Tell Me The Truth

Tell Me The Truth
Ch 25. Kesedihanmu adalah kesedihanku



Di gudang...


Aku merasa ketakutan sini gelap dan pengap sekali, aku menangis dan meminta tolong namun tidak ada yang merespon.


Jika aku bawa hp aku akan menelepon tapi aku gak bawa sama sekali, aku ketakutan.


Dan aku melihat sisi sebelah kanan aku teringat dimana aku disikap saat aku smp membantu Fahrizal kabur dari para preman namun naas aku ketangkap.


“Aaa..., kevin tolong aku, aku ketakutan, ku mohon tolong aku!”. Rintihku sambil membukuk ketakutan


Aku tak suka tempat ini gelap, pegang banyak kecoak namun bukan karna kecoak tapi tempat ini mengingatkan kenangan burukku.


Di taman...


Di mata Kevin hanya muncul banyangan Kyra yang tersenyum namun saat dia menutup mata dan Membuka sebentar dia melihat Kyra sedang duduk seperti ketakutan di rungan gelap.


Dia pun mengahampiri Bayangan itu namun saat dia ingin menyentuh Bayangan itu lenyap, kevin semakin khawatir dia pun pergi ke parkiran dan pergi daro taman tersebut.


Diperjalanan Kevin panik penuh dengan kepanikan karna melihat bayangan tersebut tiba-tiba teleponnya berbunyi dan ternyata itu dari Renjun.


“hallo Renjun bagaimana? “tanya Kevin


“Ketemu dia sedang di rumah Zizi bro. “jawab Renjun


“Ok makasih bantuannya! “ucap Kevin lalu mematikan telponnya.


Saat di lampu merah dia melihat telpon ada panggilan dari Zizi dia pun mengangkatnya.


“hallo Zi! “ucap Kevin


“Hallo kak, kok aku telpon gak diangkat sih. “ ucap Zizi


“ah..., maaf aku lagi sibu tadi, kamu ada dirumah sekarang? “ucap Kevin


“Iya aku dirumah kenapa kak? “ Tanya Zizi


“Gak papa cuman nanya aja takut nya kayak kemarin kamu lagi sakit malah jalan ke Mall. “ Ucap Kevin


“Hehe gak kok kak. “ Ucap Zizi


“Udah dulu ya Zi, aku lagi sibuk nih. “ Ucap Kevin dia pun mematikannya


Di rumah Zizi..


Fahrizal melihat Zizi yang sedang menelepon di luar dia senyum-senyum karna teleponya diangkat Kevin.


“Gimana, bicara apa aja sama Kevin?” Tanya Fahrizal


“Mm .., cuman nanya kabarku aja, tapi aku senang karna akhirnya aku bisa sedekat ini. “ Ucap Zizi


“Baguslah jika itu membuatmu bahagia. “ Ucap Fahrizal sambil tersenyum simpul


“Tanks ya Zal, kamu sudah membantuku untuk memberi Pelajaran sama Kyra. “ Ucap Zizi sambil senyum bahagia


“Sama-sama lagian dia pantes mendapatkannya karna sudah bikin tuan putri yang cantik ini jadi sedih. “ Ucap Fahrizal


Tiba-tiba pintu terbuka Dan ternyata itu Kevin, Fahrizal Dan Zizi kaget terutama Zizi dia takut kalau Kevin mendengar pembicaraan mereka tadi.


“Plak" Tamparan mendarat di pipi Fahrizal Membuat Zizi Dan Fahrizal kaget.


“Zal kamu apakan Kyra, dimana dia sekarang? “ Tanya Kevin sambil memegang baju Fahrizal


“Dia kan kan latihan dance. “ Jawab Fahrizal


“Bro, aku tuh ketua osis dan aku tahu kalau gak ada latihan dance kamu jangan bercanda, semua aktivitas sekolah itu Aku yang ngatur jadi jangan pernah berbohong padaku. “ Ucap kevin


“Aku gak tahu apa-apa. “ Bantah Fahrizal


“Zizi, Aku gak nyangka kamy setega ini kalau kamu benci dengan Kyra jangam pernah kamu lalukan perbuatan kayak gini! Sekarang jujur kamu sembunyikan dimana kyra! “ Bentak Kevin


“Ya kamu jangan pernah bentak Zizi! “ Perintah Fahrizal sambil memegang pakaian Kevin


Kevin yang sangat marah tanpa berfikir panjang memukul Fahrizal habis-habisan tanpa ampun sehingga membuat Fahrizal terluka parah.


Zizi yang melihat itu semua hanya menagis Dan ketakutan pada akhirnya Zizi mengatakan bahwa Kyra dikurung dia gudang sekolah yang sudah tidak pernah dipakai.


Mendengar itu Kevin menatap zizi Dan pergi meninggalkan tempat itu dan menuju sekolah, dia pun menelepon Renjun untuk datang Ke sekolah karna sudah malam.


Sampailah Kevin ke sekolah disana sudah ada Renjun dan Pak satpam, mereka pun langsung menuju Gudang yang dimaksud Zizi.


Pak satpam pun membuka pintu gudang diliatlah tubuh Kyra yang sedang pingsan.


Setelah diperiksa tidak terjadi apa-apa dengan Kyra, selang setelah diperiksa terbangunlah Kyra mereka pun langsung mendatangi Kyra.


Aku terbangun dari pingsanku aku pun melihat Kevin lantas aku pun memeluknya sambil menangis ditubuh kekar Kevin.


Dia membalas pelukanku dan mengelus kepalaku sambil menenangkanku dan terkadang dia mencium kepalaku.


“Ini kelewatan tahu, harus kita kasih pelajaran! “ucap Renjun


“Benar katamu kita harus kasih pelajaran untuk mereka berdua. “ucap Kevin sambil melepas pelukannya


“Sudahlah tidak usah di kasih pelajaran, aku gak papa kok. “ ucapku


“Tapi perbuatan mereka ini sudah keterlaluan, bapak setuju kalau kita kasih pelajaran tapi bukan secara kasar! “ucap pak Zhixing


“apa tuh Pak? “tanya Renjun


“besok bapak kasih tahu, sekarang kalian antarkan Kyra pulang ini sudah malam! “perintah Pak Zhixing


Mereka berdua mengantarkanku dengan aku menaiki mobil Kevin dan Renjun menaiki motornya.


Sampailah Ditempatku aku pun masuk dan mereka berdua langsung pamit pulang.


Aku pun masuk setelah ibuku membukakan pintu karna sangatlah lelah aku pun tidur.


aku ingin tidur tiba-tiba hpku yg ada di tas berbunyi aku pun membuka isi pesan dari Renjun.


“Istirahatlah, jangan terlalu memikirkan hal itu. “ aku hanya bisa tersenyum simpul kejadian ini mengingatkanku saat awal pertama aku ketemu dengan mereka berdua.


Dulu waktu aku kelas 4 aku tidak punya teman dan aku pun pergi ke taman saat itu aku melihat anak yang keliatannya dia lebih tua setahun dariku aku sedang kesulitan aku pun memghampirinya.


“ada apa? Apakah aku bisa membantumu? “tanyaku waktu itu


“Kucingku di atas pohon, tapi aku tidak began naik. “ucap Renjun


Aku pun melihat ke atas dan benar saja di atas ada kucing yg ingin turun tapi takut.


Aku pun menaiki pohon itu dan menangkapnya, setelah menangkapnya aku pun turun namun aku terpleset aku pun Terjatuh tapi aku tak sakit saat aku menengok ke bawah aku sedang duduk di perut seseorang aku pun melihat ke belakang ternyata aku sedang menimpa seorang anak laki-laki aku pun langsung minggir dan meminta maaf.


Anak laki-laki itu mengelus kepalaku dan mengatakan “kamu tidak apa-apa” dia adalah Kevin.


Semenjak itu kami bertiga berteman, aku sangat bahagia karna aku memiliki seorang teman baru karna Ku hanya memiliki teman satu yaitu Fahrizal tapi aku bingung sama dia.


Dia itu terkadang baik dan menunjukan kasih sayangnya tapi kadang jahat saat ada orang lain disekitar kami.


Padahal aku saja baru pindah dari selolahku di Amerika dan pindah ke Indonesia untuk menemani kedua orang tuaku lalu aku sedang diperkenalkan dengan Fahrizal, hanya dia satu-satunya temanku.


Entah kenapa sikap dia yg manis kepadaku tiba-tiba menjadi kasar aku sedih sebenarnya aku ini dianggap sahabatnya atau bukan.


Setelah keberadaan mereka berdua hidupku berubah menjadi lebih berwarna kami selalu membuat janji akan bermain di taman itu setelah pulang setelah.


Aku, Kevin, Renjun teman tapi beda sekolah aku waktu itu masih kelas empat dan mereka masih kelas lima namun hal itu tak membuat kami tergangu justru pertemanan kami semakin erat.


Mereka berdua selalu menjagaku bahkan mereka juga menungguku di depan gerbang sekolah Hal itu mereka lakukan sampai aku smp kelas satu.


Bagiku mereka berdua adalah orang yg berharga bagiku. Hingga ada peristiwa membuat hubungan kita brubah tiba-tiba Renjun menyatakan perasaannya padaku di taman itu saat kami hanya berdua.


“Aku menyukai mu! “Ucal Renjun


“apa? “tanyaku yang terkejut


“Aku menyukaimu dari awal kita ketemu, aku ingin kita pacaran, apakah kamu mau jadi pacarku? “kata Renjun penuh harapan


“maaf aku tidak bisa Jun, aku sayang sama kamu tapi sebagai sahabat. “ucapku


Renjun yang mendegar perkataanku terkejut dan seperti orang kecewa di saat itu aku merasa bersalah.


Setelah kejadian itu Renjun tiba-tiba pergi meninggalkan kami berdua ke China tanpa berpamitan bahkan kami los kontak.


Aku merasa bersalah sekali saat itu namun aku masih mempunyai seorang sahabat yang masih bersamaku yaitu Kevin.


Kami hanya melalui hari demi hari hanya berdua membuat kami memiliki rasa suka dan pada akhirnya kami pacaran selama dia tahun hingga kejadian itu muncul yang membuat hubungan kita berpisah.


Di rumah Kevin..


Kevin merasa sedih melihat Kyra sedih dia merasa tidak terima dengan hal itu tapi semua itu juga salahnya. Seandainya saja Zizi tidak menyukainya maka kejadian ini tak terjadi.


Namun Kevin tak mungkin berpura-pura menyukai Zizi karna dia tak mempunyai rasa ketertarikan dengannya meskipun beberapa kali Zizi mencari perhatiannya.


“Kyra kesedihanmu adalah kesedihanku maka aku akan menjagamu karna kamu adalah orang yang sangat berharga ku. “ucap Kevin untuk menutup hari yang begitu melelahkan baginya hingga dia tertidur terlelap.