Tell Me The Truth

Tell Me The Truth
Ch 11. Akhir Dari Teror



Teror disekolah semakin menjadi-jadi dan terang-terangan hal ini membuat murid dan wali ketakutan.


Jadi sekarang kebanyakan yang memilih untuk tidak masuk karna dari pihak sekolah memutuskan untuk membebaskan siswanya gak berangkat sekolah atau tetap mau berangkat sekolah tapi konsekuensinya jika tidak berangkat kami akan ketinggalan mata pelajaran.


Sebenarnya aku tidak boleh masuk oleh ibuku tapi aku tidak mau mendengarnya, aku memilih untuk tetap berangkat sekolah, kali ini aku tidak boleh naik angkot tapi aku diantar Ayahku.


Sampailah disekolah, aku langsung dicek dan masuk ke dalam sekolah, Di kelasku sedikit sekali yang masuk hanya 10 orang diantara lainnya Mita, Ridwan, Fahrizal, Zizi, Edo.


Kami pun belajar seperti biasanya, namun aku suka kelas seperti ini berasa seperti kelas privat belajar lebih efektif. Bel istirahat berbunyi aku pun langsung menuju kantin untuk makan.


Namun saat aku mau masuk lingkup kantin tiba-tiba Fahrizal memangilku, aku pun menghampirinya. Dia ingin membawaku ke atap sekolah. “Ya Tuhan kenapa di sini lagi. “ucapku dalam hatiku.


“Ra... “panggil Fahrizal


“hm”jawab singkat ku


“Gua benci sama kamu” kata Fahrizal


“Why? “ tanyaku


“Karna kamu itu perebut segalanya, apa yang kuingin kan Selalu saja kau mendapatkannya, serakah banget sih. “ucap Fahrizal langsung pergi meninggalkan ku


Aneh sekali tuh anak, baru kemarin dia baikan sama aku kenapa tiba-tiba marah kayak gitu. Dan tempat ini menjadi tempat yang ku benci karna tempat ini jadi tempat orang menghinaku semaunya sendiri tanpa memberi alesan dan orang yang memberi tahu hal buruk yang akan aku alami.


Aku terdiam sejenak dan menenangkan pikiranku yang kacau balau, tiba-tiba aku teringat perkataan Mita soal aku harus hati-hati.


Ini aneh apa teror ini sebenarnya ditunjukkan untuk aku tapi salahku apa lagian aku juga tidak mengenal cewek yang ditabrak Kevin, aku pun menangis kenapa jadi kayak gini sih. Aku hanya ingin hidup lebih nyaman.


Tiba-tiba ada seseorang yang menodongkan pisau ke leherku dia menyuruh ku ke tepi untuk naik ke pembatas dinding.


“Kamu siapa, apa masalah mu kepadaku? “tanyaku sambil mengikuti arahannya


“Jangan banyak tanya, ikuti apa yang aku perintahkan! “ancam orang itu aku pun mengikuti semunya.


Semua murid yang melihat Kyra diatap seperti mau bunuh diri langsung berkumpul dan mencoba membujuknya untuk turun semua terasa aneh bagi Kevin dan Edo, Kevin dan Edo pun langsung menuju ke atap sekolah.


di atap sekolah....


Aku menangis aku ingin lawan tapi aku takut sama pisau dan aku teringat masa laluku yang dulu pernah jadi sandra para preman.


“buk.... “ terdengar seperti seseorang dipukul dari belakang aku pun menegok ke belakang aku melihat sosok Ridwan yang menolong ku, aku pun langsung turun dan langsung memeluknya. Sedangkan Penjahatnya pingsan.


Aku menagis dipelukan Ridwan dia pun membalas memeluk ku dan menenangkan diriku kami berpelukan sangat lama sampai Edo dan Kevin datang.


“Kau gak papa? “tanya Kevin sambil memeluk ku


“Aku gak kenapa-napa kok. “jawabku sambil menatapnya


Kami ber empat dan si penjahat turun ke bawah menuju ruang kepsek untuk menginterogasi si pelaku tersebut namun aku tiba-tiba pingsan, aku pun langsung dibawa ke Uks untuk ditangani.


Sampailah aku di uks aku pun direbahkan dan diberi bau-bauan supaya terbangun dari pingsanku, setelah lama aku pingsan aku pun bangun dan melihat tangan Fahrizal memengang tanganku sambil tidur di kursi.


Aku pun membangunkannya, setelah Fahrizal terbangun dia memelukku sangat erat tidak biasanya dia begitu, apa yang terjadi sebenarnya akupun menanyakan Kepada Edo, Ridwan dan Kevin yang ada di situ dari tadi namun mereka hanya tersenyum kepadaku tanpa berkata.


“Ra aku minta maaf ya! Minta Fahrizal sambil melepas pelukannya


“Soal pelaku tadi, dia sebenarnya mengincar diriku tapi karna dia melihat fotomu di dompetku dia menyerangmu karna yang dia berfikir kamu tuh Sangat berharga bagiku. “jawab Fahrizal


“hah, kau simpan fotoku, fotoku yang mana? Tanyaku lagi


“foto waktu kita kecil”jawab fahrizal sambil senyum


Aku pun ngomel-ngomel sama fahrizal karna ternyata foto kita berdua masih di simpan padahal jelas-jelas aku melihat kalau foto itu sudah dibakar sama dia setelah kejadian waktu smp ketika aku menolong Fahrizal yang akan dihajar sama preman dan aku terluka parah sampai-sampai aku harus dibawa ke rumah sakit karna perutku tertusuk pisau, semenjak itu hubungan kami berdua tidak se akrab dulu sekarang lebih sering bertengkar.


Pak Budi pun datang menghampiri ku dia bilang pelakunya sudah dibawa ke kantor polisi oleh bu Putri. Kevin juga memberi tahu bahwa pelakunya itu seorang wanita dan dia itu suka sama Fahrizal sekaligus temanku dan Fahrizal di smp dulu namanya Rina dia juga mengatakan bahwa Rina itu ditolak sama Fahrizal dan berfikir semua itu pasti karna Fahrizal suka sama aku.


Fahrizal yang mendengar penjelasannya kevin tersenyum sambil menunjukan aegyo nya supaya aku tidak marah. yang aku bingungkan kenapa Ridwan bisa ada di situ.


“aku berada di situ kebetulan pengen menghirup udara yang sejuk karna diatap bikin aku tenang dan liat kamu diancam sama wanita itu ya aku pun langsung memukulnya. “ ucap Ridwan


“wah adikku hebat... “ucap kevin


“Adik..? “ tanyaku, Fahrizal


“haha iyakan adik kelas. “ ucap kevin


“oo kirain apa, setahuku kamu kan gak punya adik. “ucapku


“ya gak mungkinlah, Kevin keren masa adiknya cupu banget” kata Fahrizal


“Hhh bener kau zal, gak mungkin kan kakaknya keren adiknya cupu. “ sambung Edo sambil ketawa


“hais kalian ini suka ngajek Ridwan “ kata pak Budi


“Iya Pak mereka berdua selalu jail sama Ridwan. “ucapku


“Ra... sut, gak kok pa. “ kata Edo dan Fahrizal memintaku untuk merahasiakannya


“oo jadi gitu kalian berdua ikut bapak kalian harus dihukum!” perintah pak Budi sambil merangkul Fahrizal dan Edo untuk keluar dari ruang Uks.


Aku pun ditemani Ridwan dan Kevin di Uks kami banyak baget cerita ternyata Ridwan cerewet juga ya aslinya aku gak pernah melihat dia aktif berbicara kali ini aku melihatnya aktif sekali bahkan aku hanya terdiam mendengar omongannya.


Tapi aku heran Kevin dan Ridwan seperti saling kenal dan seperti keluarga, saling membalas omongan suasana ini jarang banget aku Liat, Aku pun akhirnya dijemput sama Adikku Alex karna ayah sibuk meting di kantor.


“Kevin ngapain kau disini? “Tanya Alex


“Alex kau udah pulang?”tanya Kevin balik


“Woy udah gak usah bertengkar, ya udah vin, rid aku pamit ya udah dijemput adikku. “kataku sambil mengandeng Alex untuk keluar dan dapat pulang


Karna Kyra sudah pulang Kevin dan Ridwan memutuskan untuk pergi ke kelas masing-masing, Ridwan yang berjalan menuju kelas melihat Edo dan fahrizal dihukum lari memutari lapangan basket selama 10 kali dia hanya bisa tertawa melihatnya.


Sampailah Ridwan di kelas, diapun langsung mengikuti pelajaran pak Zainal, setelah kejadian tadi membuat murid ketakutan tapi semua itu hilang ketika mereka tahu kebenarannya dan suasana menjadi normal.


Ditengah pelajaran Ridwan memikirkan soal kejadian tadi sebenarnya dia bisa disitu bukan itu alesannya tapi alesannya yang sebenarnya adalah waktu dia mau pergi ke toilet dia melihat seorang wanita yang misterius meskipun dia memakai seragam sekolah tapi dia tidak memakai sepatu yg ada lebel sekolah sama persis yang dibilang soal ciri- ciri wanita kemarin, Ridwan pun mengikuti cewek itu sampai di atap sekolah dia melihat cewek itu masuk ke gudang sebenarnya Ridwan juga mau masuk tapi ada seseorang yang naik ke atap dan ternyata itu Fahrizal dan Kyra diapun langsung bersembunyi samping ruang gedung.


Dia juga mendengar obrolan Kyra dan Fahrizal, setelah Fahrizal keluar tiba-tiba wanita tadi keluar dari gudang dan menodong Kyra diapun langsung keluar dari persembunyiannya dan memukul cewek tadi pakai kayu yang kebetulan ada di situ.


To be continued...