Tell Me The Truth

Tell Me The Truth
Ch 41. Pagi Yang Mengejutkan ku



Hari sudah mulai pagi membangunkanku untuk segera bangun dari kamar Mita dan segera membersihkan diri lalu membangunkan Mita yang masih terlelap dalam mimpinya.


Setelah selesai aku membangunkan Mita dan membuat sarapan yang akan kami bawa ke lapangan basket karena hari ini aku dan Mita akan berolahraga dengan dua sahabat kami yaitu Ridwan dan Edo.


Setelah bebrapa menit nunggu Mita kami pun langsung berangkat ke lapangan basket yang kebetulan dekat dengan rumah Mita, sampailah kami berdua disana dan sudah disambut oleh Edo dan Ridwan.


Kami pun menghampiri mereka namun ada tanga yang tiba-tiba menutup mataku aku pun kaget dan mencoba meraba tangan itu.


“ ah Kevin, lepasin!” mintaku


“yah ketahuan.” Ucap kevin sambil memelukku yang sangat erat


Tiba-tba dari belakang ada yang memeluk kami berdua dan sudahku tebak itu pasti Renjun dan benar saja tebakkanku. Suasananya seperti saat kami bertiga seperti masih duduk di bangku SD.


“ Kenapa mereka ikut?” Tanya Mita


“emang tidak boleh ikut?” Tanya kembali Kevin masih dalam posisi memelukku


“hm, iya gak boleh jahat amat!” ucap Renjun tetap masih posisi memeluk kami berdua sambil muka imut


Kami tertawa melihat ekspresi anak satu itu, kami pun langsung membagi tim menjadi dua. Tim A ada aku, Kevin, Renjun dan Tim B ada Edo, Ridwan, dan Mita kami pun mulai pertandingannya namun kami bingung siapa yang akan menjadi wasitnya.


Datanglah seorang laki-laki paruh baya kearah kami, laki-laki tersebut memanggil Ridwan dan Kevin anakku. Ku jadi bingung sebenarnya apa yang terjadi. Aku tahu kalau itu adalah ayah Kevin tapi kenapa dia menyebut Ridwan anak juga. Ada yang gak beres sepertinya mereka sedang bermain sandiwara tapi aku gak boleh marah mencoba menenangkan perasaan ini.


“ anak?” Tanya Renjun dan Mita


“iya mereka berdua itu anak saya, kalian tidak tahu wah… kalian!” ucap ayahnya Kevin


“gini ayah bukan maksudnya kami main rahasia tentang ini, tapi demi kenyamanan aku disekolah, tau sendiri Kakak itu kayak apa!” ucap Ridwan


“pantas saja kamu selalau berpenampilan seperti ini tiap ketemu masa teman, kalau di rumahkan keren!” ucap ayahnya Kevin


“apa kabar Kyra?” ucap ayahnya Kevin


“ Baik !”ucapku


Kami pun langsung main dengan di wasiti ayahnya Ridwan dan Kevin.


Dalam sejam permainan kelompokku adalah pemenangnya skornya empat dan dua, dibabak kedua skor kami jadi sama alhasil kamimenang seri. Setelah selesai olahraga kami langsung diajak Ayahnya Ridwan dan Kevin untuk makan di restoran yang kebetulan tak jauh dari tempat ini.


Sampailah kami di restoran tersebut lalu kami memilih tempat duduk dan segera memesan makanan.


“ Kyra kamu mau makan apa?” Tanya Ayahnya Kevin


” terserah om aja, kan aku hanya ditraktir!” ucapku


“ ok, saya akan memilihkan makanan yang paling kamu suka!” ucap Ayahnya Kevin


Setelah semua memesan Ridwan dan Kevin menjelaskan kenapa mereka merahasiakan hubungan mereka berdua. Mendengar penjelasan mereka berdua iya sih kalau Ridwan mengakui nahwa mereka berdua saudra pasti akan banyak orang yang membandingkannya mereka dan pasti akan leboh merepotkan lagi jika para cewek-cewek sekolah kalau titip salam atau menitipkan surat untung Kevin.


Setelah selesai makan aku dan Mita pamit untuk pulang, sampailah kami berdua di tempat tinggal Mita.


“ku gak nyangka kalau mereka saudara!” kata Mita


“iya, sama!”ucapku’’


“oh iya Ra, ayahnya Kevin baik yap antes aja Kak Kevin itu baik orangnya!” Ucap Mita


Aku hanya tersenyum dan pergi ke kamar mandi untuk segera membersihkan badan, karna badanku seperti sudah gak bau sedap. Hari ini rasanya tak begitu menyenangkan tapi lumayanlah dapet makanan gratis.


Di rumah Ridwan…..


Ridwan dan Kevin istrahat samba melihat tv, lain hal dengan ayah mereka beliau memilih untuk mandi.


“Kak , kulihat ayah bahagia banget ketemu Kyra!”ungkap Ridwan


“yah namanya juga udah gak pernah ketemu,semenjak kakak putus sama dia baru kali ini bisa ketemu lagi!” jelas Kevin


Tiba-tiba Ridwan ambil gitar dan mereka pun bernyanyi lagunya Admesh “hanya Raindu”


“Waktu pertama kali


Kulihat dirimu hadir


Rasa hati ini inginkan dirimu


Hati tenang mendengar


Suara indah menyapa


Geloranya hati ini tak kusangka


Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untukmu


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Tulus padamu


Hari-hari berganti


Kini cinta pun hadir


Melihatmu, memandangmu bagai bidadari


Lentik indah matamu


Manis senyum bibirmu


Hitam panjang rambutmu anggun terikat


Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untukmu


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia”


Kevin mendengarkan alunan demi alunan nada yg dimainkan oleh adiknya itu sembari mengingat hari ini.


Dia merasa bahagia namun juga sedih karna melihat sikap Kyra yang canggung ketika ayahnya ingin berinteraksi dengannya.


Semoga saja Kyra bisa memafkan Ayahnya itu karna hal ini sangat mengagu di pikirannya. Andai saja peristiwa itu tak terjadi mungkin dia dan Kyra tetap masih bersama.


Sejam sudah akhirnya Ayahnya mereka berdua sudah selesai mandi dan dia membuat cemilan untuk dua putranya itu sembari senyum lebar karna melihat ke dua anaknya itu masih akur sampai sekarang.


“Ayah bikin apa?”tanya Kevin


“Ayah bikin cemilan buat kita makan!” Jawab Ayahnya


“Aky bantu Yah!”minta Kevin


“Enggak usah, kamu temanin adikmu itu yang sedang bernyanyi!”suruh Ayahnya


Kevin pun kembali ke tempat duduknya dan menemani adiknya itu sambil ikut bernyanyi bersama. Lagu ini mengingatkan sosok wanita yang dia sebut ibu.


Begitu juga dengan Ridwan lagu ini mengingatkan sosok wanita yang dia rindukan yaitu neneknya.


Ridwan dan Kevin saling bertatapan muka dan senyum karna di hati kecil mereka tahu bahwa mereka sedang memikirkan sesok wanita yang mereka rindukan.


Keluarlah Ari mata di bola mata mereka namun bukan tanda kesedihan namun tanda kebahagiaan karna akhirnya mereka bisa merasakan kebahagiaan sebagi keluarga yang selam ini mereka inginkan.


Karna setelah kepergian mereka rasa sedih dan kesepian selalu menghantui mereka berdua.


Cemilan pun jadi Ayahnya pun menghampiri mereka untuk makan bersama.


Mereka pun makan bersama sambil bercerita banyak hal, terutama Ridwan dia jadi tipe aktif kalau sudah bersama Ayahnya semua isi hatinya dicurahkan hingga tanpa sadar dia menceritakan tentang Kyra.


Kevin kaget mendengar ucapan Ridwan yang menceritakan tentang Kyra karna tidak biasanya dia menceritakan wanita lain di Depa. Dia dan Ayahnya.


Dia curiga kalau Ridwan itu suka denga Kyra. Dia pun diam dan mendengarkan adiknya berceriat Karna Kevin ingin memastikan sesuatu apakah benar-benar Ridwan suka atau hanya dia bingung dengan perasaannya.


Kalau Ridwan benar-benar suka dia jadi ada saingannya karna di dalam hatinya masih terukir nama Kyra yang selam ini belum bisa digantikan oleh siapapun.