
"Apa maksudmu? Apa maksud dari semua ini?" Jim berusaha tetap terkendali walau matanya memandang tajam David dan Elmich.
Kedua Jendral Supernova diam beberapa saat dengan tenang. Sedangkan Jim yang telah terang-terangan dituduh nampak gelisah. Namun dia lekas menenangkan diri kembali, dirinya sudah berpengalaman dalam hal ini, dia tahu emosi akan memperburuk sebuah diplomasi.
"Maksud kami tuan Mattis," kata Elmich akhirnya. "Kami mencurigai kau ada hubungan dengan *******, beberapa waktu lalu kami menemukan tiga anggota kalian yang telah mati dalam tugas hidup kembali entah bagaimana di kapal dagang manusia milik Malic. Sekarang kami sedang melakukan misi penyergapan rahasi untuk Malic, sayang sekali dia tidak ada."
"Kalian sendiri telah memastikan orang itu mati bukan? Mungkin ******* sedang menipu kalian, mereka mencuri mayat tentara kami lalu entah bagaimana membangkitkannya, apa hubungan kami dengan ini?" ucapan Elmich sangat lancar sampai terasa tidak ada kebohongan disana.
"Namun, salah satu pengurus perdagangan manusia dia menerima ketiga orang itu oleh CIA. Bagaimana pendapatmu?" tanya David kali ini.
Itu membuat Jim tertawa pendek. "Kalian percaya pada kriminal itu? Apakah kalian tidak sadar kita sedang diadu domba!"
Kini kedua Jendral Supernova diam sesaat untuk berpikir. Dari raut wajah dan gerak tubuh Jim sudah nampak bebas dan tenang. Tetapi permainan baru saja dimulai.
"Personil kami menemukan satu pasang sepatu mirip koleksimu lengkap dengan sidik jari milikmu diatasnya. Kuharap anda bisa bekerjasama dengan kami, maka masalah ini akan selesai cepat," kata David tidak mau kalah.
"Aku sudah katakan aku tidak ada hubungan. Sekian tahun kami memerangi *******, banyak yang gugur karenanya, aku melihat teman dan ketuaku tewas dalam misi. Bagaimana bisa kalian menuduhku begitu?"
"Dan kami juga melakukan hal sama, berperang dengan *******. Hanya saja kami memiliki sudut pandang baru setelah prototipe dan beberapa informasi penting yang diambil saat pemberontakan terjadi yang didalangi para ******* dunia. Katakan padaku, dimana ******* dapat menjual informasi itu dan siapa yang tidak tergiur membelinya?" tanya Elmich datar.
"Yang pastinya aku tidak ada hubungannya dengan ini." Jim berdiri lalu merapikan jasnya bersiap untuk pergi. "Maaf atas ketidaksopananku tapi aku harus pergi." Pria itu melangkah pergi yang mana langsung di kawal dua penjaga berpakaian rapi.
"Tunggu sebentar." David berdiri dengan cepat namun kata-katanya di abaikan begitu saja oleh Jim. "Tiga prajurit yang hidup kembali itu tidak memiliki satu pun keluarga, latar belakang militernya juga biasa-biasa saja, mereka adalah orang-orang yang cocok untuk dijual bukan?"
Tiba-tiba saja Jim berhenti tetapi tetap tidak mau berbalik.
David melanjutkan. "Catatan itu memang dibuat secara resmi, penyebab kematian mereka sesuai dengan bekas luka, tetapi yang sebenarnya mereka hampir mati dan kalian memasukan mereka ke program militer rahasia dan entah bagaimana kalian menyelamatkan mereka dan menidurkan mereka lagi untuk dipakai saat keadaan darurat. Program itu telah berjalan sepuluh tahun apa aku salah?"
"Bagaimana kalian bisa tahu? Bahkan diantara kami itu sangat rahasia." Jim berbalik dengan ketegasan sama menatap tajam kedua Supernova itu.
David melanjutkan. "Karena pada akhirnya, sebagai pelindung kita akan melakukan apapun untuk melindungi. Kami membeli informasi itu, sebagai langkah antisipasi. Dan kuyakin kalian pasti akan melakukan hal sama jika ada kesempatan seperti setelah pemberontakan dua bulan lalu."
"Kami berbeda dengan kalian, dan kau bahkan tidak punya bukti yang kuat," sahut singkat Jim.
David tidak menyerah sampai disitu. "Kita masih bisa memperbaiki ini bersama pak Jim. Aku hanya perlu yakin bahwa amerika tidak bersengkokol atas pemberontakan disini pada waktu lalu."
Saat itu juga Jim berbalik dengan wajah berkerut amat marah. "Kau menuduh kami lagi atas pemberontakan dulu!?"
"Karena itu kita melakukan pertemuan secara langsung disini Jim," Elmich menengahi. "Kumohon katakan pada kami yang sebenarnya. Kita telah bekerja sama selama hampir tujuh tahun, kami mendirikan akademi dan pangkalan militer kami disana untuk melindungi kalian, kalian sudah mengetahui cara berpikir kami. Kelemahan-kelemahan kami. Apa yang kau pertaruhkan sebenarnya?"
Jim terdiam, tetap berdiri bagai paku walau telah diterpa badai masih tetap kuat. "Kami tidak ada hubungannya dengan pemberontakan, kalian tahu blasteran kami disini tewas saat memperebutkan kota. Tetapi aku akan beritahu kalian kebenarannya." Jim mengenggam erat kedua tangannya hingga putih. "Lebih dari sepuluh negara besar dan kecil berkumpul secara rahasia tanpa sepengetahuan kalian membahas mengenai ancaman apalagi yang lebih besar dari perang nuklir, kalian adalah jawabannya. Supernova adalah ancaman."
Penjelasan itu tidak membuat kedua Supernova itu terlihat gentar. Mengejutkan memang saat mendengar kebenaran, tetapi itu sudah jauh diduga.
"Kalian memiliki peralatan yang mampu menahan nuklir, kalian memiliki meriam sebesar gunung dengan tenaga proton. Dan yang membuat kami khawatirkan adalah kalian bisa dengan mudah menyebar ke seluruh dunia hanya dengan menyisipkan beberapa Unvon saja. Kurasa kami pantas untuk takut."
"Jadi kau memang benar bertransaksi dengan ******* yang telah mengambil informasi berharga kami?" Elmich datar.
"Aku baru saja mengakuinya," ucap Jim pasrah.
"Kita masih bisa memperbaiki ini," kata David tiba-tiba. "Kau hanya perlu katakan pada kami sejak kapan dan apa saja perjanjian dengan *******."
Jim terdiam sesaat. Baru menganggkat beberapa inci bibirnya, pengawal Jim berbisik padanya. Pesan itu nampaknya benar-benar menguncang karena Jim menjadi sangat terkejut. Tidak lama juga dua Supernova mendatangi Elmich dan David untuk melapor secara diam-diam mengenai gedung putih telah diserang *******. Jadi inilah alasan Jim terkejut.
"Tunggu sebentar," kata Elmich langsung. "Aku merasa ada sesuatu yang janggal, karena kau telah mengakui hubunganmu dengan *******, maka kupastikan sebelah sepatu yang tim kami temukan itu benar-benar milikmu bukan?"
Jim terdiam sesaat berpikir namun dia masih nampak gelisah. "Aku tidak tahu, aku memiliki banyak sepatu sebenarnya."
"Tim kami sudah memeriksanya dengan amat teliti, itu asli sepatumu."
Untuk sesaat Jim menengadah pada Elmich, menyadari sesuatu. "Maksudmu ******* yang mencuri sepatuku itu? Artinya aku memiliki musuh disekitarku?"
"Ku khawatirkan memang begitu, dan yang menunggumu saat terbang nanti mungkin saja... kematian," ucap datar Elmich.
Tangan Jim meremas dengan kuat. "Apa maksud semua ini?"
"Aku memiliki dugaan ******* sedang mengadu domba kita," ucap Elmich. "Mereka ingin kau mati di tangan kami dengan meletakan berbagai kecurigaan, tetapi kami tidak menginginkan perang. Kami memahami tindakan kalian sebagai pelindung, namun kami juga berusaha sedang melindungi dunia ini oleh *******. Kusarankan kau tinggal disini dengan penjagaan kami agar aman."
Dengan tegas dan cepat Jim menggeleng. "Aku adalah orang pertama yang akan menerjang garis depan musuh kalau diperlukan. Saat ini negaraku diserang, apakah kau tidak memahaminya."
"Kami sangat memahaminya tuan Mattis," ucap David tiba-tiba. "Itulah yang kami rasakan saat pemberontakan terjadi, kami memiliki banyak pasukan namun mereka terpisah di berbagai tempat untuk mengabdi pada dunia. Kami marah, kami sangat marah, tetapi dunia lebih penting dari segalanya. Bahkan kami tega menugaskan para pelajar akademi untuk bertempur. Kami tidak menahanmu, keputusan ada padamu."
Kini Jim sangat bimbang. Kemungkinan dia selamat memang ada, tetapi bagaimana kalau benar bahwa perjalanan dia sudah disabotase? Bahwa selama ini dia memiliki musuh dalam selimut? Karena usaha memecah belah kedua kekuatan militer terkuat gagal pasti Jim akan mati dengan cepat. Dia memejamkan mata amat kencang untuk berpikir.
Akhirnya ketegan Jim menyurut. "Aku akan tinggal, tetapi aku harus tetap bisa berkomunikasi dengan tentaraku di amerika. Aku akan tetap menjalankan tugasku."
"Baiklah, ikuti kami." Elmich melangkah pergi dengan lambat sambil tersenyum. "Aku akan tunjukan kamar terbaik kami."
Kabar buruk datang tanpa diduga, meluas tanpa bisa ditunda. Semua layar televisi, radio, mulut ke mulut, semua membahas tentang kota washington yang diserang oleh *******. Informasi itu benar menyebut "kota", pada awalnya memang para ekstrimis cuma menyerang gedung putih tempat pusat pemerintahan amerika serikat. Ternyata salah, mereka mengincar lebih besar, Washington DC itu sendiir.
Tayangan amatir yang sempat direkam penduduk dan disiarkan oleh berita nasional Aproud begitu mengerikan. ******* datang dengan mobil dan mulai menembaki acak gedung, trotoar, dan kendaraan yang terparkir sehingga masyarakat yang berada disana berlarian panik. Sedangkan di rekaman lain dua polisi tengah terlibat baku tembak dengan ******* yang berjumlah sepuluh. Akhir tragis terjadi, kedua aparat keamanan mati dengan tubuh dipenuhi peluru.
Menurut berita keadaan sudah tidak bisa dikendalikan lagi, kekacauan dan kematian terjadi di tiap jengkal wilayah Washington DC. Jalan masuk dan keluar kota juga telah diblokir secara mendadak oleh pemberontak, pasukan bantuan dari luar pun berusaha menerobos, tetapi ******* juga memberi perlawanan sengit. Tragedi ini berlangsung selama dua jam, dan akhirnya dengan berat hati kabar buruk datang. Washington DC telah diambil alih oleh kelompok *******.
Aeus yang baru saja selesai latihan dalam merakit senjata bersama tentara lain kini berada di ruang kantin bukan untuk makan malam, melainkan melihat siaran serangan ******* di amerika. Semua orang disana memperhatikan dengan seksama tanpa bicara sedikit pun.
"Bagaimana Supernova disana?" tanya seseorang pada siapa saja disana.
Kerjasama dengan amerika membuat Supernova dapat mendirikan pangkalan militer disana, dan satu-satunya cabang Supernova di amerika adalah di Washington DC, yang mana telah diambil alih *******, artinya kabar Supernova disana sama sekali tidak baik.
"Bagaimana mungkin ******* menggulingkan pusat dari amerika yang dijaga ketat? Kita memiliki pangkalan militer disana, amerika juga, bahkan adanya gedung putih pasti membuat keamanan mereka sangat tinggi, mereka butuh pasukan sangat besar" ucap lagi seseorang.
"Aku mendapat kabar di internet yang mengatakan anak buah Joker dari dunia hitam telah banyak disewa oleh *******, mungkin karena itu jumlah mereka membengkak," tutur seseorang disana.
"Butuh uang sangat banyak menyewa pembunuh bayaran Joker, apalagi jumlahnya banyak, kurasa informasi di internet itu keliru," sahut seseorang di kerumunan.
"Itu bisa saja," kata seseorang yang berada di paling depan kerumunan. Seorang pria berkulit coklat muda berambut pirang tipis dengan tatapan tajam. "Karena ******* memiliki barang yang lebih berharga dari emas di dunia. Mereka berhasil menjual prototipe Supernova."
*****
Untuk mengingatkan saja kembali bahwa author tidak berjanji akan selalu update perhari, maaf sekali untuk itu karena ceritanya belum rampung, saya akan berusaha keras demi kalian untuk dapat membaca cerita ini. Jadi saya harap, dukungan kecil dari kalian akan sangat berarti bagi saya.
Memang benar nulis cukup gampang tapi agar lebih bagus perlu kerja keras sebenarnya. Jadi saya minta tetap bersabar ya jika updatenya lambat. Terimakasih untuk perhatiannya.
Luciver, Salam....