
Suara alam memangilku dan suara air pantai membangunkanku dari mimpi indah ini aku pun segera bergegas mandi, shalat dan olahraga meskipun masih jam empat pagi.
Setelah mandi dan ibadah selesai aku pun langsung keluar dan berlari melewati jalan menuju hutan yang mengarah ke pemandangan yang indah yang sangat bagus kalau kita lihat di jembatan.
Sampailah aku ditempat itu aku terkejut melihat sosok cowok yang ternyata Ridwan.
“Hai Ra! “ Sapa Ridwan sambil tersenyum
“Hai Rid! “sapaku kembali
Aku pun menghampirinya kita pun sama-sama memandangi pemandangan di atas jembatan.
“Pemandangannya sangat lah indah ya! “kata Ridwan mengawali pembicaraan
“Iya indah banget, tempat ini adalah tempat sangat berkesan bagiku karna tempat ini membuatku merasa kalau aku sedang bersama dia. “curhat ku
“Dia? Siapa? “tanya Ridwan
Aku hanya tersenyum dan memandangi pemandangan hutan dan air yang mengalir di sungai.
Ridwan yang melihat Kyra hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaan tadi membuat dia merasa penasaran namun dia tidak mungkin memaksakannya untuk menjawab.
Dia pun kembali melihat pemandangan sambil kadang-kadang melirik ke arah KyraKyra, tiba-tiba Hp ku berbunyi yang ternyata itu dari Fahrizal dia meminta ku untuk berkumpul karena akan pergi ke pantai yang tak jauh dari vila.
Aku pun mengajak Ridwan untuk pergi meninggalkan tempat ini, sampailah kami berdua di depan vila yang kebetulan sudah di tunggu oleh teman-teman.
Ibuku dan kakek Adam tidak ikut mereka berdua memilih berdiam di Villa tentu saja ditemani oleh dua wanita pelayanan Fahrizal dan dua Pria pengawal Fahrizal.
Sedangkan kami diantar oleh pengawal pribadi Fahrizal yang aku kenal dari kecil namanya pak Joko dia adalah pengawal dan supir fahrizal. Saat kami berdua bermain paman Joko selalu menemani kami.
Sampailah kami di pantai sesuai janjiku dengan Kevin kami pun berpisah dari rombongan dan memilih tempat yang berkesan buatku.
Sampailah ditempat dimana aku dengan seseorang yang sangat berharga bagiku selalu di sini kini giliran aku dan kevin.
Kami berdua berada di bawah tebing yang tinggi, aku pun duduk di atas batu begitu juga dengan Kevin.
Kami saling mengobrol bahkan saling mengejek satu sama lain, tertawa bersama dan menikmati pemadangan ini.
Aku memperhatikan Kevin, di sekarang sudah berubah dia lebih dewasa, tingginya juga berubah sekarang kayak genter,dan sudah mulai menghargai perasaan orang kalau dulu dia susah menghargai perasaan orang entah berapa banyak aku nangis karna keegoisannya itu.
Namun yang masih tetap adalah senyuman dan perhatiannya padaku dia tidak pernah berubah namun disamping itu aku khawatir perhatiannya itu bisa membahayakan aku.
Aku takut jika Zizi akan mencari masalah soalnya dia orangnya tidak mikir-mikir asal hajar aja.
Sudah banyak korban yang dia buly atau dilabrak cuman gara-gara dekat sama Kevin.
Meskipun Kevin selalu bilang akan melindungi ku dari siapapun namun tetap saja aku khawatir karna kevin ini terlalu baik jadi kadang bisa dibohongi.
Yang selalu membuatku khawatir sifat pelupa dan suka dibohongi orang lain sifat yang paling aku sebel tapi bikin aku khawatir.
“Ra, liat pantai itu sangat lah indah dan anginnya menambah suasana ketenangan. “ kata Kevin sambil menunjukkan arah pantai
“Ya kayak aku yang selalu membuatmu merasa tenang. “ucapku sambil menghadap ke arah kevin sambil senyum
Kevin hanya tersenyum tanpa berkata apapun dan kembali ke arah pantai, Ridwan dari tadi mencari keberadaan Kyra dan kakaknya karna dari tadi mereka berdua tak keliatan.
Dia pun bilang ke Mita dan Edo untuk berpisah dari rombongan dia pun berjalan menyusuri pantai yang indah, pemandangan yang sangat indah dan momen yang langka karna untuk pertama kalinya Ridwan pergi liburan bersama teman.
Saat Ridwan melihat Fahrizal yang sedang memandangi sendirian dia pun menghampirinya dan membuka pembicaraan.
“Sendirian aja Zal? “tanya Ridwan
“Kau sedekat itu sama kakek ku? “tanya Fahrizal
“Ya begitulah kami sangat dekat bahkan kami berdua seperti kakek dan cucu. “jawab Ridwan sambil tersenyum
“Sejak kapan kamu jadi relawan di panti jompo? “ Ucap Fahrizal
“sejak aku SMP, aku SD dulu pernah kehilangan nenekku yang aku sayang karna aku masih dalam keadaan berduka dan belum mau bergaul dengan siapapun akhirnya ayahku mengantarkan ku ke panti jompo yang kebetulan ayahku adalah salah satu donatur semenjak itulah aku memutuskan untuk menjadi relawan. “jawab Ridwan
“Oh sorry Rid, aku gak bermaksud... “ucap Fahrizal
“ah gak papa. “ ucap Ridwan memotong omongannya Fahrizal
“Oh ya kakek itu selalu menceritakan kamu aku gak nyangka yang dia ceritakan adalah dirimu. “lanjut Ridwan
“kenapa gak nyangka? “tanya Fahrizal sambil menatap Ridwan
“Ya soalnya apa yang diceritakan kakek itu beda sekali sama Fahrizal yang aku kenal sekarang. “ucap Ridwan sambil menatap Fahrizal
Fahrizal yang mendengar perkataan Ridwan tertawa dan dapat merangkul tubuh Ridwan.
Mereka pun kembali menatap pantai bersama dengan banyak pernyataan yang dilontarkan mereka berdua. Mereka berdua tidak menyangka bahwa mereka bisa se akrab ini.
Ada hal kesamaan diantara mereka yang membuat mereka berdua bisa akrab padahal sebelumnya mereka berdua seperti musuhan.
Fahrizal sendiri juga kaget ketika tahu orang selama ini diceritakan oleh kakeknya ternyata adalah Ridwan teman sekelasnya dan sekaligus bahan bulyannya.
“Bro, jangan Bilang-bilang sama kakek kalau aku suka buly kamu. “minta Fahrizal tetap masih merangkul tubuh Ridwan
“tenang saja aku gak suka membicarakannya tapi kalau kau membuly atau menganggu Kyra lagi pasti aku akan katakan. “ ucap Ridwan
“yah kok gitu sih, aku tetap akan mejaili dan membuly dia karna itu hiburan ku. “Kata Fahrizal
“What, maksudnya? “tanya Ridwan
“Sudahlah gak usah dibahas, kita nikmati pandangan ini sampai waktu berakhir. “ucap Fahrizal sambil tersenyum
Karna waktu menunjukkan waktu 10 siang tandanya untuk pulang, semua pun sudah kumpul dimana kesepakatan tadi jika berkumpul.
Namun yang belum datang hanya Zizi akhirnya mereka menunggu sedangkan Fahrizal menelepon Zizi diangkat lah telponnya.
“zi kamu dimana? “tanya Fahrizal
“tolong aku, aku kakiku kram tadi aku berenang ke laut belum pemanasan aku berada di sebelah barat. “ jawab Zizi
Karna mendengar itu lantas Fahrizal dan Kevin langsung menghampiri zizi sedangkan yang lain menunggu.
Akhirnya selang beberapa menit kami menunggu terlihat lah mereka datang Kevin mengendong zizi sedang kan Fahrizal mememenga sendal zizi yang berada di samping Kevin,Kami pun langsung kembali ke vila untuk mengobati Zizi yang kesakitan.
Sampailah kami di vila, Zizi pun dibawa ke tempat Ibuku untuk diobati yang kebetulan ibuku itu seorang dokter.
Kata ibuku sudah tidak apa-apa yang penting Zizi istirahat, mendengar itu kami merasa lega aku melihat Fahrizal terlihat khawatir aku pun menepuk bahunya dan pergi dari ruang tamu menuju kamarku karna aku harus melakukan kegiatan rutinku mandi dan tiduran biasa aku kan anak rebahan.
Saat aku rebahan aku ingat katanya Zizi ada disebelah barat panti berarti kemungkinan dia melihat ku berduaan dengan Kevin kalau itu benar akan sangat gawat.
“Dret... “ hpku bergetar yang menandakan bahwa ada pesanaku pun membuka pesan dari Kevin “hari ini cukup gak usah seharin gak papa, kamu kan gak boleh kecapean, aku tadi sudah melihat mu sangat lelah. “ aku sangat kaget dia masih ingat soal aku tidak boleh kecapean kalau kecapean tubuhku akan melemah dan berakhir dengan mimisan.
Aku pun istirahat karena hari ini Kevin membatalkan rencana untuk seharian bersama dia, dia seperti kakak yang baik bagi adiknya.