Tell Me The Truth

Tell Me The Truth
Ch 26. Hari kesialan



Hari sudah pagi aku terbangun dari tidurku dikelas karna tadi aku berangkat pagi sekali untuk piket.


Aku membuka mata satu per satu aku melihat siswa Dan menemukan sahabatku ada didepanku Ridwan, Mita, Edo mereka sedang menghadapku yang tertidur di kelas.


“Kucingku yang manis sudah bangun? “ Tanya Edo tersenyum


“Hey, sejak kapan Rara jadi kucingmu? “Sahut Ridwan


“Semenjak dia tidur dikelas. “Jawab Edo


“Hay kalian malah ribut, Ra gimana udah enakan? “ Tanya Mita


“Mendingan sih, tunggu kenapa kamu tahu kalau aku lagi gak enak badan. “kataku


“Tahu karna kamu mengeluarkan keringat yang sangat banyak. “ucap Mita


Aku pun menyentuh wajahku Dan ternyata benar saja Aku mengeluarkan keringat yang sangat banyak sampai -sampai bajuku basah.


Melihat bajuku yang basah Ridwan memakaikan jaketnya kepadaku Dan tersenyum.


Tiba-tiba Fahrizal Dan Zizi masuk Aku hanya menunduk karna Aku tidak mau memiliki rasa dendam.


Fahrizal melewatiku dengan lirikan yang menyatakan tidak senang adanya hawa keberadaanku di sekitarnya Zizi pun seperti itu.


Aku pun berpamitan sama mereka bertiga untuk ke lokerku untuk ambil bukuku.


Sampailah Aku diloker Aku pun membuka loker ku, Aku terkejut karna dilokerku ada sebuah kotak besar Dan kotak kecil disitu dituliskan “untukmu ❤” sebenarnya ini dari siapa Aku pun membuka kotak kecil yang ternyata gelang dan permen lolipop lalu aku buka lagi kotak yang besar ternyata isinya baju seragam. “ aku pun mengambilnya kotak kecil dan menutup pintu lokerku tiba-tiba ada seseorang yang seperti sedang melihatku.


Aku pun menengoknya ternyata Renjun sedang melihatku Dan tersenyum ke padaku dan pergi meninggalkanku.


Aku berfikir apakah selama ini yang memberiku seragam adalah Renjun, Aku pun membuka lokerku lagi untuk mengambil kotak besar dan menguncinya lagi.


Aku segera ke toilet untuk berganti seragam dan masuk ke kelas, sampailah di kelas aku kembalikan lagi ke Ridwan “makasih “ucapku.


Kami memulai pembelajarannya hingga waktu istirahat tiba, aku, Mita, Edo, Ridwan pergi ke kantin bersama. Aku dan Ridwan pun memesankan makanan buat kami sedangkan mereka berdua mencari tempat duduk.


Pesanan kami pun jadi aku dan Ridwan membawa makanannya dan minumannya di tempat mereka berdua dudukki.


Kami pun melahap makanan kami dengan perasaan bahagia karna bisa menikmati makanan yang begitu enaknya.


Aku melirik Ridwan kenapa makin hari dia makin manis dan pesonanya semakin memikatku.


Setelah makan kami pergi ke taman untuk menikmati hari yang cerah ini dan untuk menebus kebersamaan kami karna aku akan disibukkan dengan lomba dance.


Di kantin...


Zizi memesan makanan namun kata penjaga kantinnya semua makanan sudah habis, dia pun kembali ke kelas diperjalanan dia melihat Fahrizal dia pun menghampirinya.


“kenapa Zal? “tanya Zizi


“Hm.., aku kehabisan makanan semua kantin habis alamat aku tidak makan siang. “ jawab Fahrizal sambil duduk di teras kelas sebelah


“Kok sama sih, aku juga kehabisan makanan. “ucap Zizi


“Mungkin kita jodoh. “ucap Fahrizal


“Maksudnya? “tanya Zizi


“ya kita senasib dibenci sama Kevin dan sekarang kita senasib tidak makan siang. “ucap Fahrizal sambil tersenyum


“oh sory ya jodohku hanya Kevin, dia tidak mungkin benci denganku. “ucap Zizi sambil pergi meninggalkan Fahrizal


Fahrizal yang melihat kepergian Zizi hanya tersenyum dan kembali merasakan kelaparan tiba-tiba disampingnya Ada tangan yang memberikan roti Fahrizal pun mengambilnya dan membuka dan membukannya sambil melihat ke orang tersebut ternyata Kyra.


Fahrizal sangat terkejut dan melihat rotinya lagi di saat dia ingin melihat Kyra dia sudah mendapati kyra pergi darinya bersama Ridwan.


Aku dan Ridwan menuju kelas karna kita sudah ditunggu Edo dan Mita, tadi sebenarnya aku mau ke perpustakaan sendiri tapi Ridwan menemaniku dan mereka berdua memilih untuk kembali ke kelas.


Di setelah kami menemukan buku yang aku cari ada seseorang laki-laki memberiku roti, aku pun menerimanya dan saat berjalan menuju kelas aku dan Ridwan Memdengar bahwa Fahrizal dan Zizi tidak makan siang karna kantin sudah kehabisan.


Setelah Zizi pergi meninggalkan Fahrizal aku pun memutuskan untuk memberikan roti ku ke Fahrizal.


“Kamu baik ya! “ucap Ridwan


“ya Fahrizal itu selalu jahat sama kamu tapi kamu masih saja membantunya. “ucap Ridwan


“Enggak kok dia tuh baik. “ucapku sambil senyum


“Kalau baik gak mungkin ngunciin kamu di gudang sekolah. “ucap Ridwan sambil berhenti didepanku dan memandangku aku


“Udah sampai di kelas ayo masuk! “ ajaknya sambil memegang tanganku


Pelajaran pun dimulai kali ini mata pelajarannya adalah matematika kami mendengarkan guru menerangkan materinya kami pun diberi tugas untuk menyelesaikannya.


Pak guru pun menulis dua soal di papan tulis Beliaupun memanggil Zizi dan Fahrizal terus menerus untuk mengerjakan soal yang beliau tulis di papan tulis.


“Pak kok kita terus sih? “tanya Fahrizal


“iya pak gantian yang lain dong pak! “lanjut Zizi


“terserah bapak dong, kalian tidak terima? “tanya Pak Ahmad


Semua soal yang dibuat Pak guru di papan tulis dikerjakan oleh Zizi dan Fahrizal.


Setelah latihan selesai Pak guru memberi kami tugas untuk dikerjakan dan dikumpul beliau juga meminta Fahrizal dan Zizi untuk mengantarakan tugas kami ke ruang guru.


Seperti biasa kami mengerjakan dan menumpuknya di depan meja guru, karna pekerjaan selesai kami pun pulang Kecuali Zizi dan Fahrizal yang harus Mengumpulkan tugas kami.


Fahrizal dan Zizi pun mengantar buku ke ruang guru sampailah mereka dan menaruh semua buku tugasnya. Mereka berdua pun langsung menuju kelas untuk mengambil tas dan langsung pulang.


Ditengah perjalanan mereka berdua tiba-tiba dipanggil pak Budi.


“Fahrizal, Zizi kemari! “minta pak Budi


“Iya pak. “ucap mereka berdua lalu menghampiri pak Budi


“Untung ada kalian Bapak minta tolong isi absen kelas ya nanti bapak menyebutkan nama murid kaliam menuliskan namanya! “minta Pak Budi sambil memberikan buku absen dan bolpoin


Mereka bertiga pergi ke kelas dan menyelesaikan mengabsen satau Persatu pak Budi menyebutkan nama sedangakn Fahrizal dan Mita bergantian menulis nama yang disebutkan oleh pak Budi.


Semua sudah selesai kini mereka berdua pulang sampailaj mereka berdua di parkiran mereka mereka masuk ke mobil mereka masing-masing.


Namun mereka kebingungan akhirnya mereka turun dan melihat ban.


“Astaga, sial kenapa kempes sih! “teriak Fahrizal dan zizi bersamaan


“Banmu bocor? “tanya Zizi


“iya.”jawab Fahrizal


“banku juga, kenapa sih hari ini kita sial sekali, gimana mau pulang coba semua sudah pulang tinggal kita doang yang belum pulang. “keluh Zizi


“hhh ,apa zi kamu yang sial banget aku tadi udah makan roti, maslah gini mah gak usah diambil pusing kita pulang cari angkot bisa! “ucap Fahrizal sambil mengambil tas dan kunci mobil dan pergi ke pos satpam untuk titip mobil sampe nanti akan diambil sama ayahnya.


Fahrizal sudah sampai di halte disusul Zizi yang lari-lari kecil untuk menghampiri Fahrizal.


Angkot pun datang mereka berdua masuk ke angkot.


“Oh bau, aku gak suka! “ ucap Zizi


“lebay banget sih, nih masker malu tahu diliatin banyak orang! “Kata Fahrizal


Dirumah Renjun. ..


Hari ini Kevin menginap dirumah Renjun tiba-tiba ada chat dari pak guru , bu kantin, dan pak satpam mereka turun melaporkan bahwa rencana untuk memberi pelajaran sama Zizi dan Fahrizal berhasil.


Setelah Membacanya mereka berdua berdua sangat bahagia bisa memberi pelajaran orang yang sudah berbuat jahat Kyra.


“hahha bro kita berhasil. “ungkap Kevin dengan bahagia


“Yoi.., “ucap Renjun senyum simpul


“aku akan menjaga dan melindungimu Kyra tidak boleh ada orang lain yang berbuat jahat kepadamu! “kata mereka berdua dalam hati.


karna recana mereka berhasil mereka pun merayakannya dengan memasak makanan yang banyak dan karaoke.