
Setelah aku selesai berganti seragam aku dan Mita menuju kelas karna bel masuk sudah bunyi.
Kami pun masuk kelas dan memulai pelajaran selanjutnya.
Aku melirik ke arah Zizi, namun aneh kenapa Zizi melirik Mita terus aku mulai khawatir cara tatapan Zizi sama persis ketika dia ingin mencelakakan kakak kelas yang suka sama Kevin.
Nanti aku harus mengikuti Mita pulang supaya tidak terjadi sesuatu, aku sangat khawatir.
Aku pun melempar sebuah bungkusan kertas kecil ke arah meja Edo.
Aku pun menatapnya dan memintanya untuk membacanya.
“Do nanti sekolah kamu boncenggin aku ya ngikutin Mita aku punya firasat buruk sama dia”
Setelah membaca suratku Edo mengangkat jempolnya menunjukkan persetujuannya dengan rencana ku.
Aku pun kembali fokus ke pelajaran lagi namun tiba-tiba ada kertas kecil yang di lempar ke mejaku.
Aku pun membacanya ternyata itu dari Ridwan, aku pun menengok kebelakang.
Tidak terasa bel untuk pulang sekolah aku pun menuju Fahrizal untuk tidak bareng sama dia pulangnya karna aku ingin bareng sama Edo.
Namun Fahrizal ngotot tetep aku pulang bersama dia. Alhasil aku tetap sama Fahrizal.
Jadi aku, Edo, Fahrizal dan Ridwan akan mengikuti Mita pulang secara diam-diam.
Di perjalanan...
“Kenapa kita ngikutin Mita sih Ra?”tanya Ridwan
“Aku punya firasat buruk sama dia!”ucapku
Di setengah perjalanan tiba-tiba ada mobil yang menghentikan Mita dan membawanya ke dalam mobil oleh dua pria yang bertumbuh kekar.
Kami pun segera mengikuti namun naas kami kehilangan jejak.
“Ah sial kita kehilangan jejak!”ucap Edo
“tapi kita harus tolongin Mita!” mohonku
“Sudah-sudah kita minta bantuan saja dengan Renjun!”ucap Edo
“Kenapa Renjun?”tanya Ridwan
“Karna dia hackers terhandal di sekolah kita!” jawab Edo
Akhirnya Edo menelepon Renjun untuk meminta tolong melacak keberadaan Mita.
Dan Renjun pun menemukan letak Mita sekarang, akhirnya aku dan teman-teman menuju lokasi yang di share sama Renjun.
Di gudang terbelangka...
“Hallo kakakku sayang!” ucap Zizi
“Zi apa yang kamu lakukan?” tanya Mita
“Aku hanya ingin bersenang-senang dengan kakakku ini!” kata Zizi
“Zi jangan main-main, kenapa aku di ikat?”ucap Mita
“gak papa, kakak ku sayang aku ingin menawarkan sesuatu hal padamu!” ucap Zizi
“Apa ?”ucap Mita
“maukah kamu membantuku untuk menghancurkan hidupnya Kyra?”ucap Zizi
“tidak, aku tidak mungkin melukai dia lebih baik aku mati!”ucap Mita
Karna Zizi merasa marah penawarannya ditolak dia pun meminta dua laki-laki tadi memukul Mita sampai pingsan dan dibawa ke halaman belakang untuk dimasukan peti dan dikubur hidup-hidup.
Setelah semuanya selesai Zizi dan dua laki-laki itu pergi meninggalkan tempat itu.
Di dalam peti..
Mita terbangun dari pingsannya dan dia terkejut karna dia ada di tempat gelap setelah dia raba-raba ternyata dia sudah ada di sebuah kotak seperti peti mati.
Dia menangis karna diperlakukan seperti ini oleh adiknya, tidak Cuma itu dia memang diperlakukan tidak adil di keluarga Ayahnya maupun ibunya.
Jika memang ini akhir hidupnya maka dia pasrah karna memang dari dulu Mita ingin sekali mengakhiri hidupnya.
Mita....
Mita......
Mita....
Terdengar suara memanggil dia , diapun terkejut mendengarnya seperti suara Kyra.
Hal ini membuat Mita ingin keluar dari peti mati tersebut.
“Tidak aku ingin keluar, aku takut gelap! Ucap Mita
“Kyra.... Kyra..... Kyra....!”lanjut Mita
Tiba-tiba datang seorang wanita seperti dirinya orang tersebut memandang Mita dengan intens.
“ada apa? Bukankah kamu sendiri yang menginginkan dunia ini berakhir? Lalu kenapa sekarang kamu malah ketakutan!”ucap wanita itu
“Itu karna... Aku ingin terus hidup, tapi hidupku yang tanpa arti ini sudah berakhir.”ucap Mita
“Padahal kamu bisa saja terus hidup, tapi kenapa malah menyia-nyiakannya?”ucap wanita itu
“Karena selama ini... Aku sudah kehilangan banyak hal dan aku takut kalau hal itu akan terus berlanjut!”ucap Mita
“Hanya kamu sendiri yang paham dalam menjalani kehidupanmu. Kalau kamu tidak bisa memahaminya, tetaplah tinggal di dalam kegelapan yang mengerikan ini untuk selamanya.” Ucap Wanita itu dan menghilang
Mita sedih dia terus berusaha keluar namun rubuhnya merasa lelah dia pun menutup matanya.
Dan tanpa disadarinya dia masuk memori masa kecilnya.
Dia teringat berada di rumah sakit karna kecelakaan mobil yang sangat parah alhsil dia mengalami Masalah mental sehingga keluarganya tak menginginkan dia.
Dan saat dia sedih dia berusaha untuk menghibur dirinya sendiri dengan melakukan hal-hal konyol.
Saat dia melakukan hal konyol ada seorang anak perempuan seumurannya tertawa karna melihat hal konyol yang dia lakukan.
Pada saat itu juga Mita memilih jalan hidupnya, karena dia tidak ada gunanya maka dia memutuskan untuk terus berpura-pura .
Bersandiwara menjadi karakter yang nyaman bagi orang lain dan menjaga emosinya agar dia tidak tertekan.
“aku hanya perlu membuat orang lain tertawa, aku tidak perlu menjadi diriku yang sebenarnya.”ucap Mita
Saat dia membuka matanya tiba-tiba ruangan itu berubah menjadi sebuah lokasi bunuh diri Sinta teman SMPnya di atap sekolah.
“hola Mita, akhirnya kamu datang juga!”ucap Sinta
“Ee.. Sinta aku menyayangimu.”ucap Mita
“Ayo kita bersama untuk selamanya!”ucap Sinta
Namun Mita memilih untuk menjauh dari Sinta.
“kenapa kamu menjauh? Bukankah kita sudah janji untuk menjadi sahabat?”ucap Sinta
“apa sekarang kamu membenciku?” lanjut Sinta
“Tidak, aku sangat menyayangimu sekarang pun masih begitu, kamu adalah sahabat yang paling ku sayangi!” teriak Mita
“Kalau begitu mari kita jalani hidup bersama selamanya, ayo kemarikan tanganmu!” minta Sinta
“maafkan aku...!”ucap Mita
“Maaf, maksudmu?”tanya Sinta
“Karena kamu sudah meninggal, jadi sudah tidak berhak lagi ada di dunia ini! Aku harus melangkah maju dan meneruskan hidup aku tidak terus-menerus menoleh ke belakang!”ucap Mita dan Sinta pun pergi
Ketika dia berbelok ke belakang dia melihat sosok anak kecil yang dia lihat sewaktu di rumah sakit.
“Namamu siapa?”tanya Mita
“Panggil saja aku putri keong emas!”ucap anak kecil itu
Anak itu memegang tangan Mita dan tersenyum melihat Mita.
“selamat berjuang dan sampai ketemu lagi.”ucap Anak kecil itu
Tubuh anak kecil itu berubah menjadi cahaya yang membuat Mita silau.
Akhirnya Mita sadar dan dia pun mendorong sekuat tenaga peti itu hingga peti itu terbuka dan dia pun mencoba untuk keluar dari lubang itu.
“Aku mau menemui Kyra, aku mau terus hidup, aku tidak mau mati!” teriak Mita
Saat dia menyerah ada tangan yang emang tangan Mita. Rasanya sama seperti anak kecil tadi ketika dia mengamati benar-benar di terkejut tangan yang memegangny ternyata Kyra.
Aku akhirnya menemukan Mita dengan mendengar suara teriakannya, aku bisa menemukannya dan bisa memegang tangan sahabatku penuh erat.
Aku tarik tangannya untuk naik ke atas setelah berhasil kami berpelukan dan saling menagis bersama.
Aku pun menelepon teman-teman untuk berkumpul di tempat kami. Mereka pun datang dan menatap kami berdua yang sedang berpelukan.
Karna sudah malam akhirnya Mita aku bawa pulang supaya dia lebih tenang lagi.