Tell Me The Truth

Tell Me The Truth
Ch 27. Nyanyikanlah "kenangan kita"



Pagi menyambutku saatnya aku pergi ke sekolah aku pun jalan menuju halte untuk menunggu angkot. Saat aku menunggu di halte tiba-tiba ada motor yang berhenti di depanku ternyata itu Ridwan.


“Ridwan kenapa kamu sampai di sini? “ tanyaku


“Aku mau jemput kamu. “ Jawab Ridwan sambil memberikan helmnya kepadaku.


Aku pun berangkat sekolah bersama Ridwan, aku tidak menyangka kalau aku bisa sedekat ini.


Sampailah di parkiran kami turun dari motor dan langsung menuju kelas. Sampailah kami di kelas, Ridwan pun duduk di depanku sambil tersenyum.


“why? “tanyaku


“Gak papa, kamu udah mendingan? “ tanya Ridwan


“Udah kok, aku udah sehat! “ucapku sambil tersenyum


“baguslah, kalau gak enak badan lagi bilang ya! “minta Ridwan


“iya, oh iya kamu tahu aku di kunciin sama Fahrizal dari siapa? “tanyaku


“Oh gak sengaja aku mendengar kata Kevin dan Renjun mengobrol dengan pak Ahmad untuk meminta memberi pelajaran bagi Fahrizal dan Zizi karna mereka sudah menguncimu di gudang sekolah. “jawab


Datanglah Mita dan Edo bersamaan dan menghampiri kami berdua. Kami pun bercanda tawa bersama.


“Hey Do bawah makanan gak? “tanya tanya Ridwan


“bawa kenapa? “tanya kembali Edo


“Ogah ini tuh makanan buat aku dan Kevin! “kata Edo sambil memegang tasnya


“Ya temenmu kan bukan cuman Kevin tapi kita bertiga juga temanmu sekali-sekali bagi makanan. Pelit! “kata Ridwan


“iya Do Sekali-sekali kenapa. “tambah Mita


“Kalian mau bikin sendiri, Dan kamu Ridwan masak sendirilah kamu visa masak kan! “ucap Edo


“tunggu-tunggu kenapa kamu tahu Do kalau Ridwan visa masak apa kaliam ini”kataku


“Enggak semua yang kamu pikirkan tidak benar, masa aku berteman akrab sama monyet ini. “ucap Ridwan mneyela omonganku


“Hai kambing enak aja siapa juga mau akrab sama kamu ogah, kucingku sayang aku hanya menebak saja soalnya kan pas praktik masak, masakannya itu enak banget. “ucap Edo


“Makasih.”ucap Ridwan sambil senyum


“Eee... Apa sih lu.. “kata Edo


Pak guru pun masuk tentu saja murid-murid yang diluar juga ikut masuk dan duduk di tempat masing-masing.


Kami semua mendengarkan pak guru menerangkan matematika. Entah kenapa kita semua murid merasa pelajaran hari ini berbeda kami merasakan tidak bosan.


Namun aku juga melihat Zizi sedang melirikku dibenagku berfikir apa yang akan direncanakan lagi oleh Zizi kepadaku.


Semenjak kami libur bersama dia sudah terang-teranggan untuk mengusikku jika aku masih berurusan dengan Kevin sepertinya dia benar-benar akan melakukan sesuatu hal yang akan membuatnya rugi sendiri.


Hari ini aku tidak Akan ikut pelajaran full time karna Hari hari ini aku Akan latihan dance.


Sebelum waktu bel istirahat berbunyi aku sudah keluar dari kelas dan menuju ruang latihan dance.


Disana sudah ditunggu teman-teman ku dan pelatih kami pun mendiskusikan lagu apa yang akan ikut kita bawa dan koreografinya seperti apa yang akan ditampilkan.


Setelah kami berunding kami memutuskan untuk membawakan lagu tanah airku, Sheila on 7 yang berjudul cahaya terang dan lagu terakhir adalah bing bang yang berjudul bad boy.


Kami pun membuatnya koreografinya bersama pelatih setelah kami membuat koreografinya kami rekam untuk kita latihan di rumah dan latihan selanjutnya.


Di kamar mandi...


Zizi merasa kesal karna usahanya untuk memberi pelajaran ke Kyra tidak pernah berhasil, padahal dia sudaj kerahkan semua otak dan tenaganya untuk menghancurkan Kyra.


Kali ini dia akan memberi pelajaran kepada Kyra, tiba-tiba dia ingat kalau Kyra selalu membawa buku diarynya dia pun berencana mengambilnya dan akan ditempelkan atau dibacakan di depan semua murid.


Dia pun keluar dan langsung menuju ke kantin untuk mengisi perutnya yang sedang lapar karna dia tidak mau lagi kena sial.


Dikantin dia melihat Kevin dan Edo sedang makan dia pun memesan makanan dan langsung duduk disamping Kevin.


“hai kak boleh gabung kan? “tanya Zizi


“Boleh.”jawab Kevin sambil fokus makan


Mereka bertiga pun makan tanpa berbicara sama sekali saat Zizi ingin mengajak Kevin ngobrol Kevin dan Edo malah pergi dari tempat makan karna sudah selesai makan.


Zizi yang melihat sikap Kevin seperti itu sedih dan semakin sebal dengan Kyra.


Di ruang latihan aku pun makan bersama Renjun kebetulan dia membuatku bekal jadi kita makan bersama diruang latihan.


Suasana seperti ini membuatku teringat oleh kenangan kita waktu dulu kita masih kecil. Kita makan bersama, canda tawa bersama.


Tatapan yang sangat dia hafal tatapan itu dari mata Kevin. Tatapan itu menandakan bahwa dia melihat Renjun berduaan dengan Kyra. Renjun hanya tersenyum melihat wajah sahabatnya itu yang sedang kesal.


Tet... Tet... Tet...


Bel berbunyi tandanya untuk pulang setiap murid pun bergegas pulang. Dan diaula aku tidak sengaja menabrak Zizi sampai buku ku jatuh. Zizi pun mengambil buku diary ku dan membacanya di depan banyak orang.


“Dear diary rasanya sangatlah susah bagiku untuk melupakan perasaan ini terhadap kevin aku terlalu mencintainya dan bisa bersamanya namun kenyataan lain kita tidak bisa bersama, setiap aku ketemu dengannya aku takut perasaan ini ini muncul lagi. “


Aku pun langsung langsung menggambil buku diaryku dari tanga Zizi dan pergi dari mereka semua aku terkejut ternyata ada Ridwan, Kevin, Renjun, Edo dan Mita aku pun malu dan pergi memilih untuk tidak menyapa mereka.


Aku pun menuju halte disana aku Menangis namun juga lega soalnya Zizi hanya membaca isi curhatan yang ini bukan soal perasaanku dengan Ridwan.


Kalau Ridwan sampai tahu perasaanku apakah dia tetap akan mau berteman denganku. Apalagi aku pernah mendengar Ridwan menyebutkan nama putri saat dia tertidur di kelas aku yakin dia sudah menyukai orang lain bernama Putri.


Aku pun pergi ke taman untuk menenagkan pikiranku supaya lebih tenang. Sejam aku disana sudah membuatku tenang aku pun pulang sampilah aku di depan rumahku namun aku melihat Renjun.


“Renjun, kenapa kamu di sini mau main ayo masuk! “kataku


“yang begini tidak benar, kan? “ucap Renjun


“meski aku tahu ini tidak benar, tapi aku harus bagaimana, ya? Semisal aku berfikir kamu menyukai ku meski hanya sedikit saja, aku ingin kamu menganggapku ada walaupun hanya menganggapku sebagai teman meskipun sampai sekarang aku mencintaimu dan aku tahu kalau kamu masih menyukai Kevin! “lanjut Renjun


“Renjun! “ucapku terkejut dengan ucapannya


“aku ingin Pertemanan yang bisa menertawakan hal-hal bodoh seperti sedia kala aku sudah tidak menginginkan lagi untuk menjadikanmu lebih dari teman aku hanya ingin kita kembali lagi seperti dulu sebagai teman karna aku merasakan kamu mencoba untuk menjauhi kami berdua. Maaf... Permintaanku berlebihan ya? “ucap Renjun


“Mm.. Akan aku usahakan namun aku tidak janji Ren. “ucapku dan masuk meninggalkan Renjun yang masih di depan


Aku tidak bisa hidup tenang aku selalu memikirkan perkataan Renjun emang benar aku selalu mencoba untuk menghindari mereka berdua.


Karna aku tahu Kevin dan Renjun masih menyimpan perasaan itu aku hanya tidak mau menumbuhkan perasaan itu lagi dan menghancurkan persahabatan mereka.


“AAA semua ini gara-gara Zizi, awas kamu Zi! “teriakku


Karna semakin pusing nya aku pun memilih istirahat dan menyiapkan mental untuk besok pagi karna pasti semua murid Akan mengosipkan diriku.


Hari menunjukan sinarnya tandanya sudah berganti hari ibuku membagunkanku karna Ada temanku yang menjemputku. Aku pun mandi Dan turun ternyata yang menjemputku si Ridwan.


Kami bertiga pun sarapan bersama, setelah selesai sarapan kami berdua pamit untuk berangkat.


Sampailah kami di sekolah kami pun menuju kelas, seperti dugaanku semua murid membicarakanku.


Untung Ada Ridwan yang selalu Ada di sisihku sebelum aku masuk kelas aku melihat kevin dan Renjun aku tidak menyapa mereka aku langsung masuk kelas.


Aku pun duduk tapi ada yang aneh kenapa rasanya lengket aku pun bangun aku kaget kursiku juga ikut ke angkat ternyata di lem aku pun duduk lagi


“siapa yang melakukannya? “tanya Ridwan


“keterlaluan bukan begini kalau mau ngerjain orang tuh! “bentak Edo


Semua murid hanya diam dan acuh bahkan sebagian mereka ada yang tertawa. Aku dan tiga temanku mencari cara supaya aku bisa terlepas dari kursiku.


Tiba-tiba ada anak dari kelas lain memberikan sebuah cairan ilmiah bisa melepaskan aku dari lem tersebut. Aku dari pun berterima kasih kepada mereka.


Aku pun menatap semua murid wanita di kelas terutama Zizi ini pasti kerjaan mereka.


“Kevin kamu pembawa sial dihidupku semua fansmu menyerangku ! “Kata hatiku


Hari ini pelajarannya adalah olahraga aku pun keluat kelas dan tiba-tiba ada yang mendorongku hingga aku terjatuh bahkan ada yang menginjak tanganku dan menendang kakiku dan itu perbuatannya fansnya Kevin.


Aku pun ditolong Samantha murid-murid cowok dan Mita pun menghampiriku.


“Kamu tidak apa-apa? “tanya Mita


“enggak papa kok. “ucapku


“gaes, kita harus melindungi than putri kita jangan sampai disakiti sama gadis penggila Kevin. “ucap salah satu murid pria tersebut lalu pergi


Aku hanya menatap Mita, Mita langsung memelukku dan mencoba menenangkan aku.


Olahraga pun di mulai kami olahraga voli kebetulan aku satu tim dengan Mita dan lawan kami si Zizi.


Aku sudah firasat kalau dia merencanakan sesuatu untuk menyakitiku, benar saja tim mereka selalu mengarahkan bolanya ke arahku.


Ridwan dan Edo dan siswa laki-laki geram melihat perlakuan para murid yang jadi fansnya Kevin mereka sengaja mengarahkan bola ke pada Kyra sehingga beberapa kali dia terkena smash.


Hingga smas dari salah satu tim Zizi mensmash dengan kecang mengenai kepalanya Kyra yang membuat Kyra pingsan.


Ridwan, Edo, Mita membawa Kyra ke uks untuk segera ditangani. Mereka bertiga menunggu di dalam sedangkan para murid cowok kecuali Fahrizal menunggu di luar.


Kevin dan Renjun mendengar Kyra masuk Uks mereka berdua langsung menuju uks namun mereka berdua tidak bisa masuk karna dihadang oleh murid cowok.


“kalian tidak boleh masuk, terutama kamu Kevin putri kami sampai terluka itu gara-gara kamu jadi kalian pergi! “perintah salah satu mereka yang membuat Kevin dan Renjun kembali ke kelas.