
aku dan Edo menikmati suasana diperjalanan hingga tanpa kita sadari kami sudah begitu akrab padahal sebelumnya tidak seakrab itu, Tiba-tiba motornya Edo macet alhasil kami turun.
Edopun menyuruhku untuk cari angkot untuk pulang daripada bersama dia yang harus mendorong motornya, namun aku tidak mau meninggalkan Edo justru aku ingin menemani Edo yang mendorong motornya.
Setelah lama kami mencari bengkel akhirnya ketemu juga, kami pun langsung menuju bengkel dan motorpun ditinggal sementara untuk mencari makanan. Sampailah kami di tempat pedagang tukang bakso jalanan Edo pun memesan makanan.
“Hehe... Sorry ya kamu harus ikut dorong motor. “kata Edo
“Tenang aja Do, biasa ini mah lumayan buat olahraga. “ ucapku
“Haha.. Dasar penggila olahraga. “ujar Edo sambil tertawa
“Biarin lah, daripada suka membuly orang. “kataku
“Haha ngejek aku ceritanya nih! “tanya Edo
“Baguslah kalau ngerasa. “jawabku sambil melirik Edo
“Bukannya aku mau membuly Ridwan, tapi gimana satu hari aja aku gak ganguin tuh anak gak enak rasanya. “ucap Edo
“Kasihan tau, kamu selalu saja membuly dia lagian aku heran kenapa sih kamu hanya membuly Ridwan kalau sama anak-anak yang lain gak pernah? “ tanyaku
“Mmm itu rahasia, hehe. “jawab Edo sambil tertawa dan melihat Kyra
Pesanan sudah jadi kami pun makan bersama sambil bergurau bahkan sampai-sampai Edo mengerjaiku dengan menyerobot makananku begitu juga denganku aku pun juga membalasnya.
Setelah makan selesai dan kami membayarnya langsung saja kembali ke bengkel untuk mengambil motor, sampailah di bengkel motorpun sudah jadi Edo pun membayar dan langsung mengantarkanku untuk pulang ke rumahku
Sampailah di rumahku , Edo pun langsung berpamitan untuk pulang begitu juga denganku langsung masuk dan istirahat.
Dirumah Ridwan, seperti biasa dia bermain gitar sambil menyayikan lagu one ok rock
I’m telling you
I softly whisper
Tonight, tonight
You are my angel
Aishiteru yo
Futari wa hitotsu ni
Tonight, tonight
I just to say
Wherever you are, I’ll always make you smile
Wherever you are, I’m always by your side
Whatever you say, kimi wo omou kimochi. ..
Saat sedang menyanyikan lagunya dia teringat dengan perkataannya tadi yang membuat Kyra tadi menangis karna mendengar ucapannya, dia merasa kesal namun juga merasa bersalah karna sudah mengatakan itu.
Diapun bolak-balik di dalam kamar karna pusing memikirkan apakah dia akan meminta maaf atau tidak, tapi kalau minta maaf dia merasa malas harus ketemu Kyra cewek yang pernah bikin kakaknya nangis sampai berbulan-bulan.
Ridwan adalah adik tiri Kevin namun disekolah mereka sepakat tidak boleh ada yang tahu kalau mereka itu saudara kecuali Edo karna dia sahabat Kevin. Sebenarnya Kevin tidak ingin bersandiwara pura-pura tidak kenal dengan Ridwan namun adiknya sendiri yang memintanya untuk merahasiakan yang sebenarnya karena dia tidak mau dibandingkan dengan kakaknya, mendengar itu Kevin dan Edo menyetujuinya.
Karena mereka setuju untuk menutupi identitasnya Ridwan pun mau masuk sekolah yang sama dengan mereka. Namun keinginannya tak semulus apa yang diduga dia harus sekelas dengan Edo pasti dia akan diawasi dan dingangu bahkan kadang dibully karna kalau tidak ada Kevin dia berubah seratus lebih liar, makanya Ridwan tidak terlalu suka dengan Edo.
Ditambah lagi ketemu wanita yang bernama Kyra wanita yang dia benci karena dia tahu kalau Kyra itu adalah mantannya kakaknya, awalnya dia tidak tahu tapi waktu pembagian kelas dia tidak sengaja melihat Kakaknya bersama Kyra dan mendengar bahwa mereka dulu pernah pacaran setahu Ridwan mantannya kakaknya itu hanya Kyra Gunawan dan ternyata cewek itu Kyra teman sekelasnya.
Hal itu membuat dia semakin menderita karena sekelas dengan si penganggu alias Edo dan Mantannya kakaknya alias Kyra orang yang sangat dihindari dan dibenci.
“wow bengong aja lo..” sahut Kevin yang melihat adiknya lagi bengong karna kamarnya tidak dikunci lalu dai menghampirinya
“ngapain kamu, pergi! “ perintah Ridwan sambil nunjuk Kevin
“ah jahat, jangan gitu dong adikku Sayang. “ jawab Kevin sambil memeluk adiknya itu
“Aaa..., lepas kak risih tau” ucap Ridwan sambil mencoba melepaskan pelukan kakaknya namun tak bisa
“Hei kamu pasti kepikiran Kyra ya? “tanya Kevin dengan nada menggoda sambil melepaskan pelukannya
“Apa sih, enggak lah ngapain juga. “ Ridwan membantahnya
“gak usah bohong, aku tahu apa yang terjadi disekolah tadi siang. “ ucap Kevin
“ini pasti Kyra yang ngomong sama kakak sumpah ya cari muka banget. “ ucap Ridwan dengan nada kesal
“Hhhh... Negatif thinking kamu, aku tahu karna pas kejadian itu aku ada disitu, tapi aku gak mau muncul karna melihat kalian bertengkar. “ ucap Kevin
“lah aku kan ada di gudang, pas mau keluar liat kamu rencana mau nyapa kamu eh kok ada Kyra hhh jadi gak keluar aku kembali lagi ke gudang. “ ucap Kevin
“Ngapain ke gudang? “ tanya Ridwan sambil mandang kakaknya itu
“Tidur, kenyang habis makan masakan ibunya Edo. “ jawab Kevin
“Asem... tidur. “ujar Ridwan
“Haha biarin, aku juga manusia butuh istirahat. “ucap Kevin
“oklah kak, kak menurutmu gimana? tanya Ridwan
“minta maaf lah, eh perlu kamu tahu kamu itu salah menebak Kyra, kalau mau paham tentang dia kamu harus berani mendekatinya. “ ujar Kevin sambil menepuk pundak Ridwan
“idih ogah, udah keliatan orangnya muna. “ucap Ridwan dengan nada kasar
“Ingat omonganku, jangan sampai kamu menyesal telah menilai orang sebarangan. “ujar Kevin langsung pergi meninggalkan Ridwan
Melihat kakaknya pergi membuat dia semakin frustasi harus bagaiamana lagi untuk mengatasi ini minta maaf gak mungkin soalnya dia gak mau ber urusan dengan Kyra.
Tapi kata-katanya tadi siang itu juga salah, dia pun pusing karna selama ini hidupnya tenang-tenang saja karna dari dulu dia tidak pernah bergaul dengan siapapun.
Baru Kyralah yang berani mendekatinya, inilah alasan kenapa Ridwan meminta kakaknya dan Edo untuk merahasiakan identitasnya semua itu karna dia tidak mau jadi perhatian semua murid, karna dia percaya kalau dia bergaul dengan teman-temannya hanya akan menjadi masalah bagi kehidupannya makanya dari dia SD sampai SMP dia tidak pernah bergaul dengan teman-temannya
Seumur hidupnya hanya Kyra lah yang selalu mendekatinya padahal dia telah bersikap acuh dan tak peduli dengannya namun Kyra tetap saja mencoba mendekatinya.
“Aaaa..... , pusing kenapa sih dia harus mendekatiku, aku hanya ingin hidupku tenang semenjak dia mendekatiku hidupku penuh kekacauan. “ kata Ridwan sambil memegang rambutnya.
Kevin yang mendegar teriakan adiknya itu hanya tersenyum sebab kamar mereka bersebelahan, Kevin sangat senang mendengarnya karena dia tidak pernah melihat adiknya itu se setres itu karna memikirkan sesuatu.
Tuk... Tuk.... Tuk...
Terdengar ketukan dari kamar mereka berdua merekapun membuka kamar masing-masing di dapatilah ibunya mereka berdua.
“Sayang ayo turun, makanan sudah matang. “ perintah Mamah Fitri
“iya mah, ini mamah masak sendiri atau mamah pesen? “tanya mereka berdua bersamaan
“Hee... Kompak sekali kalau ngeledek mamah, kali ini mamah yang masak. “ jawab Mamah Fitri
“hehe... Ok mah. “ucap mereka berdua dengan senyuman manjanya
Mereka pun turun ke bawah untuk sarapan, sesampainya disana mereka bertiga sarapan sambil bersindau gurau.
“mah, Ridwan nih mah dia lagi pusing lo mah. “ ujar Kevin dengan menggoda adiknya
“Kenapa dengan adikmu? “ tanya mamahnya dengan muka penasaran
“dia lagi pusing mikirin cewek. “ jawab Kevin sambil tersenyum
“ih..., apaan sih kak, enggak kok mah dia ngarang nih yang ada tuh dia. “ucap Ridwan sambil nunjuk ke kakaknya
“loh kok aku? “ tanya Kevin
“iya kakak itu lagi deket sama mantannya mah, dia kalau sekolah kaya orang gila senyum-senyum gak jelas, nih ya mah sampai-sampai tadi dia itu tidak mendegarkan penjelasannya bu siska. “jawab Ridwan
“Benarkah itu Vin? “tanya mamah Fitri
“eh... Hhee iya mah. “ jawab Kevin dengan nada malu
“kak, kamu tuh harus hati-hati bersikap lo sebab kau anak maskot sekolah pasti hal sepele kayak gini bisa jadi bahan pembicaraan. “ Ridwan menasehatinya
“tapi tunggu kenapa kamu tau kalau aku mikirin Kyra, padahal semua hanya membicarakan aku tidak mendegarkan bu siska saja, mereka tidak tau tentang aku mikirin Kyra? tanya Kevin
“Aku taulah, meskipun semua murid tidak tau kalau kamu lagi deket sama dia tapi aku tau dan kakak harus inget aku ini adikmu pasti udah tau pemikiran kakak. “ jawab Ridwan sambil mengedipkan matanya
“Eee.... “ kata kevin terkejut dengan ucapan adiknya
“Udah-udah gak usah ribut, ayo makan dulu pembicaraan nanti saja kalau ini sudah selesai dan kamu Vin lain kali jangan sampai gitu ya kau harus fokus mendengarkan guru yang sedang menerangkan bukan malah bengong! “ perintah mamah Fitri
“iya mah, maaf”ucap kevin dengan nada bersalah
“Hhhh... Makasih ya kak, karna kamu sudah kembalikan moodku. “ujar Ridwan sambil menepuk pundak kakaknya
“Ee... Maksudnya? “tanya Kevin
“Maksudnya tadi moodku hancur tapi karna kakak kalah berdebat denganku membuatku bahagia, Hhhhh... “jawab Ridwan sambil tertawa
Mereka pun menyelesaikan makan dan segera tidur, sedangakan mamah mereka menunggu suaminya pulang dari kantor.