Tell Me The Truth

Tell Me The Truth
Ch 6. Manusia sangat susah dipahami



Di panti jompo....


Ridwan dan kakek Adam bermain catur sambil berbincang-bincang.


“Rid kakek boleh nanya? “ tanya kakek Adam


“boleh, mau tanya apa kek? “ jawab Ridwan


“Gimana udah dapet pasangan belum? “ tanya kakek Adam


“He.... Belum, gak ada satupun cewek yang membuat ku ingin memilikinya. “ jawab Ridwan


“masa tidak ada? “Ucap Kakek Adam


‘Iya kek gak ada, lagian cinta dan wanita itu ribet banget. “Ucap Ridwan


“Tidak ada yang ribet Rid jika kamu mau bersabar untuk memahami karakter seseorang dan memahami cinta. “Ucap Kakek Adam


“Menurutku ribet, terutama cewek, beh menyebalkan gak punya hati, egois, tukang php, sok manis, dan tukang pembohong kalau dia gak suka ya bilang gak suka jangan banyak alesan pengen fokus sekolah lah, pengen temenan ajalah, dan parahnya sampai bikin janji tunggu dia sampai dia sudah siap untuk jadi pacarnya. “ucap Ridwan


“Hhhhh....., tapi ingat masih ada cewek yang baik hati tidak seperti apa yang kau sebutkan tadi. “ kata Kakek Adam


“Iya sih kek, tapi itu seperti 1 banding 10.”ucap Ridwan


“hhh... Mendengarmu bicara seperti itu, mengingatkanku pada kisah cintaku dulu. “ucap Kakek Adam


“Kisah cinta kakek emang kayak apa? “ tanya Adam dengan perasaan penasaran


“dulu kakek menyukai salah satu wanita yang sangat baik hati kalau soal muka ya pas-passan tapi dia selalu ada untuk kakek namanya Ema, awal kisah kita sangat indah sekali tapi tiba-tiba kakek tergoda dengan gadis lain karna kecantikannya namanya Fatimah akhirnya kakek selingkuh dengan fatimah.”ucap kakek Adam


“tunggu jadi kakek punya pacar dua? “ ucap Ridwan


“yap kamu tahu, demi bisa berdua'an dengan Fatimah kakek sampai-sampai membohongi Ema, aku merasa bersalah sekali dengan Ema. “ucap kakek Adam


“Ya kakek salah sih selingkuhi pacar kakek. “ucap Ridwan


“hhh namanya juga tergoda dengan wanita yang lebih wow, tapi aku ingin berhenti tapi tak bisa aku terlanjur mencintai fatimah. Pada suatu hari Si Ema melihatku bermesraan dengan fatimah lantas dia menghampiri kami dan kau taulah apa yang terjadi. Akhirnya aku putus dengan orang Ema namun aku heran dengannya dia tidak marah sama aku dia masih suka menyapaku, aku merasa bersalah, lambat taun pacarku si fatimah menunjukkan sifat aslinya yang egois, matre dan gak menghargai ku sama sekali aku jadi kangen sama Ema yang selalu memahamiku. “ucap Kakek Adam


“gak nyangka ternyata kakek badboy. “ucap Ridwan


“Hhh.. , intinya Rid gak semua wanita itu mempunyai sifat buruk seperti apa yang kau katakan tinggal gimana sifatnya dan inget hh pria juga ada loh yang badboy seperti kakek dulu, jangan terlalu berfikir negatif dulu tapi pahami dulu orang nya kayak apa baru kamu memutuskan orangnya itu baik atau jahat. “ujar kakek Adam


“iya kek. “ucap Ridwan


Permainan pun selesai yang menang tetap kakek Adam, Ridwan pun pamit ke semua orang. Sesampainya dirumah dia langsung istirahat tidur dikamar kakaknya yang sedang tidur juga.


Di rumah Kyra


Hari ini seharian aku main sama adikku Alex biasa main musik di studio kami sendiri. Lagu demi lagu kami mainkan bersama tiba-tiba ayah kami ikut gabung dengan bermain drummer jadilah satuan band rock.


Aku sebenarnya suka lagu pop tapi kalau sudah sama mereka aku berubah menyukai lagu rock.


Ibuku dia lebih suka lagu campursari padahal ibunya itu blasteran Amerika Indonesia yang hidupnya lebih lama di Amerika ketimbang di Indonesia tapi dia suka sekali campursari daripada musik barat atau yang lain.


Hari mulai malam keluargaku makan malam dan istirahat, namun aku tidak bisa tidur dengan nyaman karna adikku Alex menganguku.


“Hai kakak.. “ sapa Alex


“Hai dek.. “ jawabku


“kak besok kakak menemaniku main basket ya. “ minta Alex


“iya, udah sana tidur. “jawabku


“Entar lah aku masih kangen sama kakak. “ucap Alex


“kak menurut mu enak sekolah di sini atau di Amerika? “tanya Alex


“Enak sekolah di sini, aku kan sekolah di Amerika itu bentar banget Cuma sampai kelas 3 SD langsung pulang ke sini, ikut mamah. “jawabku sambil memeluk Alex


“sebenarnya aku pengen sekolah di sini. Tapi siapa dong yang akan jaga grandma dan grandpa. “ucap Alex


“Ya sabar ya dek kita akan tukeran kok. Sekarang kan kamu liburan di sini lebih baik kau menikmati liburanmu. “ kataku


Akhirnya mereka berdua pun tidur di kamar masing-masing.


Pagi hari sudah menyambutku dengan hangat aku pun segera berangkat sekolah kali ini aku berangkat sama Edo, sampailah disekolah kami pun langsung masuk ke ruang Osis untuk membahas lomba.


Kami memulai membahas perlombaan disana sudah ada Kevin, Zizi, Kak Rachel, Pak Zainal, Bu Siska, dan ketua semua klub yang akan ikut lomba antar sekolah.


Setelah pembahasan sudah selesai kami semua kembali ke kelas masing-masing.


Sampailah aku di kelas kali ini aku melihat Mita aneh dia tidak seperti biasanya, tapi aku bingung apakah aku nanya atau enggak soalnya dia selalu menghindari ku.


Sebenarnya aku pengen sekali berteman dengan Mita tapi dia selalu menghindar dariku bukan cuman dariku dari teman-teman lain juga, dia itu sama banget sama Ridwan gak mau bergaul tapi meding Mita sih dia tetap mau mejawab pertanyaan kami jika Ridwan dia pelit banget ngomong satu atau dua sepatah kata kalau dia gak mau jawab dia langsung.


Yang paling aku sebel dia kalau sama aku keliatan musuhan bisa akur kalau kita cuman presentasi, apa salahku coba.


“Ra... “ Tiba-tiba ada seseorang yang memanggilku saat aku terbangun dari lamunanku ternyata Mita aku seperti mimpi dia menyapaku.


“Mita..., ada apa ta? tanyaku


“Bisa ngomong sebentar gak. “ kata Mita


“bisa kok. “ucapku sambil tersenyum


“tapi jangan di sini entar istirahat kita ke atas atap sekolah ya. “ lanjut Mita


“oh.. Iya. “ jawabku sebenarnya aku gak mau ke atap itu soalnya aku trauma sama kejadian waktu sama Ridwan


Jam istirahat pun berbunyi akupun ke toilet terlebih dahulu kerena aku merasa khawatir apa yang akan diomongin Mita kepadanya, aku tadi juga melihat Mita sudah ke atap sekolah dengan muka serius.


Jantung ini berdetak cepat sekali, akupun menenangkan diri dan langsung ke atap dan berharap aku tidak mendapat makian sama seperti Ridwan waktu yang lalu.


Sampailah aku di pintu menuju atap sekolah, aku pun menghela nafas dan membuka pintu itu, aku pun melihat Mita sedang menungguku.


“Hai Mita.. “ sapaku sambil mrngajmpirinya


“Hai Ra.." sapa Mita sambil tersenyum


“Di sini enak ya pemandangannya.”ucapku padahal aku sangat takut karna aku gak mau mengalami hal yang sama yang dilakukan Ridwan


“iya, makanya aku senang ada disini. “ucap Mita tersenyum


Melihat Mita tersenyum, ternyata anak ini memiliki senyum yang manis juga ketika dia memberikan senyuman yang tulus. Aku pum ikut tersisa sambil memandangi langit yang begitu cerah dan angin yang kencang.


Tiba-tiba Mita memberikanku bekal yang dia bawa dan disembunyikan di dalam gudang kami pun makan bersama sambil banyak cerita.


“oh ya Ra, aku ingin bilang sama kamu. “ucap Mita


“Mmm.., mau bilang apa? “ tanyaku sambil makan


“mulai hari ini kau harus hati-hati. “ kata Mita dengan serius membuat Kyra berhenti makan


“Maksudmu...? “tanyaku lagi dengan rasa penasaran


“maksudku...... Mmm. “ucap Mita