
Fantastic baby....... Lagu bigbang itu selalu kudengarkan kemana pun aku pergi karna dengan mendengarkan lagu ini mood ku menjadi baik lagi, oh ya pertama-tama kenalkan namaku kyra aku adalah murid kelas satu Sma Garuda dan sekaligus murid teladan di sekolah aku juga ketua klub dance, anggota basket, dan anggota klub musik.
Semua murid mengenalku bahkan banyak dari mereka menyukaiku namun sayang aku tidak menyukai mereka karna aku sudah menyukai seorang cowok namun dia tidak sama sekali melirikku mendengar hal itu menyebalkan bukan, aku pernah berfikir kenapa aku sangat menyukai pria tersebut dia itu bukan tipe ku, bukan dari kalangan murid teladan tapi dia hanya murid biasa cupu pula, aneh kan cinta itu memang aneh gak mandang apapun dari orang yang kita suka.
Hari ini adalah keberuntunganku karna hari ini pelajaran pak Budi, aku merasa bahagia karna beberapa hari ini aku tidak sekompok dengan cowok yang aku suka untuk kali ini aku pasti akan sekelompok dengannya.
Tet.... Tet....
Bel pun berbunyi semua murid memasuki ruangan begitu juga dengan pak Budi mereka pun berdoa untuk mengawali pembelajaran dipagi hari.Setelah berdoa selesai seperti biasa pak Budi mengabsen murid-murid satu per satu dan lanjut ke pemberian materi tentang sejarah islam masuk di Indonesia.
Seperti biasa pak Budi memberi tugas kelompok kepada semua murid masing” murid berisi enam orang sesuai absen karna muridnya sejumlah tiga puluh, maka terbentuklah lima kelompok yang masing-masing terdiri enam orang.
Seperti biasa kelompok pertama diketuai oleh Zizi si anak pintar di sekolah sekaligus seketaris osis di sekolah, kelompok ke dua diketuai fahrizal dia adalah ketua lab ipa yang penuh kesombongan, kelompok ke tiga si Mita dia murid yang tidak begitu mencolok disekolah namun dia itu termasuk anak pintar di kelas, kelompok ke empat si Edo dia adalah wakil ketua osis disekolah namun sayang dia itu orangnya suka milih-milih teman dan kelompok ke lima diketuai oleh aku.
Aku selalu kebagian kelompok yang isinya orang-orang yg pendiam dan kurang aktif dikelas namun hal itu tak membuatku sedih justru aku senang bisa membantu mereka terutama ketika aku satu kelompok dengan pujaan hatiku namanya Ridwan dia itu sosok pendiam, baik hati, ramah namun kalau sama aku tidak ada ramah-ramahnya, dia itu fansnya one ok rock, pintar orangnya sayangnya dia menutupinya agar tidak jadi mencolok disekolahnya.
“Kyra bagaimana? “ tanya Ridwan dengan muka datarnya
“Oh.. Mm kita bagi tugas aja! “ jawabku dengan senyum sambil ngontrol jantungku yang seperti meledak karna duduk didekat Ridwan
“Setuju.. ‘’ucap teman-teman lainnya
Aku pun membagi tugas untuk mereka dan langsung dikerjakan, aku dan Ridwan pergi ke perpustakan untuk mencari buku dan mereka bertiga dikelas untuk mencari materi di internet.
“Ridwan, mm... Aku cari buku sebelah sana ya. “ ucapku sambil tersenyum
“Oh..., ya terserah . “ ucap Ridwan dengan muka cuek
“Ok fine. “kataku dengan muka sebal karna mendengar ucapan Ridwan lalu aku pergi ke arah kanan.
kami pun mencari buku masing-masing Ridwan sangat serius mencari bukunya berbeda dengan aku yang asik sekali cari buku sambil melirik Ridwan yang sedang serius mencari buku. Disaat aku sedang mencari buku tidak sengaja aku memengang tangan seseorang yang ternyata si Kevin dia adalah murid nomer satu disekolah, pria tertampan di sekolah menurut semua murid kecuali aku, ramah, dan dia adalah ketua osis sekolah.
“Maaf vin, gak sengaja. “ kataku sambil mengangungkan kepalaku berulang-ulang
“Gak papa kok Ra. “ ucap Kevin sambil tersenyum
“Mmm.. Buku itu mau kamu pinjam? “tanyaku sambil nunjuk buku yang dipegang tadi
“oh ini enggak kok, aku mau ngambil yang sebelahnya. “ jawab Kevin sambil mengambil buku dan menunjukkan bukunya
“Oh..., kalau begitu aku ambil ya. “kataku sambil mengambil buku
“Kyra bagaimana kabarmu? “ucap Ridwan
“ baik, kamu sendiri gimana? “ucapku
“Baik sekali, dah lama ya kita gak main bareng lagi.” Ucap Kevin
“Ya kan kamu sibuk Osis mana ada waktu buat kita main lagi, aku juga sibuk ngurusin Klub-klub yang aku ikuti. “ kataku
“Iya juga ya, kita udah sibuk masing-masing tapi aku pengen banget deh kita bisa main kayak dulu lagi jaman kita masih kecil “ ucap Kevin dengan muka yg penuh harapan kepada Kyra
“boleh, kebetulan aku gak ada jadwal klub hari ini. “ucapku
“Beneran? “ucap Kevin
“Bener mancung. “ucapku sambil memegang hidung Kevin
“Ok, nanti aku tunggu di Gerbang ya pesek. “ ucap Kevin sambil memegang hidung Kyra
"pesek, ya aku tuh mancung tau. " kataku sambil manyun
"iya mancung, tapi mancungnya kedalam, wkk" ucap Kevin
“Iya nanti aku tunggu. “ ucap Ridwan yg Tiba-tiba di belakang Kyra
“Ridwan, sejak kapan kamu disini? “ tanyaku sambil menghadap Kevin Ridwan
“Gak perlu kamu tahu sejak kapan aku di sini, yang penting kamu dah dapet bukunya belum jangan malah pacaran? “ kata Ridwan dengan nada sadis
“Well, emang kenapa tak terima?. “ tanya Ridwan
“Hmm.. “ ucapku sambil muka melas dan memandang Ridwan dan Kevin
“Kenapa kamu? “ tanya Ridwan
“Udah lah gak usah debat, inikan perpustakan dan lagian aku dah dapet bukunya, ya udah Vin aku sama Ridwan pergi dulu ya! “ ucapku sambil menarik Ridwan.
“Ok nanti aku tunggu ya. “ ucap Kevin
"oh ya vin, sekali lagi aku tekankan hidungku tuh mancung bukan pesek. " kataku sambil nengok ke arah Kevin dan langsung pergi bersama Ridwan
mendegar ucapan Kyra membuat Kevin tersenyum dan mengingat masa lalu dimana Kyra selalu tidak terima kalau dibilang pesek padahal kenyataannya emang pesek.
sedangkan aku dan Ridwan kembali ke kelas untuk menyelesaikan tugas mereka, sampailah dikelas mereka langsung berdiskusi dan menyelesaikan tugasnya.
Tet.... Tet..... Tet....
Bel berbunyi tanda pergantian jam pelajaran berikutnya sudah terdengar waktunya sangat pas sekali karna tugas mereka juga sudah selesai dan mereka pun mengumpulkannya, pelajaran berikut nya sudah dimulai hingga jam istirahat.
bel istirahat pun berbunyi seperti biasa aku memilih untuk pergi Ke ruang klub musik, dance dan basket untuk mengurus sesuatu, jam istirahat pun selesai aku pun kembali kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya hingga jam pulang.
Akhirnya jam menunjukan waktunya untuk pulang aku pun keluar kelas dan sesuai janji tadi aku langsung menghampiri kevin.
“hai kakak mancung. “ucapku
“hai adik pesek, udah siap? “ ucap Kevin
“ih udah dibilang aku tuh mancung bukan pesek, emang kita mau kemana sih vin? kataku dengan muka sebal
“ikut aja sama aku, nanti kamu akan tahu sendiri. “ucap Kevin
Kami pun pergi dengan menaiki bus, sampailah kami ketujuan Kevin yang ternyata sebuah taman yang sangat berkesan bagiku dan Kevin.
“Sugoui, inikan tempat main kita dulu,tempat pertama kali kita ketemu, tempat kita jadian dan tempat kita putus." Ucapku sambil tersenyum
“Kamu masih ingat Ra, aku pikir udah lupa tempat ini Sangat berharga bagiku karna tempat ini banyak cerita tentang kita. Ucap Kevin sambil menatapku
Mendengar perkataan Kevin membuatku hanya tersenyum simpul, kami pun bermain dan saling bertukar pendapat soal kehidupan waktu pun menunjukkan sudah sore Kevin pun mengatarkanku pulang dan setelah sampai dirumahku dia pun berpamitan untuk pulang kerumah.
setelah berpamitan diperjalanan Kevin senyum-senyum sendiri sambil membayangkan kejadian tadi yang membuatnya semakin dekat dengan Kyra setelah lama sekali dia tidak memberanikan diri untuk menyapanya sampai-sampai dirumahnya pun dia masih senyum-senyum.
“Woy ngapain senyum-senyum sendiri? “ ujar seseorang pria yang mengangetkan Kevin dia pun menengok ke samping dan ternyata itu Ridwan, Kevin pun tersenyum dan langsung pergi ke kamar untuk bersih-bersih dan istirahat, Ridwan yang melihat kakaknya itu bertingkah aneh makin penasaran dan mengikuti kakaknya itu.
“Ya kak, kau kenapa sih? tanya Ridwan
“kepo lo dek. “ jawab Kevin
“Iyalah aku kepo, kamu kan abangku meskipun cuman abang tiriku. “ kata Ridwan
“Adikku kepo, makin besar kamu jadi orang kepo dan negatif thinking.”ucap Kevin
“Mmm.. Kau pasti jadi jalan sama Kyra ya ngaku kak! “tanya Ridwan
“Mmm.. Iya emang kenapa? Jawab Kevin sambil tersenyum
“Kak dia itu cewek yang bikin kakak nangis berapa bulan tuh, masih aja kakak berhubungan sama dia. “ucap Ridwan dengan nada kesal
“Haha, idih pake emosi lagi, udahlah itu masa lalu lagian kamu gak tau yang Sebenarnya, kamu harus tau Kyra itu baik hati, tulus bgt orangnya jangan pernah berfikir negatif tentang Kyra cobalah untuk mengenalnya! “ucap Kevin
‘Hah.., cewek baik mana mungkin bikin kakak baikku ini nangis sampai berbulan-berbulan. “ujar Ridwan sambil pergi dari kamar Kevin.
Kevin yang melihat tingkah adiknya hanya tersenyum lebar dan diapun langsung ganti pakaian,dan istirahat sambil memandang foto dia dan Kyra.
Di rumah Kyra....
begitu sampai aku langsung masak untuk menyiapkan makanan buat makan malam dan istirahat dikamar sambil melihat fotoku dan Kevin, kenangan yang tidak akan pernah aku lupakan cinta yang tak bisa bersatu mengajarkan bahwa cinta tidak selamanya bersama dan saling memiliki sebagai kekasih.