SUPERNOVA: Raven

SUPERNOVA: Raven
Yerusalem



Melewati dua jam sunyi penerbangan akhirnya Mira beserta personil Supernova lainnya telah sampai di kota Yerusalem, Palestina untuk menjalankan misi sangat penting yang menyangkut ******* terkenal.


Menurut informasi yang didapatkan disinilah adik dari salah satu antara tiga pemimpin ******* Cerberus, Asadun, itu bersembunyi dan mengendalikan perdangangan manusia terbesar. Kali ini semua akan berakhir secepat dan serahasia mungkin. Menangkap Malic akan seperti melempar satu batu kena dua burung karena selain informasi sang kakak, dia bisa jadi sekaligus tawanan.


Tepat di pangkalan militer palestina, berada dibawah tanah dalam ruangan tertutup cukup luas berpenerangan cukup, kumpulan tentara Palestina yang berseragam kamuflase campuran antara hijau muda, hitam, serta coklat telah berbaris rapi, begitu jua Supernova yang sudah berseragam persis dengan mitra mereka itu dalam formasi terpisah untuk menerima satu instrukrsi dalam misi kali ini. Tiga instruktur di depan yakni para pemimpin pada operasi kali ini dua dari Palestina dan seorang dari Supernova menjelaskan dengan lantang dan runtut alur dari penyergapan.


Semua tentara berwajah keras diam mendengarkan dengan patuh termasuk pada anggota termuda Supernova disana, Mira. Dia tidak bergerak satu centi pun, matanya fokus menatap ke depan sambil mendengarkan dengan telinga terbuka lebar. Ini sebuah misi besar, kesuksesan misi itu sangat wajib. Karena misi ini penting dan sulit, Mira yang ikut serta tentu sangat senang, gembira, tetapi tidak akan bersyukur sebelum menang.


Penjelasan berakhir cepat, lima jam lagi maka operasi akan dimulai. Semua personil diminta untuk bersiap lalu beristirahat sebisa mungkin. Maka semua bubar ke kamar di bawah tanah yang telah disediakan. Misi penyergapan ini sangat rahasia, jadi mau tidak mau Supernova tidak bisa diendus kehadirannya di kota ini. Bahkan tidak semua tentara palestina mengetahui ini, hanya beberapa saja dan yang sangat penting.


Dalam kamar yang cukup kecil disinilah Mira beserta dua Supernova perempuan lainnya beristirahat terlebih dahulu. Seperti biasa Mira hanya diam di ranjang besinya sendirian untuk memikirkan alur rencana yang telah dijelaskan tadi. Apa perannya dan bagaimana dia akan melakukannya.


"Hei kau Mira bukan? Perkenalkan namaku Vera." Seorang perempuan berambut pirang berusia dua puluh lima tahun. Dia mengangkat tangannya menunjuk seorang di kamar ini yang masih sibuk memasang seragam. "Dan dia Angelica, kami pernah satu misi."


Jawaban Mira bisa berikan tidak lain adalah anggukan kecil kemudian menatap ke sudut lain lagi.


Vera yang melihat itu seakan langsung paham kepribadian Mira. Tapi dia tidak merasakan masalah dari raut wajahnya yang datar. Pada akhirnya dia mencoba lagi bicara pada Mira. "Kau ikut dalam perebutan kota di Jeldan bukan? Kudengar para pelajar Supernova berjuang sangat keras disana, bahkan ada yang mati."


"Itu benar." Mira menyetujui.


Vera langsung duduk di ranjang besi besebrangan dengan Mira. Dia menampilkan senyum terpaksa dan mata yang berair. "Semua keluargaku adalah tentara, termasuk adikku yang paling kecil, dia juga ikut bertempur untuk Jeldan. Dia..." Hening muncul kalimatnya untuk sesaat. "Mati saat itu."


Ekspresi Mira masih sama dan akan selalu saja sama. Akan tetapi di hati kecilnya dia merasakan sesuatu. Dan pikirannya langsung mengarah saat dia berjuang di gerbang penjara untuk membebaskan tentara lain. Dia tertembak, dia terluka, dan dia melihat kematian. Pasti salah sati dari korban itu adalah adik Vera atau saat pertempuran di Jembatan Beruang.


"Dia bocah cengeng sebenarnya, dia selalu menangis saat diberi tugas ayahku. Karena itu dia selalu dipukul," tutur Vera yang kali ini kesedihan sudah surut dalam dirinya. "Ada suatu saat dimana ayahku dalam emosi sangat marah, mengetes adikku untuk menembak bebek di taman. Dia tidak bisa lari, jika dia menangis dia akan mendapatkan lebih dari pukulan. Kulihat mata dia berair saat menembak bebek itu. Tidak kudugua dia berhasil mengenai target, bebek itu tidak bergerak. Ayahku tidak bangga dan tidak juga senang. Saat ayah pergi dia langsung membawa bebek tadi kerumah dan mengobatinya kakinya yang tertembak."


Angelica yang juga telah ikut mendengarkan langsung duduk di sebelah Vera untuk memeluk erat bahunya dengan tangan kanan, seakan itu ada artinya. Mira yang melihat itu hanya diam. Memangnya apa yang harus dikatakan?


Sementara itu di markas utama Supernova David dan Elmich sedang berjalan beriringan di koridor siap berangkat ke puri keluarga Raubell. Mereka mendapat banyak tundukan kepala saat itu mengingat siang hari jadwal markas utama padat.


"Tim ku sudah sampai di lokasi, mereka sudah bersiap menjalankan tugas," ucap David tegas masih menatap tajam kedepan.


"Aku juga mendapat kabar Perdana menteri amerika sedang dalam perjalanan kesini," kata Elmich datar.


David tersenyum simpul. Sejauh ini rencananya lancar, semua sudah diposisi, sekarang tinggal meyakini diri sendiri bahwa jika keadaan memang benar-benar kacau dia harus bisa menarik pelatuk apapun yang terjadi.


Kota Yerusalem adalah kota yang sibuk mengingat disini adalah tempat suci bagi tiga agama besar dunia yakni Yadisulk, Avala, dan Dholk. Dulu sempat ada sengketa yang terjadi disini dengan negara lain, namun beruntung Supernova sudah menjadi pasukan resmi perdamaian dunia sehingga masalah ini telah diatasi. Sekarang disini telah menjadi tempat yang tenang dan indah karena keberagaman. Sayang sekali ada seseorang yang memanfaatkan keberagaman disini sebagai persembunyian.


Dua truk besar dengan ruang muatan tidak beratap yang mengangkut bahan bangunan melaju di jalan Jaffa wilayah timur yerusalem. Menurut informasi truk itu akan menuju hunian Malic untuk membangun kolam renang luar ruangan. Kesempatan itu yang dimanfaatkan Supernova untuk menyelundupkan tim sabotase berisi sepuluh Supernova dengan memakai prototipe seragam pelindung Perseus yang tidak kasatmata. Rencana pertama adalah membuat kecelakan mobil di perempatan jalan yang telah diatur, dengan itu jalan ditutup dan dua kendaraan pengangkut besar itu harus perlahan mundur mencari jalan lain. Saat itulah dua truk disusupi oleh Supernova yang menunggu beberapa waktu lalu.


Perjalan itu selesai selama lima belas menit. Mereka dibawa ke tanah milik Malic tepat di lahan konstruksi dimana ada tanah yang mengangga lebar. Penjagaan di sekitar tembok wilayah pribadi Maliv memang ketat, tetapi mereka tidak akan menyangka kalau mereka sudah masuk dengan menumpang secara ilegal. Maka langsung saja tim sabotase bergerak menuju rumah megah milik pedangang manusia terbesar di dunia.


Tim sabotase bergerak sangat hati-hati, mereka menyelinap melewati barisan penjaga dan memanjat naik ke jendela dengan hening. Setelah semua usaha dikerahkan mereka akhirnya berhasil masuk. Masing-masing dari mereka telah mempunyai tujuan.


Di ruang kontrol dimana layar-layar monitor menampilkan seluruh ruangan dua personil masuk dengan langkah kucing. Hanya ada dua penjaga disana maka masing-masing Supernova mengurus satu musuh. Bukan perlawanan fisik melainkan sebuah teknik yang dimiliki dari alat konstelasi Perseus, tentara itu mendekati musuh lalu menyesuaikan wajah agar seperti bertatapan langsung dengan musuh, setelah merasa pas, seragam pelindung di non-aktifkan hanya di bagian wajah di area mata. Kontak mata terjadi dan tiba-tiba kedua penjaga ingin langsung bereaksi tetapi tidak bisa bergerak. Itu karena mereka telihat melihat mata Medusa, dalam mitos seharusnya menjadi batu tetapi penerannya hanya membuat lumpuh seluruh saraf motorik dalam jangka waktu sebentar. Hambatan telah diurus sekarang waktunya meretas komputer.


Peretasan telah berhasil namun batang hidung Malic masih belum terlihat. Mereka seharusnya mengamankan Malic terlebih dahulu lalu memulai penyergapan. Namun apa daya, walau dengan kemampuan tak kasatmata Perseus pasti akan membutuhkan waktu lama dan semakin jauh waktu berjalan maka musuh akan sadar. Karena itu tim mau tidak mau mengirim sinyal untuk menyerang.


Serangan pertama dimulai dari gerbang masuk, sebanyak lima mobil box langsung berdatangan dan memuntahkan tiga puluh lima tentara gabungan Supernova dan Palestina. Dua penjaga disana langsung panik dan menyerang sebisa mungkin tetapi terlambat.


"Posisi bertahan, gelombang pertama datang!" seru seorang pria tiga puluh tahunan dengan kumis tebal. Dengan perintah itu semua personil berbaris melebar dua orang, yang di depan berlutut satu kaki dan yang dibelakang tetap menodong sambil berdiri.


Tidak sampai lima detik gerbang digebrak sehingga terbuka lebar. Kini tidak ada pemisah antara musuh yang berjumlah puluhan serta bersenjata lengkap dengan mereka. Dan tidak butuh waktu lama juga untuk menciptakan kekacauan. Semua saling menembak tanpa henti. Namun pasukan gabungan lebih unggul karena memiliki formasi bagus, masing-masing memiliki sudut tembak sendiri sehingga dapat fokus menyerang secara cepat. Tidak bisa dipungkiri beberapa dari mereka juga tetap tertembak, namun mereka tidak bisa tumbung karena orang-orang ini adalah tentara terbaik yang meletakan tugas diatas semua hal.


Musuh yang datang secara langsung dengan begitu mudah dihabisi walau jumlahnya banyak. Pertempuran yang singkat dengan mayat yang banyak. Setelah serangan besar-besaran tadi nampaknya semua penjaga menjadi takut untuk maju duluan. Biar begitu setiap tentara tidak ada yang menurunkan senjata sebelum disuruh. Mata mereka fokus kedepan dan jiwa mereka terikat perintah.


"Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi, sebagian urus tim kita yang tertembak. Sisanya ke posisi menyerang!" Perintah sama dari tentara berkumis tebal tadi.


Dengan mudah mereka bergerak seirama melewati gerbang dan melangkahi mayat musuh yang terkapar. Halaman berumput hijau yang luas langsung menyambut mereka. Untuk tujuan mereka sendiri berada sejauh sepuluh meter, sedangkan untuk penjuru lain masih terlihat beberapa penjaga lain yang berlarian masuk ke rumah untuk mempertahankan benteng terakhir.


Ini tidak akan mudah, penjaga yang mereka basmi di awal tadi boleh saja lemah. Tetapi target mereka adalah buronan kelas dunia dengan kekayaan melimpah dari berdagang manusia. Tentara dan pembunuh bayaran yang terlatih pasti senang mengabdi dengan Maliv. Kriminal itu pasti menyimpan mereka sebagai hidangan utama. Mereka harus berusaha sekuat tenaga untuk menang.


Tinggal tiga meter lagi menuju tujuan. Dari teras depan, pintu masuk dan jendela tiba-tiba bermunculan penganggu yang menyerang secara beruntun. Pasukan gabungan tidak ada satu pun barikade, merekalah tameng sekaligus pedang. Formasi tengah yang mengarah ke depan tetap berjalan maju tanpa ada satu pun takut dengan desingan hujan peluru, tugas mereka adalah menggugurkan musuh di pintu. Untuk dua barisan lain mereka berpindah arah kedepan dan mengubah titik serang keatas dimana musuh ada di balkon dan jendela.


Baku tembak terjadi begitu sengit, para penjaga menyerang dan berlindung secara cepat. Kini pasukan merekalah yang melemah, dua sampai lima prajurit langsung berjatuhan termasuk Mira yang berada di formasi menyerang bagian atas. Dua timah panas telah bersarang dibahunya menimbulkan lubang pendarahan. Tertembak itu pasti sakit, tetapi dia merasa masih bisa bergerak jadi dia akan baik-baik saja. Tanpa meringis dia dan satu orang lagi berdiri dan mulai menembaki lagi musuh.


Kesempatan muncul saat formasi depan telah berhasil menyapu musuh di pintu masuk. Perintah untuk maju di teriakan, semua personil maju serempak mengabaikan penjaga di atas yang masih berjumlah banyak. Mereka akan bertemu lagi di dalam rumah, saat itu tidak ada trik yang bisa lawan gunakan. Pertempuran jarak dekat telah menanti.


Setelah sampai Supernova yang kini tersisa dua puluh delapan orang langsung menyebar di lantai ini sebanyak tiga belas orang. Ada ke ruang tamu, kamar pribadi, dan kebanyakan menaiki tangga ke lantai berikutnya.


Mira berada dalam tim yang sedang menaiki tangga, walau lukanya masih belum sempurna dia tetap seperti dulu, tegar berdiri dan akan terus menjalakan tugas dengan sangat baik. Tim mereka mendapat sambutan dari dua penjaga yang tiba-tiba muncul di atas tangga namun mereka sudah berantisipasi sehingga serangan mereka tidak akan kalah dari musuh. Sesampainya di atas semua mulai berpencar kembali sebanyak tiga orang ke masing-masing ruangan. Bunyi nyaring tembakan terdengar di tiap ruangan yang di masuki, musuh menunggu disana. Suara letusan akhirnya terhenti, kemudian pasukan gabungan ini kembali berkumpul di tempat tangga dengan jumlah hanya berkurang satu orang. Namun semua masih tetap waspada, masing dari mereka yang kehabisan amunisi mengganti magasin dan sebagian menjaga.


Ketakutan mereka menjadi nyata di saat tiga orang tiba-tiba jatuh begitu saja dari langit-langit dan mengepung mereka dari berbagai sudut, langsung membidakan senjata hendak menyerang secara membabi buta. Secara mendadak musuh jatuh terhempas ke depan, ternyata di punggung mereka telah ada luka tusukan yang dalam. Telat sedetik saja mungkin pasukan gabungan ini akan menjadi bukit mayat.


Kemudian tiga orang bermunculan begitu saja di dekat mayat musuh yang datang dari langit-langit tadi dengan seragam ketat prototipe Perseus menutupi seluruh tubuh serta pisau berlumur darah menetes di tangan. Mereka melepas bagian yang menutupi kepala sehingga wajah mereka menjadi nampak.


"Ini yang terakhir," ucap salah satu dengan pakaian pelindung Perseus.


"Bagaimana dengan Malic? Kalian menemukanya?" tanya sang pemimpin berkumis tebal itu pada tim sabotase.


Seorang menggelengkan kepala. "Saat kalian menarik perhatian di gerbang, kami memeriksa semua tempat ini dengan seksama, bahkan kami menemukan tiga tempat persembunyian namun tidak ada Malic disini."


"Kita akan terus memeriksa, untuk sekarang kita akan melapor."


"Bagaimana tehnya tuan Mattis." Elmich dari bangkunya sambil terus memerhatikan pria berumur enam puluh sembilan dengan rambut lurus bewarna pirang hampir putih melalui mata redupnya.


"Luar biasa, ditambah pemandangan ini." Tuan Mattis mengedarkan pandangan ke samping kiri, dimana ruang terbuka hijau luas membentang dan diujungnya ditumbuhi pepohonan tinggi-tinggi bahkan sebagai penambah keasrian alam ada beberapa rusa yang merumput dan tupai berlarian di batang pohon. "Dan dengan hormat tuan Elmich dan David, panggil saja aku Jim."


"Kalau begitu silahkan nikmati tehnya lagi tuan Jim," ucap David sambil mengangkat tehnya ke mulut dari meja bundar putih bertaplak kain penuh ukiran indah bunga.


Jim tersenyum mengangguk lalu mengangkat tehnya. "Kau benar, membicarakan keefesienan arteleri melawan jet terbaru sangat seru hingga membuat mulut kering." Dia meminum tehnya lagi secara perlahan.


Setelah David selesai minum tiba-tiba seorang Xordas datang padanya dan membungkuk membisikan sesuatu. David fokus mendengarkan dengan ekspresi yang sesaat kebingungan karena matanya menyipit secara cepat, namun dia bisa menahan diri agar tetap tenang. Xordas itu pergi setelah membeberkan laporan mengenai misi penyergapan Malic.


Sekarang yang ditunggu telah datang. David masih perlu waktu berpikir amat teliti karena target mereka yang menurut informasi yang bisa dipercaya berasa di kota Yerusalem malah tidak ada. Apa yang sebenarnya terjadi? Semua telah dilakukan dengan benar, dimana letak kebocoran misi ini? Ditambah dari laporan tadi ada sesuatu yang menarik menyangkut Jim. Apakah waktu ini waktu tepat untuk menyerang?


Elmich yang sedari tadi memerhatikan David sadar ada yang tidak beres sehingga dia memulai kembali obrolan dengan menteri pertahanan amerika untuk memberi Jendral Xordas itu waktu tambahan.


Obrolan mereka terus berlanjut selama beberapa saat namun Jim menyadari ada yang aneh dengan David. Elmich sudah tidak bisa lagi mengulur waktu. Kini keputusan ada ditangan David.


"Tuan David, apakah ada yang salah?" tanya Jim santai walau maksudnya sangat bertolak belakang.


David tidak langsung menjawab, mata dia dan Jim bertemu secara dingin. Sekarang menteri pertahanan yang terlihat khawatir. Badan dia menegang, bahu dia terangkat, namun ekspresinya menjadi keras, dia orang utama dalam militer amerika. Orang ini sudah mengalami ketakutan terburuk sebagai tentara dulu sampai bersinar sekarang. Tetapi dia belum merasakan kekuatan Supernova, akankah dia bertahan.


"Tuan James Norman Mattis, apa hubungan anda dengan *******?"


*****


Tidak akan menduga secapat ini update? Yah saya juga. kali ini saya mencoba untuk bisa update sehari satu kali, hanya mencoba, bukan berarti pasti ya. Tetapi saya akan usahakan walau draft yang saya tulis masih sangat sedikit, karena sudah banyak yang baca dan saya rasa tidak bisa mengecewakan kalian. Terimakasih atas dukungan kalian secara langsung dengan komentar atau like atau hanya membaca saja. Semoga dengan pengumuman ini kalian merasa senang.


Luciver, salam...