
Kevin dan Renjun sekarang berada di cafe mereka berdua ingin menghabiskan waktu untuk menenangkan pikiran mereka, disana mereka sudah memesan makanan dan minuman tinggal menunggu Edo datang.
Pesanan mereka datang mereka pun makan dulu sambil nunggu Edo datang.
“Ren, apakah kamu sudah menyatakan perasaanmu pada Kyra? “Tanya Kevin
Buh...
Renjun terkejut sampai dia menyemburkan makanan nya dan menghadap Kevin
“Kenapa kamu menanyakan itu? “ Tanya balik Renjun
“Aku tahu kamu suka dengan Kyra, ya aku penasaran aja. “jawab Kevin sambil mengelap meja yang disemburkan Renjun tadi
“gimana ya untuk mengatakannya, selama ini aku selalu melakukan apa yang ku inginkan tapi sepertinya bukan untuk Kyra. Mungkin aku sudah menjadi penganggu untuknya ketika aku berfikir begitu, aku tak tahu apa yang harus ku lakukan. Lalu aku berfikir apa sebaiknya bertanya padanya atau tidak! “ ucap Renjun
“Woy terlalu panjang dan bertele-tele langsung saja jawab! “ucap Kevin
“Eh... Mmm sudah. “ungkap Renjun
“Terus bagaimana jawabnya? “ucap Kevin makin penasaran
“Aku ditolak. “ucap Renjun dengan lesu
Tiba-tiba Edo datang dan menghampiri mereka dengan penuh pesona bak pria tampan yang sedang ingin berkumpul gengnya.
“Hey kalian, aku ada kabar baru lo! “ucap Edo
“kabar apa? “tanya mereka berdua
“ pacar kalian berdua sedang selingkuh dengan cowok cupu namanya Ridwan, mmm mungkin sekarang mereka berdua sedang bermesraan. “ucap Edo
“maksudmu siapa? “tanya Kevin
“Ah jangan pura-pura tak tahu pacar kalian kan Kyra, mm kalian kan suka kyra aku tahu dari dulu kalian itu saling berebutan ya pada akhirnya kevin yang menang eh salah kalian sama-sama kalah kan Kevin sudah putus dengan Kyra. Haha! “ucap Edo
Plak....
Renjun memukul kepala Edo dan dibalas lah oleh Edo memukul kepala Renjun akhirnya terjadilah saling memukul.
“Hei hentikan, malu tahu ini di tempat umum kayak anak kecil aja! “Minta kevin
“Renjun yang mulai! “rengeng Edo
“suruh siapa jadi orang nyebelin bisa gak sih kamu gak tahu tentang kami, kamu tuh seperti paranormal yang tahu apa yang kita rasakan dan pikirkan. “ucap Renjun
“Udah kita makan aja tuh Do di makan aku dah pesankan makanan buatmu! “kata Kevin
Mereka menikmati makanan sambil mengobrol tentang hobi mereka yang bermain basket.
Di rumahku
Kami bertiga belajar dengan serius tapi aku berasa seperti guru mereka soalnya bertanya terus kepadaku.
Tapi aku senang bisa membantu mereka tapi aku heran dengan Ridwan dia seperti mengerjaiku karna aku tahu dia itu sebenarnya tahu soal pertanyaan yang dia tanyakan padaku.
Hari semakin sore kami bertiga memutuskan untuk menghentikan belajar ini dan pulang ke rumah masing-masing .
Karna semua temanku sudah pulang saatnya aku masak untuk makan malam nanti bersama ibuku namun sebelum masak aku mandi dulu.
Hari sudah malam ibuku pulang kami bertiga pun langsung makan bersama dan istirahat di kamar kami masing-masing.
“apa kamu suka membuat pakaian? Tanya Sesosok wanita tua
“iya, aku suka! “jawabku
Aku di ajari cara membuat pakaian yang awalnya hanya kain sekarang menjadi sebuah pakaian yang cantik.
“hebat sekali Kyra, kamu langsung bisa membuat pakaian! “ucap wanita tua
“Ini untukmu, sebagai gantinya aku harus di ajari lagi hal lain. “ mintaku
Wanita itu menerima pakaian pemberianku dan pergi meninggalkanku sendirian di ruangan itu.
Itu Terasa menyenangkan aku ingin berbicara dengannya lagi, Masih Ada banyak hal yang ingin ku tanyakan. Aku tidak mau dia pergi tapi aku tidak bisa bilang apa-apa.
Lain kali, jika kita bertemu lagi aku ingin mengatakan padanya untuk tetap tinggal di sisihku. Mungkinkah dia akan menganggapku sebagai orang yang menyusahkan.
Tiba-tiba Ada langkah yang menghampiriku langkah seseorang yang ku rindukan benar dugaanku kalau itu sosok wanita tua aku bahagia sekali.
“apa yang kamu lakukan?”tanyaku
“aku hanya ingin menemuimu untuk terakhir kalinya dan aku akan pergi jauh lagi. “jawabnya
“Aku di sini masih merasa kesepian tanpa hadirmu! “ungkapku
“Sebenarnya aku tak mau pergi tapi setiap kali aku berada di sini setiap kebaikanku menjadi santapan mereka untuk memanfaatkan hidupku. “ucap wanita tua
“Tunggu! aku ikut, aku merasa kesepian aku.. aku... Ingin bersamamu! “ucapku
“Jangan kamu harus tetap bertahan dan melangkah! “perintah wanita tua
“Jika itu maumu aku akan melakukannya, aku tidak apa-apa aku bisa menghadapinya! “ucapku
“aku juga tidak apa-apa , jangan khawatirkan aku, aku di sini bisa jaga diri. “ucap wanita tua
“jika kamu bilang tidak apa-apa, mungkin itu akan menjadi kenyataan! “ucapku
“tapi percuma... Percuma saja aku tetap merasa kesepian! “ucap wanita tua
“aku bilang aku itu naif, tapi sebenarnya aku orang bodoh yang tidak tahu apa-apa tentang kenyataan, mungkin itu benar tidak bagus bukan! “ungkapku sambil menagis
Kami berdua pun manangis dan berpelukan untuk melepaskan penat yang selama ini kita berdua pendam.
Krengket...
Terdengar suara pintu yang sedang di tutup aku pun terbangun dari mimpiku, aku merasa dadaku sesak dan kebingungan sekali.
Kenapa orang itu hadir lagi di mimpiku sekian lama aku sudah tak mimpikan sosok itu lagi, aku pun menggambil kalung yang diberikannya ketika dia masih hidup.
Ku tatap kalung itu, tanpa ku sadari air mataku terjatuh begitu saja dan dadaku merasa sakit. Aku sangat merindukannya seandainya peristiwa itu tak terjadi aku tak mungkin berpisah dengan sosok itu. Aku merindukannya melihat wajahnya meskipun aku sekarang sudah lupa wajahnya seperti apa karna aku tak mau mengingatnya lagi terlalu menyakitkan bagiku.
Ketika aku mulai tenang kalung itu mengeluarkan cahaya yang mengarahkan ke dinding kamarku alu pun mengamati pantulan cahay tersebut di dinding tiba-tiba cahaya tersebut membentuk sebuah tubuh yang ku kenal yaitu wanita yang di dalam mimpiku.
Aku pun menangis sejadi-jadinya hingga ibuku datang dan menenangkanku namun aku tak mau cerita sosok wanita tua itu datang lagi di mimpiku soalnya aku tak mau membuat ibuku sedih lagi.
Karna masih malam aku tidur lagi namun kali ini ibuku menemaniku aku pun tidur dipelukan hangatnya ini.
Sinar matahari sudah menyapaku aku pun bangun namun aku sudaj tidak melihat Ibuku, aku pun mandi dan segera makan.
Dimeja makan ibuku sudah menyambutku dengan senyuman dan makanan yang lezat membuatku tak sabar untuk menyantapnya.
Setelah selesai makan aku pun Berangkat sekolah namun membuatku kaget Ridwan Ada di depan rumahku.
“Kamu kenapa ke sini? “tanyaku
“Jemput kamu lah. “jawab Ridwan
Kami pun berangkat bersama ke sekolah, aku merasa masih cemas karna tadi malam namun ketika aku bersama Ridwan aku merasa Nyaman perasaan ini sama ketika aku bersama dengan sahabat kecilku yang entah bagaimana kabarnya.