Tell Me The Truth

Tell Me The Truth
Ch 18. Semangat Hidup 2



Angin mengeluarkan nada-nada yang indah membuat para pemain basket semakin semangat lagi.


Semua orang sudah siap untuk pertandingan ini, pertama yang main adalah tim cewek.


Semua pemain senang tak terkecuali para spoter yang selalu meyuarakan nama tim mereka masing-masing.


Namun Kevin dan Ridwan merasa ada yang kurang yaitu tak ada Kyra, mereka berdua sangat berharap bahwa Kyra ikut pertandingan ini namun Tuhan berkehendak lain.


Sebenarnya Ridwan agak tertarik dengan Kyra saat pertama bertemu di penyebaran saat lampu hijau untuk pejalan kaki tidak sengaja Ridwan dan Kyra berhadapan dan berselingan dengan kyra dan saat itu Ridwan tidak sengaja menyengol tangannya Kyra yang sangat lembut.


Begitu juga saat smp dia sering sekali berpapasan dengan Kyra, dia mulai ada rasa ketertarikan namun ketika dia tau Kyra adalah pacar nya Kevin dia memilih untuk mundur namun saat dia tau kalau hubungan Kevin dan Kyra kandas dia merasa senang namun sedih.


Dia pun memberanikan diri untuk menanyakan itu ke kakaknya yang beberapa bulan hanya di menagis dan kesal semua itu karna Kyra semenjak itu dia membenci Kyra.


Babak pertama tim cewek untuk sementara tim dari lawan Rachel dan Zizi. Di saat inilah Rachel sangat khawatir akan tidak memenangkan pertandingan ini.


Karna tanpa ada kyra, semua tim jadi berubah apalagi jika Zizi semena-mena sendiri tidak mau mengoper ke teman-teman.


Dan jika zizi marah pasti akan melakukan berbagau cara meskipun itu harus curang. Itu kenapa kalau Zizi ikut Kyra memilih untuk jadi cadangan atau tidak ikut sama sekali.


Itu kenapa ketika Kyra bilang ada urusan keluarga Rachel mengatakan bahwa itu bohong dia tau apa yang sebenarnya.


Dalam hati Rachel dia berharap ada keajaiban bahwa Kyra hadir di pertandingan ini dan ikut bertanding.


Semua usaha yang dilakukan mereka sia-sia karna ulah Zizi yang semaunya sendiri karna ingin menunjukan betapa hebatnya dia di hadapan orang banyak sehingga dia tidak mau berkerja sama dengan lainnya.


Mita yang melihat hal itu merasa sedih dia pun mendatangi Ridwan dan berkata “Rid, ayo kita pergi ke Kyra untuk menjemputnya kalau begini terus kita bisa kalah! “ mendengar perkataan Mita Ridwan pun menyetujuinya namun dia tidak ingin memanggu Kyra yang sedang ada urusan keluarga.


Akhirnya Mita yang menelepon Kyra namun tidak diangkat olehnya. Lama kelamaan Ridwan merasa bosan dia pun pergi dari sekolah.


Dijalan dia menikmati panas dan angin yang bersepoi-sepoi dan suara motornya. Dia pun mengingat sesuatu kalau hari ini itu adakah hari kematian ibunya putri keong mas, dia tahu karna dulu putri keong mas pernah cerita.


Dia pun segera membeli bunga dan pergi ke makam sekalian ke makam nenek dan kakeknya.


Sampailah disana, dia pun masuk ke pemakaman dan menuju makan ibunya keong mas namun saat dia menuju makam ibunya putri keong mas dia melihat seorang wanita memakai dress, kacama dan rambut diurai sama persis dengan putri keong sedang pergi dari makam itu.


Melihat itu Ridwan memanggil dan berlari namun tak terlihat di pintu keluar makam, dia pun kembali lagi dengan lesu karena tak bisa ketemu putri keong mas lagi.


“bruk... “ Ridwan menabrak seseorang dia pun langsung melihat seseorang yang di depannya yang ternyata itu kyra.


“Kyra, kamu tidak apa-apa? “ tanya Ridwan


“Gak apa-apa kok. “jawabku


“kamu kenapa di sini? “tanya Ridwan lagi


“Aku mau ke makam nenek dan kakekku. “jawabku


“Sendirian? “ ucap Ridwan


“Enggak, sama mamahku kebetulan ibuku dah disana ini tadi ambil bunga karna ketinggalan. “ucapku


“oh..., ok. “kata Ridwan


“Kamu sendiri kenapa di sini? “tanyaku


“aku mau ke makam nenek dan kakekku. “jawab Ridwan


Kami pun masuk ke makam bersamaan dan berpisah ketika di dalam. Aku pun sampai di makam nenek dan kakek kami pun langsung berdoa dan bertabur bunga.


“Ridwan, kamu ngapain? “tanyaku


“nunggu kamu. “jawab Ridwan


“why? “ tanyaku


“oh sekolah membutuhkan mu, tim basket cewek mengalami krisis Ra karna tingkah Zizi. “jawab Ridwan


“Tapi aku ada urusan. “ucapku


“Udah, kamu ikut teman kamu, tapi Ridwan kamu antar dia ke rumah keluarga kami ya! “Suruh Ibuku


Mendengar itu aku dan Ridwan langsung bergegas untuk berangkat ke sekolah, sesampainya disana aku langsung berganti pakaian dan menuju lapangan.


Ternyata memang kacau balau, pada akhirnya Zizi kena pelanggaran yang tidak bisa bermain lagi.


Aku dan Ridwan menuju lapangan untuk menemui Pelatih. Ketika aku dan Ridwan keluar semua murid bersorak menyambutku.


Mereka memberiku harapan mereka untuk memenangkan pertandingan ini.


Aku pun langsung mengantikan posisi Zizi, semua kembali semangat terutama kak Rachel.


Kami bermain dengan irama yang tidak ku duga skor kami hampir menyamai skor lawan.


Lawan yang melihat itu merasa marah dan bermain kasar, tapi hal itu sudaj biasa bagiku.


Aku tidak akan terpengaruh hal itu meskipun sebagian timku ada yang terpengaruh.


Aku hanya perlu menenangkan suasananya, aku dan kak Rachel punya rencana untuk bisa memenangkan pertandingan ini dengan bermain santay mengikuti irama.


Kami bisa melewati hal itu, kami juga mendapat skor tinggi dengan menggunakan tehnik lempar jarak jauh. Karna dengan cara itu kami bisa menyusul skor mereka.


Kevin sangat bahagia melihat kedatangan Kyra, dia menjadu semangat lagi bahkan dia palinh keras menyorakan nama tim wanita yang diikuti semua murid.


Zizi yang melihat itu sungguh kesal, dia berencana ingin memberi pelajaran Kyra.


Dia merasa kesal kenapa dia selalu kalah dengan Kyra, bahkan untuk mendapatkan hati Kevin dia juga susah selalu terhalang oleh Kyra.


Zizi pun pergi meninggalkan lapangan untuk memenangkan diri tanpa disadarinya ada seseorang yang mengikuti yang ternyata Fachrizal.


Sampailah di taman, Zizi menagis sejadi-jadinya melihat seperti itu fahrizal tak tega dia pun menghampirinya.


Mereka berdua saling berbicara dan bercanda. Fahrizal yang melihat Zizi sudah tidak menangis lagi ikut bahagia.


Mereka pun kembali ke lapangan, sampailah mereka dilapangan begitu juga dengan pertandingan juga selesai dengan cara diakhiri lompatan tinggi Rachel yang membuat tim wanita memenangkan lomba ini dengan skor 23-24.


Tim wanita istirahat, sekarang giliran tim pria. Semua pemain memasuki lapangan.


Sesuai rencana Kyra yang meminta Edo untuk dijadikan cadangan karna tehnik rahasia akan digunakan didetik-detik terakhir.


Pertandingan sangatlah sportif dan seru sekali semua orang menyorakan nama tim sekolah mereka masing-masing.


Aku hanya berdiri dan melihT mereka main, kevin selalu saja mempesona dan kenapa juga dia selalu melihatku.


Inikan bisa membahayakanku jika Zizi tahu, benar saja Zizi melihatku aku pun langsung menyeret Ridwan untuk pergi dari tempat ini.


Sampailah aku ke kantin, kami pun memesan makanan kali ini yang teraktir si Ridwan.