
Masih dalam tahap menegangkan antara Tom si sandera dan Flint si perusak rencana.
"Lepaskan dia, kau tahu itu tidak ada gunanya," ucap Andreas dengan dingin. "Kau sudah melakukannya, kau memberitahu mereka mengenai kami, kewajibanmu selesai, sekarang lepaskan anak itu."
Flint yang berderai air mata memandang mereka ditambah mulut yang tertarik menahan isak tangis membuat dia terlihat menyedihkan. Seakan dia adalah orang yang paling menderita disana, saat itu juga.
Tak lama, dengan penuh penyesalan dia melepaskan Tom. Pemuda itu langsung menjauh dan memaki Flint. Masalah pertama selesai, sekarang ke babak selanjutnya.
Konstelasi pemanggilan dibubarkan kemudian semua orang bersiap. Lima Supernova bersenjata bersembunyi di balik konter kayu yang semoga saja sekuat yang terlihat sebab benda ini akan menjadi pertahanan mereka dalam baku tembak nanti.
Sedangkan yang lain pergi ke lantai atas terkecuali Flint yang kini ikut Supernova mempertahankan lantai bawah untuk menebus kesalahan, bahkan dia bersikeras menjadi seorang umpan jika perlu. Tentu dia lakukan itu setelah semua orang diruangan berjanji tidak memberitahukan tindakan rendahan yang terlanjur dia lakukan. Jika dia ingin dilihat, dia ingin sekali dilihat sebagai seorang pahlawan walau dia tidak disana melihat itu terjadi. Andreas tidak mau ambil pusing, terserah apa yang mau dia lakukan yang terpenting para Unvon harus hidup apapun yang terjadi. Karena dia dianugerahi sebagai pemimpin tim dia tidak akan meninggalkan anggotanya, biarpun dirinya Unvon yang berperan vital saat ini.
Pintu masuk yang sempat mereka palang dengan beberapa perabotan dari pot, tiang pembatas jalan dan kursi yang ada mereka manfaatkan sebaik dan secepat mungkin. Itu tidak akan bertahan lama, dengan kekuatan lima belas Pemberontak pintu itu pasti terbuka cepat atau lambat.
Sayang sekali mereka tidak memiliki senjata selain apa yang mereka pegang. Tidak peledak, pisau, atau pelindung. Mereka akan bertempur seadaanya melawan Pemberontak yang telah berhasil membuka pintu masuk dan saat ini sedang berderap masuk.
Dari derap suara langkah kaki di lantai, Supernova mulai menilai jarak, ketika mereka sudah dekat mereka akan mengejutkan Pemberontak yang semoga saja benar begitu, pastinya akan jadi mudah. Tapi sayangnya setiap orang punya respon berbeda, jadi kalau mereka tidak terkejut maka jiwa Supernova berada di ambang kematian dan kehidupan.
Bagaimana pun musuh menyembunyikan suara langkah kaki yang ditahan tetap saja ruangan ini sesunyi kuburan, hanya perlu memasang teling dengan benar agar dapat mendengar gesekan halus dan itulah yang dilakukan mereka berenam di balik konter. Bersembunyi sebelum serangan terjadi.
Suara langkah kaki berhenti tepat di depan konter, nampaknya. Lima Supernova bertukar pandang lalu mengangguk. Yang berada paling kiri dan kanan memasang pose hendak berlari yaitu pose berlutut satu kaki dan badan di condongkan kedepan.
Tiga ketukan ringan ke lantai dilakukan Supernova yang berada di tengah. Seketika dua anggota di barisan ujung tadi berlari masing-masing ke kanan dan ada yang ke kiri. Mereka mencoba membingungkan pemberontak dengan memberi dua kelinci lalu tanpa sadar mengerahkan tiga serigala dihadapan mereka. Tiga Supernova bersenjata berdiri dan langsung melihat ada sepuluh Pemberontak yang masuk dan tengah berfokus pada dua Xordas pelari tadi. Saatnya melakukan serangan.
Lima detik melakukan tembakan beruntun tanpa adanya balasan dari musuh membuat mereka berhasil mengurangi jumlah dari sepuluh ke lima. Tetapi mereka sadar lima sisa pemberontak yang menunggu diluar mulai merengsek masuk.
Mereka tidak menunduk berlindung atau dua Supernova sebagai umpan tadi mati sebelum sempat bersembunyi. Konter kayu ini tidak terlalu panjang sehingga tidak sampai ke sudut ruangan dimana dua Supernova tidak memiliki lagi perlindungan disana. Biar begitu dua umpan tadi tidak mundur apalagi pasrah, dengan senjata yanh tadi dikaitakan di bahu mereka langsung menyerang. Kini ada tiga titik penyerangan, kelima Pemberontak sudah muncul di dekat pintu masuk mulai bingung hendak mengincar kemana.
Tiga orang yang berada di konter menjadi sasaran tembak oleh Pemberontak, dari puluhan peluru yang berterbangan sehingga dua Supernova ambruk dengan dada berlubang. Musuh terlalu fokus ke titik tengah sehingga dua Supernova berada di ujung membunuh mereka begitu mudah sampai tuntas.
Mereka sudah melewati tenggat waktu yang diperkirakan. Tanpa basa-basi setelah kelima Unvon turun dari lantai atas langsung membentuk konstelasi pemanggilan untuk kedua kalinya. Orang mati tetap akan tergeletak tak berdaya karena itu merawat anggota sendiri adalah prioritas para Supernova lakukan saat ini.
Pemeriksaan dilakukan dan hasilnya adalah kabar buruk, seorang sudah tewas dan satunya lagi sekarat beruntungnya Andreas selamat saat diincar tadi. Pertolongan pertama diberikan oleh Supernova dan warga Jeldan sebisa mungkin. Mereka mengira waktu yang dipunya prajurit sekarat ini tidak lebih dari satu jam.
"Tenanglah kawan, bertahanlah sebentar lagi." Supernova yang tidak termasuk golongan Unvon duduk berlutut disamping kiri prajurit sekarat, disebrang dua warga Jeldan yang sedang menekan dan membalut luka dia dengan perban yang sengaja mereka bawa.
Mata Supernova yang sekarat itu terlihat hampir tertutup, penglihatnnya juga sudah mulai kosong sedangkan mulutnya masih berjuang menarik dan menghembuskan napas pelan penuh penderitaan. Tak lama kemudian tiap respirasi yang dilakukan terasa lemah sampai tidak ada lagi desiran udara yang masuk dan keluar. Prajurit ini mati lebih cepat dari dinyatakan.
Seorang Supernova yang berada disampingnya menegarkan diri mengarahkan tangan ke wajah prajurit yang gugur lalu menutup mata dia dengan lembut.
Sedangkan di tengah ruangan konstelasi pemanggilan telah selesai dibuat dengan memakai lima Unvon yang untuk saat ini berhasil memasuki mode Stella masing-masing. Alat pemancar Lyra yang akan mereka munculkan, setelah itu seorang akan memancarkan gelombangnya ke seluruh penjuru kota, mematikan semua sistem senjata pemberontak yang terdeteksi lalu mengubah keadaan.
Dua Supernova bersenjata tadi sudah pergi ke pintu masuk menjaga tempat ini kalau saja ada Pemberontak yang datang lagi. Seorang prajurit lagi yang tersisa sudah menyerahkan tugas mengurus dua mayat pejuang yang telah tewas kepada warga Jeldan karena dia harus berada di dekat konstelasi pemanggilan, bersiap melindungi dari apapun kemungkinan yang terjadi.
Semenit berlalu tidak ada yang terjadi, kelima Unvon masih fokus mematung ditempat mereka berdiri, membentuk pola rasi bintang Lyra sedangkan warga Jeldan yang sudah berumur tadi telah beralih dari monitor CCTV ke laptop yang disambungkan ke jaringan konstelasi pemanggilan.
Supernova yang berjaga tadi dengan mata terbelak langsung membidak dan menembak Pemberontak yang dia duga sedang mengincar para Unvon. Lantas semua orang dalam ruangan menatap prajurit itu dengan terkejut dan bingung.
Disaat itu juga peluru lain muncul diantara mayat Pemberontak pura-pura itu dan langsung menembus jantung seorang Unvon hingga jatuh lemas dengan kucuran darah membentuk kolam kecil disekelilingnya. Sungguh sial karena jumlah mereka pas untuk membentuk pola rasi bintang Lyra. Supernova yang berjaga tak butuh waktu lama mencari dalang penembak tadi karena meninjau dari arah roboh prajurit dan mayat yang mengarahkan laras dia bisa menebak kemudian menembak dengan peluru beruntut sehingga bisa dipastikan kematian benar-benar memeluk musuh kali ini.
Kalau saja merenggut satu nyawa dan memberi kehidupan untuk yang telah mati benar ada, semua orang disana akan melakukan itu. Sayangnya itu tidak bisa terjadi, dan yang sudah terjadi tidak bisa diulang kembali. Kesalahan mereka tidak memastikan Pemberontak benar-benar mati, kini yang mereka lakukan disini juga pasukan besar yang berjuang di hutan kota sana adalah sia-sia. Tidak berguna.
Dua Supernova datang dari arah pintu langsung memperhatikan sekitar ruangan lalu mengambil kesimpulan dengan mengusap wajah frustasi dan jatuh berlutut.
Stardet dalam tubuh Unvon tidak bisa dipindahkan, bahkan dalam tangan medis tidak bisa. Teknologi dalam tubuh mereka disesuaikan oleh gen dan jika saja ada orang lain mentranplantasikan maka percuma. Semua percuma saja, mereka telah kalah.
Para Unvon yang sudah masuk dalam mode stella namun akibat satu orang roboh, mereka tersadar kembali ke dunia nyata. Mereka hanya bisa melihat itu dengan tatapan marah, sedih, bingung, akan tetapi yang mereka lakukan cuma diam. Memangnya apa yang bisa dilakukan lagi?
Andreas cuma bisa mengabarkan pusat bahwa misi mereka gagal dengan transmiter di telinga. Dia menduga yang pertama mendengar akan menyumpah keras mengetahu ini.
Hutan sudah kembali gelap namun sayap kiri masih bertempur habis-habisan melawan Pemberontak dengan dipimpin Owen dari balik pepohonan rimbun. Baru-baru ini dia mendengar kabar bahwa formasi tengah kedatangan tamu tak diundang, prototipe zirah Hercules, dia tahu Pemberontak juga memakai prototipe tetapi untuk senjata sekelas zirah Hercules itu bisa dibilang sebuah kejutan besar. Dia tidak bisa mengirim bantuan sebab disini mereka juga kepayahan menahan serangan.
Lima Pemberontak didepan mereka melesat maju dengan menembak beruntun kearah Supernova. Owen yang melirik di balik pohon menunggu kesempatan kemudian langsung membalas serangan disaat musuh kebingungan menentukan target yang sudah bersembunyi.
Owen cekatan menekan pelatuk dan menahan rekoil dari senjata, ditambah kemampuan menggeser sudut laras senjata yang cepat membuat dia berhasil menumbangkan tiga Pemberontak dengan cepat.
Di samping kiri tidak jauh darinya ada Mira berdiri dari balik batu dengan senapan Hercules bewarna kuning emas menembaki dua Pemberontak lainnya hingga tumbang. Setelah itu memutuskan menunduk lagi, bersembunyi sebab tujuh atau delapan Pemberontak dia lihat sedang menuju kemari.
Owen juga menarik diri ke pohon kemudian dengan cepat mengganti magasin peluru senapan dan menarik kokangan. Dia menunggu, bersiap.
"Lapor, seorang Unvon tertembak dan kini konstelasi pemanggilan Lyra tidak bisa dilakukan." Itu suara Andreas melalui alat komunikasi di telinga Owen.
Owen butuh waktu untuk tersadar kembali karena tidak ada di otaknya selain kemarahan dan kekecewaan. Dia tahu kedua emosi itu tidak berguna, tanpa menunggu waktu bergulir dia membagi pesannya itu kepada ketua formasi lain. Berharap mereka juga tidak tenggelam dalam perasaan sendiri.
"Ada apa!?" Mira yang sedang bersandar dibalik batu besar tidak jauh dari Owen menyadari sikap anehnya.
"Rencana kita gagal, kita harus menyuruh para Unvon mundur."
"Disaat seperti ini?" Mira nampak tidak yakin. "Jika kita menarik beberapa orang saja maka kekuatan kita tidak cukup. Mengapa bisa gagal?"
Menutupi kebenaran disaat mereka akan mati adalah tindakan percuma. "Seorang Unvon tewas, mereka tidak memiliki Unvon cadangan lagi."
Bukannya sedih, marah, dan binggung Mira malah terdiam berpikir. Tak lama dia kembali menatap Owen dengan mata cerah seakan baru saja melihat harapan.
"Kita masih bisa mengirimi mereka seorang Unvon."
Owen bukan orang yang suka merendahkan apalagi disaat harapan itu mati seperti saat ini tapi bagaimana mungkin juga menumbuhkannya? "Mustahil kita menerobos mereka, mempertahankan posisi saja kita kewalahan.
"Kita tidak perlu menerobosnya." Sesaat Mira nampak manis dengan senyum pendek di mulutnya. "Aku kenal Unvon yang bisa terbang."