
Senin pagi, Tepat pukul 09.00 Davion sudah berada dikantor seperti biasanya. Sekretarisnya sudah menyiapkan secangkir kopi kesukaannya. Walaupun sekretarisnya cantik, Namun Davion tak ada niat untuk mendekati atau mempermainkannya. Dia, Zia anak sahabat Ayahnya. Zia orang lain yang sudah dianggap seorang sahabat dan keluarga bagi Davion. Bukannya Davion tidak tertarik. Zia seorang wanita yang cantik. Tapi Davion mempunyai prinsip atau aturan dasar dikantor. Sebagai contoh seorang akuntan harus mengikuti Standar Profesional Akuntan Publik, itu sebagai acuan atau dasar yang wajib dipatuhi.Dan aturan itu adalah Dia tidak main-main diarea kantor. Davion menganggap itu bukan hal yang bagus dan dapat menggangu kinerjanya secara tidak profesional.
" Aku telah memindahkan jadwal bertemu klien menjadi jam tiga sore." Jelas Zia mengatakan pada Davion seraya memberikan setumpuk dokumen diatas meja kerjanya.
" Kenapa? Apa ada masalah?" Tanya Davion penasaran.
" Tentu tidak ada masalah. Hari ini ada rapat mendadak sekaligus makan siang bersama. Ayahmu membuat acara penyambutan karyawan baru. Kau tahu sendiri bagaimana Ayahmu bukan?"
Davion menganggukkan kepalanya.
Ayahnya, Agung mengikuti tradisi turun temurun dari Kakek Davion. Agung sangat mencintai perusahaannya. Dan menganggap karyawan sebagai keluarga besarnya. Jadi Perusahaan sering mengadakan acara pesta kantor, seperti makan siang acara penyambutan karyawan baru, acara keberhasilan bersama, acara ulang tahun perusahaan, acara karyawan teladan dan lain-lain. Intinya membuat karyawan senang sehingga dapat berkontribusi baik terhadap perusahaan.
Seperti pekerja kantoran pada umumnya. Schedule hari Senin pagi Davion terlihat padat. Bahkan waktu tidak begitu terasa baginya. Dia meregangkan ototnya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang. Dia langsung berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari ruang kerjanya. Dia melangkahkan kaki menuju ke tempat makan bersama penyambutan karyawan baru.
Davion mengambil makanan diprasmanan dan bergabung dengan Steve selaku sepupunya dan Paul serta Sean sahabatnya. Dan Sean terlihat sedang bercerita tentang malam Minggunya.
" Aku sudah bilang wanita itu tidak bisa diprediksi jalan pikirannya." Ucap Steve menasehati Mereka. Secara Steve adalah satu-satunya orang yang sudah menikah diantara mereka berempat.
Sean mengalihkah matanya ke Steve.
" Serius Bro, itu menarik. Kau harus sekali-sekali keluar dengan Kami."
Davion menyeringai ucapan Sean. Karena Ia tahu pasti bagaimana respon istrinya Steve.
" Maaf. Tapi pernahkah Kau bertemu istriku?" Tanya Steve.
" Oh ayolah Bro, Kau bisa membohonginya." Saran Sean.
" Dan kalau istriku tahu, Dia akan langsung mencoret daftar namaku di kartu keluarga Kami." Jelas Steve langsung mengambil air mineral didepannya.
" Dasar penakut." Olok Sean.
" Tidak! Jika Kau sudah menemukan cinta sejatimu. Kau akan diposisi zona sepertiku. Dan Kau pasti akan melakukan apa yang Kulakukan."Bantah Steve.
" Ok baiklah. Aku tidak bisa bicara apa-apa lagi. Bagaimana denganmu Dav? Kau terlihat bersama dua orang wanita kemarin malam."
" Tentu Kami hanya bersenang-senang." Ucap Davion membuatnya mengingat kegagalan mendekati wanita misterius itu. Bahkan kini bayangan wajahnya terlihat jelas dibenak Davion. Dan itu tidak biasanya bagi seorang Davion. Dia tipe pria yang tidak pernah mengingat kembali wanita-wanitanya di dalam petualangannya.
Setelah selesai makan. Davion masuk ke ruangan rapat. Seperti biasa, Dia ikut antrian untuk berjabat tangan seperti lazimnya menyambut semua karyawan baru. Dan saat Davion mendekati ujung depan barisan, Ayahnya melihat Davion datang. Agung menepuk punggung putranya tersebut.
" Senang Kau datang, Dav. wanita ini mempunyai potensi yang sesungguhnya. Aku ingin Kau membantu dan mengajarinya. Kalau Kau melakukan itu Nak. Aku yakin Dia bisa sukses dan membuat Kita bangga."Jelas Agung kepada putranya tersebut.
" Tentu saja Dad, Itu tidak masalah buatku." Ucap Davion berbohong. ' Memangnya Aku tidak ada pekerjaan lain?' Gerutu Davion dalam hatinya.
"Ayo!" Agung mengajak putranya menuju ke seorang wanita yang sedang sibuk berjabat tangan dengan rekan-rekan kerja barunya. Davion melihat punggungnya, Dia merasa tidak asing dengan wanita itu.
" Iya Pak."
Davion terkejut.
" Perkenalkan putraku, Davion." Agung memperkenalkan putranya yang terlihat terpaku saat ini.
Senyum Anna melebar saat memandang wajah Davion. Anna mengangkat alisnya sebagai tanda telah mengenalinya.
" Selamat siang Pak Davion. Saya Anna Alexandra Divisi finance. Mohon bantuannya!" Ucap Anna seraya mengulurkan tangannya.
" Selamat datang Anna." Jawab Davion masih seperti mimpi.
Davion merasa tubuhnya membeku. Dia tak mampu berkata-kata lagi. Begitu selesai , Davion langsung ke ruang kerjanya.
Pikiran Davion kacau dan hatinya bergejolak.
'Wanita itu muncul kembali dihadapan Davion saat ini. Wanita yang menolaknya malam Minggu lalu. Sialnya Dia muncul dikantorku. Wilayah terlarang bagiku. Aiish ini membuatku gila.'Gerutu Davion selama perjalanan kembali keruang kerjanya.
Davion langsung menghempaskan tubuhnya dikursi ruang kerjanya.
" Anna." Gumannya.
" Dia disini sekarang? Wanita yang benar-benar kuinginkan dan terang-terangan menolakku disini. Bekerja dikantor ini? Dimana Aku telah bersumpah untuk tidak main-main soal wanita dikantor. Oh Tuhan, Berapa besar dosa yang telah kuperbuat? Apakah ini karmaku?" Gerutu Davion.
Dia termenung dan mengingatkan diri dengan aturan dasar yang telah dibuatnya sendiri.
Tangannya memegang kening seakan benar-benar berpikir akan kekacauan saat ini.
Perlahan Davion menganalisisnya.
' Secara teknis, Aku pertama bertemu dengannya bukan dikantor. Berarti bukan termasuk rekan kerja. Namun akan jadi kencan tak terduga bukan?' Davion mencari alasan untuk membenarkan diri tanpa melanggar aturan dasarnya.
" Perfect." Davion mengambil satu kata untuk
hasil akhir dalam analisisnya saat ini.
To be continued
...Jangan lupa like dan komentarnya....
...Terima kasih ☺️...