Tell Me The Truth

Tell Me The Truth
Ch 36. Ketakutan



Karna jam jenguk habis mereka pun pamit kecuali Fahrizal yang masih menungguku.


Sampai di tengah perjalanan menuju pintu keluar rumah sakit dia merasa ada yang ketinggalan dia pun kembali lagi keruangan kyra.


Setengah dari perjalanan, Ridwan melihat Ibunya Kyra sedang berbicara dengan seorang laki-laki.dia pun berhenti dan bersembunyi di tembok mendengarkan perkataan mereka


“yah setelah melihat kamu sebagai ibu membuat ku jatuh cinta lagi.”ucap laki-laki itu


“Ah dasar menyebalkan bahkan datang kemari dengan setelan Radit.”ucap Ibu Kyra


“Bingo! Tak kusangka kamu menyadarinya!”ucap laki-laki itu


“pasti berkat kekuatan cintamu yang keras kepala!”lanjut ucap laki-laki itu


“Dih, nyebelin banget!”ucap Ibu Kyra


“Jangan kesal-kesal begitu dong! Lagi pula kamu kan sudah menikah dengan Radit. Berarti kita ini saudara.”ucap laki-laki itu


“demi memberitahu itu, kamu datang ke sini, ya?”ucap ibunya Kyra


“Syukurlah aku tak sampai menyentuhmu.”ucap seorang laki-laki itu


“terserahlah.”ucap ibunya Kyra


“Oh ya, ada ingin ku bicarakan tentang Kyra, perlakukanlah dia dengan lebih lembut, meski dia orang yang optimis tapi dia tak bisa menanggung semuanya sendirian.”ucap laki-laki itu


“Entah seberapa banyak yang kamu tahu tapi aku sudah diberitahu suamiku. Meski begitu kupikir aku sudah memperlakukannya dengan baik!”ucap ibunya Kyra


“Maksudku, kepribadiannya.”ucap laki-laki itu


“Itu mustahil, dengan kepribadianku yang seperti ini jangan mengharapkan yang lebih dong. Sejak awal ini bukanlah pekerjaanku.”ucap Ibunya Kyra


“Meski bilang begitu.. palingan kamu akan memperlakukan orang yang kamu cintai dengan baik'kan?”tanya Laki-laki itu


“Kyra, jangan sampai tahu orang apa kamu ini!”lanjut laki-laki itu


“Entah kenapa mendengarkanmu seakan aku malah yang jadi penjahatnya.” Ibunya Kyra merajuk


Ridwan mendengar perkataan mereka bingung apa maksud perkataan mereka. Dia mencerna pembicaraan mereka namun dia juga tidak paham akan semuanya.


Namun dia berpikir apakah kyra itu bukan anak kandung dari ayah dan ibunya tapi pria itu siapa kenapa bicara seperti itu apakah dia adalah ayahnya namun dia bilang menjadi saudara.


Karena semakin membuatnya pusing dia pun langsung menuju ruang kyra karena ibunya kyra sudah masuk dan laki-laki itu pergi meninggalkan tempat itu.


Dia masuk ke ruang Kyra.


“kenapa kamu balik lagi ke sini Rid? " Tanyaku


“Aku ngambil hpku ketinggalan, eh tante, ya sudah saya pamit pulang ya Tante kira dan Fahrizal!” Ucap Ridwan dan pergi dari tempat itu


Dia pun menuju ke parkiran untuk mengambil motor dan pulang. Di depan parkiran Ridwan sudah ditunggu oleh teman-temannya dan langsung lah mereka pulang ke rumah masing-masing.


Sampailah di rumah Ridwan Kevin langsung meminta adiknya untuk memasak sedangkan Kevin membereskan isi rumah karena ayahnya sudah pulang dari pekerjaan luar kota.


“Spada anak-anak Ayah pulang! “ ucap ayah mereka


"Iya Ayah ini baru aku masak Ayah mandi aja dulu istirahat ntar kalau udah selesai aku panggil untuk makan malam!”suruh Ridwan


Setelah memasak selesai Ridwan memanggil Kevin dan ayahnya untuk ke ruang makanan akar makan malam.


Mereka semua menikmati makanan yang disiapkan Ridwan tiba-tiba Kevin menanyakan sesuatu kepada ayahnya.


“Ayah tadi berangkat dari Bandung jam berapa? " Tanya Kevin


"Ayah tadi berangkat dari Bandung itu sekitar jam sepuluh tapi yang langsung pulang Ayah langsung kembali ke kantor untuk mengurusi pekerjaan di kantor.”kata Ayah mereka


"Ibu belum pulang?" Kata ayah mereka


"Katanya Ibu, ibu akan pulang 3 bulan lagi karena masih mengurusi hal penting di Amerika! “Ucap kevin


Setelah selesai makan malam mereka memutuskan untuk istirahat di kamar masing-masing.


Setahunya kereta tidak punya paman yang seperti itu suaranya juga dia tidak mengenalinya padahal waktu di rumah keluarganya kira dia bertemu dengan semua anggota keluarganya dan tidak ada suara seperti itu dan berpenampilan seperti itu.


Apakah mungkin bahwa orang itu adalah ayah kandung kyra, Hal itu membuat dia tambah pusing untuk tidur lebih cepat.


Di kamar Kevin...


Kevin merasa senang dan tenang karena kira sudah senyuman dan kembali normal seperti biasanya dia berharap hal itu tidak terjadi pada kaki karena dia sudah berjanji akan melindungi kira sampai kapanpun.


Dia sedih karena kyra hanya terdiam dan terbaring di kamar rumah sakit mengingatkan dia kepada sosok wanita yang sangat dihormati dan dicintai, dia sangat ketakutan jika harus kehilangan wanita yang dia sayangi lagi.


Dia pun berusaha untuk keluar dan menuju ke kamar ayahnya sampailah dia di kamar ayahnya.


tok tok tok tok tok.....


"Ayah, boleh aku masuk? “Ucap Kevin


“Boleh, masuklah.”kata ayahnya


“a Ayah nggak papa?”tanya Kevin


“nggak papa ayah hanya merasa sedih aja dengan jadian ini! “kata ayahnya


“aku juga , biarkanlah pasti kita bisa melewatinya kita kan pernah mengalaminya jadi kita harus lebih tenang!” ucap Kevin


“Ya sudah kamu istirahat aja besok kan sekolah!”perintah Ayahnya


Pagi hari..


Kevin dan Ridwan sudah berangkat sekolah namun hati mereka merasa kesepian karna tidak ada Kyra di sekolah.


Terutama Ridwan karna dia harus melihat tingkah Zizi yang kecentilan dan sok berkuasa.


“Woy kamu kenapa Rid?”tanya Fahrizal


“Hey kamu Zal, lagi mikirin Kyra!”jawab Ridwan


“Kyra gak papa kok, entar siang dia boleh pulang kok, oh ya besok mau ikut aku gak?” Ucap Fahrizal


“Kemana?”tanya balik Ridwan


“Ke panti jompo nemuin kakek, biasanya kan aku ngajak Kyra tapi karena dia sakit jadi aku ngajak kamu itupun kalau kamu mau.”kata Fahrizal


“Boleh, tapi kamu tahu kenapa Kyra bisa kayak gitu?”tanya Ridwan


“Mm..kata Kyra, dia gak sengaja kesempret mobil saat mau menuju kamar temat lomba namun yang pakai mobil itu kabur.”jawab Fahrizal


“Tega banget sih bukannya ditolongin malah di tinggal.”ucap Ridwan


“Ya manusia berhati hewan, mm apa kebalik tapi tenang soal ini sudaj diselidiki oleh polisi kok!” ucap Fahrizal


“Ya syukur lah, nanti aku jemput atau kamu jemput aku?” kata Ridwan


“Aku bonceng kamu ya, aku penasaran kenapa Kyra suka bonceng kamu . Apakah senyaman itu.”ucap Fahrizal langsung meninggalkan Ridwan untuk duduk dibangkunya


Pelajaran pun dimulai, kali ini Zizi menang banyak dia bisa menjawab pertanyaan Bu guru, namun hatinya juga kurang nyaman karena dia merasa terancam.


Namun tidak ada Kyra membuat dia merasa tenang dan damai karna tidak ada saingan baginya.


Hari kemarin dan sekarang adalah hari kebahagiaan Zizi karena bebas tanpa hidup dibayangi Kyra.


Namun ada tatapan yang tajam mengarah ke padanya membuat dia merasa tidak nyaman dan ketakutan namun dia harus tenang jangan ada yang curiga kalau dia merasa ketakutan dan merasa tidak nyaman.


Jam istirahat pun berbunyi, mereka semua keluar ke kantin namun Ridwan memilih untuk ke atap sekolah.


Sampailah ke atap sekolah dia terkejut melihat kakaknya yang sedang duduk dan melihat langit biru dan awan yang membentuk berbagai bentuk.


Kevin pun menatap adiknya dan menunjukkan senyum simpul. Ridwan pun menghampirinya lalu Kevin dengan cepat menarik tangan Ridwan ke arahnya dan memeluknya.


Tetesan air keluar dari mata Kevin.Ridwan merasa bingung peristiwa ini mengingatkan waktu dulu ketika Kevin putus dengan Kyra.