SUPERNOVA: Raven

SUPERNOVA: Raven
Rahasia Gelap



Baru mencapai dua jam keberhasilan ******* menguasai Washington DC di belahan dunia lain, para ekstrimis malah membuat keributan besar. Di brazil pabrik minuman soda terbesar dihancur menjadi puing-puing akibat pemboman, di negara Turki terjadi penyerangan rumah kedutaan amerika, dan ada tragedi lainnya—kecil sampai besar—yang sama disebabkan oleh ekstrimis. Nampaknya kejadian ini membuat semangat ******* naik sampai langit sehingga mereka sudah gila melakukan aksi serempak seperti ini.


Kejadian ini juga membuat Aproud khawatir sehingga meningkatkan penjagaan mereka kembali. Sejauh ini tidak ada tanda-tanda, tetapi mereka tidak akan membiarkan pengawasan turun, satu api kecil saja yang berpotensi menjadi ancaman bakal di hilangkan cepat. Supernova tidak bisa kembali ke masa-masa pemberontakan, tidak di saat dunia kerusuhan oleh ******* seperti saat ini.


Pusat markas Supernova di Aproud juga sangat teramat sibuk, banyak personil yang datang lalu pergi menjalankan berbagai misi walau padahal mereka seharusnya diam di rumah karena sedang dalam masa liburan bertugas. Petugas administrasi militer disini juga nampak kacau, semua terlihat menatap layar komputer dengan tegang. Sedangkan yang lain berjalan cepat kesana kemari membawa berkas-berkas untuk diserahkan ke atasan.


Khusus untuk ruangan rapat para Jendral Supernova berbentuk bundar yang dirasakan adalah sunyi mencekam. Duduk diantara sembilan kursi ada Elmich, David, Jim, dan Jatson serta yang berdiri ada lima bawahan dari menteri pertahanan yang memakai jas rapi. Suasana hening ini tidak lain karena kabar yang telah beredar luas mengenai nasib Amerika.


"Aku telah gagal," ucap Jim lesu di kursinya.


Semua yang berada disana tidak bisa menanggapinya. Mereka berdiam diri fokus pada pikiran masing-masing. Supernova dengan memikirkan bagaimana cara menyelesaikan masalah ini dan bawahan Jim yang memikirkan keluarga atau teman di kampung halaman mereka.


Setelah beberapa saat Elmich akhirnya berkata, "kau sudah berusaha semampunya. Kita semua tidak menyangka para ******* tahu semua langkahmu bahkan sampai ke bagian detail. Ini memang aneh."


"Apakah menurutmu ada pengkhianat diantara kalian?" tanya David langsung.


"Kurasa iya, tetapi aku juga tidak tahu siapa." Jim masih terhanyut emosi sedihnya. "Semua jalan rahasia yang diketahui aku dan presiden bahkan mereka juga mengetahuinya. Apakah ******* juga membeli informasi rahasi di dunia hitam?"


"Kurasa tidak, dunia hitam memiliki janji kuat tidak bisa membocorkan rahasia negara, itu termasuk militer, ekonomi dan lain-lain," tutur Jatson.


"Atau," sahut Elmich tiba-tiba. "Kalian diperas, dunia hitam memang tidak menyediakan informasi rahasia negara, tetapi rahasia pribadi masing-masing dari kita kemungkinan dimiliki di dunia hitam. Rahasia gelap kita."


Semua kembali terdiam membenarkan.


Tidak lama diatas meja bundar sebuah hologram berbentuk persegi panjang tipis muncul dan melayang untuk menampilkan tayangan berita seperti di televisi lainnya mengenai ******* telah mengeluarkan sebuah ultimatum kepada seluruh penguasa negara agar mengurangi biaya bahan bakar, memberi hukuman adil kepada pejabat korup, dan yang paling aneh adalah menghapus organisasi militer karena dianggap mereka hanyalah anjing pemerintah, sebuah pion untuk melakukan hal keji kepada masyarakat kecil. Hal itu disampaikan langsung oleh pemimpin *******, Asadun di depan gedung putih yang terlihat berkecamuk oleh kobaran api pembakaran ban kendaraan.


"Ini penghinaan," geram Jim.


"Ini belum berakhir," ucap Elmich.


Tayangan berubah menjadi sebuah rekaman diri sendiri oleh Asadun di suatu tempat yang terlihat kumuh.


"Khusus untuk kalian Supernova, aku ingin memperingatkan bahwa jika Supernova tidak menyerah dalam waktu empat puluh delapan jam, aku akan membunuh Presiden Trump kalian tercinta. Tarik mundur semua pasukan kalian di amerika untuk dua puluh empat jam pertama, jika tidak aku akan mempercepat eksekusi ini. Aku tahu kalian tidak akan gentar, kalian tidak akan takut sedikit pun, itu bukan masalah. Ingat, aku mempunyai banhak tawanan berharga disini."


Semua mendengar tanpa bernapas. Karena iti hanya rekaman, tidak ada yang berubah, sebanyak apapun amarah disini tetap tidak berpengaruh apa-apa. Tayangan terus berlanjut.


"Aku ingin kalian memikirkan itu."


"Kita akan mengadakan rapat antar negara terlebih dahulu diketuai oleh PBB, kita semua harus membahas ini," ucap Elmich melempar pandangan ke semua orang. "Kita tidak bisa bernegosiasi dengan *******."


Pagi di Aproud tetap berjalan baik. Pemberitaan mengenai penyerangan ******* juga selalu menjadi berita utama. Keadaan disana juga bisa disiarkan oleh para wartawan yang ******* perbolehkan entah mengapa. Dari tayangan jelas sekali suasana di tengah kota padat itu menjadi benar-benar sepi, barikade kayu berkawat juga dipasang di beberapa jalan, dan banyaknya anggota ******* yang berjaga dengan rompi anti peluru, senapan ditangan, dan peralatan membunuh lainnya tersangkut di ikat pinggang membuat kota itu menjadi tambah mengerikan.


Di pagi itu Aeus sudah berada di pangkalan militer, tepatnya di ruang tempat latihan fisik dimana bermacam jenis alat pembentuk otot berjejaran yang kini agak sepi karena banyak bertugas. Ini membuktikan bahwa dunia benar-benar kacau. Pemuda berambut hitam ini tengah latihan lari dengan treadmil selama lima belas menit tanpa henti.


Aeus terus melakukannya selama lima belas menit lagi. Akhirnya dia berhenti, dengan keringat membasahi wajah dan kaos hitam ketatnya. Dia mengambil tempat di kursi besi panjang untuk minum, memulihkan cairan yang telah diperasnya tadi.


"Aeus," panggil seorang pria tiga puluh empat tahun dengan kepala botak berkulit hitam dengan mata coklat dan seragamnya menegaskan dia seorang Unvon .


Setelah melap wajahnya dengan kain putih miliknya dia berusaha berdiri dengan tegap menghadap orang yang telah memanggilnya tadi untuk melakukan penghormatan tapi tidak jadi.


"Kau sedang tidak dalam tugas prajurit," ucap pria itu. "Aku kesini membawa kabar buruk."


"Kabar apa pak Jonathan?" tanya Aeus yang mulai terlihat cemas. Tetapi dia tahu dia harus menjaga wajahnya tetap datar serta tegas apalagi di depan seorang Kapten.


"Kau tahu kejadian gila oleh ******* di amerika serikat seakan membuat ******* lain bersemangat sehingga melakukan banyak hal gila."


Aeus teringat kejadian di Brazil, Turki, dan Cina yang dia tahu pagi tadi.


"Kelompok ******* di Iran melakukannya juga, dan mereka mengincar Divisi kemanusian tim Diana disana," ucap pak Jonathan yang membuat Aeus langsung tidak bisa lagi berkata-kata.


Sudah berbulan-bulan dia bergabung ke Divisi Kemanusian Supernova, dia diterima dengan baik oleh tim Diana. Aeus sudah mengenal lebih dari nama dan wajah anggota mereka. Mendengar ini membuat Aeus amat sangat terpukul.


Pak Jonathan menatap Aeus dengan lama. "Saat melakukan perjalanan rombongan mereka diserang tiba-tiba di kami mendengar kabar dua Supenova tewas dan lima tentara Iran mati. Sisanya kemungkinan besar dibawa ke markas mereka untuk dijadikan sandera. Saat ini kami masih mencari tahu."


Aeus merasa lemas, lututnya mulai membengkok, saat itu juga dia putuskan duduk kembali di kursi besi tadi. Masih dengan raut wajah tidak percaya.


"Aku harus mengatakan itu padamu sebagai ketua utama Divisi Kemanusian, kau akan kukabari lagi jika ada informasi penting. Kuharap kau bisa tegar Aeus." Jonathan berbalik langsung pergi.


Sebenarnya Aeus ingin berdiri dan memberi penghormatan lagi sebagai bawahan kepada atasan. Tetapi Jonathan paham, bahwa dirinya cukup hancur karena ini.


Karena masih banyak hal yang harus dikuasai Aeus serta usianya yang muda karena cepat lulus sehingga dia tidak diperbolehkan selalu ikut misi besar. Kini dia adalah satu-satunya anggoa tim Diana yang tidak tertimpa musibah ini. Namun tidak seperti biasanya saat mengalami keberuntungan, kali ini hatinya merasa sakit berkat dia tidak ada disana saat teman-temannya bertempur. Aeus tahu dia tidak akan memberi bantuan besar, bahkan mungkin dia hanya akan menjadi beban karena semua anggota kesusahan melindunginya. Tidak ada yang meminta mereka memperlakukan dia seperti anak manja, Aeus tidak sama sekali berpikir ingin di jaga, tetapi itulah yang akan terjadi di medan tempur nanti. Bagi mereka Aeus adalah saudara mereka. Dan antar keluarga selalu melindungi.


Bagaimana bisa Aeus tenang saat mengetahui saudara saudarinya ada yang mati atau tersiksa saat menjadi sandera. Bagi Aeus ini terlalu berat untuk diterima. Terlalu kenyakitkan untuk terjadi.


Biar begitu Aeus tahu hal terbaik yang bisa dia lakukan adalah menunggu kabar. Kabar baik, Aeus harap. Maka dia berdiri dan pergi. Olahraga tidak bisa membuat dia membaik, saat seperti ini hanya ada satu tempat yang bisa menghiburnya.


Dia pergi ke akademi dengan seragam tentara Supernova bukan untuk sombong. Tidak sedikitpun. Dia kesana hanya ingin menuju ke atap gedung, seperti yang biasa lakukan saat menjadi pelajar penyendiri yang tidak memiliki satupun teman malah banyak pembenci—penindas.


Tidak ada yang berubah disana. Kotak-kotak tidak terpakai masih banyak berhamburan dan mesin AC pengganti udara panas ruangan dibawah yang terletak di beberapa tempat juga tetap masih beroperasi. Dia sudah lama tidak kesini setelah kelulusan, jika ada yang berubah disini maka itu artinya hanya dia.


Dia duduk diatas kotak kayu yang dipilihnya sembarang. Walau tempat ini adalah favoritnya, dia tidak menyatakan secara khusus letak dimana dia akan beristirahat, baginya semua tempat disini adalah miliknya dan dia bebas sesukannya duduk asalkan nyaman dan bersih.


Kemudian dia melakukan kebiasaannya yakni melamun sambil menatap lurus, ke langit dan pemukiman dibawahnya. Saat ini mendung sehingga yang bisa Aeus rasakan adalah kibasan angin dingin saja di pagi ini.


Sambil terus melamun dia memikirkan nasib teman-temannya yang entah bagaimana. Seseorang muncul dan berdiri disampingnya. Orang itu berseragam Lucos dengan penampilan rapi. Itu Farhaz.


Aeus awalnya memang terperangah karena mengapa Farhaz bisa disini? Tetapi jawabanya akan selalu sama, karena dia Lucos, tahu banyak hal, dan karena dia dan Farhaz memiliki urusan penting tentunya.


"Bagaimana hasilnya," ucap Farhaz seperti biasa langsung ke intinya.


Tidak disangka pemuda Lucos ini akan mendatanginya dengan cepat. Apalagi disaat tertekan seperti ini, jika dia mengatakan teori waktu yang dijelaskan oleh Starla maka Aeus yakin, dengan amat sangat yakin akan di hina oleh dia. Itu tidak akan terjadi, tidak sekarang, tidak disaat sendu seperti ini.


"Kau memikirkan teman timmu yang terserang di Iran ya?" tanya Farhaz yang kali ini dengan nada rendah. Apakah Lucos ini berusaha menghiburnya?


Tetap saja Aeus tidak menjawab. Dia hanya diam melihat pemandangan perkotaan ini.


"Kurasa aku datang di waktu yang kurang tepat," ucap Farhaz yang membuat Aeus ingin sekali membenarkan, akan tetapi hanya melelahkan saja. Percuma berdebat dengan Lucos, itulah yang dia petik selama ini.


Akhirnya mereka berdua terdiam untuk waktu yang lama. Farhaz nampaknya masih berharap Aeus untuk tetap bicara. Dia terus memikirkan cara sambil melipat tangan di dada.


Sayangnya Aeus sudah meneguhkan hatinya untuk tidak peduli. Masalah Starla itu sangat aneh, dia yang menciptakan Profesor Aldor? Tapi bukti di museum itu begitu nyata, sehingga terlalu sulit dikatakan itu hanyalah kebohongan belaka. Walau dia teramat penasaran, saat ini membahas rahasia aneh ini tidak tepat. Yang Aeus tahu adalah Starla kurang nyata, tetapi Diana dan teman-temannya nyata.


"Kurasa aku pulang saja," ucap Farhaz akhirnya. Dia memasukan tangannya ke dalam saku celana dan berjalan pergi.


Kini tinggal hanya Aeus sendirian menatap hamparan kota Adaroth. Masih dengan jiwa retak mengetahui nasib teman-temannya yang tidak menentu. Perlahan matanya mulai berair, meluncur diatas pipi dan jatuh ke tanah.


*****


[Pojok Konstelasi Pemanggilan]


Pegasus: Sebuah kuda yang memiliki sayap dalam mitologi yunani, memiliki bulu putih dan diaebut hewan suci bagi manusia dan mulia bagi dewa. Banyak pahlawan yang telah menunggangi kuda Pegasus ini, dalam satu cerita pegasus juga dipakai oleh dewa Zeus dan bahkan mendapat kehormatan membawa petir sang raja dewa itu.


Corvus: Dalam bahasa yunani, Corvus berarti gagak, dalam cerita saat musuh besar para dewa yaitu raksasa Typoon muncul semua dewa mengambil bentuk hewan untuk bersembunyi. Dewa matahari, Apollo, mengambil bentuk gagak.


Perseus: Dia adalah seorang pahlawan setengah dewa yang melegenda. Dia telah berhasil membunuh medusa, monster yang memiliki kekuatan mengubah manusia menjadi batu. Dengan bantuan helm tidak terlihat dari dewa Hades, dan sepatu terbang pemberian dewa Hermes.


Itulah sekilas tentang legend yang menyertai rasi bintang. Selebihnya bisa di cek sendiri. Dan saya juga mau mengabarkan bahwa jadwal update bisa berubah tiba-tiba, jadi saya harap bisa mengerti. Tetapi saya tetap berusaha teguh pada ucapan saya akan selalu update. Terus dukung cerita ini dan janhan lupa share.


Luciver, salam...