
Di rumah Ridwan
“feel tired tonight
A word that you can’t forget in a breeze
Sorry, for not turning back
Sorry, for selfish self of mine
The paled city lights
A chilling voice
Sorry, for not turning back
Sorry, for selfish self of mine
Sorry, even if I’m late already
Tonight
A night with a covered face
I’m in blurred thoughts
Why everything is getting harder again?
I’m lonely
A night that I’m the only lonely
Perhaps waiting without knowing
Why you have not called me yet?
I’m sorry don’t go, don’t forget me
I’ll be there with you
I’ll only see you tonight
I’m sorry, really sorry so please don’t girl
Come back to me again
Cause without you, there’s no me anymore
I feel tired tonight
A word that you can’t forget in a breeze
Sorry, for not turning back
Sorry, for selfish self of mine
The paled city lights
A chilling voice
Sorry, for not turning back
Sorry, for selfish self of mine
Sorry, even if I’m late already
I think of you all the night
In memories thah I’m not included
Why everythings getting clearer again?
I’m falling
Girl I never let you go
Come back to me again, please
Cause without you, there’s no me anymore
I feel tired tonight
A word that you can’t forget in a breeze
Sorry, for not turning back
Sorry, for selfish self of mine
The paled city lights”
Ridwan memainkan lagu dari band the rose yang dia dengarkan dari video yang dia rekam ketika Kyra menyayikan lagu ini.
Ridwan sekarang istirahat karna sebentar lagi akan menjeguk Kyra sebab jam jenguknya jam tiga sampai mangrib.
“hey sejak kapan adikku suka lagu korea? “tanya Kevin sambil mengetuk pintu dari luar yang kebetulan kamar Ridwan dikunci
“kepo! “ucap Ridwan sambil membuka pintu
“Entar jenguk Kyra kan? “tanya Kevin
“iya kak, mau bareng? “ ucap Ridwan
“iya, bareng ya! “minta Kevin lalu dia pergi ke kamar untuk shiap-shiap
“Kevin kalian bareng? “tanya Mita
“ iya Mit, tadi gak sengaja ketemu dijalan aku liat dia kayak orang bingung lalu aku ajaklah ke sini! “ucap Ridwan
Kevin yang mendengar perkataan adiknya terkejut dan kesal. Mereka pun masuk ke rumah sakit dan menuju ruangan Kyra.
Di alam halah sadarku...
“ Maaf, karna kamu harus melewati kehidupan ini sendirian tapi tenang saja aku akan melindungi dirimu! “ suara seseorang yang datang bersamaan kabut putih
Kabut itu semakin mengarah padaku sosok itu juga masuklah aku Dalam sebuah kabut tangan wanita itu meraih tanganku dan memegang pipiku. Namun aku tak jelas melihat wajah wanita itu yang bisa kulihat hanya badannya saja mukanya tak terlihat.
Aku pun air mencoba memegang tubuhnya namun saat aku hampir memegang tiba-tiba dia menghilang berserta kabut yang menutupinya tadi.
Aku pun melihat arah dia tadi muncul ketika aku mengikuti arah tadi aku menemukan sebuah pintu aku pun membuka pintu itu dan ku terbangun dari komaku disana tidak ada sapa-sapa namun dibalik kaca jendela aku melihat bayangan seorang laki-laki semakin aku tatap bayangan itu dia kabur meninggalkan tempat ini.
Pintu terbuka aku melihat Ridwan dan teman-teman lain datang. Aku pun tersenyum mereka pun saling membalas senyumanku.
“ kamu dah bangun dari koma?”tanya Kevin
“Iya kak!” jawabku
“kapan, kok aku gak dikasih tahu!”ucap Kevin
“Ya gaklah kak, aku bangunnya tadi belum ada orang !”ucapku
Mendengar perkataan ku Edo langsung
pergi untuk memagil suster dan dokter untuk datang keruangan ku agar aku diperiksa.
Selang beberapa menit dokter pun datang beliau pun memeriksa diriku dan katanya aku tidak apa-apa namun perlu istirahat.
“Kak gak bawa makanan?”tanyaku pada Kevin
“E... Hhh enggak!”ucap Kevin sambil senyum
“Kakak macam apa ini.”ucapku
“Ya jangan bilang gitu dong!”rengek Kevin
“Kakak maksud mu apa sih kok kamu panggil Kevin kakak?”tanya Mita
“Lah emang dia kakak kelas kita dan tua dari kita kan!”jawabku dengan santai
“Ya santai sekali ngomongnya, ada satu hal yang kamu lupa kalau kita ini sepasang mantan kekasih,haha!”ucap Kevin
“mantan itu adalah kesalahan terbesar hidupku!”ucapku
“Ya kamu mau klitikin!”Marah Kevin
“Kalau berani ngekitikin aku teriak, biar kamu diajar sama fahrizal!”ucapku
“Ya .. kamu ngancamnya nyebelin.” Ucap Kevin
“Ra udah bangun.”ucap fahrizal yang sedang di pintu
“Hay , Cubby peluk aku dong!”mintaku hi
Mendengar perkataan ku Fahrizal memelukku dan mengelus kepalaku.
“Hai teman dan musuhku, aku akan menemanimu menghajarmu!”ucapku dan Fahrizal melepas semua pelukannya sambil menatap ku
“Berani Banget ninggalin aku yang lagi koma kayak gini. Kamu itu dulu pernah janji kalau kamu tidak akan pernah meninggalkan aku sendirian dan sekarang aku bangun tidak ada siapa-siapa.”ucap ku
“Kamu masih ingat, maaf aku ada urusan tadi!”ucap Fahrizal
“Kepentingan main sama Zizi kan, ya Fahrizal kamu tuh gak usah deketin sama dia, kamu tuh cuman dimanafaatin aja sama dia!”ucapku
“Apa sih, udah gak usah dibahas!”ucap Fahrizal
“Kamu kok beda hari ini?”tanya Edo
“Dia aslinya tuh emang gitu Do Namun karna peristiwa itu!”ucao Fahrizal namun sudah di srobot sama aku
“Diam gak usah diceritakan.”mintaku
Suasana kembali tenang mereka sama sekali tidak berkata-kata hanya diam melihat diriku berbaring lemah.
Tiba-tiba Ridwan dan Edo menyanyi untuk menghilangkan kesunyian ini. Mereka pun menyanyi bersama sedangkan aku hanya diam melihat mereka.
Rasanya sangatlah menyenangkan bisa melihat orang-orang yang aku sayang bisa seakrab ini namun aku sedih juga soal mimpiku atau apalah yang menghadirkan sosok wanita itu lagi.
Aku ingin melihat wajah itu, sungguh aku lupa mukanya jika aku cerita sama ayah atau ibuku mereka tak mau cerita siapa wanita itu dan wajahnya seperti apa.
Beberapa kali aku mencoba untuk mencari foto atau mengingat kembali sosok itu yang aku dapat hanya tubuhnya tanpa terlihat’ wajahnya.
Namun rasanya hatiku aku kenal dan suaranya tidak asing . Bersama dia aku merasa nyaman sekali.
“Oh ya kyra ada sesuatu yang aku ingin bicarakan denganmu "kata Kevin
“soal apa kak Kevin ? "Tanya aku
“Selamat sekolah kita juara 1, pengorbananmu tak sia-sia. "Ucap Kevin
"Benarkah, jinjja, serius demi apa?” ucapku
“Bener lah, masa aku bohong! "Ucap Kevin
Aku memandangi satu persatu di antara mereka untuk memastikan kebenarannya.