
Hari ini aku berangkat dengan Mita sampailah kami di sekolah kami pun langsung membuat tempat untuk tanaman
Aku pun menulis nama-nama tanaman yang dibawa Teman-teman termasuk punyaku dan Mita yang kita bawa dari rumah.
Kali ini tidak ada pelajaran sama sekali karna untuk lomba antar kelas ini. Tanaman pun sudah sampai kami para tim Taman langsung menatanya di tempat yang tadi sudah dibuat.
“Wah indah sekali. “ Puji Mita
“Ini hasil kerja keras kita. “ Ucapku
“Baik temen-temen kita buat jadwal piket untuk menyiram tanaman ini. “ucap Mita
Kami pun menyetujuinya, setelah kami membuat jadwal kita semua istirahat, karna aku melihat teman-teman sudah keliatan lelah aku pun memesan makanan dan minuman untuk mereka makan dan minum agar kembali vit tentu bukan uang kas kelas tapi uang pribadi karna kalau pakai uang kas aku malas harus minta sama Zizi ribet.
Tapi aku tidak bilang ke mereka soal itu, karna menurutku mereka tidak perlu kalau uang yang buat beli itu uang pribadi ku sendiri.
Kami pun kembali ke kelas setelah selesai makan.
“Do ada yang bisa aku bantu? “tanyaku
“eh kau Ra, ada. “jawab Edo
“Apa yang bisa aku bantu? Tanyaku lagi
“Kamu bujuk Kevin supaya aku bisa masuk ke tim basket, pliss. “Minta Edo
“hah kok aku. “ucapku dengan ekpresi kaget
“Iya soalnya kan kau... “kata Edo
“Sutt.. Diam, iya aku akan bujuk dia, tapi kamu gak usah ucapin itu. “kataku sambil aku menutup mulutnya Edo
Aku dan Edo pun pergi ke depan kelas Kevin aku pun langsung jmemohon untuk tidak ikut lomba basket dan Edo di masukan di tim untuk tahun ini.
“Why, kenapa kamu gak ikut? Tanya Edo dan Kevin
“ada urusan keluarga. “jawabku sambil tersenyum
“tapi.. “kata Kevin
“udah-udah tolong ya kak, oh ya tolong juga temanku ini juga ikut ya cadangan juga gak papa. “kataku memengang pundak kevin dan langsung meninggalkan mereka berdua
Sampailah aku dikelas, Mita sudah menunggu ku baru pertama kali ada seseorang temen wanita yang mau menungguku.
“Ra...! “panggil Mita sambil melambaikan tangannya
Akupun menghampiri nya ternyata dia ingin pulang bersama namun aku tidak mau karna aku pergi ke suatu tempat.
Belum belum berbunyi tandanya pulang sekolah kecuali tim basket mereka akan berlatih tapi aku bolos aku ingin pulang cepat.
“Zal, aku bareng. “seruku dan langsung masuk mobilnya fahrizal
“eh kenapa kamu pulang kamu ada latihan? “Tanya Fahrizal
“aku rencana gak ikut lomba, makanya aku kabur keburu kak Rachel mencariku. “jawabku
“Aneh-aneh.”ucap Fachrizal sambil memulai menghidupkan mobilnya
Aku dan fahrizal pun pergi ke suatu tempat yang tak asing bagi kami yaitu panti jompo tempat dimana kakek Fahrizal tinggal.
“Zal, udah lama banget Ku gak ketemu kakek mu. “ucapku
“aku juga, dah lama gak ketemu kakek. “kata Ridwan
“oh ya gimana kita berhenti dulu di toko bunga dan toko roti. “mintaku
“Buat apa semua itu? “Tanya Fahrizal
“buat ngrayain ulang tahun kakekmu. “jawabku
“Ulang tahun, kakek “kata Fahrizal
“ya kamu lupa kalau hari ini ulang tahun kakek. “ucapku
“kakek Happy Birtday to you. “ucapku dan Fahrizal
“wah makasih cucuku. “ucap kakek sambil memeluk kami
“Kakek Adam, Rara kangen sama kakek. “ucapku manja
“halah, bohong itu kek. “kata Fahrizal
“Apa sih lu, eh aku tuh kangen sama kakek tapi kalau sama kamu hhh sorry ye ogah. “ejekku
“Wah nih bocah minta diklitikin. “kata Fahrizal Sambil mengelitikku
Aku pun lari sebelum kena klitikan Fahrizal lagi, kami memutari kakek Adam namun kakek malah tertawa melihat kami yang seperti kekanakan.
Di sekolah...
Semua tim basket cewek maupun cowok sudah berkumpul mereka pun siap untuk latihan bersama namun saat di tengah-tengah latihan pelatih menyadari bahwa Kyra tidak ada, dia pun menanyakan kepada Rachel.
“Rachel kemana Kyra kok gak kelihatan? “tanya pelatih
“tadi aku mencarinya juga gak ada. “jawab Rachel
“Kyra dia gak ikut pertandingan pak, soalnya katanya dia ada urusan keluarga. “sahut Kevin
“Lah kok mendadak begitu sih. “tanya pelatih
“yaelah pak, gak ada Kyra juga gak masalah kan masih ada saya. “ucap Zizi yang tiba-tiba datang.
Karna mendengar perkataan Zizi mereka bertiga langsung pergi dan lanjut latihan karna malas mendengar omongannya Zizi.
Edo juga ikut latihan, namun dia merasakan ada yang beda dari Kevin kenapa dia tidak semangat seperti biasanya, apa karna tidak ada kyra jadi mereka lesu.
Edo pun hanya senyum dan mencoba cari cara supaya Kevin semangat latihan lagi, Tiba-tiba si Renjun dan Rachel menghampirinya.
“Do kenapa sobatmu itu? Tanya Renjun
“iya kayak tidak semangat. “kata Rachel
“biasalah kayak kalian gak tau aja, kalian kan temannya dari kecil masa gak tau. “jawab Edo
“masalah cinta ternyata. “ucap Rachel
“Haha, dia kalau soal cinta jadi lemah. “kata Edo
Mereka bertiga memikirkan sesuatu supaya Kevin kembali latihan, mereka pun memangil Kevin dan membawanya ke taman untuk video call Kyra.
Edopun video call Kyra, namun tidak diangkat oleh Kyra namun Kyra membalas dengan chat “maaf gak aku angkat, lagi sibuk oh ya semangat ya buat latihannya Edo dan Kevin ganbate. “ setelah dibacakan Kevin tersenyum lebar namun si Renjun merajuk karna hanya mereka berdua yang disebut kan.
Melihat sikap Renjun membuat mereka bertiga tertawa karna dia merasa tak diperdulikan oleh Kyra.
Mereka pun kembali ke ruang latihan dan berlatih kembali dengan semangat baru.
Di panti jompo, seharian aku bermain dengan Fahrizal dan kakek Adam, sudah lama sekali tak seperti ini semenjak kedua orang tuanya Fahrizal memutuskan kakek untuk tinggal di panti jompo padahal Fahrizal tidak mau jika kakeknya itu tinggal di panti jompo.
Sampai-sampai dia memintaku untuk memujuk kedua orang tuanya namun apa daya tekat mereka sudah kuat jadi tidak bisa aku goyahkan. Aku merasa bersalah karna tidak bisa membantu Fahrizal pada saat itu.
Hari semakin sore kami pun pamit untuk pulang. Hari ini aku merasakan Fahrizal yang dulu senyuman yang indah, auranya sangat nyaman beda sekali sama yang seblumnya senyumannya indah tapi penuh kepalsuan.
Aku berjanji akan menjaga senyum itu dan tidak akan pernah membiarkan Zizi menyakitikimu sobatku, karna kau sangat berharga bagiku.
Dirumah Ridwan, dia sudah menyiapkan kue dan kado untuk Kakek Adam dia pun berpamitan dengan Ayahnya untuk ke panti jompo namun ayahnya ingin ikut dengannya.
Sampailah mereka berdua di panti jompo, Ridwan melihat Kakek Adam seperti bahagia sekali tidak seperti biasanya.
“kakek bahagia sekali. “ucap Ridwan
“sangat bahagia, karna tadi cucuku sama pacarnya dateng ngrayain ulang tahunku dan besok mereka akan datang lagi. “ kata Kakek Adam.
Adam dan Ayahnya membuat pesat kecil-kecillan untuk merayakan ulang tahun kakek Adam diikuti semua keluarga panti jompo itu.
.