
“Iya maksudmu.. “ Ucapku dengan perasaan penasaran
“Maksudku, eee... “ Ucap Mita
“Iya? “ Ucapku
“Gak papa deh. “ Ucap Mita
“Heee.. Yakin” Ucapku makin penasaran
“Iya, aku cuman pengen makan bersamamu saja. “Ucap Mita sambil senyum
“Oh, ok fine. “ Ucapku
Kami pun selesai makan tepat bunyi bel masuk berbunyi lantas kami pergi bersama menuju kelas,sebenarnya aku penasaran sama apa yang mau diomongin sama Mita dia gadis aneh.
Sampailah kami dikelas, kami pun duduk ditempat masing-masing tiba-tiba perwakilan dari OSIS yakni Zizi dan Edo datang memberi informasi bahwa acara pertandingan antar sekolah tidak jadi diadakan tahun yang ini juga karna banyak kendala.
Namun mereka tidak memberi tahu alesannya, ini sungguh kabar yang sangat mengecewakan tapi sudah lah mau gimana lagi.
Pak Budi pun datang kali ini beliau membahas materi tentang kerajaan budha di Indonesia.
Kita memang anak IPA tapi di kelas kami juga mendapatkan Pelajaran sejarah yang diberi nama peminatan sejarah.
Anak-anak IPA sebenarnya tidak terlalu suka dengan pelajaran ini tapi beda banget kalau yang ngajar itu pak Budi semua anak sangat suka dan gak ada yang tidur di kelas.
“bagaimana kalian sudah paham. “ucap pak Budi
“Paham pak. “ucap semua murid
“ada sedikit cerita buat kalian! “ucap Pak Budi
“apa itu pak “ ucap Fahrizal
“Cerita tentang kehidupan”ucap Pak Budi
“Ah membosankan pak. “ucap Edo sambil menguap
“hhh belum apa-apa sudah bilang membosankan. “ucap pak Budi
“Emang apa sih pak, penasaran aku? “tanya Zizi
“Mmm.. Karna Edo tadi bilang membosankan jadi hari ini tidak jadi cerita tapi yang akan cerita adalah kalian. “ucap pak Budi sambil tersenyum dan menutup buku
“Yah... “ucap semua murid kecuali Ridwan, Mita, aku lalu sambil melihat Edo.
“apa kalian lihat, baik pak biar aku duluan yang cerita. “ucap Edo
“baiklah Edo maju. “ucap pak Budi
“baiklah pak bos. “ucap Edo sambil maju kedepan
“Edo silahkan cerita, bebas”ucap Pak Budi
“gini teman-teman aku dulu pernah bertemu dengan seseorang anak kecil dia itu pendiam, jarang bergaul dan cengeng. Dan paling pedih banget dia itu gak berfikir positif thinking selalu saja berfikir negatif thinking kepada orang-orang yang dia temui. ...“ucap Edo
Mendegar ucapan Edo Ridwan sangat sock dan ingin marah karna yang dia ceritakan adalah tentang dia namun kalau Ridwan memberhentikan ceritanya semua pasti akan tau kalau orang yang Edo ceritakan adalah dirinya.
Semua murid mendengarkan ceritanya Edo yang begitu panjang lebar banyak banget yang berkomen negatif tentang anak yang diceritakan Edo ada juga yang berkomen positif untuk anak itu namun karna pada ribut Pak Budi memberhentikan cerita Edo dan memberi tahu makna soal cerita Edo.
“Nah anak-anak dari cerita Edo kita bisa ambil hikmahnya kalau kita tidak boleh berpikir negatif ke seseorang sebelum kita mengenal orangnya dan kita sebagai orang tua nanti laungkam waktu untuk anak kalian, dan buat kamu Edo kalau ada orang seperti iti janganlah dijaili tapi kamu dekati dia rangku dia agar mau bersosialisasi dan mengubah cara berfikirnya bukan malah... “ucap Pak Budi
“Menjailinya.. Haha”ucap murid-murid lainnya kecuali aku dan Ridwan yang menyerobot omongannya pak Budi
“hust.. Kalian ini menyerobot omongannya bapak. “ucap Pak Budi sambil geleng-geleng
Mendegar omongannya pak Budi semua tertawa, bel pun berbunyi tandanya pulang,
Aku pun pulang dijemput Ayahku dengan mobilnya yang mewah dan kesayangannya melebihi dari anaknya dan istrinya.
Aku pun masuk ke mobil, hari ini aku dan keluargaku akan pergi ke tempat pemancingan yang biasa kami kunjungi.
Namun sebelum pergi ke pemancingan, kami berdua pulang untuk ganti pakaian dan menjeput ibu dan adik.
Sampailah dirumah kami berdua langsung ganti pakaian, mempersiapkan alat-alat yang harus dibawa ke tempat pemancingan, persiapan sudah selesai kami berempat berangkat ke tempat pemancingan.
“hari ini sepi banget ya. “ucap Ibu
“iya kayak gak biasanya. “ucap Alex
“kayaknya ini kerjaan ayah deh. “ucapku
sambil melirik ayahnya
“wkkk kau sangat hafal, iya ini tempat sudah ayah boking. “ ucap ayah sambil memegang pundak Alex
kamu pun memancing bersama bercanda bersama, setelah mancing selesai kami pun memasaknya di tempat pemancingan.
“Dek kau bersihin ikannya. “ucapku sambil nunjuk hasil tangkapan tadi
“Woke kak. “ucap Alex
“Hey Ra, kau juga bantuin adikmu, yang masak biar ibu sama ayah. “ucap Ayah
“Loh, Mmm.. Aku yang masak yah. ‘ucapku manja
“Enggak sana bantuin adikmu. “ucap ayah
Akhirnya aku pun membantu adikku membersihkan ikan, kali ini hasil tangkapannya banyak banget aku rasa ikan sebanyak ini tidak akan habis untuk dimakan sendiri.
Dirumah Kevin....
Kevin sangat lelah hari ini karena apa yang dia siapkan untuk lomba antar kelas harus gagal karena tiba-tiba dari lawan Sekolah nya sedang dalam masalah.
Masalah nya adalah dana yang buat acara ini tiba-tiba sebagian hilang entah hilang atau ada yang korupsi dan peralatan untuk lomba juga banyak yang hilang, para pemainnya juga sedang mengalami cedera seperti ada yang sudah merencanakan.
Karna memang beberapa hari ini banyak banget penyerangan misterius di berbagai sekolah makanya bu Kepsek menyuruh untuk diperketat lagi.
Kemarin saja disekolah nya ada teror namun itu dirahasiakan ke semua murid kecuali para guru, staf sekolah, kevin, Edo yang tau kejadian ini.
“pusing pikiran ini
lelah hati ini
aku harus bagaimana lagi
Supaya aku kembali semangat “ Kevin bersenandung sambil berbaring di ruang keluarga tiba-tiba dia teringat dengan Kyra lalu ambillah HP dan meneleponnya.
Di pemancingan ikan, HP Kyra berbunyi dia pun mengangkatnya
“ hai Kevin “ucapku
“ Hai Ra”ucap Kevin
“Ada apa vin? Ucapku
“Mmm... Kangen kamu. “ucap kevin sambil senyum
“kangen, Mmm.. Biasanya tuh kalau bilang kangen itu tandanya kau lagi ada masalah. “ucap ku
“kau memang yang paham betul tentangku. “ucap kevin
“kita kan sehati dan sejiwa, hhh. “ucap ku
“Ada sih cuman aku gak bisa cerita, ini masalah yang harus aku cerita sendiri. “ucap kevin
“ok, gak papa. “ucapku
“Lagi apa kamu. “ucap kevin
“Nih lagi menikmati kebersamaan keluarga, mumpung adikku pulang dari Amerika. “ucapku
“O.. Adikmu pulang, oh ya udah nikmati kebersamaan kalian. “ucap Kevin langsung tutup telponnya Sebelum Kyra menjawab nya.
Hari semakin malam kami pun bergegas untuk pulang, ikan pun masih banyak maka kami merencanakan untuk membaginya dengan tetangga mereka.
Sesampainya di rumah kami bersih-bersih badan dan membagikan hasil makanan yang dimasak tadi ke tetangga, setelah selesai kami sekeluarga beristirahat.