Tell Me The Truth

Tell Me The Truth
Ch 12. Membuka hati



Sesampainya di rumah aku pun istirahat tiba-tiba ibu dan ayahku masuk ke kamar untuk melihat keadaan ku, hal itu membuatku bahagia mempunyai keluarga seperti mereka. Sesibuk apapun mereka pasti akan menyepatkan untuk menemui anaknya dan membagi waktu, karna melihat ku tidak apa-apa dan aku kelihatan sangat lelah kedua orang tuaku menyuruhku untuk tidur.


Alex yang dari tidur di kamarku sangat lelap aku tak berani kalau membangunkannya maka kubiarkan tidur denganku untuk kali ini saja.


Di rumah Fahrizal, dia masih merasa bersalah sama Kyra karna gara-gara dia lagi-lagi temannya itu terluka dia merasa tidak becus menjadi cowok dan menjadi teman buat Kyra.


Karna dari dulu dia tidak pernah bisa membuat kyra bahagia tiap dekat dengannya. Selalu Saja ada masalah besar yang menyakut nyawa jika Kyra bersamanya.


Namun dia tertawa karena dia berfikir kenapa bisa si Rina mengira kalau dia menyukai Kyra padahal sebenarnya dia menyukai Zizi.


Saat dia mau istirahat tiba-tiba ayahnya datang memarahinya dan memukulnya karena kejadian di sekolah tadi, Ibunya yang melihat itu langsung menolong nya akhirnya ayahnya berhenti memukul Fahrizal.


“Zal kamu tidak apa-apa? Tanya ibunya


“gak papa kok mah. “jawab Fahrizal langsung berdiri dan istirahat.


Fahrizal sebenarnya tidak membenci Kyra tapi ada satu hal yang dia benci adalah Kyra itu selalu mendapatkan apa yang dia inginkan dan dapat apa yang orang tuanya inginkan. Dia selalu dibanding-bandingkan dengan Kyra makanya dia agak membenci dan kadang buat rumor negatif soal temannya itu.


Namun Fahrizal merasa bersalah karena selama ini dia selalu melampiaskan amarah dan kekecewaannya pada Kyra padahal dia sebenarnya dia kecewa kepada diri sendiri namun temannya itu tidak pernah membalasnya meskipun dia tahu pelakunya adalah Fahrizal, dia hanya akan membalas jika Fahrizal menggangu anak- anak lain.


Hari sudah pagi semua murid kini masuk ke sekolah dan berkumpul di aula untuk acara pamitan bu Putri semua murid terkejut ternyata bu Putri itu adalah seorang polisi yang sedang menyamar terutama si Zizi karna tiap dia ingin melakukan hal yang berhubungan bully kepada anak-anak yang mendekati Kevin selalu digagalkannya.


Benar saja beberapa hari kemarin bu Putri sangat memantau Zizi karna dia pernah memergoki Zizi sedang membuly murid lain yang mencoba mendekati Kevin.


Dia curiga kalau teror yang terjadi di sekolah adalah ulah Zizi untuk mengancam si Kyra karna sepengetahuannya Kevin sangat perhatian sama Kyra seperti mempunyai perasaan yang lebih.


Ternyata dugaan bu Putri salah, Bu kepala pun memberi sambutan dan rasa terima kasih ke pihak polisi atas bantuannya.


Acarapun selesai semua murid kembali ke kelas tapi hari ini tidak akan pulang seperti biasanya, akan dipulangkan lebih cepat karena untuk merilekskan otak mereka atas kejadian kemarin.


Tet... Tet. . Tet..


Bel berbunyi tiga kali tandanya saatnya pulang semua murid pun pulang, aku pun segera mungkin menarik tubuh Fahrizal untuk membicarakan sesuatu kepadanya, tinggallah aku dan Fahrizal di kelas kami mengobrol.


“Zal aku mau nanya soal kamu membeciku itu pasti om dan tante sering memandingkan aku dan kamu ya? “tanyaku


“gak usah dibahas males aku. “jawab Fahrizal


“Ok fine, cuman aku mau nanya satu lagi kamu suka sama Zizi? “ kataku yang membuatnya terkejut


“enggak kok. “ jawab Fahrizal dan pergi meninggalkan ku


Melihat kepergian temanku itu hanya membuatku tersenyum tapi benci Banget kenapa dia berbohong kepadaku dan selalu menghujatku, Aku tahu di dalam hatinya masih ada kebaikan.


Aku pun pulang, untuk hari ini aku pulangnya sendiri lalu aku menunggu bus di halte, banyak sekali yang menungu di halte untuk menaiki bus.


Bus pun datang aku pun masuk tiba-tiba ada yang merobos masuk bus aku pun terjatuh dan akhirnya aku terinjak-injak kaki orang-orang tiba-tiba ada yang mengulurkan tangan untuk membantuku berdiri.


Akupun memegang tangan itu saat aku berdiri wajahku bertatapan dengan sosok yang hangat sosok itu Ridwan kami saling bertatapan hidupku seperti di film-film yg tiba cahaya langit terang tapi sejuk daun-daun berjatuhan angin bersepoi -sepoi.


“Ra, ayo kita naik” kata itu membangunkanku dari imajinasi ku, aku dan Ridwan pun naik bus yang penuh karna semua bangku tidak ada yang kosong maka kami berdiri.


Karna banyak banget orang-orang yang berdiri adalah para cowok Ridwan pun menarikku agar aku bisa disampingnya karna saat itu aku dan dia terpisah.


Aku pun disampingnya namun tiba-tiba dia menarikku untuk didepan nya, kamipun berhadapan dia menjagaku dari orang-orang mesum karna saat itu ada om-om yang mau meraba tubuhku.


Tubuh kami sangat dekat aku mimpi apa semalam bisa sedekat ini. Kami saling mengalihkan padangan karna begitu dekat sekali.


Tiba-tiba bus berhenti mendadak Ridwan pun memelukku tentu saja kami saling menatap mukaku pun memerah. Ridwan pun melepas pelukannya.


Akhirnya sampai di halte yang dekat dengan rumahku aku pun turun dari bus dan jalan kaki menuju rumahku.


Di perjalanan Ridwan diam-diam mengikuti Kyra, dia penasaran banget sama Kyra karna banyak banget yang bilang kalau kyra itu tidak seperti yang dia pikirkan.


Langkah demi langkah Ridwan mengikuti Kyra sampai akhirnya Kyra berhenti Ridwan pun langsung bersembunyi di semak-semak dia melihat Kyra berhenti untuk membantu nenek yang lupa jalan pulang. Ridwan sangat terkejut melihat semua itu bahkan Kyra sampai mau mengantarkan nenek itu pulang dan ketika pihak keluarga mau memberi hadiah buat Kyra namun dia tolak dan pergi menuju rumahnya.


Setelah mengikuti Kyra sampai rumahnya Ridwan pun langsung pulang ke rumahnya. Sampailah dia dirumah seperti biasa dia langsung istirahat dan menyanyi.


“Just the thought of another day


How did we end up this way?


What did we do wrong?


God


Even though the days go on


So far so far away from


It seems so close


Always weighing on my shoulder


A time like no other


It all changed on that day


Sadness and so much pain


You can touch the sorrow here


I don’t know what to blame


I just watch and watch again oh”


Dia sangat menikmati sekali dengan alunan dan lirik lagu yang dia mainkan, sambil mengingat teman kecilnya putri keong mas, dia sangat ingin sekali bertemu dengan putri keong mas.


Masa-masa kecil yang indah, dan cinta pertamanya sampai sekarang perasaan itu tak pernah hilang perasaan jatuh cinta dan rasa tulus ingin melindungi sosok itu.


“Putri keong mas, kapan kau akan kembali lagi ke sini, aku merindukan mu. “ucap Ridwan sambil memandang halaman rumahnya. “Ridwan turun makan” panggil Kevin, Ridwan pun turun dan menikmati masakan yang dimasak kakaknya itu.


Seperti biasa mereka berdua makan hanya berdua saja tidak ditemani ayah dan mamah mereka.


“Kak kenapa tadi siang kakak keceplosan pagil aku adik mu? “tanya Ridwan


“haha maaf keceplosan, kamu tahu kalau kakakmu ini susah buat bohong. “jawab Kevin sambil meyantap makanan.


Mereka pun selesai makan dan mencuci piring. Maka mereka langsung berkumpul membicarakan kejadian tadi siang yang akhirnya pelakunya ketangkap namun juga cukup menengankan hampir saja merengang nyawa seseorang.


Malam ini Kevin ingin tidur bersama adiknya karna sudah lama mereka tidak tidur berdua. Mereka Mereka pun istirahat dan tidur terlelap dengan lampu yang dimatikan dan dinginnya malam yang menusuk seluruh tubuh.