Sweet Police

Sweet Police
Pilihan



Agung dan Yura langsung menuju ke kediaman keluarga pak Soni.


Pak Soni terlihat sudah menunggu mereka di ruang pribadinya.


" Selamat pagi Ayah." Sapa Agung dan Yura serempak.


" Duduklah!" Pinta Pak Soni begitu melihat Agung dan Yura sudah datang untuk menemuinya.


Mereka berdua duduk tepat dihadapan Pak Soni.


"Tadi malam dokumen itu hampir tersebar." Jelas Pak Soni to the point.


Yura dan Agung langsung sama-sama terkejut karena bukan memikirkan masalah yang sedang mereka hadapi tetapi malah bersama semalaman.


" Maafkan Aku Ayah." Agung yang paling merasa bersalah karena jelas Dia memilih Yura. Dan seakan membiarkan ayahnya yang mengatasi kecerobohannya.


"Namun beruntung mereka semua menghubungi Ayah dan langsung bisa di-handle." Jelas Pak Soni.


" Dan kerugian besar jelas sudah mengintai perusahaan kita. Dana untuk menutupi media. Dan dana untuk denda mempertanggungjawabkan penggelapan pajak selama dua tahun itu. Ayah akan bertanggung jawab untuk kesalahan itu." Tambah Pak Soni.


" Tidak Pak! Biar Aku yang mengalah." Ucap Yura spontan dan membuat Agung masih bingung dan tertekan dengan posisi saat ini.


Pak Soni menggelengkan kepalanya.


" Tidak Yura. Kalaupun Kau mengalah. Aku juga tidak rela putraku bersamanya. Aku sudah menentang mereka dari dahulu. Dan sudah saatnya Ayah harus bertanggungjawab atas kesalahan yang pernah Ayah lakukan." Jelas Pak Soni membuat Agung semakin merasa bersalah kepada ayahnya. Apalagi Yura terlihat sangat tertekan juga dengan ujian ini.


" Terima kasih banyak Ayah. Maafkan Aku yang pernah khilaf dulu." Agung langsung memegang tangan ayahnya, Dia sangat berterima kasih dan merasa bersalah telah membuat Ayahnya seperti berkorban untuk dirinya. Walaupun itu juga mutlak kesalahan Ayahnya.


" Tapi ada permintaan Ayah yang harus kalian penuhi." Tambah Pak Soni.


" Pertama Kau harus mulai mengurus perusahaan dan kalian menikahlah untuk menutupi pertanggungjawaban Ayahmu ini sehingga orang tertuju ke berita pernikahan kalian dan tidak ada yang bisa mengancam kalian lagi." pinta Pak Soni


" Tapi..." Yura masih tidak tega dengan pengorbanan Pak Soni.


" Tidak ada tapi ..., percayalah. Aku juga sudah semakin tua. Tidak mungkin selamanya mengurus perusahaan keluarga." Jelas Pak Soni.


" Kami akan menikah setelah Ayah menyelesaikan pertanggungjawaban saja. Dan untuk menutupi media sementara Kami akan mengkonfirmasi hubungan dengan perencanaan pernikahan sampai Ayah kembali." ucap Agung membantu ketidaknyamanan Yura dengan pengorbanan ayahnya.


" Tapi bukankah itu terlalu lama buat kalian?" Pak Soni terlihat khawatir mempunyai cucu diluar batas keimanan.


" Tidak ayah. Kami punya prinsip dan tahu batasan." ucap Agung mewakili.


Agung langsung mengantar Yura kembali ke apartementnya dan lalu menuju ke kantor.


" Ayahku akan mempertanggungjawabkan kesalahannya, Apa sebaiknya Aku mengundurkan diri Dim? Agar Aku bisa fokus dengan perusahaan." ucap Agung saat mereka sedang bertugas.


" Apa Kau yakin itu solusinya?" Dimas merasa sedikit tidak setuju.


Agung mengangguk.


" Kita harus menjadi warga negara yang baik dengan taat hukum untuk memulai sesuatu yang baik, agar untuk selanjutnya berjalan lancar dan lebih baik." Jelas Agung.


" Tapi tidak dengan Kau mengundurkan diri. Kau pasti bisa mengurus perusahaan tanpa harus mengundurkan diri." ucap Dimas menepuk bahu Agung memberi semangat sebagai seorang sahabat.


" Tidak Dim, itu membuatku tidak fokus."


###


Seminggu kemudian...


Agung masih terlihat bimbang. Sudah sekitar sepuluh tahun Dia bergabung dengan anggota kepolisian. Rasanya memang begitu berat jika harus  mengundurkan diri. Namun Dia tetap memilih untuk mengundurkan diri.


Suara dering hp membuyarkan keseriusan Agung.


" Hallo." suara seorang wanita yang selau Dia rindukan.


"Apa Kau yakin? Dengan keputusan Ayah kali ini?" Tanya Yura masih belum bisa menerima solusi dari Pak Soni.


" Aku yakin Ra. Bagaimana pun juga Ayahku sudah berbuat kesalahan. Tidak selamanya Aku tutup mata juga dengan kesalahan ayahku dulu yang telah menyimpang dari aturan hukum. Mungkin ini jalan Tuhan untuk menegur keluargaku agar lebih baik." jelas Agung panjang lebar bak ustad yang sedang ceramah.


Yura pun kelihatan mengerti dan mematikan teleponnya.


Pak Soni terlihat mengunjungi kantor dan mengurus berkas-berkas dokumen yang akan Beliau gunakan untuk pertanggungjawabannya sebagai warga negara yang taat hukum.


###


Hari berikutnya . . .


Yura langsung bergegas menuju ke kepolisian pusat begitu selesai dari kerjanya.


Dimana tempat mereka akan mengklarifikasi hubungan mereka dan pengunduran diri Agung.


Terlihat Agung sudah standby menunggunya.


Agung tersenyum begitu melihat Yura sudah datang.


" Sebelum Aku berbicara banyak tentang hubungan kami. Aku ingin meminta maaf untuk setiap masalah yang timbul dari diriku sehingga membuat Yura kesulitan menghadapi publik." Ucap Agungsebelum memulai sesi wawancara.


Akhirnya konfirmasi pengunduran diri dan rencana pernikahan Agung dan Yura langsung menjadi trending topik saat itu juga.


Dilain tempat terlihat seorang wanita langsung melemparkan sebuah vas bunga didepannya melihat berita itu. Karena yang telah Dia lakukan telah gagal dan tak berdampak apa-apa.


Selesai wawancara Agung mengajak Yura ke sebuah taman di pinggiran malboro.


Agung bercerita tentang masa sekolahnya yang terbilang ingin mandiri. Dan kisahnya membuat Yura tertawa.


" Aku masih tidak percaya Ayahku rela berkorban untukku Ra." ucap Agung mengingat begitu kerasnya Pak Soni sebagai seorang ayah bahkan dulu mereka sering berdebat.


" Tapi Aku sungguh berterima kasih padanya. Karena didikan kerasnya itu. Sekarang Aku bisa menilai dunia. Dunia yang akan lunak jika kita bisa keras terhadap diri sendiri." Tambah Agung seraya memandang hamparan rumput hijau yang bergerak terkena angin sore ini.


...***...


Hari berikutnya mereka sudah terlihat terang-terangan dari media.


Bahkan Bolak balik Agung terlihat mengantar dan menjemput Yura di lokasi kerjanya. Dan sesekali stanby menunggu dan menemani Yura dilokasi kerjanya, saat kerjaan Yura belum selesai.


" Kau harus banyak makan agar sehat sehingga bisa selalu mendampingiku, mendukungku dan menguatkanku." ucap Agung seraya mengelap saus yang menempel dibibir Yura.


Hari-hari berikutnya mereka jalani sesuai rencana Pak Soni. Agung membagi waktunya antara sebagai tunangannya Yura dengan mengelola perusahaan Ayahnya . Agung mulai belajar mengembangkan strategi pemasarannya lewat berbagai media.


Dia melakukan itu agar bisa menarik lebih banyak investor dan memulihkan kembali finance  perusahaan yang hampir terpuruk karena untuk mendanai media dan denda penggelapan pajak dua tahun lalu yang pernah dilakukan Pak Soni pada masa silam. Namun sekarang  Pak Soni telah mempertanggungjawabankan kesalahannya. Setelah pembayaran denda, pengajuan banding dan dikurangi masa tahanan. Dan itu membuat perusahaan sedikit terguncang. Namun dengan kegigihan Agung dalam mengelola manajemen perusahaanya selama empat bulan, kini perusahaan sudah hampir stabil kembali.


Agung dan Yura saling bahu membahu dalam mengelola perusahaan secara bergantian.


Mereka mempunyai misi,


" Why be No. 1. Be the ONLY ONE. Be real. Discover yourself."


...***...


Satu tahun kemudian.


Disebuah hotel ternama. Itulah tempat Acara resepsi digelar setelah pernikahan. Dan sekarang mereka sedang berdiri menyalami para tamu yang datang. Sekitar tujuh ribu undangan disebar. Konsep resepsi ini menggunakan dekorasi ala kesejukan natural, sehingga warna Hijau dan Putih yang mendominasi. Begitu pun dengan kedua mempelai, Yura cantik dengan menggunakan gaun putih dan Agung begitu tampan dengan Tuxedo hitamnya.


Begitu banyak para tamu dan fans yang memuji pasangan ini. Begitu pula dengan sahabat-sahabat terdekat mereka yang mayoritas dari dunia entertainment, bisnis dan pemerintahan.


Agungdan Dimas berpelukan.


" Akhirnya kalian membuat duniaku patah hati. Selamat menempuh hidup baru. Semoga cepat dapat momongan, bahagia selamanya sampai kakek-nenek."Dimas mengucapkan selamat dan mendoakan atas pernikahan sahabatnya itu.


" Terima kasih. Karenamu Aku mengerti ketulusan cinta yang sesungguhnya." ucap Agung seraya tersenyum dan menepuk bahu Dimas.


Agung menoleh ke arah Yura.


" Semua yang berawal dari kebaikan akan berakhir dengan baik juga. Asal kau percaya. Dan terima kasih telah mempercayaiku." ucap Agung seraya tersenyum memandang Yura yang kini sudah sah menjadi istrinya.


Akhirnya Yura dan Agung mengawali lembaran kehidupan baru mereka dengan ketulusan cinta yang sesungguhnya.