
Malam perayaan ulang tahun perusahaan menjadi malam spesial diperusahaan.Dan semua orang membawa pasangannya. Dan ini kali pertama Davion melihat tunangan Anna. Davion terkejut, Dia merasa tidak asing dengan tunangan Anna tersebut.
" Perkenalkan tunanganku." Ucap Anna.
Davion dan tunangan Anna pun berkenalan.
" Apa Kita pernah bertemu?" Tanya Davion.
" Sepertinya tidak." Dia mengelak didepan Anna.
Davion melepaskan jabatan tangannya. Namun Dia mengingat-ingat dimana Dia bertemu dengan tunangan Anna. Lalu Davion pun mengingatnya. Dia pun langsung menghampirinya.
" Kita sering bertemu diklub. Kau lupakah Bung?" Tanya Davion.
" Jadi ceritakan padaku, Apa Kau sama sepertiku?" Tambah Davion, membuat Anna terhenti sejenak. Dia pun meminta ijin kepada tunangannya.
" Dav, sepertinya ada sebuah dokumen yang harus kuberikan kepadamu sekarang. Aku sangat lupa tadi pagi." Ucap Anna seraya mengajak Davion menuju ruang kantornya.
Mereka masuk keruang kerja Anna, Anna membanting pintu. Davion meluruskan lengan bajunya dan tersenyum.
" Kalau Kau sangat ingin bersamaku. Yang harus Kau katakan hanya meminta Anna."
Anna tidak berpengaruh terhadap humor Davion.
" Apa yang Kau lakukan pada tunanganku?"
" Aku?"
" Iya, Kenapa Kau mempermalukannya? Kau tahu betapa sulitnya Aku membawanya kesini malam ini?"
" Lalu kenapa Kau membawanya?"
" Dia tunanganku."
" Dia lebih br*ngs*t dari Aku."
" Aku dan Dia sudah melewati banyak waktu bersama. Jadi Kau jangan mempermalukannya?"
" Lama? Tapi apa Kau mengenalnya?"
Anna terlihat menahan emosinya.
" Kau cemburu Dav?"
"Hmmm jangan memuji diri sendiri. Seumur hidupku tidak ada kata cemburu. Aku hanya menunjukkan fakta."
" Kau kadang-kadang seperti malaikat tapi kadang seperti Devil."
" Maka dari itu Kita sangat cocok."
Anna benar-benar emosi dan mengangkat gelasnya yang masih setengah.
" Jangan coba-coba Anna. Kau siram air min7 itu. Aku tidak bertanggung jawab dengan apa yang kulakukan."
Namun Anna langsung menyiram airnya ke wajah Davion. Davion pun langsung menyeka wajahnya.
" Tidak masalah, Aku jug mau pergi. Ada kencan."
"Kencan? Kencan itu mempunyai pembicaraan yang panjang. Kau mau kencan atau hanya..., " Anna belum selesai berbicara. Davion langsung menarik Anna dan melingkarkan tangan dipinggang Anna.
" Kau harus hati-hati saat berbicara. Sepertinya Kau yang menyukaiku."
" Aku tidak menyukaimu!"
" Tidak. Perasaan Kita timbal balik." Sahut Davion dan langsung mencium Anna kembali. Seperti perdebatan sebelumnya. Namun Davion langsung melepaskan Anna, Sebelum Anna sempat memberontak. Davion langsung pergi. Keluar dari ruangan dan meninggalkan Anna yang benar-benar emosi karena ulahnya.
Hari Senin pagi. Semua sudah datang dan menunggu rapat dimulai. Namun Anna belum terlihat batang hidungnya. Agung melirik arlojinya. Sedangkan Davion menggaruk telinganya walau tidak gatal. Akhirnya Anna datang masih memakai jaket dan mantelnya, sert setumpuk dokumen yang hampir jatuh dari tangannya. Wajahnya terlihat pucat dan tidak cukup tidur. Dia memandang Agung seraya tersenyum.
" Maaf Pak, Saya terlambat."
" Tidak masalah Anna. Kita baru saja mau mulai."
Semenjak Anna datang. Perhatian Davion terfokus ke Anna. Namun Anna tidak menatap Davion sama sekali. Saat Dirapat, ada dokumen Anna yang ketinggalan. Dan Davion yang membantunya bahwa Dia mempunyai soft copy nya.
Setelah rapat selesai, semua orang perlahan berjalan keluar. Dan Davion berjalan disamping Anna.
" Hei." Sapa Davion.
Anna menunduk san menatap berkas yang Dia bawa.
" Terima kasih atas bantuanmu. Kau benar-benar baik. "
" Aku harus sesekali melakukan hal yang baik. Hanya untuk membuatmu perhatian padaku."
Namun Anna masih juga belum menatap Davion. Keheningan melanda Mereka.
" Aku juga minta maaf tadi malam." Ucap Anna.
" Kau benar. Dia sering ke klub tanpa sepengetahuanku." Tambah Anna.
Davion jadi merasa bersalah karena melihat Anna menjadi sedih.
" Maafkan Aku juga. Gara-gara Aku Kau malah jadi sedih."
" Tidak." Sahut Anna.
" Aku bersyukur. Aku mengetahuinya Sebelum Kami benar-benar menikah." Jelas Anna.
" Kalau begitu jangan sedih lagi. Aku bisa membuatmu bahagia lebih dari saat Kau bersamanya." Ujar Davion seraya berhenti didepan Anna dan memegang kedua bahu Anna. Membuat Anna mendongak dan menatap dirinya.
" Aku akan berubah, Setia dan tidak akan mengecewakanmu." Tambah Davion.
" Percayalah padaku." Davion meyakinkan Anna.
Anna pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
...THE END...