SUPERNOVA: Raven

SUPERNOVA: Raven
Supernova sang Penguasa



Pengalaman membentuk diri, itulah yang Aeus rasakan selama ini. Setelah kejadian pemberontak lalu dia mulai mecoba-coba apa yang disebut latihan rutin. Perlahan namun pasti, dengan barbel dan treadmil dia membentuk fisiknya lebih kuat, lebih berbeda dari sebelumnya. Hasilnya dia memiliki tubuh lebih berisi dan tegap dari sebelumnya, tapi untuk tinggi nampaknya itu pengaruh gen sehingga itu tidak dapat diubah.


Latihan bulanan itulah namanya, kegiatan peninjaun untuk personil yang telah resmi apakah selama ini hanya duduk sambil makan kue rumahan sombonh dengan pencapaiannya atau malah berlatih keras berusaha mencapai puncak lebih tinggi lagi, semua itu akan terlihat. Kalau gagal disini maka bukan hukuman didapat melainkan peringatan. Mendapat dua peringatan maka artinya kembali ke akademi dan mengulang kembali pelajaran untuk tiga tahun. Aeus tidak malu untuk mengulang sebab dia sendiri lulus lebih cepat, cuma untuk bertemu lagi dengan pelajaran rumit itu dia harap keluar dari Supernova adalah jawaban.


Dengan berjalan kaki akhirnya dia sampai di tujuan dan mengecek jam tangan sport bewarna hitam miliknya yang menunjukan angka digital 06:50. Tidak terlambat, ucapnya dalam hati.


Ujian bulanan dilaksanan tepat di lapangan markas militer yang hampir seluas lapangan bola lengkap dengan bangku duduk penonton tapi khas dengan gaya tentara, alih-alih rumput hijau disini hanya ada tanah kering sekeras batu bewarna jingga pasir. Untuk pagarnya sendiri apalagi kalau bukan kawat berduri setinggi tiga meter dan dialiri listrik bertegangan mematikan. Fasilitas ini masih dalam lingkup markas militer maka dari itu keamanan disini bukan main-man apalagi setelah kejadian pemberontakan beberapa bulan lalu.


Masih kurang sepuluh menit lagi untuk jam tujuh dimana latihan bulanan dilaksanakan tapi kira-kira sudah ramai saja. Kalau didengarkan beberapa diantara mereka membicarakan sesuatu mengenai prototipe yang dicuri pemberontak beberapa waktu lalu dan ada malam tadi penyergapan dilakukan, sayangnya ada diantara misi yang gagal. Aeus coba abaikan dan bergegas ke ruang ganti. Setelah mengganti baju ke kaus oblong hitam dengan celana kargo kamuflase hitam putih dia kemudian meletakan barang pribadinya di loker lalu kembali ke lapangan untuk ikut berbaris dan dijemur selama setidaknya satu setengah jam sebagai langkah awal dari tugas berat.


Kali ini yang mengikuti kegiatan adalah para Unvon berjumlah seratus lima puluh, Xordas sudah beberapa hari lalu dan untuk Lucos kemungkinan besok. Yang mengikuti ini adalah personil yang kiranya baru saja lulus akademi selama tiga tahun. Ini artinya selama tiga tahun di tiap bulan dia akan terus menghadapi ini lagi dan lagi. Tidak pernah ada yang mengatakan jadi tentara itu mudah, inilah buktinya.


Setelah instruktur mengeluarkan istirahat di tempat yang artinya acara berjemur telah usai langsung memberi pengarahan lagi untuk push up ditempat sebanyak lima puluh kali dan lari ditempat lima menit.


Semua kegiatan tadi menghasilkan kelelahan, namun ini belum berakhir, instruktur mengeluarkan perintah untuk membuat lima barisan memanjang untuk dihadapkan pada halang rintang berupa jalur ban mobil, diikuti bergelantungan di tangga datar yang dibawahnya disiapkan lumpur, lalu merangkak di kawat berduri, hingga panjat tebing setingga lima meter, dan akhirnya berlari zigzag sejauh dua puluh meter tanpa henti. Rumornya bagi Xordas ujian para Unvon tidak ada apa-apanya dari mereka.


Satu persatu dalam lima barisan maju beriringan melewati rintangan. Personil dibelakangnya tidak dibiarkan langsung maju apabila orang paling depan yang pertama maju tadi masih belum selesai. Aeus kira-kira mendapat giliran ke sepuluh.


Waktu berlalu dan personil maju tanpa keraguan melewati semua ini begitu mudahnya. Saat tiba giliran Aeus berusaha tenang dan coba menyemangati dirinya. Dia langsung berlari dan melewati rintangan pertama dengan mudah, kemudian menuju halangan lainnya. Sama seperti sebelumnya dia cukup lincah dan kuat, dia masih sebanding dengan empat personil di samping jalurnya yang usianya sedikit lebih tua. Tubuhnya begitu meronta kelelahan tapi akhirnya dia tetap bisa menyelesaian ujian kali ini tanpa gagal.


Di setiap jengkal tubuh Aeus benar-benar lelah, tetapi dia tidak beristirahat sambil minum sebelum panas tubuhnya sudah normal karena dia pernah diberi saran bahwa hal itu kurang bagus. Latihan bulanan sudah selesai, akhirnya dia berhasil melewati rintangan tadi, selanjutnya dia rasa akan pergi mencari rumah kecil untuk ditinggalinya karena asrama hanya untuk para pelajar.


Di ruangan penuh loker persegi berwarna biru ini dia mulai menganti bajunya ke seragam resminya sebagai Unvon. Setelah berpakaian kembali, tak lama seseorang datang dan memangilnya.


"Lama tidak berjumpa Aeus," ucap Farhaz yang kini seragamnya benar-benar bagus karena dia sudah satu tingkat lebih tinggi daripadanya. Itu karena dia ikut dalam pertempuran kota Jeldan ditambah adanya rahasia yang dia ketahui menjadikan dia mendapat promosi bagus. Jabatan bagus.


"Untuk apa kau kesini?" Aeus tetap fokus menyimpan kembali kaus dan celananya tadi ke dalam ransel hitam miliknya.


"Kau sangat mengerti diriku yang tidak suka basa-basi ya. Begini, aku mendapat kabar ada seorang Unvon yang ditemukan malam tadi. Dulu sempat dia diduga hilang diculik pemberontak, tetapi dia sekarang disini, sehat bugar. Aku juga tahu dia itu teman sekelasmu bukan?"


Obrolan dengan Farhaz adalah salah satu hal yang Aeus paling tidak sukai. Dengan sedikit gusar Aeus menjawab, "iya, memang ada urusan apa kau?"


"Aku hanya ingin tahu apakah dia dulunya itu orang aneh? Aku mendengar saat dia di interogasi dia begitu kikuk dan aneh," ucap Farhaz namun sebelum Aeus ingin menjawab Lucos itu bersuara, "dan yang paling mengejutkan aku adalah, di tubuhnya Stardet hilang."


Perasaan gusar Aeus seketika runtuh terganti bingung. Dia diam sesaat apakah telinganya salah atau memang diucapkan Farhaz itu benar. Tidak mungkin, Stardet dalam tubuh Unvon tidak bisa dipindahkan begitu mudah karena ada prosedur khusus dan alat khusus, salah sedikit maka nyawa akan melayang. Omong kosong apa lagi ini?


"Kau tidak percaya padaku? Kau tahu aku tidak pernah bohong."


"Kalau begitu kenapa bisa Stardet hilang?" tanya Aeus memasang ranselnya bersiap pergi kalau jawaban Farhaz tidak menarik.


"Entahlah, dugaanku mungkin pemberontak yang melakukannya secara paksa tapi setelah tubuhnya di periksa tidak ada tanda-tanda pembedahan. Ditambah...." Farhaz nampak ragu yang jarang dia lakukan biasanya.


"Ada apa?"


"Dia mengucapkan sesuatu mengenai Supernova, 'Supernova sang penguasa' itulah yang dia sebut kalau tidak salah."


"Kau sendiri yang menginterogasinya?" Pertanyaan Aeus dibalas dengan anggukan pelan Farhaz.


Pernyataan Farhaz membuat siapa saja selain Aeus pasti kebingungan. Karena Aeus cukup dekat dengan Dylan yang berperan sebagai penindas di kelas membuat dia yakin bahwa dia tidaklah aneh, gila, atau semacamnya sedangkan untuk jahat mungkin saja itu benar. Mencari jawaban misteri ini membuat Aeus sadar akan teka-teki miliknya sendiri tentang gadis kecerdasan buatan itu.


Farhaz mulai bingung dan tak lama terkekeh pelan. "Memangnya kenapa? Kau ingin bicara pada raja?"


Ekspresi serius Aeus membuat Farhaz juga fokus. "Kau serius? Memangnya apa yang ingin kau katakan?" Dimulailah pertanyaan intensif seorang Lucos.


Aeus tergoda memberitahu tapi sadar bahwa Farhaz akan menertawakan lagi atau malah dia paham masalah tentang kecerdasan buatan itu? Aeus kembali berpikir untuk menimbang apakah dia katakan saja sebenarnya saja. Akan tetapi itu sulit, lebih baik Aeus berbohong saja.


"Masalah aspirasi untul negri ini, kau tidak perlu tahu."


"Kalau kau ingin tahu caranya kau harus katakan semuanya," ancam Farhaz langsung menyilangkan tangan di dada menatap curiga Aeus.


Berurusan dengan Farhaz adalah paling buruk, apakah dia cari orang lain saja? Selama ini dia juga sudah bertanya caranya pada banyak orang namun jawabannya hanya satu yaitu harus dekat dengan raja. Dia hanya tentara biasa, bagaimana bisa dia mendekati raja. Mungkin Farhaz benar-benar punya cara bagus selain itu karena kalau tidak Aeus tidak tahu harus bagaimana lagi.


"Baiklah, akan kujelaskan tapi aku ingin mendengar caranya lebih dulu."


"Kau harus dekat dengan raja pastinya."


Benar-benar sialan. Pada akhirnya jawabannya itu saja. Sekarang dia harus berpikir bagaimana caranya dekat dengan sang raja. Aeus harap Farhaz kali ini bisa memberi lebih dari yang dia harapkan.


"Kau bisa jadi menterinya, menyamar menjadi bangsawan, atau tentara tingkat tinggi sehingga bisa bertemu dengan beliau. Memangnya kau ingin bicara apa?" tanya Farhaz penasaran.


Aeus sudah berusaha, dia tidak bisa melakukan ini sendirian. Jika Farhaz tahu setidaknya pikirannya akan sedikit lebih tenang. Maka diutarakannya semua kejadian dari dia bertemu dengan kecerdasan buatan dari awal hingga sampai kini, dia juga memberitahu mengenai Hypernova. Awalnya Aeus kira Lucos satu ini akan tidak percaya namun dia mendengarkan begitu seksama dan mata hijaunya yang tidak pernah berkedip.


"Aku tahu itu aneh." Aeus mengakhiri cerita.


"Tidak," ucap Farhaz tegas. "Itu bisa saja terjadi, kesadaran lain dalam mimpi... itu bisa saja terjadi!" Serunya senang seperti baru saja dapat hadiah ulang tahun.


Aeus mengamati Lucos ini dengan aneh. Memang benar itu menakjubkan tapi apakah perlu berterteriak seperti itu?


"Satu hal lagi, dia mengatakan dari tempat dan wakti berbeda bukan? Apa maksudnya? Apakah..."


"Entahlah," kata Aeus pasrah. "Aku lelah dan mau pulang minggir sana." Aeus pergi meninggalkan Farhaz yang mematung dalam pikirannya.


"Tunggu dulu," kata Farhaz namun Aeus tetap melangkah menjauh.


"Aku tahu bagaimana bisa mengatakan pada raja mengenai Hypernova." Seketika itu juga Aeus yang menjadi patung.


Aeus berpaling dan menatap Farhaz. "Bagaimana?"


Entah apa yang terjadi pada Farhaz tetapi di wajahnya seringai halus tercipta. Dia merencanakan sesuatu.


*****


Akhirnya bisa update juga. Maaf kalau bagi kalian terlalu lama ya, nyusun plot dan cari waktu menulisnya agak susah saya(bilang aja malas) tetapi tenang, berkat senua dukungan kalian saya akan berjuang lebih keras lagi menulis cerita yang bagus. Dan ngomong-ngomong di noveltoon ada sistem grupnya, ada yang mau masuk? kalau ada disana saya bakal adakan jadwal update sama fakta menarik tentang karya saya. Dan juga disana saya kemungkinan akan minta pendapat untuk jalan cerita karya saya, jadi silahkan bergabung ya!


Luciver, salam...