Sweet Police

Sweet Police
Pernyataan Kedua



Dilayar hpnya tertera nama Kevin yang meneleponnya. Yura pun mengangkatnya.


" Hallo."


" Hallo Ra. Bisakah Kita bertemu hari ini?" Ajak Kevin membuat Yura spontan terkejut. Karena tidak biasanya seorang Kevin yang aktivitasnya begitu padat sebagai putra mahkota keraton tiba-tiba mengajaknya bertemu mendadak.


Yura pun terlihat bingung.


" Hmmm, maaf Vin, Aku tidak..., "


" Pleasa Ra, ada masalah penting yang ingin Aku bicarakan." Ucap Kevin memotong pembicaraan.


Lagi-lagi Yura terlihat semakin bingung.


" Tapi...," Yura masih ragu mengingat posisinya sekarang yang sedang labil.


" Kumohon, " suara Kevin terdengar memelas.


" Ya sudah Ok. " Akhirnya Yura menyetujuinya.


" Terima Kasih Ra. Aku akan menjemputmu."


" Tidak usah, Aku akan datang sendiri."


" Ya sudah jam 11, Direstoran langganan kita waktu kuliah Ok."


" Ok. "


Setelah mematikan hpnya, Yura terlihat sekilas memandang ke arah jendela.


Panas terik dan cerahnya sinar matahari terlihat jelas dalam pandangannya.


Dan sepersekian detik Yura melihat jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 10.00.


Pikiran Yura pun tiba-tiba teringat kembali masa lalunya bersama Kevin. Yura akui Kevin memang sahabat yang selalu ada disaat suka maupun dukanya. Dan persahabatan mereka begitu kental. Hingga terlihat jelas, dimana ada Yura disitu ada Kevin juga. Namun persahabatan itu menjadi renggang saat diakhir tahun masa kuliahnya. Kala itu ada seorang wanita yang mengungkapkan perasaannya terhadap Kevin. Namun Kevin menolaknya dan bilang kalau dirinya sudah menyukai seorang wanita yaitu Yura. Disitulah awal jarak persahabatan itu menjadi semakin jauh. Dan Yura tidak ingin menggores persahabatan itu dengan perasaan. Yura juga tidak ingin larut dalam berita yang beredar di keraton karena dekat dengan Kevin. Akhirnya Yura pun memutuskan menjauh dari Kevin dan menyibukkan dirinya ke karir yang sampai sekarang membawanya menjadi penulis terkenal.


Yura menghela nafas mengingat itu semua.


Wajahnya kembali terlihat muram kala hpnya berdering kembali dan tertera nama Agung.


Dia hanya memandang sekilas dan mengalihkan pandangannya kembali ke arah jendela. Mengingat janjinya dengan Kevin. Akhirnya Yura bersiap-siap. Kemeja putih, celana jeans dan sepatu kets menjadi andalannya.


Seperti biasa, jalanan sangat rame dan sinar matahari begitu terik siang ini. Namun Yura tetap mengemudikan mobilnya sampai ke tempat Dia bertemu dengan Kevin.


Yura langsung membuka pintu mobil dan berjalan menuju Kevin.


" Akhirnya Kau datang juga." ucap Kevin.


" Demi sahabat." jawab Yura.


" Ayo masuk, Aku sudah memesan meja khusus VIP. " ucap Kevin seraya mempersilahkan Yura untuk mengikuti langkahnya.


Tidak selang lama, Kevin menunjukkan sebuah meja dekat jendela yang langsung mengarah ke jalanan. Disitu jelas terlihat hilir mudiknya lalu lintas yang berlalu lalang.


Tanpa Yura ketahui, ternyata Kevin sudah memesan makanan kesukaannya.


" Oh My God."


" Nasi goreng. Thanks." ucap Yura tulus.


Kevin tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Ayo makan dulu." ajak Kevin.


Setelah selesai makan. Kevin terlihat serius.


" Yura. Aku mau bicara serius."


Yura yang tadinya sibuk menunduk aerta memainkan sedotan digelas jusnya,langsung mengarahkan pandangannya ke Kevin.


" Serius? Maksudnya ada tender gitukah?" Yura asal menebak.


Kevin bukan menjawab malah terdiam sejenak.


" Aku ingin menikah."


"What??? Menikah? Dengan siapa? Apa wanita itu benar-benar tipemu? Aku penasaran. Aku ingin bertemu dengannya." Ucap Yura begitu bahagia mendengar sahabatnya mau menikah.


" Kau tidak perlu bertemu dengannya." Jawab Kevin membuat Yura bingung.


" Karena Dia adalah Kau." Jelas Kevin semakin membuat Yura tak mengerti dan benar-benar memutar otaknya yang sedang ruwet saat ini.


To be Continued