
Hari sudah pagi ibu membangunkanku dan teman-teman untuk makan bersama di ruang makan.
Kenapa aku merasa sakit ketika Melihat Kevin perhatian dengan Zizi seperti aku tidak Terima padahal aku biasanya tidak begini.
“Kevin, Zizi ayo duduk! “ Perintah ibuku
Kami pun makan bersama namun pandangan ini sudah tak membuatku mood lagi. Karna tak tahan momen seperti ini aku pun segera menyelesaikan makan dan pergi ke halaman depan menikmati pemandangan yang indah supaya mood ku kembali lagi.
Aku pun di depan benar sekali suasana ini sangat nyaman dan membuat moodku membaik.
“Udah merasa tenang. “tanya Mita yang tiba-tiba duduk disamping kiriku
“Mm..? Maksudnya? ‘tanyaku kebingungan
“gak mau jujur deh. “jawab Mita
“dia itu gak bakalan jujur Mit. “ucap Rachel sambil memelukku dari belakang
“ya kebiasaan deh kak suka ngagetin!“ucapku
Semua tertawa mendegar perkataan ku, sedangkan Rachel langsung duduk di samping kananku. Kami berbicara dan bercanda namun aku masih kepikiran apakah wajah yang menunjukkan aku tidak suka dimana Kevin Sangat perhatian dengan Zizi.
Karna sudah siang matahari juga sudah bersinar terang kami langsung masuk ke dalan vila.
“Eh kalian duluan aja ke kamar aku mau ke kamar mandi! “ucapku pada mereka
Aku pun langsung menuju kamar mandi setelah selesai urusan dikamar mandi aku tiba-tiba bertabrakan sehingga aku akan terjatuh namun ada seseorang yang memegang pungungku supaya tidak jatuh dan ternyata itu Ridwan.
Kami pun saling tatap muka begitu lama, perasaan ku sangat kacau jantung ku berdebar kencang akan kah Ridwan mendengar detak jantung ku atau tidak. Dia pun melepaskan pegangannya membuatku terjatuh.
“Ya sakit, malah dilepas sih. “ucapku merintih kesakitan
“ee.. Sory gak sengaja. “kata Ridwan sambil membantuku berdiri.
Setelah membantuku dia langsung pergi, aneh benar-benar aneh aku pun langsung menuju ke kamar.
Dikamarnya kevin
Ridwan pun masuk ke dalam kamarnya kevin dengan perasaan campur aduk karna jantungnya berdetak kencang.
“kamu kenapa? “tanya Kevin
“iya kayak dikejar hantu. “sahut Edo
“bukan di kejar hantu tapi dikerjar anjing. “ucap Renjun
“apa sih ngaco semua, aku gak papa kok! “Kata Ridwan
“Tapi kenapa mukamu pucat? “tanya Fahrizal
“udah gak usah ditanya lagi ayo lanjut main gamenya! “usul Kevin
Mereka pun langsung melanjutkan main game bersama bahkan Edo dan Fahrizal ribut karna mereka kalah dalam game online ini.
“kamu tadi habis mesra-mesraan sama kyra kan! “Kata Fahrizal membisikkan ke telinga Ridwan membuat Ridwan terkejut dan tidak bisa berkata-kata.
Fahrizal yang melihat ekpresi Ridwan hanya senyum karna bahagia bisa melihat expresi Ridwan yang terkejut.
Tiba-tiba Hpnya Kevin berdering dan ternyata dari Zizi Kevin pun segera menemuinya di kamar Zizi.
“kenapa dia? “tanya Edo
“mungkin Zizi lagi. “jawab
“kau tidak cemburu Zal? “tanya Ridwan
“eee.. Enggak kok. “ jawab Fahrizal
“jangan bohong deh, aku tahu kalau kamu suka sama dia. “ucap Ridwan
“sotoy banget sih, menurut mu gimana? “ucap Fahrizal
“Setauku kamu itu suka sama Zizi. “ kata Ridwan
“Heee....., sejak kapan jadi akrab. “ ucap Renjun dan Edo
"kami tak akrab! " ucap Ridwan dan Fahrizal
Sampailah Kevin di depan kamar Zizi dia pun mengetuk pintu dan membuka pintu namun tiba-tiba Rachel memangilnya dan ikut Kevin masuk kedalam untuk berjaga-jaga jika Zizi merencanakan sesuatu kepada Kevin.
Karna dari lubung hati Rachel itu suka sama Kevin namun dia sadar bahwa mereka hanya sebetas teman biasa.
Dia rela jika kevin dengan orang lain namun dia tidak rela jika itu Zizi karena dia tahu sifat Zizi seperti apa justru dia setuju jika Kevin bersama Kyra.
Karna menurutnya Kyra itu baik saking baiknya dia tidak sadar banyak cowok yang suka dan berharap dengannya kalau bukan Rachel yang bilang Kyra tidak akan sadar.
Di dalam kamar Zizi sudah sangat bahagia nmun ketika melihat ada Rachel kesenangan itu berubah menjadi muram.
“Ya menemani babang ganteng ku, mana mungkin dia ku biarkan berdua dengan wanita rubah. “ucap Rachel
Mendengar perkataan Rachel membuat Kevin tersenyum dan bersyukur ada si Rachel disamping nya.
“Zi kamu butuh bantuan apa? “tanya Kevin
“aku minta tolong kak anter aku ke kamar mandi. “jawab Zizi
“udah Vin, aku aja kamu kembali ke kamar! “suruh Rachel
“aku kan minta tolong ke kak Kevin kenapa Kakak menyuruh Kak Kevin pergi. “ucap Zizi
Kevin pun keluar dari kamar dan Rachel membantu Zizi ke kamar zizi mandi.
Kevin mau ke bawah mengambil minum namun dia melihat Kyra sedang bercanda tawa. Senyuman yang selalu dia inginkan dari Kyra telah dia dapat Sekarang meskipun itu senyumannya bukan untuk dia.
Saat dia menghadap ke atas dia melihat Edo sedang memandangi Kyra saat dia Melihat ke luar rumah dia melihat Ridwan sedang Melihat Kyra dari cendela dia pun tersenyum dan melangkah mengambil minum.
Setelah mengambil minum dia berbalik arah diamana dia tadi berhenti melangkah dia terkejut Fahrizal berdiri di tangga dan Melihat Kyra yang sedang bercanda gurau dengan kakeknya sambil tersenyum.
Dia pun menatap Fahrizal, Ridwan, Edo yang sedang tersenyum melihat Kyra. “wah wanita ku banayk yang suka, aku harus berusaha lagi supaya dia tidak diambil mereka bertiga.”ucapnya dalam hati. Saat ingin mengamamati kembali orang ketiga itu mereka sadar sedang dipandang oleh Kevin mereka bertiga pun berpaling dan pergi dari tempat itu.
Hari ini semakin sore seperti rencana kami akan mengadakan pesta kembang Api untuk mengakhiri liburan ini.
Semua membantu mempersiapkan cemilan, makanan dan terutama kembang api, kita akan bermain di pinggir pantai.
Sudah waktunya kamj pergi ke pantai untuk merayakannya kakek dan Ibuku juga ikut di pesta kembang api ini.
Sampailah kami di pantai matahari sudah mulai tenggelap dan langgit menujukan berbagai macam cahaya yang disebut Sunset.
Kami semua memadangi langit dan bermain kembang Api bersama, aku merasa senang bisa berkumpul dengan teman-teman dan bisa sedekt ini sama Ridwan.
Aku harap kita berdua akan bisa seperti ini, aku tidak akan melupakan kenangan ini.
“Kyra, tetaplah tersenyum janganlah menangis karna kamu adalah cahaya bagi mereka tanpa kamu sadari itu. “ aku terkejut mendengar perkataan Ridwan padaku dia juga tersenyum saat mengatakan itu.
Tapi aku bingung maksud yang dia katakan apa, aku tak mengerti sama sekali.
“Kyra mau main kembang api denganku? “tanya Ridwan
“hm”jawabku sambil mengagukan kepalaku
“Wah ikutan dong, bolehkan? “minta Mita
“Iya boleh Ta.” Ucapku dan mita didepan kami berdua.
“Hey Edo ayo ke sini main bareng! “Perintah Mita
“eh.. Aku tak mau." Jawab Edo
“Ayolah! “minta Mita lagi
“ Gak mau seperti anak kecil. “ucap Edo
“haruskah aku menyerahkan posisiku supaya kau bisa dekat dengan Kyra?”ucap Ridwan
“e... Diam kau bodoh! “Teriak Edo langsung menghampiri kami dan berdiri disampingku
“orang keras kepala itu memang merepotkan. “ucap Ridwan
“Merepotkan.”kata Mita dengan nada menggoda
“Diam kau! “ Kata Edo
Aku pun tertawa melihat dan mendengar perkataan mereka, aku ingin sekali menjaga hubungan kami ber empat. Aku ingin tidak ada lagi saling membuly dan saling menghina aku ingin kami ber empat bisa berteman baik.
Aku sudah melupakan keinginan ku untuk bersama Ridwan karna jika aku menginginkan hal itu akan membuatku semakin menjauh darinya yang aku ingin kan adalah bisa bersamanya seperti ini.
Melindungi itu memang berat, kata melindungi mudah diucapkan namun jika di lakukan sangatlah sulit namun aku ingin melindungi mereka bertiga meskipun itu akan mengakibatkan kepahitan yang dalam di hidupku.
Tidak hanya mereka bertiga tapi Kevin, Fahrizal, Kak Renjun, Kak Rachel, Ibu, Kakek Adam aku ingin menjaga senyum ini.
Aku pun melihat ke Belakang aku melihat Zizi dia sangat bahagia ketika bersama Kevin namun apakah aku bisa menerima mereka bersama karena dengan mereka berdua bersama Zizi menjadi anak baik.
Namun aku juga bingung perasaan ku kenapa aku tidak begitu tenang jika Kevin bersama Zizi, tapi aku lebih tenang jika Kevin bersama Rachel yang jelas mencintai Kevin dari mereka smp.
Aku tahu kalau sebenarnya kak Rachel mencintai Kevin namun karna dia tahu kevin menyukai orang lain dia mengalah, Rachel tidak akan memperjuangkan perasaannya karena dia takut jika Kevin tahu perasaannya akan membuat hubungan pertemanan yang dia jalin dari SMA hancur.
Dia selama ini mencari tahu siapa wanita yang Kevin suka sampai satu hal peristiwa dia tahu kalau Kevin mengenalku dan berfikir Kevin menyukaiku makanya dia berusaha untuk mendekatkan lagi aku dengan Kevin.
Kevin memandangiku aku pun tersenyum dan dia kembali ke ke kembang api yang dia mainkan bersama Renjun, Rachel, Fahrizal, dan Zizi.
“Aku akan menjaga senyuman itu, Kevin. “ucapku dalam hati.