
Renjun dan yang yang lain menari dengan indah sedangkan aku bersiap “untuk masuk ke pertunjukan ke dua.
Semua orang menikmati pertunjukan kami.
“Kamu harus semangat! “ Bisik Ridwan
Aku hanya tersenyum mendengar perkataannya. Aku berpegang tangan dengan Mita karna saking groginya.
Musik berhenti, lampu berhenti ini bertanda bahwa pertunjukan ke dua Akan dimulai.
Dipangung hanya tinggal Renjun, dia merasa grogi karna Kyra belum datang tapi dia harus bisa tampil tanpa kedatangan untuk semuanya.
Dia menutup mata dan menghirup nafas untuk melegakan pikiran dan hati, setelah tenang Renjun membuka matanya perlahan dia terkejut karna ada sosok wanita cantik sedang ada di hadapannya dia mengedipkan lagi matanya untuk memastikan apakah itu benar.
Musik mulai berbunyi dan lampu mulai hidup wanita itu memengang tangannya dengan erat dan mulailah penampilan mereka untuk menunjukan tarian mereka.
Di dalam hati Renjun dia senang karna dia bisa berdansa dan menari bersama Kyra layaknya sebagau sepasang kekasih walaupun sebenarnya di di dunia nyata hanya teman.
Di dalam hati ku aku tak menyangka bisa menari diatas panggung lagi sekian lama aku sudah tidak menari di pangung.
Ku nikmati lagu dan sorakan para penonton untung saja pasanganku adalah Renjun tapi aku takut dia malah ngehalu yang aneh-aneh karna wajah dan matanya dia seperti sedang menikmati dan membayangkan hal aneh.
Sesi ke tiga siap kami tampilkan semua member masuk ke pangung dan kami menari bersama dengan lagu bigbang dengan judul “stupid layer”.
Setelah kami selesai tampil kami turun pangung dan istirahat aku pun minum air putih tiba-tiba kepalaku pusing dan mata penglihatanku kabur semakin berat bandanku.
Aku merasakan seperti ada cairan merah keluar di kepalaku mengalir Kebawah sampai kewajahku.
“Darah keluar dari kepalamu Ra! “kata Mita
“ah bukan darah saos! “ucapku sambil
mencicipi cairan itu dan memegang kepalaku
“eh asin! “lanjutku
Brukkk.....
Ridwan menopang tubuh Kyra yang terjatuh, dia pun membopong dan membawa ke rumah sakit di ikuti oleh Kevin, Edo sedangkan Mita dan yang penting lain tetap disana untuk menunggu hasil pengumumannya.
Sampai di pintu keluar tempat itu mereka bertiga bertemu Fahrizal sedang Berbicara dengan Zizi.
“Fahrizal sini sini kau! “perintah Ridwan
“Kenapa Kyra? “tanya Fahrizal
“Gak usah banyak tanya, kamu pasti bawa mobil kan! Buruan nyiapkan mobilnya untuk bawa Rara ke rumah sakit! “suruh Edo
Fahrizal pun langsung menuju mobil dan langsung saja mereka berdua menuju ke rumah sakit tanpa Zizi.
Sampailah mereka di rumah sakit, Kyra pun dibawa ugd untuk ditangani cepat. Sedangkan mereka menunggu di luar Fahrizal pun menelepon ibunya Kyra.
Di acara lomba dance...
Mereka semua khawatir dengan Kyra ingin rasanya mereka menyusul Kyra dengan cepat namun itu tak mungkin mereka menunggu hasil pengumumannya.
Terutama Mita dan Renjun mereka berdua berharap acaranya cepat selesai agar mereka semua segera menyusul yang lain.
“ok kembali lagi bersama cogan lagi hihi, ok daripada kelamaan cogan ini akan mengatakan pemenang di we are competisi dance tahun ini! “ucap Mc
“Juara ke tiga adalah SMA Sairin, Juara ke dua adalah SMA Syaiber dan juara pertama.... SMA SMA SMA SMA.... Nusa! “lanjut MC
Renjun dan teman-teman nya bahagia dan segera naik pangung untuk menerima hadiah dan piala.
Setelah mengambil semua hadiahnya mereka langsung menuju rumah sakit untuk mnjenguk ke Kyra.
Di rumah sakit...
Kyra dibawa ke ruangan lain supaya bisa lebih nyaman istirahat, setelah sampai di ruangan Kevin, Ridwan, Edo dan Fahrizal masuk ke ruangan untuk melihat kondisi Kyra.
Datanglah ibunya Kyra beliau pun bertanya “kenapa bisa begini apa yang terjadi pada Rara? “
“gak tahu tante tadi dia datang gak papa begitu selesai tampil tiba-tiba kepalanya kepalanya keluar darah! “ucap Kevin
“kamu tahu Rid, tadi kan dia sama kamu datengnya? “Tanya Edo
“oh aku tadi ketemu dia jalan lagi menunu ke sini. “ucap Ridwan
“Zal kenapa kok Rara jalan kaki bukannya tadi sama kamu? “tanyaw ibunya Kyra
“Ah tante sory, gini tante tadi ditengah perjalananan ban mobil bocor alhasil Kyra memutuskan untuk berangkat sendiri karna waktu sudah mepet dia takut telat! “jawab Fahrizal
Tiba-tiba hp Edo berbunyi ternyata itu dari Mita dia pun members tahu ruangan Kyra tidak selang beberapa menit akhirnya Mita dan teman-teman lain datang.
Mereka pun memperhatikan Kyra yang masih berbaring di tempat tidur dengan muka pucat.
Karna jam menunjukan sore mereka memutuskan untuk pamit kecuali Fahrizal dia menemani ibu Kyra untuk menjaga Kyra.
Di rumah Ridwan
Ridwan tidak bisa diam saja dia bolak-balik karna memikirkan Kyra, tangannya mengambil Hp dan membuka video yang dia ambil ketika Kyra sedang bermain gitar dan nyanyi waktu mereka berdua bermain di rumah keluarga besar Kyra.
Malam berubah menjadi pagi, saatnya Ridwan. Kevin berangkat sekolah tentu saja dengan motor sendiri dan Kevin menunggu Edo untuk menjemputnya.
Sampailah di sekolah rasanya sangat sepi bagi Ridwan biasanya dia sudah melihat Kyra yang tersenyum meskipun sedang ada masalah yang menimpamya.
“wou jangan bengong! “sapa Edo dan Mita
“sepi ya gak ada Rara! “ucap Ridwan
“iya gal ada kucingku sepi banget. “ucap Edo
“Kalau gitu nanti habis sekolah kita jenguk Kyra! “ ajak Mita
“Shiap! Ucap Ridwan dan Edo
“Eh tunggu lihat nenek sihir lampir dia seneng banget deh! “ungkap Edo
“Iya iyalah dia seneng musuhnya kan gak berangkat sekolah dan sedang berbaring di rumah sakit jadi gak ada saingannya. “kata Mita
“udah-udah gak usah ngurusin dia, gak guna mending kita ngurusin pr kita. Kalian udah ngerjain belum? “tanya Ridwan
“astaga belum... “ kata Edo
“kebiasaan deh lo Do! Ejek Mita
“ih Mit pinjem buku pr ya, plis! “minta Edo
“ogah, kerjain sendiri! Kata Mita dan pergi meninggalkan mereka berdua
“Ridwan yang ganteng aku pinjem ya. “minta Edo
“Anak yang manis kerjain sendiri ya. “kata Ridwan sambil mengelus kepala Edo lalu meninggalkan Edo
“ya kalian jahat, teman macam apa itu! “teriak Edo yang kesal
Sampailah mereka di kelas dan dimulailah Pelajaran karna Edo tidak mengerjakan pr dia dihukum untuk berdiri di depan kelas.
Pak Budi menerangkan materi dan murid mendengarkan pak Budi dalam menerangkan materinya, suasana kelas tenang namun sepi rasanya bagi Ridwan.
Karna Ridwan tidak bisa melihat Kyra kalau dia datang ke sekolah Ridwan akan melihat pungungnya, rambut panjangnya dan senyuman manisnya.
Namun sayang hari ini dia datang tidak melihat Kyra terasa hampa sekali rasanya. Ridwan merasa pengen pulang cepet dan menjenguk Kyra.