
Hari sudah mulai pagi saatnya kami berangkat untuk pulang ke rumah masing-masing, aku pun masuk ke kamar Zizi untuk membantu membawakan barangnya.
“Zi sudah kamu bereskan? Aku akan membantu mu membawakannya. “ Ucapku
“Bruk... “ Zizi mendorong ku sampai ke Tembok dia pun menghampiriku dan menatapku dengan penuh emosi, aku merasa paham kenapa dia melakukan hal itu.
“Kyra kenapa kamu menggangu hidupku? “Tanya Zizi
“Maksudmu? sejak kapan aku mengangu hidupmu! Aku selalu menghindar jika kamu ingin di posisi itu tapi kamu tidak pernah berhasil dan mereka yang memintaku untuk membantu mereka! “Ucapku
“semuanya Ra, pertama basket ke dua menjadi murid populer dan terakhir kenapa kamu selalu bersama Kevin! “ucap Zizi
“Hm...., ya itu semua salah mu kenapa kamu tidak bisa memenangkan hal itu, kamu selalu tertuju untuk mengalahkan ku bukan fokus kelebihan mu sendiri! “kataku
“Kamu tidak tahu yang sebenarnya, aku heran kenapa kamu selalu lolos ketika aku mengerjaimu. “Kata Zizi
“Jangan bilang kamu yang menyiramku selama ini? “tanyaku
“Iya aku yang menyirammu tapi kenapa kamu selalu tidak keliatan basah kuyup? “ ucap Zizi
“Itu karna Tuhan sayang sama aku, Zi jangan lah kamu seperti itu karena apa yang kamu lakukan hanya akan membuatmu terluka, untuk menggapai yang kamu inginkan bukan dengan seperti itu tapi gunakan sportivitas dan jangan pernah berlaku kasar ubah sifatmu! “ mintaku
“diam..! “bentak Zizi sambil ingin menamparku
Ketika Zizi ingin menamparku tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu dan itu Fahrizal.
“Kalian sedang apa? “tanya Fahrizal
“Kamu tidak lihat kami sedang berpelukan, mengangu saja kamu, Ah pasti kamu mau membantu membawakan barang Zizi perhatian banget sih. “ucapku sambil melepaskan pelukanku kepada Zizi
“Mmm... Iya aku ingin membawakan tasnya. “kata Fahrizal
Aku pun mengambil tasnya Zizi dan memberikannya kepada Fahrizal dengan senyuman tipis ku.
Kami keluar bersama menuju yang lain karna sudah pada berkumpul, Kevin melihat ku dengan senyuman manisnya itu aku hanya membalas senyuman Sampul dan menarik Mita dan Edo masuk ke Mobil ibuku.
Di dalam perjalanan aku hanya diam dan melihat tingkah aneh Edo dan Mita terkadang aku melihat Ridwan yang duduk sebelah Ibuku.
Sampailah kami di rumahku mereka semua pun pamit untuk pulang kecuali Fahrizal dan Kakek akan menginap di rumah ku.
Zizi yang pergi bersama kevin terkadang menegokku dengan tatapan sinis. Aku pun membalikkan badan pada saat aku membalikkan badan Fahrizal menatapku seperti curiga terhadap ku dan Zizi.
“apa liat-liat? “tanyaku dan langsung meninggalkan ibuku, kakek Adam dan Fahrizal.
Aku sangat kesal sekali karna aku mengetahui siapa yang selama ini menyiramku adalah Zizi,
aku pun istirahat di kamar namun karna kesal aku langsung main gitar dan bernyanyi.
“Just the thought of another day
How did we end up this way?
What did we do wrong?
God
Even though the days go on
So far so far away from
It seems so close
Always weighing on my shoulder
A time like no other
It all changed on that day
Sadness and so much pain
You can touch the sorrow here
I don’t know what to blame
I just watch and watch again oh
Even though the days go on
So far so far away from
It seems so close
Even though the days go on
So far so far away from
It seems so close
What did it leave behind?
What did it take from us and wash away?
It may be long
And keep it up and not give up
With our heads held high
You have seen hell and made .. “
“kalau masuk ke kamar ku ketuk pintu! Jangan asal masuk aja! “ucapku dengan nada kesal
“kamu marah? “ tanya Fahrizal
“enggak aku gak marah, kenapa kamu di sini? “ Tanyaku
Fahrizal tidak menjawab tapi dia menuju laci ku k mengacak-ngacaknya hingga dia menemukan benda yang penuh kenangan bagiku.
“kau masih menyimpan ini? “marah Fahrizal
“jangan kamu buang itu benda berhargaku aku menyimpannya supaya aku ingat dia! “perintahku sambil mengambil benda kalung
Tiba-tiba Fahrizal menamparku sambil mengatakan bahwa aku manusia bodoh dia benci manusia bodoh.
Meskipun aku benci dengan seseorang itu tapi dia juga sangat berharga bagiku aku tidak mungkin bisa melupakannya meskipun dia selalu menyakiti hatiku.
Di rumah Ridwan
Dia sedang di kamar sambil mengenang malam kemarin ketika bersama Kyra bermain Kembang Api karena di saat itu dia merasa nyaman dan ketika melihat senyumannya membuat dia teringat Putri keong mas.
“Ah itu tidak mungkin Kyra itu putri keong mas. “ucap Ridwan sambil senyum
Karna mengingat Putri keong mas dia membuat sebuah lukisan yang gambarnya wajahnya keong mas sambil mendengarkan musik.
Kevin pun datang ke kamarnya dengan reflex cepat Ridwan berhenti melukis dan menutupinya dengan kain.
“ah kamu lukis apa sih? “ tanya Kevin
“kepo.”jawab Ridwan sambil menyikirkan lukisannya dan dimasukkan ke almari yang penuh dengan lukisannya
Kevin yang penasaran lukisannya itu mencoba mengambilnya tapi dihalangin oleh Ridwan, karna Kevin ngotot untuk mengambilnya dibopong lah Kevin oleh Ridwan untuk keluar ke kamarnya dan dibawa ke ruang bawah.
“turunin kagak! “perintah Kevin
“gak mau suruh siapa mau ngambil lukisanku. “tolak Ridwan
“ya tapi jangan kayak gini, kita mah kayak orang pacaran tau di gendong di depan! “kata Kevin
Saat mereka sudah sampai di lantai bawah mereka terkejut karna ada Ayah dan Mama mereka lantas Ridwan melepas gendongnya alhasil Kevin jatuh kesakitan.
Ridwan terkejut karna mendengar suara seperti orang terjatuh dan ternyata itu kakaknya yang jatuh dari gendongnya, Mama, Ayah dan Ridwan tertawa karena peristiwa itu.
Kevin pun bangun dan menghampiri mamanya merengek supaya Ridwan dimarahi karena telah menjatuhkannya hingga membuatnya kesakitan.
“Ridwan lain kali jangan gitu, kasihan kakakmu kesakitan! “minta mama
Karna semua kumpul, mereka akan mengadakan makan besar-besaran karena jarang-jarang bisa kumpul bersama.
“Oh ya Ayah akan lebih sering dirumah karna ayah akan cuti jadi bisa main sama kalian! “ucap Ayah
“Serius Yah? “tanya Ridwan
“iya, yes Yah nanti kita pergi ke panti jompo dan main musik lagi kayak dulu! “minta Ridwan
“Seneng banget adikku. “ucap Kevin
“Ya seneng lah Vin, adikmu kan senang sekali jika main sama ayahnya. “ucap mama
Semua mendengar perkataan mama membuat mereka tertawa sedangkan Ridwan tersenyum malu karna itu memang benar.
Setelah selesai makan mereka bersih-bersih dan pergi ke kamar Masing-masing untuk istirahat karna besok sudah masuk sekolah.
“plak.... “
Ridwan kesakitan karna dipukul Kevin, karna melihat Ridwan kesakitan dia tertawa dan langsung masuk kamarnya.
“woy keluar kamu, sakit tahu! “ Kata Ridwan
“enggak mau, 1-1 impas kan, haha. “Ucap Kevin
“ah sekarang main itung-itungan, woke. “ucap Ridwan dan langsung masuk kamarnya
Di kamar Kevin, dia berfikir ada yang aneh dari Kyra waktu akan pulang sampai dirumahnya seperti sedang kesal sama seseorang.
Dia berencana akan menghampirinya di sekolah besol dan akan menghuburnya, tapi yang dia takutkan kalau ketemu Zizi pasti dia akan berpura-pura sakit dan meminta bantunnya.
“Aaa..., sial kenapa ada dia sih di hidupku aku kan gak bisa jadi dekat dengan Kyra. “ucap Kevin menggerutu kesal
Karna begitu kesal dia menulis diary yang dulu di kasih sama Kyra di buku itu juga masih terpasang foto mereka berdua.
Kata demi kata menjadi sebuah kalimat yang menyampaikan isi hatinya untuk bisa lebih dekat dengan Kyra dan bersamanya dia berjanji tidak akan pernah membuatnya menangis terlalu sering.
Karna terasa ngantuk Kevin akhirnya tidur terlelap di tempat belajarnya dengan lampu belajar masih menyala.