
Sampailah di rumahku kini kami semua istirahat, ibuku meminta kepada Fahrizal, Edo dan Ridwan untuk menginap sebab sudah malam.
Akhirnya mereka aku antar dikamar adikku dan kamar tamu setelah aku mengantar mereka aku kembali ke kamarku untuk menemui Mita.
Ku buka pintu dan sudah mendapati Mita yang masih terbelengu dengan perasaan tadi. Tiba-tiba Mita memelukku dan mengucapkan terima kasih.
Karna sudah malam kami semua tidur dikamar masing-masing. Karna besok sudah masuk sekolah dan kebetulan besok itu ada acara pemilihan lomba festival kebersihan Anatar kelas.
Kami tidak sabar untuk menantinya setelah sekian lama kami membuat taman dan Mading dan lain-lain agar kelas kami menang dalam Festival lomba kebersihan.
Pagi harinya aku dan teman-teman langsung makan pagi dan berangkat sekolah dengan baju bebas karna nanti kita tidak ada pelajaran di kelas.
Kondisi Mita masih seperti kemarin seperti penuh rasa sok, aku belum berani untuk tanya macam-macam tapi aku gak nyangka kalau Zizi tega lakukan hal itu.
Tapi ku tak mau menanyakan hal itu kepada Zizi karna kalau sekarang aku tanyakan aku takutnya dia akan bertindak lebih jauh lagi.
Sampailah kami di sekolah kami pun langsung menuju kelas dan saat kita masuk terlihatlah Zizi yang terkejut melihat Mita yang masih hidup setelah dikubur hidup-hidup olehnya.
Edo dan Ridwan menghampiri Zizi sepertinya dia akan marah lantas aku dan Fahrizal menyeret lengan mereka berdua untuk menjauhi Zizi dan menenangkan mereka agar tidak gegabah.
Tiba-tiba datanglah Renjun dan menuju tempat duduk kami yg ada di pojong belakang.
“Syukurlah kalian tidak apa-apa!”kata Renjun
“Terima kasih kak Ren, kalau bukan karna kamu kita gak akan berhasil nemeuin Mita!”ungkap Ridwan
“Gak papa kok, slow aja!”ucap Renjun
“Gimana Mit, kamu gak papa kan?”tanya Renjun
“gak papa kok kak!”jelas Mita
“syukurlah.eee!”ucap Renjun
“Gak usah ngrayu kucingku Kyra, awas kamu genit sama kucingku!”ucap Edo sambil memelukku
Bel pun berbunyi kami segera duduk ke tempat kami duduk sebenarnya dan Renjun kembali ke kelas.
Kami semua berdoa dan segera membersihkan kelas dan menata meja dan almari supaya nanati keliatan bersih dan rapi.
Acara seperti ini membuat murid jadi rajin sekali hanya untuk mendapat nilai yg bagus dan terbaik di sekolahan.
Termasuk ku bukan orang rajin dalam bersih-bersih, kamar aja berantakan kayak kamar laki-laki.
Setelah semua selesai guru penilai pun dayang ke kelasku, kami semua disuruh keluar karna mereka akan mengecek kebersihan kelas.
Setelah kelas selesai mereka menilai tanaman kami dan bertanya konsep yang kita pakai begitu juga dengan madingnya.
Mita dan Zizi menjelaskan konsep yang kita pakai untuk Mading dan tanaman.
ItuSetelah selesai kami berkumpul di aula sekolah untuk melihat pertunjukan berbagai ekstrakulikuler di sekolah.
Kali ini aku hanya jadi penonton saja bukan yang diatas panggung. Tiba-tiba ada yang menyengolku sangat lembut seperti seseorang yang ku kenal.
Aku menengok ke arah kiriku dan ternyata itu benar si Kevin.
“Hai cantik apa kabar?”tanya Kevin sambil tersenyum
“Baik, kalau kamu!”tanyaku balik
“baik karna ada kamu disisihku!”jawab Kevin
“Eh ada Ridwan, nari bareng ayo!”ucap Kevin
“Ngapa sih Lo, aneh tahu gak!”ucap Ridwan
“biarin, oh ya Ra ku dengar kamu ketemu ayahmu ya?”ucap Kevin
“Ku tahu emeng berat untuk memafkannya tapi kamu tahukan kalau dia itu ayah kandungmu!”ucap Kevin
Merekapun menikmati suasana acara itu setelah acara selesai kami pu. Kembali ke kelas masing-masing namun aku bingung karena Mita terpisah dari kami.
Lantas aku cari dia sendiri dan ketika ku beranjak dari tempat itu ada seseorang menahan tanganku yang ternyata si Fahrizal.
Dia akhirnya menemaniku mencari Mita. Kami mencari dimana-mana namun tetap tidak ada satu tempat yang belum kami cari yaitu di atap sekolah, Sumpah aku paling malas ke situ akhirnya kami berdua masuk ke atap sekolah dan benar saja kami melihat Zizi dan Mita bertengkar dan suara mereka sangat keras.
Disana ku melihat dan mendengar kenyataan yang sangat membuatku terkejut, Fahrizal pun memengang diriku yang seperti tidak punya tenaga setelah aku mendengar percakapan mereka.
Kami pun Langsung kembali ke lantai bawah, Fahrizal mencoba menenangkan diriku yang penuh rasa terkejut.
Setelah aku tenang kami berdua langsung kembali ke kelas untuk mendengar rencana besok soal kegiatan di luar sekolah yang diserang sebut karyawisata di tempat sejarah dan pabrik.
Selang berapa detik guru menjelaskannya datanglah Mita dan Zizi mereka pun masuk dan duduk di bangku masing-masing. Guru pun melanjutkan penjelasannya setelah selsai guru pun keluar.
Karena tidak ada kegiatan kami sekelas bikin konser mini hanya untuk sekelas sbil menunggu pengumuman pemenang lomba kebersihan ini.
Kami pun bernyai dengan bimbingan dari Edo menyayikan lagu Piyu ft Anji “ku tak salah melepasmu” kami sangat menikmati suasana ini namun ku hanya menatap Mita yang sedang senang tapi dia juga sedang sedih.
Tiba-tiba ada pengumuman dari audio spiker yang menyatakan pemenang lomba adalah kelasnya Kevin. Sungguh sedih bagi kami sudah bersusah payah menyiapkan tapi gagal dalam lomba tahun ini.
Melihat teman-teman yang bermuruk aku pun mengajak mereka semua untuk makan bersama di restoran secara gratis.
Bel pun berbunyi keluar dari sekolah dan menuju restoran yang aku maksud.sampai disana kami semua pesen makanan dan minum.
Setelah selesai aku pun membayar makanan dan minuman kami dan langsung pulang ke rumah masing-masing. Namun hari ini aku akan menginap dirumahnya Mita karna kondisinya belum terlalu fit.
Sampailah aku di rumah Mita namun ternyata dia tinggal sendirian di kontakan yang kecil ini.
Sungguh kasihan aku sama Mita dia punya keluarga tapi seakan tidak punya keluarga.
Karna hari sudah mulai malam Mitapin ijin mau masak terlebih dahulu sedangkan aku membersihkan meja makan dan kamar karna sangat kotor dan berantakan.
Ketika aku mau menuju dapur aku kahety Mita seperti mau bunuh diri dengan pisau yang sudah siap mengiris pergelangan tangannya.
Akupun langsung menghampirinya dan merebut pisau dari tangannya. Kami bertengkar hingga ku peluk lah dia lalu ku buang pisau itu jauh dari kami.
“tempo hari, aku pergi ke kota itu dan menguji rumah sakit itu rasanya sudah lama sekali ya, Mita? “Ucapku yang membuat Mita kaget
“Maksudmu?”tanya Mita
“Aku anak kecil sering main bersamamu di rumah sakit itu!”tegasku
“Apa kamu itu putri keong mas?”tanya Mita penuh harapan
“aku bertanya pada orang-orang disekitar sana soal dirimu, untungnya aku bisa bertemu dengan itu. Aku bertanya dimana keberadaan mu dan tak kusangka ternyata itu kamu. Maaf baru sekarang aku berani mengatakannya!”ucapku
“Ku dengar orang tuamu bercerai ya? Lanjutku
“Iya Put, semua itu salahku.”ucap Mita
“Saat kamu berada di rumah sakit itu, aku merasa bahagia tidak kesepian lagi. Namun saat kau tersenyum di taman itu saat itu juga kamu tidak pernah muncul!”ucap Mita dengan air mata
“Maaf, mendengarmu tadi aku sedikit teringat dengan rumah sakit itu, kamu tiba-tiba hadir dihadapan kami my dan melakukan hal konyol untuk menghibur kami yang sedang sedih karena penyakit kami.”Kataku
“kamu tahu u kenapa kedua orang tuaku berpisah rumah itu semua karena egoisku yang tidak pernah mau menerima keputusan mereka untuk memperebutkan hak waris keluarga titik ibuku memahamiku sedangkan Ayah ku tak memahamiku, hal itu membuat mereka berbeda pendapat dan memilih untuk mengakhiri keluarga ini, aku merasa menyesal gara-gara egoku keluarga kami hancur ditambah sekarang adikku yang harus menanggung yang seharusnya aku tahu yaitu memperebutkan hak waris keluarga kami.” Ucap Mita
“Mit, kamu tahu keegoisan terkadang bisa menyelamatkan seseorang, ini hal yang biasa Ibu ku katakan, aku merasa sakit kalau melihat ada anak yang terlalu patuh dan tidak Memperdulikan diri mereka sendiri!” kataku
“aku yakin ada rasa kebimbangan yang dirasakan oleh kedua orang tuamu karena membuat menderita dan mereka pun pasti berpikir lebih mementingkan anak atau warisan!, Dan aku yakin jawabannya adalah mementingkan kebahagiaan anaknya yang kau lakukan bukanlah keegoisan melainkan keinginan kedua orang tuamu yang sebenarnya namun mereka tak bisa melakukannya karena mereka takut untuk keluar dari situ. Apalagi keluarga besarmu yang seperti itu!”lanjutku
“Kamu tahu tentang keluarga besarku?”tanya Mita
“Aku tahu minta siapa kamu sebenarnya yang keluarga bersama seperti apa, ingat kamu tidak salah kamu berhak untuk memilih!”jawabku