Kami pun turun dari mobil dan memasuki Vila yang kebetulan kami sudah disambut oleh pembantunya Fahrizal.


Setiap orang memiki kamar masing-masing namun aku ingin sekamar dengan Mita karna kami berdua ingin menghabiskan waktu bersama.


Kami pun memilih istirahat sebentar karna lelah dari tadi duduk di mobil, aku dan Mita memilih untuk Melihat Film The movie yang kebetulan Mita menyimpannya di hpnya.


Tiba-tiba Rachel datang kami pun mengajaknya untuk melihat film bersama kami.


“Film nya bikin nangis. “ucap Rachel sambil nangis


“sedih banget ditinggal pacarannya untuk orang lain. “kata Mita sambil nangis


“dasar pria jahat. “ucap Rachel


“wkkk kalian lucu. “kataku


“kenapa ketawa, ini tuh gak lucu tau. “ucap Mita dan Rachel bersamaan


“kalian baper banget ya, dasar anak cinta. “ucapku


“Yeee kayak kamu tidak. “ucap Mita


“bener banget Mita. “sambung Rachel


“eh... Wkkk kok aku sih. “ucapku


Kami melanjutkan melihat film sampai selesai, hpku pun berbunyi ternyata itu chat dari Fahrizal dia memintaku untuk keluar.


Aku pun keluar dari kamar dan menuju ruangan belakang vila sesuai permintaan Rachel.


Sampailah aku ditempat itu, aku pun menghampiri Fahrizal ternyata dia mengajakku datang ke sini untuk membicarakan apa saja yang akan dilakukan di liburan ini.


Di kamar Kevin...


Dia merasa bosan diapun ingin keluar sebentar untuk turun dari lantai 2 melihat taman yang ada di belakang sampailah dia di belakang rumah dia sangat senang di sini.


Dihuruplah udara yang melintasi hidungnya, matanya dimanjakan dengan taman-taman yang indah, dia pun melihat sekita taman itu dan tanpa sengaja dia melihat Kyra dan Fahrizal berduaan di lantai 2.


Jantungnya terasa sakit, lebih dari dia melihat Kyra sedang bersama Ridwan.


Momen seperti ini mengingatkan Kevin ketika dia sedang ingin mengunjungi Kyra di perpustakaan desa dia tidak sengaja melihat mereka berdua sedang berduaan dan bercanda gurau akhirnya saat itu dia tidak jadi menemui kyra.


Walaupun Kevin tahu kalau mereka berdua tidak memiliki hubungan spesial hanya sebagai teman biasa dan kadang-kadang malah jadi musuh.


Namun jika melihat mereka berduan rasanya sakit sekali karna mereka seperti seorang sepasang kekasih jika hanya berduaan namun jika di keramean mereka berdua tidak pernah menunjukkan keakraban itu dan berpura-pura tidak saling kenal.


Jika dia tanya hubungan mereka berdua apa pasti jawaban mereka sama “jangan pernah menanyakan hal itu. “ atau hanya senyum dan dapat pergi.


Apa sebenarnya mereka sembunyikan dan mengapa mereka berdua tidak menunjukkan kedekatan mereka di depan umum.


Wlpn sekarang mereka berdua sudah mulai menunjukkan keakraban mereka di muka umum tapi mereka juga masih menunjukkan tidak saling kenal.


Sikap mereka sangat berbeda ketika berdua dan di keramaian, hal itu sangat menganggu pikirannya.


Kevin pun memutuskan untuk kembali ke kamar karna dia tidak mau mau melihat pemandangan seperti ini.


Dia pun menaiki tangga ke lantai atas dan menuju kamarnya, ketika dia mau menuju keberhasilan kamar dia melihat Kyra ada didepan kamarnya seperti ingin mengetuk pintu kamarku. Kevin merasa senang dia pun menghampiri Kyra.


“Hai sayang. “ucap Kevin


“Apa sih kak. “Ucapku


“Gak ada orang tahu jadi gak usah khawatir ada yang tau terutama Fahrizal. “kata Kevin


“apa sih, gak usah sebut nama dia. “ucapku sambil senyum dan langsung pergi meninggalkan Kevin.


Kevin yang melihat kepergian Kyra hanya tersenyum sampul dan berfikir dia selalu menghindar ketika nama Fahrizal disebutkan. Tiba-tiba hpnya berbunyi ternyata itu chat Kyra dia pun membuka nya “besok kita akan ke pantai, disana kita bisa berduan dan berpisah dengan teman-teman lain. Sesuai janji ku kemarin kalau kamu menang kita akan menghabiskan waktu berdua saja. “ membaca isi chat itu membuat Kevin tersenyum dan bahagia diapun langsung masuk kamar untuk istirahat.