
“sugoi, pemandangan yang sangat langka, adik kakak berpelukan”
Suara itu mengagetkan mereka berdua lalu mereka melepaskan pelukannya dan menghadap ke arah suara itu.
Seseorang berdiri dengan membawa rantang dan tersenyum simpul kepada mereka.
“Ya kalau ngomong jangan keras-keras nanti ketahuan kalau kami ini saudara!”kata Ridwan
“Iya Rid, sorry adegan romantisnya sudah selesai kan ayo kita makan kebetulan ibuku masak banyak tadi jadi aku bawa aja ke sekolah!”ucap Edo
“Pas sekali, aku sangat lapar tadi cuma makan dikit banget! “ ucap Kevin
Ridwan pun membuka rantang yang dibawa tadi dan mereka bertiga menikmati makanan yang dibawa tadi.
Karena itu tak membawa minuman Ridwan memutuskan untuk turun dan menuju ke kantin untuk membeli dua botol minuman untuk mereka minum.
Di kantin dia melihat Mita, dia merasa kasihan dengan Mita karena dia sendirian akhirnya dia ajak Mita ke atap sekolah untuk bergabung dengan mereka namun dia harus membeli minuman terlebih dahulu sebelum kembali ke atap sekolah.
Setelah selesai membeli minuman mereka berdua langsung kembali ke atap sekolah untuk makan bersama, sampailah mereka berdua di atap mereka berdua pun langsung menuju ke arah Kevin dan Edo untuk menikmati makanan yang dibawa Edo.
Tepat bel masuk berbunyi mereka langsung kembali ke kelas masing-masing.
Di rumah sakit....
Aku sedang video call dengan Fahrizal, dia menunjukkan kegiatan dia disekolah alias makan di kantin.
“enak Lo Ra!”ucap Fahrizal
“Enaklah ada rasanya, di sini gak ada rasanya.”ucapku
“Mau gak sini aku siapin!”Rayu ituFahrizal
Aku pun pura-pura menerima suapan yang dia berikan padaku dan kami pun tertawa.
Sudah lama rasanya Ki tak segila ini, namun sepertinya Fahrizal ada yang dia sembunyikan dariku.
Terutama soal kejadian aku mengalami kecelakaan itu, sepertinya dia tahu siapa pelakunya setelah aku menceritakan ciri-ciri mobil tersebut.
Tapi ya sudahlah aku tidak mau memikirkannya, aku pun memikirkan sedang apa ya di Ridwan rasanya aku merindukannya.
Ibuku ku pun datang namun dia datang dengan sosok pria yang ku benci, sosok yang menghancurkan hidupku dan wanita itu.
Ku ingin mengusirnya namun aku tak berdaya karna ku tak ingin hatiku ini menjadi pemdendam.
Yang kuingat orang ini hanyalah keburukannya bukan kebaikannya, ibuku menyuapi aku dengan makanan yang dia bawa.
Di sekolah...
Waktu sudah menunjukkan waktu pulang Ridwan, Edo,Mita,Kevin,Rachel, Fahrizal berencana untuk menjeput Kyra di rumahnya, maka dari itu Fahrizal meminta ijin kepada ke ibunya Kyra untuk masuk rumahnya dan mempersiapkan pesta penyambutan kembalinya Kyra.
Kami bergegas untuk menuju rumahnya Kyra diketuai oleh Ridwan dan Fahrizal karena semua ini rencana mereka sedang dengan teman-teman lain hanya mengikuti rencana mereka.
Mereka mereka berangkat dengan mengendarai motor masing-masing setelah sampai di rumahnya Kyra, Fahrizal membuka pintu rumah dan siap-siap untuk membuat pesta kejutan.
barang-barang yang mereka gunakan untuk pesta sudah ada karena Tuhan dan karunia sudah memesannya melalui online shop.
mereka semua pun memasang properti yang akan digunakan sedangkan Mita dan Rahel mereka berdua menyiapkan makanan dan kue untuk makan bersama dengan kyra nanti.
Ridwan merasa bahagia bisa melihat suasana seperti ini terutama dengan Kevin dia rasakan sudah merasa tenang dan ceria lagi.
apakah sebesar itu cintanya kepada kyra sehingga membuat Kevin merasa bersalah dan sedih dia merasa tidak tega jika suatu saat Ridwan mengatakan perasaannya kepada kyra yang sesungguhnya.
dia berharap kakaknya bisa menyebabkan kya karena Ridwan melihat bahwa kyra itu sudah melupakan perasaannya kepada Kevin.
Jam sudah menunjukkan kalau Kyra sebentar lagi selesai untungnya mereka sudah selesai menyiapkan pesta sambutan buat pulangnya Kyra.
Motor yang mereka pakai tadi dimasukkan lah di bagasi Kyra supaya kYra tidak sadar ada mereka. Setelah semuanya selesai mereka menunggu kedatangan Kyra.
Setelah menunggu beberapa meniy akhirnya terdengar lah suara mobil mereka pun bersiap-diap di dalam rumah.
Krekkk.. suara pintu terbuka
“Selamat pulang Kyra!”ucap mereka dan disambung tiuo terompet
Aku yang melihat ini merasa bahagia tapi agak memalukan juga. Mereka membawaku dan ibuku di ruang makan.
Ku terkejut ada banyak makanan dan kue aku sangat terharu sekali denga ini semua.
“Sudah kan ayo kita makan!” ajak Edo
Plak...
“Makan aja otakmu!”ucap Ridwan
Aku dan yang lainnya tertawa melihat tingkah mereka berdua, kami pun makan bersama.
Sungguh nikmat rasanya kalau makan bersama teman dan keluarga kayak gini. Akhirnya aku bisa merasakan masakan rumah lagi.
“Kita makan sudah selesai, Ra main di studio mu yuk! Aku ingin mendengar kan para cowok ini mainkan lagu!” ajak Rachel
“Rara kan baru pulang, biarkan dia istirahat lah.” Ucap Ridwan
“gak papa kok Rid, ayo kita ke studio lagian aku ingin liat kamu nyanyi lagi!”ucapku
Mendengar ucapanku Ridwan langsung terlihat pipi merahnya itu terlihat sangat lucu sekali bagiku.
Kami pun menuju studio kecuali ibuku karna harus membersihkan tempat tidurku.
Para cowok pun memengang alat musik. Edo main gitar, Fahrizal base, Kevin drummer dan Ridwan vokalis mereka siap memainkan sebuah lagu Admesh Cinta luar biasa.
“Waktu pertama kali
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa
Geloranya hati ini tak kusangka
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Tulus padamu
Hari-hari berganti
Kini cinta pun hadir
Melihatmu, memandangmu bagai bidadari
Lentik indah matamu
Manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu anggun terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Tulus padamu
Oh-ho huu
Terimalah lagu ini
Hm-mm
Dari orang biasa
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Terimalah cintaku yang luar biasa
Hm-mm
Tulus padamu”
Di hati kecil Kevin
Dia merasa bahagia saat Kyra tersenyum meskipun senyuman itu bukan lagi untuknya namun untuk Ridwan.
Kevin merasa bahwa kini Kyra sudah melupakan perasaan terhadapnya “syukurlah” ucap Kevin dalam suara lirih.
Meskipun sudah tidak ada lagi perasaan dengannya namun setidaknya dia bisa melihat senyuman Kyra meskipun itu bukan dirinya melainkan adiknya.
Kevin juga melihat sorotan mata adiknya menyatakan bahwa dia ada perasaan dengan Kyra namun karna ada Kevin dia belum berani mengatakan perasaannya kepada Rara.
Musik pun berhenti semua tersenyum Tiba-tiba Edo menginginkan memainkan sebuah lagu lagi dari koto oto tomare lagu yang jadi sountrack anime kesukaannya dia.
Mereka pun mempelajari lagu tersebut setelah selesai mempelajarinya mereka pun memainkan lagu tersebut untuk menutup acara penyambutan Kyra