Sweet Police

Sweet Police
Kegagalan



" Apakah semuanya baik-baik saja?" Suara Pak Robert. Beliau memandang ke arah Davion dan Anna secara bergantian.


Anna tersenyum.


" Semua baik-baik saja. Pak Davion baru saja mengalami kecelakaan kecil dengan gelasnya." Jelas Anna.


Pak Robert tertawa dan kembali duduk. Sedangkan Davion terlihat menahan emosi. Itu tersirat dari raut wajahnya seakan berkata 'Tunggu pembalasanku Anna.'


Setengah jam kemudian, Anna ijin ke toilet.


" Aku suka dengan proposalmu Dav. Sangat mengesankan."


" Terima kasih Pak. Kupikir kesepakatan ini akan saling menguntungkan. Kami tidak akan mengecewakanmu." Ucap Davion.


" Aku senang mendengarnya. Jadi, Kenapa tidak gadis kesayanganmu yang membawa berkas-berkas kontrak ke tempatku malam ini."


Ucap Pak Robert membuat Davion langsung emosi dengn ucapan tersiratnya.


" Aku tidak yakin, Aku..."


" Oh, Ayolah Dav. Aku tahu kebiasaanmu. Dan Kau tahu bagaimana seorang pria bekerja lembur butuh hiburan. Bisnisku akan mendatangkan laba besar. Belum lagi klien tambahan yang akan Kau dapat, Jika tersiar kabar kerja sama Kita. Anggap saja itu service tambahan buatku."


Davion sudah tidak tahan lagi mendengar kesombongan yang sedang dihadapannya saat ini. Davion langsung berdiri.


" Itu bukan termasuk bisnis Kami. Jika itu kesepakatan yang Kau cari." Davion langsung beranjak meninggalkan Pak Robert. Seketika itu Anna baru kembali dan menyusul Davion.Dia berpikir meeting Mereka telah selesai.


Anna sedikit berlari dan mensejajarkan diri dengan Davion.


" Jadi bagaimana hasilnya, Dav?"


Davion berhenti sejenak dan menatap Anna. Dia terlihat tidak tega menatap mata Anna yang polos dan berharap meeting Mereka sukses.


"Aku gagal Anna. Pak Robert tidak tertarik."


" Apa maksudmu? Apa yang terjadi?"


" Aku mengacaukannya. Jadi bisakah Kita segera pergi dari Sini?"


" Tunggu Dav, biarkan Aku yang berbicara."


" Anna Tunggu... " Pinta Davion namun Anna sudah berlari menuju Pak Robert.


Anna terlihat berdiri dihadapan Pak Robert. Senyumnya tiba-tiba membeku ketika Pak Robert selesai berbicara. Tangannya menyelusuri jari jemari Anna. Anna terlihat syok dan langsung menarik tangannya. Davion emosi melihatnya. Davion langsung menghampiri Mereka. Pak Robert langsung terkekeh begitu Davion datang.


" Tenang Dav! Kau tahu, Aku menyukai orang sepertimu. Seseorang yang tidak takut mengungkap pikirannya. Tampaknya service tambahan tidak akan terpenuhi. Tapi Aku akan tetap mendatangi kontrak kerja sama Kita."


" Maaf, Aku tetap mengatakan tidak. Kami mempunyai kebijakan perusahaan. Kami tidak bekerja sama dengan orang yang tidak profesional. Kurasa kesalahan yang kulakukan saat ini adalah membuang-buang waktuku disini. Ayo Anna! Kita pergi!"


" Apa Kau baik-baik saja?"


" Aku baik-baik saja." Ucap Anna seraya masuk ke dalam mobil.


Davion mengendarai mobil Audi R8 Quatro V10 Plus. Davion mengemudi mobilnya dengan mode khas pria yang sedang kesal.


" Maafkan Aku." Ucap Anna lirih.


Davion melirik cepat ke arahnya,


" Kau minta maaf untuk apa?"


" Aku tidak bermaksud mengirim sinyal semacam itu. Aku tidak menyadarinya bahwa sikap ramahku diartikan lain."


Davion menepikan mobil ke pinggir jalan.


" Dengarkan Aku Anna. Kau tidak melakukan kesalahan apapun."


" Tapi Kau bilang penampilanku...,"


" Tidak Anna. Aku tidak bersungguh-sungguh untuk itu. Aku hanya berusaha membuatmu kesal. Dengar, dalam bisnis ada beberapa priayang terbiasa mendapatkan apapun, termasuk wanita." Jelas Davion menenangkan Anna.


" Dan Kau seorang wanita yang cantik dan menarik. Kau tidak boleh membiarkan orang lain mempermainkan kepercayaan dirimu. Kau sempurna pada meeting tadi. Seharusnya Kita sukses dan berhasil." Tambah Davion.


" Terima kasih."


Setelah berhasil menenangkan Anna, Davion kembali mengemudi sesuai jalur. Dan Mereka berkendara dalam hening. Ketika Mereka sampai diparkiran gedung perusahaan, Anna menoleh ke Davion.


" Apa yang akan Kita katakan pada Ayahmu?"


" Aku akan menanganinya."


" Apa? Tidak. Kita satu tim. Kita kehilangan klien kali ini."


" Tapi itu ulahku karena marah pada Pak Robert."


" Dan Aku menghargai apa yang Kau lakukan untukku. Itu luar biasa. Jadi Kita hadapi Ayahmu bersama-sama."


" Ok." Davion menyetujuinya.


Dan jelas Agung merasa Davion yang tidak bisa menangani situasi dengan Pak Robert. Dan menganggap Davion gegabah dan tidak profesional. Selain itu, Davion dianggap lebih bertanggung jawab atas kegagalan kali ini karena Dia lebih senior.


...To be continued...